CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 16. Carissa Gitu Loh!


__ADS_3

Carissa terburu-buru datang ke kantor dan membereskan semuanya di ruangan meeting.


"Gaji sekertaris magang berapa sih, kayaknya aku bukan cuma sekertaris deh, kurir makanan iya, OB dadakan juga iya. Ih... untung udah minum vitamin yang di kasih mama, kalua gak bisa pingsan aku!"


Sambil terus mengerjakan pekerjaannya, Carissa juga terus mengomel karena dia benar-benar harus jadi OB dadakan.


Bagaimana tidak, setelah membereskan ruang meeting. Raja meminta OB memberikan lap bersih padanya, dan meminta Carissa untuk mengelap semua meja yang baru saja di gunakan untuk makan siang bersama. Katanya tidak boleh ada bau makanan sama sekali di meja itu.


Carissa bahkan sudah menyemprotkan banyak cairan pembersih. Mengganti pengharum untuk pendingin udara. Benar-benar sangat melelahkan. Dia sepertinya punya banyak skill setelah kelar dari pekerjaan sekertaris magang di Tekno Company ini.


Hal-hal yang tidak pernah dia kerjakan sebagai seorang Carissa Mandasari Setiawan, kini dia mengerjakan semua itu sebagai sekretaris magang Carissa.


Raja bahkan berpesan pada OB yang di minta mengawasi kerja Carissa. Agar jangan membiarkan wanita itu keluar dari ruang meeting kalau ruangan itu belum benar-benar bersih dan terbebas dari aroma makanan.


"Mbak, ini udah bersih belum?" tanya Carissa pada OB yang mengawasi dirinya.


OB yang sebenarnya dari tadi terlihat kasihan kepada Carissa yang bahkan mengerjakan semua pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan itu lansung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Sudah non, sudah bersih!" kata OB itu.


Meskipun sebenarnya belum beri sempurna tapi OB itu pikir nanti dia yang akan mengerjakan sisanya.


Carissa menghela nafas lega, dia benar-benar berpeluh sangat banyak. Carissa langsung pergi ke ruangannya dan mengambil baju ganti yang memang sudah dia persiapkan di dalam tasnya. Setelah ganti baju dan kembali segar, Carissa pergi ke ruangannya untuk menyiapkan jadwal Raja selanjutnya. Kalau tidak salah jam 2 siang, mereka harus bertemu dengan seorang klien di perusahaan Harvey Mukti.


Dengan cepat Carissa pun membawa agendanya ke ruangan Raja yang tengah memeriksa dokumen di atas meja di hadapannya.


Ceklek


'Astaga, aku lupa ketuk pintu!' batin Carissa yang sudah mengetahui lebih dulu kesalahannya.


Karena sangat terburu-buru, jam sudah menunjukkan pukul 2 siang kurang sepuluh menit. Carissa sampai lupa mengetuk pintu.


Saat Carissa melihat ke arah Raja, pria itu saat ini tengah menatapnya sambil melotot. Benar-benar seperti pandangan seekor macan ketika melihat seekor kambing yang gemuk dan sedang sendirian.


"Maaf bos, akan ku ulangi!" kata Carissa yang sedang tidak ingin cari masalah dengan Raja.


Carissa buru-buru keluar dan menutup pintu ruang kerja Raja itu lagi.


Tok tok tok


"Bos, boleh aku masuk?" tanya Carissa.

__ADS_1


Dan seperti biasanya tidak akan ada sahutan dari dalam hanya dengan sekali ketukan saja.


Tok tok tok


"Aku masuk ya bos?" tanya Carissa lagi yang langsung membuka pintu ruangan Raja lagi.


Ceklek


"Apa kamu bodoh?" tanya Raja yang membuat langkah Carissa yang akan maju dan menghampiri Raja langsung terhenti.


"Maaf bos?"


"Apa saat pembagian otak kamu sedang nongkrong di kafe dengan teman-temanmu. Kamu sudah masuk, untuk apa kamu keluar dan membuat drama seperti itu?" tanya Raja begitu dingin.


Sangking dinginnya, apa yang di katakan Raja itu sepertinya membuat Carissa mendadak barhalusinasi kalau saat ini dirinya sedang berada di kutub selatan. Bukan di ruangan CEO.


'Salah lagi kan aku, salahin saja terus, aku masuk langsung salah, masuk ketik pintu salah. Kapan aku benar di mata Raja hutan maha benar ini?' batin Carissa.


Untung saja, Carissa memang bukan tipikal orang yang baperan. Mungkin karena hal ini dia sering di manfaatkan teman-temannya. Tapi ada bagusnya juga, kalau dia tidak benar-benar lelah dan sakit hati dia tidak akan menangis atau merasa terluka hatinya.


"Maaf bos, aku tadi terburu-buru. Sepuluh menit lagi bos harus ke PT Harvey Mukti!" kata Carissa.


Brakk


"Apa kamu benar-benar bodoh Carissa? meeting sepuluh menit lagi dan kamu baru bilang sekarang?" tanya Raja kesal dan terlihat sangat marah.


"Kan tadi bos suruh aku bersihin ruang meeting...!"


"Jangan banyak alasan, kamu mau menyalahkan aku?" tanya Raja terdengar sangat emosi.


"Ya sudah, kita pergi sekarang saja. Aku sudah siapkan semua proposalnya sejak pagi!" kata Carissa.


Raja menghembuskan nafas kasar. Dia lantas meraih jasnya dan keluar dari ruangannya. Carissa juga berlari dengan cepat ke ruangannya lalu mengikuti Raja yang masuk ke dalam lift.


Carissa hanya diam di belakang Raja. Dia masih sangat ingat, kalau tidak di ajak bicara, jangan bicara pada Raja.


Sampai di basemen, Raja masuk ke dalam mobilnya.


"Mau apa kamu?" tanya Raja ketika Carissa juga akan masuk ke dalam mobil.


"Mau masuk lah, ikut bos ke PT...!"

__ADS_1


"Naik taksi online!" Kata Raja yang langsung masuk ke dalam mobilnya.


Carissa masih diam mematung di tempatnya.


'Taksi online lagi, cukup gak ya ongkos nya?' batin Carissa bingung.


Tapi saat Carissa sedang berpikir. Tiba-tiba kaca jendela mobil di depannya terbuka.


"Sepuluh menit harus sampai di sana. Jangan sampai aku tiba lebih dulu daripada kamu. Kalau sampai itu terjadi, kamu akan di pecat!" kata Raja yang langsung menutup kembali kaca jendela mobil dan meninggalkan Carissa.


"Dikit-dikit ancamannya pecat, pecat aja terus!" omel Carissa.


"Gak bisa nih, aku naik ojek saja!" kata Carissa yang lantas berlari ke arah luar perusahaan dan pergi ke pangkalan ojek dekat perusahaan.


"Bang, ke PT Harvey Mukti, bisa sepuluh menit gak?" tanya Carissa.


"Wah, mana bisa non. Lima belas menit lewat jalan tikus!" kata tukang ojek di depannya.


"Saya yang bawa deh, ya bang?" tanya Carissa yang memang suka sekali kebut-kebutan.


"Kalau rusak ganti tapi ya non!" kata tukang ojek itu.


"Sip bang, kalau motornya kenapa-napa saya ajak abangnya ke dealer!" kata Carissa yang sepertinya lupa kalau semua tabungannya sedang di bekukan oleh papanya.


Pada akhirnya tukang ojek itu setuju. Dia yang membawa tas berisi dokumen Carissa di belakang membonceng Carissa yang mengemudi motor tukang ojek itu di depan.


"Non, pelan-pelan non. Astagfirullah, mamang belum nikah non. Baru mau lamar neng cahaya. Kumaha iye!" tukang ojek itu sangat panik karena Carissa membawa motor dengan kecepatan tinggi, berkelok-kelok, zig-zag menghindari kendaraan lain.


Cittt


"Yey!" teriak Carissa senang karena dia sampai di depan PT Harvey Mukti dengan cepat.


Carissa turun dari motor dan mengambil tas kerjanya dari tukang ojek.


"Ni mang, ongkosnya. Makasih ya!" kata Carissa yang langsung merapikan dirinya dan berdiri di depan perusahaan menunggu Mobil Raja yang sudah terlihat dari kejauhan.


"Aku sampai duluan, yes gak bakalan di pecat. Carissa Gitu Loh!" ucap Carissa senang.


Dari kejauhan Raja benar-benar terkejut melihat Carissa sudah ada di depan PT Harvey Mukti.


'Gadis ini benar-benar ya! apa dia terbang pergi kemari?" batin Raja bertanya-tanya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2