
Raja terlihat sedang sangat berusaha untuk sampai ke lantai 7, karena dia rajin pergi ke gym setiap weekend, jadi meskipun dia berlari dari lantai satu ke lantai tujuh, nafasnya juga tidak tersengal-sengal. Masih aman lah ya.
Dan begitu dia sampai di lantai tujuh, dia pun kini kesulitan untuk mengetahui, pria itu membawa Carissa kemana. Ke kamar yang mana, ada 12 kamar di lantai ini. Mana mungkin memeriksanya satu persatu.
"Wanita tengil, ayolah... kamu tidak selemah itu kan. Berteriak lah jika pria itu menyentuhmu, siall.. kenapa aku tadi tidak mengawasinya dengan benar!" sesal Raja yang mengira kalau di tempat ini tidak akan terjadi hal seperti itu.
Raja lupa, kalau Carissa itu sangat naif. Naif dan bodoh menurut Raja bagi Carissa itu perbedaannya sangatlah tipis.
Raja mencoba untuk mendengarkan suara dari pintu yang ada di dekatnya. Dia sampai lupa, kalau setiap kamar di hotel ini kedap udara.
"Ayolah wanita konyol, astaga dimana dia?" Raja terus berusaha mencari tahu Carissa berada di mana.
Sampai dia mendengar suara benturan yang begitu keras, di sua pintu di depannya. Raja buru-buru ke arah pintu itu dan berusaha membukanya.
Raja yang memiliki keyakinan kalau Carissa berada di ruangan kamar yang itu, lantas mengetuk pintu kamar hotel itu dengan sangat keras.
Dok dok dok
"Carissa apa kamu di dalam?" tanya Raja berseru dengan suara yang sangat keras.
Pintu itu tidak bisa di dobrak, Raja pun akhirat pergi ke petugas yang ada di hotel untuk meminta petugas itu membuka pintu kamar itu untuknya.
Raja berlari sekuat yang dia bisa. Kemudian dia menjelaskan kepada petugas tentang apa yang terjadi pada Carissa.
"Kalau begitu kita bertanya pada pelayan bar di bawah dulu...!"
Tapi Raja langsung menarik kerah petugas pemegang kunci cadangan itu.
"Kalau kita ke bawah lagi, apa kamu bisa menjamin istriku akan baik-baik saja?" tanya Raja dengan sedikit berteriak pada petugas itu.
Salah seorang teman kerja petugas itu langsung menenangkan Raja.
"Tuan.. sabar dulu tuan! baiklah kita ke kamar itu!" kata teman kerja petugas yang kerah bajunya di tarik kuat oleh Raja.
__ADS_1
Raja pun melepaskan kerah baju petugas itu dan segera pergi ke kamar yang tadi bersuara sangat keras.
Petugas itu langsung membuka kunci pintu dan ketiga langsung terkejut. Ketika melihat apa yang ada di depan mereka.
Carissa memang berada di sana, di kamar itu. Tapi bukan pria itu yang menganiaya Carissa.
Yang sedang terjadi adalah Carissa sedang memiting tangan pria yang memberikan dia obat itu, pria itu sedang tengkurap dengan wajah yang memar dan mata yang bengap. Pria itu terlihat kesakitan dan meminta Carissa yang sedang memiting dan menginjak punggung pria itu, untuk melepas pria itu.
Dan begitu pria itu melihat ada beberapa orang yang membuka pintu dan terlihat masuk ke dalam kamar itu. Pria itu langsung meminta pertolongan pada Raja dan dua petugas hotel itu.
"Tolong... tolong... tuan. Tolong aku dari wanita bar-bar ini!" kata pria itu dengan wajah memelas meminta tolong.
Raja tak bisa berkata-kata, tapi Raja langsung menghampiri Carissa dan menarik pinggang Carissa.
"Sudah.. lepaskan dia" kata Raja yang tak bisa menahan keterkejutannya.
Dua petugas itu juga terkejut, dalam keadaan sempoyongan. Carissa yang badannya lebih kecil dari pria itu bisa membuat pria yang sadar itu babak belur. Padahal Carissa dalam pengaruh obat.
Carissa berbalik dan melihat ke arah Raja.
Raja langsung menjadi geram, rahangnya terlihat mengeras. Dan sambil menggandeng tangan Carissa Raja mendekat ke arah pria yang baru akan bangun karena dia petugas itu berusaha membantunya. Tangan pria itu yang masih berada di lantai di injak kuat oleh Raja.
"Beraninya kamu menyentuh istriku, kurang ajar!" Pekik Raja yang juga memukul pria itu pada akhirnya.
Namun kedua petugas itu langsung menghentikan Raja.
"Tuan, tolong tuan jangan main hakim sendiri. Kami akan melaporkan pria ini ke polisi. Tuan sebaiknya membantu istri tuan dulu!" kata petugas yang melihat Carissa sudah nyaris pingsan.
Dan saat Raja berbalik.
Brukk
Carissa benar-benar pingsan, untung saja dengan cepat Raja menangkap tubuh Carissa.
__ADS_1
Raja pun segera membawa Carissa ke rumah sakit. Di rumah sakit, dokter sedang menangani Carissa, beberapa saat kemudian. Dokter itu keluar dan menghampiri Raja.
(Percakapan menggunakan bahasa Inggris ya sebenarnya, tapi karena tidak boleh menterjemahkan karena termasuk manipulasi kata, katanya... dan entahlah kenapa sekarang jadi penulis itu emang agak ribet ya, jadi pakai bahasa Indonesia langsung saja ya).
"Apakah anda keluarga pasien?" tanya dokter itu pada Raja.
"Saya suaminya dokter, bagaimana keadaanya?" tanya Raja pada dokter itu, ekspresi wajah Raja masih terlihat panik.
"Dia mengkonsumsi...!"
"Dia di jebak dokter, tolong sekalian saya minta surat keterangan hasil tes darah dan visumnya. Saya sedang menuntut orang yang telah menjebaknya!" kata Raja menyela ucapan dokter itu.
Dan setelah mendapatkan penjelasan dari Raja, akhirnya dokter itu mengangguk paham. Dia memberikan semua yang Raja butuhkan.
Karena Carissa belum sadarkan diri, Raja pun segera mengurus semuanya ke kantor polisi. Dia masih menunggu Carissa bangun untuk berdiskusi apakah harus memberitahukan masalah ini pada keluarga mereka atau tidak.
Polisi sudah menerima laporannya dan akan segara mengusut kasus ini sampai selesai. Setelah itu Raja pun kembali ke rumah sakit. Saat Raja tiba, Carissa sudah sadar.
"Suamiku, darimana saja kamu. Aku lapar!" kata Carissa santai.
Raja sampai menyatukan kedua alisnya sangking tak habis pikir. Sebenarnya wanita seperti apa yang ada di depannya itu. Kalau wanita lain, mungkin akan menangis dan memeluk suaminya setelah semua yang terjadi, atau kalau tidak memeluk ya minimal menangis lah. Tapi Carissa begitu santai seperti tidak terjadi apa-apa. Sementara Raja sudah sangat panik.
Raja pun mendekat ke arah Carissa, sangat dekat sampai dia benar-benar berdiri di hadapan Carissa yang masih duduk di atas tempat tidur pasiennya dengan tangan kanan yang masih terpasang selang infus.
"Apa yang kamu pikirkan? bagaimana kalau pria yang datang padamu itu lebih kuat dari pria yang tadi. Dia pasti sudah mengambil kehormatan mu itu. Kamu tahu itu tidak?" tanya Raja dengan marah pada Carissa.
"Kan kamu sendiri yang bilang tidak ada yang tertarik padaku, aku membuktikannya. Pria itu tertarik padaku...!"
"Bodoh... dia hanya tertarik pada tubuhmu" kata Raja menyela lagi.
"Lalu kenapa kamu tidak tertarik pada tubuhku, kita ini suami istri. Jadi sebaiknya kamu ambil kehormatanku sebelum orang lain yang mengambilnya!" kata Carissa membuat kepala Raja rasanya mau meledak.
***
__ADS_1
Bersambung...