
Malam pun tiba, dan saat ini dua orang yang akan terikat dalam sebuah hubungan pertunangan itu sedang saling berhadapan. Di sebuah restoran bintang lima, ruang privat VIP tentunya.
Keduanya saling pandang dengan tatapan tidak senang.
"Berikan tanganmu!" kata Raja.
Carissa pun memberikan tangannya pada Raja. Dan kemudian Raja pun menyematkan sebuah cincin di jari manis Carissa.
Lalu bergantian dengan Carissa yang menyematkan cincin di jari manis Raja. Mereka berdua tampak kaku. Kamila benar-benar menjadi sangat curiga. Kalau sebenarnya mereka berdua itu bukanlah pasangan kekasih.
'Kok kamu banget sih, tapi kenapa keluarganya Carissa terlihat biasa saja ya? apa cuma perasaan ku saja ya?' batin Kamila bertanya-tanya.
Semua terlihat bertepuk tangan senang. Acara selanjutnya adalah makan malam, dan untuk kedua pasangan yang baru bertunangan itu di persilahkan untuk berdansa berdua oleh Lidya dan Irsyad.
Restu dan Ajeng juga ikut membujuk keduanya. Alhasil Raja pada akhirnya harus mengajak Carissa berdansa.
"Pasti tidak bisa berdansa kan?" tanya Raja.
"Hei Bos, jangan salah ya. Mau dansa model apa? modern Jive, salsa, ballroom dance, aku bisa semua! lihat ya!" kata Carissa yang langsung menunjukkan keahlian berdansanya.
Carissa itu kan anak pesta, tentu saja dia dan teman-temannya sudah banyak datang ke berbagai pesta dan bersenang-senang. Hal itu mudah baginya.
Kamila tersenyum ketika melihat Raja tertegun dengan keahlian berdansa Carissa. Acara pertunangan itu sangat lancar. Sampai mereka tiba di rumah masing-masing.
Raja masuk ke dalam kamarnya dan menutup rapat pintu kamarnya. Raja akan berganti pakaian ketika dia melihat cincin di jari manisnya.
"Wanita tengil!" gumamnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Tapi di kediaman Setiawan. Carissa yang akan masuk ke dalam kamarnya malah di panggil oleh papa dan mamanya ke ruang kerja.
"Malam ma, pa. Ada apa ya? Icha mau tidur, besok mau kerja!" kata Carissa.
__ADS_1
"Duduk Carissa!" kata Erlangga.
Carissa pun duduk dimana papanya menyuruhnya duduk.
"Papa memanggil kamu kemari karena ingin mengatakan sesuatu yang penting. Hukuman kamu, hukuman itu akan papa rubah!" kata Erlangga.
Carissa pun melihat ke arah mamanya, Carissa tidak tahu apakah hukuman yang akan dirubah itu lebih ringan atau malah semakin berat. Dengan melihat mamanya, dan memperhatikan ekspresi dari Siska. Setidaknya Carissa akan tahu apakah hukuman itu lebih parah atau tidak.
Jika wajah Siska panik, tandanya hukuman akan semakin buruk. Tapi kelihatannya apa yang di cemaskan Carissa tidak akan terjadi.
Sebab dari wajah Siska, mama Carissa itu terlihat biasa saja, bahkan tersenyum pada Carissa.
"Tidak perlu menunggu satu tahun, papa akan memberikan semua warisan kamu, juga saham papa di perusahaan milikmu. Kalau kamu bisa memberikan papa cucu setelah menikah dengan Raja!" kata Erlangga Setiawan.
Carissa sampai melongo. Tapi kemudian dia langsung berdiri.
"Carissa kasih cucu ke papa, papa akan kasih semua warisan Carissa? ga ada lagi di tahan-tahan itu kartu kredit?"
Erlangga Setiawan menggelengkan kepalanya.
Erlangga menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Carissa tidak percaya ini, ini bahkan sangat mudah pikirnya. Bukan kah kalau menikah juga pasti akan punya anak. Carissa sangking excited nya sampai lupa pada perjanjian yang sudah dia tanda tangani dengan Raja.
"Oke deal ya pa, pokoknya gak perlu satu tahun yang penting Carissa punya anak kan?" tanya Carissa yang mengulurkan tangannya pada sang papa.
Siska sampai memijit keningnya melihat anaknya yang gagal paham itu.
Tapi Erlangga Setiawan malah sangat senang lalu mengulurkan tangannya menjabat tangan Carissa.
"Deal!" kata Erlangga.
__ADS_1
Carissa melonjak senang dan keluar dari rumah kerja itu. Siska sampai terduduk lemas di sofa yang ada di belakangnya.
"Aku ngidam apa sih dulu waktu hamil anak itu! kenapa jalan pikirannya bisa seperti itu, memangnya dia tidak tahu apa, mengandung itu butuh waktu sembilan bulan. Apa yang membedakan hal itu dengan satu tahun, ya Tuhan anakku!" keluh Siska yang merasa anaknya itu terlalu istimewa cara berpikirnya.
Melihat istrinya yang mengeluh seperti itu. Erlangga malah terkekeh pelan. Dan itu membuat Siska semakin sewot pada suaminya.
"Papa kan tahu menyusun puzzle saja, Lidya cuma butuh setengah jam. Icha bisa seharian. Papa nih bener-bener deh, sama anak sendiri kok tega gitu!" keluh Siska pada suaminya.
Erlangga Setiawan lantas duduk di samping istrinya dan menepuk pelan lutut Siska.
"Ma, ini semua aku lakukan untuk kebaikan Carissa. Dia akan punya suami yang bisa mengarahkannya ke sikap yang lebih baik lagi. Coba kamu perhatikan, selama beberapa hari ini terjadi banyak perubahan besar pada Icha, dia bangun pagi, bertanggung jawab pada semua pekerjaannya. Lebih menghargai waktu, lebih menghargai uang dan lebih menghargai orang yang lebih tua. Itu semua perintah Raja, tapi dia akan terbiasa nanti. Dan aku juga mendengar, kalau Raja itu sangat setia. Sejak dulu dia hanya mencintai satu wanita kata papanya, dan wanita itu meninggal karena kecelakaan. Sampai saat ini Raja tidak punya pacar, selain Carissa. Maka dari itu, Raja juga pasti akan menjadi suami yang setia untuk Carissa!" kata Erlangga menjelaskan alasannya kenapa dia terkesan ingin sekali Carissa terikat dengan Raja.
Siska mengangguk paham. Setiap orang tua tentu saja ingin putri mereka menikah dengan pria yang setia dan bisa membimbing putri mereka menjadi lebih baik.
"Papa benar juga, tapi serius itu Raja gak bisa move on dari mantan kekasihnya. Kalau nanti dia gak bisa lebih sayang sama Icha gimana? maksud mama, mama khawatir hatinya Raja tuh terbagi gitu loh pa, kasian kan Icha harus berhimpit-himpitan dengan mantan kekasih Raja itu di hatinya Raja!" kata Siska lagi.
"Mama ngomong apa sih, meskipun ada kenangannya, tapi orangnya sudah gak ada. Papa percaya, Icha pasti bisa mengisi penuh hati suaminya nanti. Kalau tidak secara sukarela, Icha pasti bisa melakukannya dengan cara lain. Kamu tahu anakmu kan?" tanya Erlangga yang membuat Siska terkekeh.
Benar juga kata suaminya, Icha itu adalah anak yang kuat, tidak mudah baperan, tidak mudah menyerah. Siska yakin kalau putrinya pasti mampu membina rumah tangga yang bahagia dengan Raja nanti.
Kembali ke kantor pada keesokan harinya, Carissa datang sangat pagi, dia yakin belum ada karyawan lain yang datang, Carissa bermaksud mengembalikan agenda itu ke tempatnya. Karena dia sudah membaca semuanya, dan yang membuat Carissa merasa tersentuh adalah bagaimana Raja menutupi aib Vivian. Itu benar-benar membuat Carissa sampai menangis saat membacanya kemarin.
Tapi sialnya, ketika Carissa merasa dia adalah orang yang datang paling pagi. Saat membuka ruangan Raja. Ternyata Raja sudah ada di dalam ruangannya.
Bukk
Sangking terkejutnya melihat kehadiran Raja, agenda yang di bawa Carissa pun terjatuh.
Raja yang penasaran, terlihat berdiri dari kursinya dan bertanya.
"Apa itu?"
__ADS_1
***
Bersambung...