CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 41. Bulan Madu 2


__ADS_3

"Cantik, siapa namamu? mau berdansa denganku?" tanya pria yang berpakaian safari berwarna abu-abu dengan celana putih.


Dari bucket hat dengan merek terkenal yang di pakainya bisa menunjukkan kalau dia berasal dari kalangan orang berada. Tentu saja, biaya satu malam untuk menginap di hotel ini saja sudah bisa membeli satu buah motor 160 CC. Tentu saja semua yang berada di tempat ini pasti orang-orang kaya.


"Namaku Carissa! tapi aku tidak suka berdansa. Bagaimana kalau kita duduk saja dan mengobrol!" kata Carissa yang tidak mau pria di depannya itu menyentuhnya.


Carissa biarpun konyol dan bar-bar begitu. Dia juga sadar kalau dirinya punya suami, dia istri orang. Dia tidak bisa sembarangan memperbolehkan seseorang menyentuhnya.


Sementara itu Raja yang melihat Carissa hanya duduk saja dan mengobrol, merasa Carissa memang konyol.


'Aku pikir akan apa? ternyata hanya duduk dan mengobrol' batin Raja yang malah memutuskan untuk pergi ke mini bar yang ada di dekat tempat itu.


Bagaimana pun juga, dia bertanggungjawab atas keselamatan Carissa, pergi dengannya Carissa dalam keadaan utuh. Bukankah saat mereka kembali nanti juga Carissa masih harus dalam keadaan yang utuh. Maka dari itu akan lebih baik kalau Raja mengawasi wanita itu dari jauh.


Namun saat dia memesan minuman, seorang pelayan baru saja kembali dengan agak kesal. Dia berbicara pelan pada pria yang sedang menyiapkan minuman Raja.


"Sejujurnya aku benci pekerjaan ini, ada saja tamu yang memasukkan obat seperti itu pada pacarnya. Padahal mereka bisa melakukannya setelah menikah menikah bukan? aku kesal sekali, tapi mau bagaimana lagi" ucap pelayan pria itu terlihat tidak senang.


"Itu urusan mereka. Kerjakan saja pekerjaanmu!" kata bartender itu.


Mendengar bisik-bisik antara pelayan dan bartender itu Raja pun jadi ingat pada Carissa. Karena pelayan pria itu arahnya dari tempat Carissa berada. Dari arah kolam renang hotel.


Dengan cepat Raja pun keluar, dan saat dia sampai di dekat kolam renang. Terlihat pria yang tadi mengobrol dengan Carissa. Juga Carissa sudah tidak ada di tempat itu.


Raja terlihat panik, dia terlihat berdecak kesal dan terus mencari di sekeliling kolam itu. Dia bahkan berlari ke tempat dimana tadi Carissa berada. Melihat dari sana, ke sekeliling sekali lagi. Tapi Raja masih tidak dapat melihat Carissa dan pria dengan bucket hat mahal itu.


"Dimana dia?" gumam Raja yang mulai khawatir.


Raja pun bertanya pada orang-orang di sekitar tempat duduk Carissa tadi.


"Permisi, apa tapi tuan lihat wanita dan pria yang duduk di belakang tuan, di sana tadi?" tanya Raja yang sudah mukai semakin panik.


Tapi pria tua itu menggeleng cepat.

__ADS_1


"Tidak, aku tadi sedang memperhatikan anakku yang sedang berenang!" kata pria tua itu.


"Oh begitu ya, terimakasih!" kata Raja dan pria tua itu mengangguk.


Raja beralih ke arah seorang wanita muda yang tadi kebetulan sedang menari dengan pacarnya.


"Maaf nona, apa kamu melihat wanita dan pria yang sedang duduk di sana...!"


"Oh, yang pakai bucket hat itu?" tanya wanita itu dan Raja pun mengangguk dengan cepat.


"Iya nona, yang itu. Kamu melihatnya? kemana mereka pergi?" tanya Raja dengan cepat.


"Aku lihat mereka masuk ke dalam hotel, yang wanita terkuat agak mabuuk, mereka berdua tadi menuju ke arah lift!" kata wanita itu terlihat yakin.


Raja langsung berterima kasih pada wanita itu dan segera masuk ke dalam hotel dan menuju ke arah lift.


Raja melihat ke arah tulisan lantai berapa yang ada di atas pintu lift itu. Ketika menunjukkan berhenti di lantai tujuh, Raja dengan cepat menekan tombol yang bisa membuka pintu lift.


Raja sudah sangat cemas, apalagi pintu lift itu lama sekali tidak terbuka terbuka.


"Ayolah, apa aku harus naik tangga. Sialll!" pekik Raja yang tak bisa menunggu lagi.


Raja pun akhirnya memutuskan untuk naik tangga darurat saja. Raja berlari dengan sangat cepat. Dia punya tanggung jawab untuk melindungi Carissa.


Raja menaiki setiap anak tangga dengan begitu cepat, meski peluh dan ngos-ngosan Raja tetap berusaha untuk secepatnya sampai ke lantai tujuh.


Sementara itu di depan sebuah kamar, Carissa di dorong masuk oleh pria itu.


"Hei, ini bukan kamarku. Kamarku lebih bagus dari ini" ucap Carissa yang memang dia berkata benar. Kamarnya jauh lebih bagus dari kamar pria yang membawanya ke tempat ini.


Pria itu tersenyum menyeringai dan mengunci pintu kamarnya.


"Benarkah? bagaimana dengan ranjangnya?" tanya pria itu yang sudah mulai membuka baju safari abu-abu nya.

__ADS_1


"Tentu saja pasti lebih empuk!" kata Carissa yang merasa kepalanya semakin pusing.


"Coba dulu, pasti lebih nyaman ranjang di kamar ini!" kata pria itu yang melemparkan topi dan kemejanya ke sembarang arah.


"Ck.. aku sudah bilang kan? lebih baik kamarku. Aku mau ke kamarku, kepalaku semakin pusing, ya ampun mana itu si Raja hutan. Apa dia benar-benar meninggalkan aku, kejam sekali!" gerutu Carissa.


Tapi saat pria itu sedang menyentuh kedua tangan Carissa dan ingin mendorong Carissa ke tempat tidur kamar hotelnya. Carissa menahan tangan pria itu.


"Heh, jangan pegang-pegang. Aku ini sudah menikah" kata Carissa menepis tangan pria itu.


Tapi pria itu tidak menyerah, dia kembali mencengkeram kuat kedua lengan Carissa dan mendorongnya ke tempat tidur.


Carissa jatuh ke tempat tidur, dress-nya tersingkap ke atas saat dia jatuh. Membuat pria itu menjulurkan lidahnya seperti mau menyantap makanan lezat saja.


Tangan pria itu menyentuh paha Carissa yang tak tertutup pakaiannya. Carissa yang menyadari hal itu lantas menendang pria itu sampai terjengkangg ke lantai.


Brukkk


Dengan cepat Carissa bangun dan menepuk-nepuk pipinya agar tetap sadar.


"Hei jangan kurang ajar ya, aku kan sudah bilang aku sudah punya suami!" kata Carissa yang lantas turun dari tempat tidur dan ingin keluar dari kamar itu.


Tapi pria itu bangun dan menarik tangan Carissa sampai Carissa jatuh ke atas tempat tidur lagi. Carissa pun menipu rambut yang menutupi mulutnya.


"Huh, aku sudah memperingatkanmu ya!" gertak Carissa.


Pria itu malah terkekeh, dia pikir Carissa hanya menggertak saja. Dia pikir Carissa itu wanita lemah.


"Kamu baru bisa keluar setelah kita bermain beberapa ronde sayang!" kata pria itu yang mulai menarik dress Carissa.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2