CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 40. Bulan Madu 1


__ADS_3

Keluarga Mahesa sarapan bersama, dengan bangga Kamila mengatakan kalau sarapan pagi ini adalah sarapan yang disiapkan oleh menantunya Carissa. Karena memang, saat Kamila datang ke dapur, dia melihat Carissa sedang menatap makanan di atas meja makan.


Bi Ani juga mengatakan kalau Carissa sudah membantunya menyiapkan sarapan. Padahal bia Ani benar-benar berusaha sangat keras agar sarapan selesai tepat waktu meski sebenarnya Carissa mempersulit dan memperlambat pekerjaannya.


Raja yang mendengar itu mengernyitkan keningnya. Dia memang pernah makan masakan Carissa sebelumnya, tapi itu juga bukan masakan Carissa. Itu masakan Siska, dan rasanya sangat berbeda.


"Beruntungnya Raja karena Carissa pintar memasak, saat bulan madu kalian tidak akan kesulitan untuk memasak...!"


"Uhukk... Uhukk!" Raja sampai tersedak mendengar ucapan papanya tentang bulan madu.


"Siapa yang akan bulan madu, pa?" tanya Raja.


"Tentu saja kalian berdua, kamu dan istri kamu Raja. Mama dan papa sudah siapkan tiket liburan kalian ke Maldives. Kalian bisa nikmati bulan madu kalian selama satu minggu. Itu pasti menyenangkan!" kata Kamila yang tersenyum bahagia.


"Wah, terimakasih mama dan papa. Kalian baik sekali!" kata Carissa.


Raja lantas menoleh kesal ke arah Carissa.


"Tidak ada bulan madu!" kata Raja.


"Kenapa?" tanya Carissa kecewa.


Carissa pikir kalau mereka bulan madu, maka akan lebih cepat dia menyelesaikan misinya untuk memiliki seorang anak dengan Raja dan mendapatkan warisan papanya.


Kamila yang melihat menantunya terlihat kecewa segera menoleh ke arah Indra, suaminya.


Melihat tatapan dari Kamila, Indra mengerti kalau istrinya itu ingin Indra membujuk Raja, pokoknya sampai Raja berangkat bulan madu dengan Carissa.


"Papa minta kamu pergi Raja, papa tidak enak sama besan papa kalau begini. Tolong selamatkan muka papa ini di depan mama dan papanya Carissa!" ucap Indra yang membuat Raja tak bisa menolak permintaan papanya itu.


Dan pada akhirnya, Raja dan Carissa pun berada di bandara. Siska juga datang bersama Lidya untuk mengantarkan keberangkatan Raja dan Carissa ke Maldives.


Kamila terlihat senang, karena meskipun dia yakin kalau Raja terpaksa melakukan itu, tapi dia yakin kalau lama-lama bersama, akan membuat kedua orang di depannya itu akan lebih dekat nantinya.


Di pesawat, Raja terus saja memalingkan wajahnya dari Carissa.


"Suamiku, kenapa sejak tadi melihat ke jendela? memangnya ada yang menarik di sana?" tanya Carissa.

__ADS_1


"Diamlah wanita tengil, aku mau tidur!" kata Raja lalu memejamkan matanya.


Carissa hanya bisa mendengus kesal. Tapi dia bukan wanita yang mudah menyerah. Dia akan lebih berusaha, lebih baik lagi agar Raja tertarik padanya.


Beberapa jam penerbangan, yang mereka lewati dengan tidur. Akhirnya mereka sampai di bandara internasional Maldives. Sudah ada yang menjemput mereka, mobil itu membawa mereka ke hotel yang satu minggu ini akan menjadi tempat mereka menginap.


Setibanya di hotel, Carissa langsung membuka pintu kaca geser yang memisahkan antara kamar hotel mereka dengan balkon kamar yang viewnya lautan biru dan pasir pantai yang putih.


"Wah, ini indah sekali. Aku harus abadikan pemandangan ini!" kata Carissa yang sibuk mengabadikan view di balkon kamar hotelnya.


Raja yang malah merapikan barang-barangnya di lemari hanya sekilas melihat ke arah Carissa dan mengatakan kalau Carissa itu benar-benar tengil.


Setelah membereskan barang, karena mereka juga sampai pukul 5 sore. Raja pun bergegas mandi dan ganti pakaian Satu setengah jam berlalu dan Raja.sudah siap, sedangkan Carissa baru merapikan pakaiannya ke dalam lemari.


"Hei, mau makan malam di bawah tidak. Cepat mandi dan ganti baju, jangan pakai baju main, cewek tengil!" kata Raja yang sudah mengenakan jas dengan dalaman kaos hitam dengan kerah turtleneck. Dan celana jeans senada dengan kaosnya.


Carissa mengangguk paham, dan masuk ke dalam kamar mandi. Sudah setengah jam Raja menunggu Carissa.


"Wanita konyol cepatlah!" kata Raja dengan suara agak keras.


Ceklek


"Pakaian macam apa itu?" tanya Raja.


"Ini pakaian formal!" jawab Carissa.


"Siapa yang mau kamu goda dengan pakaian itu, ganti!" pekik Raja.


"Kenapa sih, ini cukup bagus?" tanya Carissa.


"Lihat itu, punggungmu sama sekali tidak tertutup apapun. Cepat ganti!" kata Raja.


Carissa yang tak mau hari pertama bulan madunya berakhir dengan pertengkaran pun masuk lagi ke dalam kamar mandi dan mencoba gaun malamnya yang lain.


Lima belas menit kemudian, Carissa keluar dengan gaun yang lebih panjang dari kini dress tadi. Tanpa lengan, tapi bagian leher dan punggungnya tertutup. Hanya ada sedikit belahan yang hanya sekitar lima centimeter saja di sebelah kiri.


"Bagaimana yang ini?" tanya Carissa.

__ADS_1


"Ck.. kenapa tidak bisa berpakaian dengan benar sih. Ayo cepat, aku sudah lapar!" kata Raja yang pergi ke arah pintu lebih dulu.


Sebenarnya Carissa belum menata rambutnya dengan benar, tapi karena Raja sudah keluar. Dia pun mengambil tasnya dan mengikuti Raja.


Mereka berdua makan malam bersama di restoran yang ada di hotel mewah itu. Hotel dimana untuk satu minggu, Indra Mahesa mengeluarkan ratusan juta rupiah. Tapi dia merasa itu akan sepadan kalau setelah kembali Carissa dan Raja menjadi semakin dekat dan membawa kabar baik untuk Indra dan Kamila.


Setelah makan malam, Raja dah Carissa kembali ke kamar.


"Aku akan tidur di kasur, kamu di sofa!" kata Raja.


"Suamiku, kenapa kita tidak tidur di satu tempat tidur saja?" tanya Carissa.


"Aku tidak mau!" tegas Raja.


"Kenapa tidak mau, apa menurutmu aku ini tidak menarik?" tanya Carissa.


"Tidak sama sekali, kamu tidak menarik. Dan aku tidak tertarik padamu!" tegas Raja lagi.


Kalau wanita lain, mendengar ucapan Raja yang begitu terus terang seperti itu pasti akan sakit hati dan marah kan? tapi tidak dengan Carissa. Mendengar hal itu, dia malah semakin ingin menunjukkan kalau ucapan Raja itu salah.


"Berarti mata kamu yang bermasalah!" pekik Carissa tak terima.


"Apa katamu?" tanya Raja marah.


"Iya aku bilang matamu yang bermasalah, mau bertaruh denganku? begitu aku ke luar, aku yakin akan ada banyak pria yang tertarik padaku!" kaya Carissa.


Raja tersenyum meremehkan.


"Tidak mungkin, wanita konyol sepertimu siapa yang akan tertarik?" tanya Raja.


"Aku akan buktikan!" seru Carissa yang langsung keluar dari dalam kamar.


Raja cukup terkejut dengan apa yang di lakukan dan dikatakan oleh Carissa. Karena dia masih suami Carissa, mau tidak mau dia mengikuti Carissa yang berjalan ke arah pesta di pinggir kolam renang hotel itu.


Dan benar saja, begitu Carissa datang kesana dengan memoles bibirnya menggunakan lipstik berwarna merah terang, dan berjalan dengan sedikit bergoyang mengikuti alunan musik. Banyak pria yang sudah memandangnya dan ikut menari bersamanya.


"Benar-benar konyol!" geram Raja yang melihat Carissa dari jauh, selain menggerutu begitu, tangan Raja juga sudah terkepal kuat keduanya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2