
Saat ini Raja dan Carissa berada di dalam satu mobil, sejak di butik tadi. Kamila yang memaksa Raja mengajak Carissa pergi bersama dengannya.
Kamila bahkan bilang pada Raja, kalau dia meminta Nando menunggu di depan perusahaan tepat setengah jam dari Raja alam berangkat dari butik.
Raja pun hanya bisa mendengus kesal saja sepanjang perjalanan. Carissa pikir, juga dia akan cuti hari ini. Tidak di sangka, Raja malah memintanya segera ke kantor. Sampai calon mama mertuanya meminta Carissa ikut saja dengan Raja. Setelah Siska mengijinkan, Carissa akhirnya sekarang berada satu mobil dengan Raja.
Tapi sejak tadi, Carissa terlihat kesal. Masak iya sudah masuk ke kamar ganti orang sembarangan, melihat Carissa tanpa atasan. Pria di sampingnya itu tidak ada sama sekali rasa bersalahnya. Masak iya minta maaf saja tidak, Carissa benar-benar jengkel sekali dengan hal itu.
"Bos, kamu benar-benar tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?" tanya Carissa.
Raja pun menoleh ke arah Carissa sekilas, benar-benar hanya sekilas saja.
"Tidak ada!" jawab Raja ketus.
Rahang Carissa nyaris jatuh, bagaimana bisa ada pria yang benar-benar seperti batu macam Raja itu.
Tak mau membahasnya lagi, Carissa pun menikah ke arah jendela mobil sebelah kirinya dan melipat tangannya di depan dada.
'Benar-benar menyebalkan. Kenapa ada pria seperti ini di dunia ini?' batin Carissa bertanya-tanya. Dia sedikit kesal di hat oleh Raja.
Setalah sampai di depan perusahaan, Carissa juga langsung turun dari dalam mobil Raja tanpa banyak bicara.
Tapi setelah tiga jam kemudian, Carissa merasa ada yang tidak beres dengan bosnya itu.
"Tumben itu si Raja hutan gak teriak-teriak manggil aku! tumben banget sudah dua jam aku bisa duduk santai begini. Biasanya jangankan membiarkan aku santai selama 2 jam, 2 menit saja dia tidak akan rela melakukannya!" gumam Carissa.
Tapi Carissa juga merasa senang, dia benar-benar bisa bersantai. Bisa main game di ponselnya bahkan, mumpung ada WiFi dari perusahaan.
Sementara itu di dalam ruangannya, Raja masih saja terus terganggu dengan apa yang dia lihat di butik tadi. Dia sama sekali belum pernah menyaksikan pemandangan seperti itu. Tapi mau minta maaf dia juga merasa gengsi tentu saja.
Raja pun hanya bisa mengusap wajahnya kasar, sebab jika dia melihat Carissa. Pandangannya terus saja menuju ke tempat yang tidak seharusnya. Hal itu membuat Raja tak memanggil Carissa sejak tadi. Meskipun sebenarnya dia tidak senang membiarkan wanita itu diam.
"Menyebalkan!" gerutunya yang menyesali kenapa dia harus masuk ke ruang ganti yang itu di butik tadi.
Sampai jam pulang kerja, Carissa benar-benar sama sekali tidak di beri pekerjaan apapun oleh Raja. Tapi dia juga tidak mau bertanya, apalagi menemui Raja. Dia masih kesal karena Raja tidak mau minta maaf.
Karena merasa sudah waktunya dia pulang, maka dia pun mencari Nando di ruangannya.
__ADS_1
"Kak Nando!" kata Carissa yang kebetulan melihat Nando keluar dari ruangannya.
Nando yang hendak berjalan ke arah lain, lantas menghentakkan langkahnya dan berbalik menghadapnya Carissa.
"Iya Carissa, ada apa?" tanya Nando.
"Kak, aku pulang ya. Sudah jam lima!" kata Carissa.
Nando sedikit bingung dong, biasanya kan yang mengatur pekerja Carissa itu adalah Raja langsung.
"Bos keluar ya?" tanya Nando.
"Tidak, dia di ruangannya. Tapi sejak kembali dari butik tadi. Dia tidak keluar, dan tidak memberiku tugas apapun. Tidak menghubungi ku untuk minta mengerjakan ini dan itu. Ya sudah, aku pulang saja ya!" kata Carissa.
Nando pun mengangguk setuju.
"Ya sudah, kamu boleh pulang. Besok malam kalian akan bertunangan kan? tidak usah bekerja besok!" kata Nando yang di minta Kamila meliburkan Carissa besok.
"Oke, sampai jumpa kak Nando!" kata Carissa yang begitu bahagia karena baru pada hari ini dia bisa pulang tepat pada waktunya jam 05.00 sore.
Biasanya, dia tidak bisa pulang jam segini karena bosnya itu akan selalu memberikan dirinya pekerjaan tambahan sampai lembur pula.
Nando mengetuk pintu ruangan Raja.
Tok tok tok
"Bos, ini aku. Boleh aku masuk?" tanya Nando.
"Masuklah?" sahut Raja dari arah dalam.
Nando tanpa segan segera membuka pintu dan melihat Raja tengah duduk di kursinya dengan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
"Ada apa bos? bukankah kamu sudah setuju kalau pernikahan itu akan berlangsung satu tahun saja. Lagipula bos, kenapa tidak membuka hati untuk Carissa, dia cantik, baik, pekerja keras...!"
"Kalau hanya untuk bicara seperti itu, maka sebaiknya kamu pergi saja Nando!" kata Raja yang tak suka dengan semua ucapan Nando.
"Baiklah, aku tidak akan komentar apapun. Tante Kamila memintaku meliburkan Carissa besok, Tante juga bilang kalau dia ingin kamu pulang cepat. Agar kamu cukup istirahat untuk acara besok malam!" kata Nando.
__ADS_1
Lagi-lagi Raja menghela nafasnya.
"Baiklah, aku akan pulang saja sekarang!" kata Raja yang langsung beranjak dari kursinya dan pergi keluar ruangannya.
Hal itu tentu saja membuat Nando keheranan, masalahnya sejak kapan Raja mengikuti apa yang dia katakan tanpa membantah. Biasanya dia akan membantah ucapan Nando, apalagi jika itu perintah dari Kamila.
Nando yang bingung pun mengikuti Raja, begitu Raja masuk ke dalam lift. Nando menggaruk belakang lehernya.
"Ada apa dengannya?" tanya Nando bergumam.
Raja yang sudah sampai di basemen lantang menuju mobilnya. Ketika dia keluar dari area parkir perusahaan, dia melihat Carissa yang sedang berjalan menuju ke pangkalan ojek.
"Sebenarnya dia itu wanita yang seperti apa sih? dia anak orang kaya kan? kenapa dia naik ojek, dan taksi online. Kenapa juga dia makan hanya di kantin perusahaan. Apa dia bukan anak kandung keluarga itu?" gumam Raja penasaran.
Sangking penasarannya, Raja bahkan tidak sadar kalau dirinya saat ini bahkan telah mengikuti Carissa sampai di pangkalan ojek.
Begitu mendengar klakson mobil di belakangnya karena dia mengemudi terlalu lambat. Raja baru sadar dengan apa yang dia lakukan.
"Apa yang aku lakukan? kenapa aku mengikuti wanita itu? ck..!" gerutunya lagi lalu menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan cepat.
Carissa yang sedang bernegosiasi dengan tukang ojek tak memperdulikan keributan akibat Raja tadi.
"Eh tuh mobil lagi ngikutin neng ini kayaknya!" kata tukang ojek yang baru datang ke pangkalan.
Merasa di tunjuk oleh tukang ojek yang baru datang. Carissa pun bertanya.
"Apa kata mamang tadi?" tanya Carissa.
"Tadi ada mobil bagus ngikutin neng, neng gak ngeh?" tanya kang ojek itu.
"Hah, siapa ya?" tanya Carissa yang bingung.
"Jadi gak neng, 45 deh biar!" kata tukang ojek yang sedang tawar menawar dengan Carissa.
"Yah, kok 45 sih bang! 50 aja deh, jauh loh itu bang" kata Carissa.
Tukang ojek itu pun bingung, katanya mau di tawar. Tapi kenapa calon penumpangnya malah kasih harga tinggi, lebih tinggi dari ongkos yang dia tawarkan tadi.
__ADS_1
***
Bersambung...