
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Raja sudah kembali mengetuk kamar Carissa dengan kuat.
Duk Duk Duk
"Cewek tengil, bangun!" teriak Raja.
Carissa yang berada di dalam ruangan itu sampai terkejut, karena dia memang masih bermimpi berada di kamarnya, dengan kasurnya yang empuk dan pendingin ruangan yang begitu dingin.
"Ya ampun, apasih itu Raja hutan. Teriak-teriak terus!" kata Carissa yang lantas turun dari tempat tidurnya tanpa dia sadari kalau dia hanya pakai atasan tali satu dan celana di atas lutut.
Ceklek
"Apa sih bos?" tanya Carissa yang membuat Raja tertegun.
Raja baru tersadar ketika Carissa menguap sangat lebar. Dan membuat Raja yang awalnya terkesima pada Carissa jadi illfeel.
"Heh, benarkan sedikit pakaianmu. Ini bukan di rumah mu. Cepat ganti pakaian mu lalu memasak!" kata Raja.
Mata Carissa melebar.
"Memasak?" tanya Carissa.
"Iya, kata mandor sarapan datang jam delapan. Aku tidak biasa sarapan jam segitu, cepat buatkan aku sarapan. Setelah itu kita harus survei lagi ke tukang bahan bangunan!" kata Raja meninggalkan Carissa dengan segala kebingungannya.
Meski bingung Carissa tetap ganti pakaian dan menuju dapur. Di sana dia sama sekali tidak menemukan bahan yang sama dengan yang di ajarkan bi Yati di rumah. Hanya ada telur saja.
Carissa menyiapkan wajan dan menuangkan minyak. Tapi minyaknya kebanyakan, begitu telur di masukkan. Carissa panik karena malah seperti pertunjukan kembang api.
"Agkhhh, bagaimana ini?" pekik Carissa kebingungan.
Asap sudah banyak sekali mengepul di dapur. Raja yang baru selesai mandi juga mencium bau hangus. Dia pun ke dapur dan melihat kekacauan yang di buat oleh Carissa.
Raja mematikan kompor dan menyiram wajan yang berasap itu.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Raja setelah situasi mulai kondusif.
"Maaf bos, tapi aku tidak bisa memasak!" jujur Carissa.
Raja mengusap rambutnya kasar.
__ADS_1
"Ya sudah, cepat ganti baju. Kita cari sarapan saja di luar!" kata Raja.
Carissa sedikit terkejut, dia pikir Raja akan marah dan memakinya. Tapi hal itu tidak terjadi. Raja malah mengajaknya mencari sarapan di luar.
Tak mau sampai Raja berubah pikiran, Carissa berlari ke kamarnya lalu mandi dan ganti pakaian.
Mereka pun berjalan kaki keluar dari daerah pabrik.
"Bos, ini serius kita mau jalan kaki?" tanya Carissa.
"Mobil di bawa sama pak mandor buat ambil makanan pekerja di rumah makan. Adanya motor, aku tidak bisa mengendarai motor!" kata Raja.
Carissa pun terlihat excited.
"Kalau begitu biar aku saja yang bawa, di mana motornya?" tanya Carissa.
"Hei, tidak boleh. Aku tidak mau sambil resiko ya, aku ini penanggung jawab ribuan karyawan. Aku tidak mau celaka karena naik motor dengan mu, cewek tengil!" kata Raja yang langsung melengos dari Carissa.
Carissa tetap tidak mau menyerah, ketika Raja melengos dan melanjutkan jalan kakinya. Carissa malah berbalik dan kembali ke area perumahan pekerja dan langsung bertanya pada pekerja lain dimana motor yang bisa di pakai keluar. Tentu saja Carissa juga harus pastikan bensinnya cukup.
Kepala pekerja memberikan sebuah motor bebek pada Carissa.
"Aman bang. Mana kuncinya!" kata Carissa.
Kepala pekerja itu akhirnya memberikan kuncinya pada Carissa. Carissa pun dengan santai mengendarai motor itu. Motor apapun, dia bisa mengendarainya. Maklum saja, hal itu dia butuhkan untuk pamer ke teman-temannya di geng Ouch. Jadi dia banyak belajar dari para penjaga rumah dan satpam di rumahnya. Tentu saja tanpa sepengetahuan papa dan mamanya.
Daripada dirinya harus berjalan kaki yang entah berapa kilo meter jauhnya. Yang ada begitu mereka sarapan, saat kembali pulang mereka sudah lapar lagi karena perjalanan yang jauh.
Begitu melihat Raja yang masih di tepi jalan, masih tetap konsisten dengan langkahnya yang sepertinya memang terorganisir harus berjalan 100 langkah per menit. Carissa pun menghampiri Raja dengan sebelumnya membunyikan klakson motor.
Membuat pria yang memang sudah terlihat kamu itu makin menunjukkan tatapan jutek yang mematikan andalannya.
"Bos, ayo ikut saja. Ini akan mengefisienkan waktu dan tenaga kita" kata Carissa sambil memperlambat laju kendaraannya.
Raja pun menghentikan langkahnya, membuat Carissa juga mengheningkan kendaraannya.
"Ayo!" ajak Carissa.
"Kamu tidak waras ya, aku harus naik motor dengan wanita tengil seperti mu, memang kamu punya SIM C?" tanya Raja.
__ADS_1
Carissa pun menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak punya SIM C. Raja pun mendengus kesal.
"Tapi aku jamin aman bos, aku bahkan naik motor tukang ojek ketika kita meeting di perusahaan itu. Cobalah percaya padaku, ya bos! lagipula kamu kan tunangan ku, aku tidak mungkin membuat diriku sendiri menjadi janda sebelum menikah kan? let's go!" kata Carissa lagi.
Tapi entah kenapa, Raja yang awalnya sangat enggan untuk naik kendaraan itu bersama dengan Carissa. Begitu mendengar apa yang di katakan Carissa tentang harus mempercayai dirinya. Raja menjadi melunak hatinya.
Raja menghela nafas berat dan berkata.
"Baiklah, tapi hati-hati!" kata Raja mengingatkan Carissa.
Carissa menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Siap bos!" kata Carissa.
Setelah naik, Raja pun meletakkan tangannya di pahanya. Tapi Carissa lupa kalau dia sudah menurunkan gigi motornya menjadi gigi satu. Saat dia menarik gas. Raja terkejut dan memeluk pinggang Carissa.
Wajah Raja bahkan menempel di rambut Carissa. Aroma shampoo yang wangi, dan pinggang Carissa yang ramping membuat Raja kembali mengingat apa yang dia lihat di kamar ganti itu.
Merasa hatinya tidak nyaman, Raja pun segera melepaskan tangannya dan memegang besi pinggiran motor yang ada di belakang.
"Maaf bos, aku lupa menambah gigi motornya!" kata Carissa yang takut Raja marah karena kaget barusan.
"Makanya hati-hati!" sahut Raja yang sebenarnya perasaannya sedang sangat tidak menentu.
Sepanjang perjalanan ke rumah makan, Raja hanya diam. Sesekali dia melihat ke arah Carissa yang terlihat fokus tapi santai saat mengemudikan motor yang mereka naiki itu. Semakin di pikirkan, rasanya semakin banyak hal yang Raja tidak tahu tentang Carissa. Banyak hal yang membuat Raja terkejut, dari mulai Carissa yang anak orang kaya tapi mau jadi sekertaris magang. Meskipun manja, meskipun kadang menangis karena lelah tapi masih mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan tidak akan pulang kalau belum selesai.
Meskipun terlihat seperti gadis manja, tapi Carissa bahkan bisa mengendarai sepeda motor. Hal yang tidak pernah di lakukan oleh Raja selama ini. Raja berpikir, entah kejutan apa lagi yang akan dia lihat dan akan di berikan oleh Carissa padanya.
"Sudah sampai bos, mau turun tidak?" tanya Carissa.
Ternyata mereka sudah sampai, dan Raja masih diam. Raja jadinya canggung, karena tadi dia sempet tidak fokus.
"Ya turun lah, pakai tanya lagi!" ketus Raja lalu masuk ke dalam rumah makan.
"Ye, dia ngegas. Dasar aneh!" gerutu Carissa mengunci dobel motor pekerja yang dia pinjam itu.
***
Bersambung...
__ADS_1