
Raja sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian yang disiapkan oleh Kamila. Dengan wajah datar dia berjalan keluar dari kamar dan menghampiri kakak dan kakak iparnya yang sudah menunggunya sejak tadi di luar kamar.
"Kamu terlihat tampan!" puji Restu pada Raja.
Dengan wajah datar itu, Raja mengangkat wajahnya dan melihat ke arah kakaknya.
"Sebenarnya apa rencana mu? kenapa bawa wanita itu ke kantorku?" tanya Raja pada Restu.
Masalahnya Carissa kan datang untuk interview atas rekomendasi dari Restu. 30 wanita yang datang untuk interview menjadi sekretaris magang Raja adalah rekomendasi dari Restu.
Dengan tersenyum renyah, Restu menepuk bahu adiknya yang wajahnya datar itu. Sebenarnya memang setiap kali Restu bertemu dengan Raja, wajah yang di tunjukkan oleh Raja ya seperti itu. Sangat datar.
"Hei, mana aku tahu gadis yang mana. Mama hanya bilang kirimkan beberapa orang kandidat wanita single terbaik dari seluruh rekan bisnis dan sahabat ku. Aku hanya lakukan itu, kenapa sepertinya kamu menyalahkan aku. Lagipula, kamu sudah cukup tua untuk membujang!" kata Restu menyindir adiknya dan membuat Raja semakin kesal padanya.
"Sudahlah adik ipar, aku sudah lihat foto gadis itu. Dia sangat cantik, dia juga manis. Lagipula dia pacar kamu kan?" tanya Ajeng, kakak ipar Raja.
Raja terdiam, sepertinya dia sudah terkena senjata makan tuan sendiri. Niatnya saat mengatakan Carissa pacarnya kan hanya untuk menghentikan mamanya menjodohkan dirinya dengan wanita-wanita genit yang dia tidak suka. Tapi malah sekarang menjadi alasan mamanya agar dia menikah.
Mereka pun berangkat ke kediaman Setiawan, Restu adalah rekan kerja sekaligus sahabat dari Irsyad Kurniawan, Kakak Ipar Carissa. Suami dari Lidya Natalia Setiawan. Anak sulung Erlangga dan Siska.
Restu juga sudah mengatakan kenapa mereka ingin bertamu ke kediaman Setiawan. Yang menjadi pertimbangan Erlangga menerima niat baik dari keluarga Mahesa adalah, perubahan anaknya setelah bekerja di tempat Raja. Erlangga merasa kalau Carissa pasti akan lebih bisa disiplin lagi kalau menikah dengan Raja.
Karena baru satu hari bekerja saja, Carissa sudah bisa bangun pagi sendiri dan juga merapikan kamarnya sendiri ketika Erlangga masuk ke kamar Carissa pagi tadi. Biasanya, hal itu tidak pernah terjadi.
Jadi Erlangga berpikir kalau Raja merupakan pria yang bisa membuat Carissa patuh dan menurut. Padahal kenyataannya sebenarnya tidak seperti itu juga. Carissa patuh pada perintah Raja, apapun itu karena tidak mau di pecat. Karena kalau dia di pecat maka dia akan mendapatkan hukuman dari papanya. Sebenarnya seperti itu.
Tapi hal lain yang menjadi pertimbangan Erlangga adalah keluarga Raja yang baik, Erlangga juga mengenal Restu, attitude pria itu sangat baik, juga tak pernah ada pemberitaan buruk tentang keluarga mereka.
__ADS_1
Yang kurang setuju sebenarnya hanya Siska, dia merasa kalau anaknya masih terlalu kecil.
"Pikirkan lagi lah pa, Icha tuh masih kecil. Astaga, masak iya kita mau menikahkan dia. Baru beberapa bulan lagi 20 tahun. Kenapa papa bilang pada Irsyad supaya mereka bisa datang sih pa?" tanya Siska yang masih tidak rela anaknya akan di kamar oleh orang.
"Anak kamu itu sudah salah didikan sejak awal, dia itu pemalas, boros, cuma tahu menghabiskan uang, tidak pernah mau belajar, lihat saja semua nilainya jeblok di bawah rata-rata. Mau jadi apa dia kalau terus begini? kalau ada Raja, kamu lihat sendiri kan! dia mau kerja, dia bisa bangun pagi, dia rapikan tempat tidur nya sendiri. Itu hal yang paling kecil, tapi secara tidak langsung, Raja sudah membiasakan Icha itu disiplin. Lagipula, dia juga akan menikah itu nanti, setelah usianya genap 20 tahun!" jelas Erlangga.
'Nanti itu juga cuma dua bulan lagi, ih!' batin Siska.
Sebenarnya Siska sedikit tersinggung masalah suaminya menyebutnya salah didik. Itu bukan salahnya, bagaimanapun Carissa anak bungsu. Setelah melahirkan Carissa, Siska mengalami sebuah kecelakaan dan dia tidak akan bisa punya anak lagi. Dia pikir wajar kan kalau memberikan semua yang terbaik untuk Carissa.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya rombongan Raja dan keluarganya tiba di kediaman Setiawan. Irsyad dan Lidya yang juga sudah datang dari luar kota lantas menyambut mereka saat turun dari mobil di depan teras.
Saat turun dari mobil, Raja cukup terkejut melihat rumah besar, deretan mobil di garasi dan taman yang begitu besar di depan rumah besar itu.
'Dia anak orang kaya? kenapa dia tidak punya uang?' batin Raja.
Indra menarik senyum di wajahnya. Kalau menantu keluarga nya saja bisa bersikap dan berkata seperti itu. Keluarga Setiawan ini pasti sangat ramah dan hangat.
"Terimakasih, aku baik. Bagaimana denganmu sobat?" tanya Restu balik pada Irsyad.
"Sangat baik!" jawab Irsyad.
"Kenalkan ini papaku, mamaku, istriku, jagoan kecilku dan adikku Raja!"
Restu mengenalkan satu persatu anggota keluarganya kepada Irsyad dan Lidya yang lanjut di salami satu persatu oleh Irsyad dan Lidya dengan sopan.
"Mari silahkan masuk!" kata Lidya dengan sangat ramah.
__ADS_1
Asisten rumah tangga di keluarga Setiawan lantas membawa semua buah tangan dan hantaran dari keluarga Raja ke dalam rumah. Meski hanya pertemuan keluarga untuk menyampaikan niat meminta ijin untuk melakukan prosesi lamaran pada Carissa, tapi yang di bawa oleh keluarga Raja sudah seperti prosesi lamaran yang sesungguhnya.
Mereka masuk ke dalam rumah, di sana mereka kembali di sambut oleh Erlangga dan Siska. Berlanjut acara perkenalan sesama keluarga.
"Oh ya, dimana calon menantuku?" tanya Kamila yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Carissa.
"Carissa, dia masih bekerja!" jawab Siska.
"Oh begitu!" kata Kamila yang malah melirik ke arah Raja.
"Baiklah, om, Tante, semuanya. Maksud kedatangan kami, papa dan mama kemari adalah untuk meminta ijin pada om dan Tante. Kalau berkenan adik saya Raja, ingin melamar Carissa menjadi istrinya!" kata Restu yang memang di tunjuk sebagai juru bicara keluarga Mahesa.
Siska yang mendengar itu sedikit tidak rela sebenarnya. Irsyad yang memang juga sebagai juru bicara keluarga Setiawan lantas melihat ke arah sang ayah mertua.
"Iya calon besan, lagipula mereka kan sudah pacaran!" kata Kamila menyela.
Siska pun melebarkan matanya, dia bingung dengan apa yang dikatakan oleh Kamila. Anaknya itu tidak pernah bilang padanya kalau mereka pacaran. Malah semalam, Siska pikir Carissa sedang dekat dengan pria baik yang mengantar anaknya pulang itu.
Hal yang sama juga di tunjukkan oleh Erlangga.
"Benarkah itu?" tanya Erlangga melihat ke arah Raja.
Mau maju takut ketahuan kalau Raja berbohong kan? mau mundur gak mungkin. Bisa-bisanya keluarganya malu gara-gara dia. Raja benar-benar bingung menjawabnya.
***
Bersambung...
__ADS_1