CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 21. Buku Agenda Raja


__ADS_3

Tapi setelah memikirkannya dan menimbang beberapa hal pada akhirnya Raja pun menyepakati perjanjian satu tahun pernikahan mereka dengan semua poin yang sudah di jelaskan bersama di atas bubuhan tanda tangan kedua manusia beda kutub itu.


Perjanjian pada umumnya, mereka hanya akan terlihat mesra di muka umum. Tidak ada ikut campur satu sama lain, tidak ada kontak fisik dan tidak ada tidur satu ranjang berdua.


Hukumannya apa kalau melanggar, absolutely hukuman adalah dari Raja.


"Whattt!" Pekik Carissa begitu mendengar Raja membacakan poin itu di depan Carissa.


Raja langsung melotot ke arah Carissa.


"Apa? tidak suka?" tanya Raja.


"Masih tanya lagi? ya iyalah! Terus bagaimana kalau yang salah kamu, yang langgar perjanjian kamu. Masak iya hukumannya dari kamu, enak banget kamu!" protes Carissa.


"Heh... sadar diri ya! siapa juga yang bakalan pegang-pegang kamu. Bisa terkena infeksi nanti aku!" kata Raja begitu angkuh.


Carissa ingin sekali mencekik leher Raja, yang terlihat makin jenjang karena dia bicara sambil mengangkat dagunya itu.


"Huh, terserah deh. Tapi awas ya sampai kamu pegang-pegang aku nanti, jangan salahkan aku tendang kamu sampai ke Pluto!" kata Carissa yang kemudian segera berbalik dan hendak pergi meninggalkan ruangan Raja itu.


Tapi baru juga dua tiga langkah dia maju, sebuah teriakan menghentikannya.


"Heh, yang suruh kamu pergi siapa? Lihat rak di sebelah kanan kamu?" kata Raja yang langsung membuat Carissa menoleh ke arah kanannya.


"Susun buku di rak itu sesuai abjad judulnya!" kata Raja yang tentu saja membuat rahang Carissa terbuka lebar.


'Ini orang memang hidupnya gak bisa bikin pernah tenang ya. Gimana ceritanya coba, nyusun buku sesuai judul abjadnya. Banyak banget lagi bukunya!' keluh Carissa dalam hati.


Tapi demi kelangsungan hidupnya di masa depan. Akhirnya Carissa pun menyusun buku itu. Pertama dia memindahkan dulu semuanya ke atas meja di sebelahnya dan memulai membaca judul bukunya satu satu.


Benar-benar butuh waktu sampai satu jam lebih untuk Carissa menyelesaikan tugasnya. Sementara Raja sendiri sedang meeting dengan Nando.


Sampai dia melihat sebuah buku yang mirip dengan agenda. Buku itu terlihat sangat kusam dan berdebu, maka Carissa pun meraihnya dengan agak ragu-ragu. Carissa hendak meraih buku itu dengan kedua ujung jari telunjuk dan jempolnya.


Brukk


Tapi buku itu malah jatuh, karena tidak terpegang dengan benar. Dan dari salah satu halaman buku itu terlempar keluar sebuah kertas tebal, seperti sebuah foto.

__ADS_1


Karena Carissa memang orang yang sangat penasaran di muka bumi ini. Maka Carissa pun langsung meraih foto tersebut.


Di belakang foto tertulis. Aku mencintaimu selamanya. Agak terkejut juga sebenarnya Carissa, karena dia melihat kalau tulisan tangan itu adalah tulisan Raja.


Begitu dia membalik foto itu, terlihat gambar Raja dengan seorang wanita cantik. Wanita itu merangkul Raja dan mencium pipi Raja.


Mata Carissa tentu saja melotot melihat hal itu.


Dan di foto itu Raka tersenyum. Benar-benar sebuah pemandangan langka bagi Carissa.


"Ini pacarnya Raja hutan itu, cantik sekali!" gumam Carissa yang mengagumi kecantikan Vivian.


Wajah Vivian memang begitu menawan, Vivian itu blasteran China dan Jerman. Wajahnya begitu cantik dan kulitnya sangat putih, halus dan rambutnya juga hitam panjang.


Tapi Carissa melihat itu foto sudah lama sekali. Raja juga terlihat masih seperti mahasiswa. Semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, Carissa pun menyimpan kembali foto itu ke dalam agenda. Dia berniat membaca agenda itu nanti. Siapa tahu ada hal yang akan bisa membuatnya membalas tindakan semena-mena Raja padanya selama ini.


Baru saja akan membawanya ke ruangannya, suara langkah kaki dan obrolan dua pria terdengar dari arah luar pintu.


Carissa panik dong, masalahnya dia masih memegang agenda Raja di tangannya. Karena panik, dia melemparkan agenda itu begitu saja di bawah sofa.


Ceklek


"Apa yang kamu lakukan di situ?" tanya Raja curiga.


"Bos, tadi aku dengar suara bos datang. Makanya aku mau membukakan pintu!" jawab Carissa.


"Hah, dasar penjilaat. Kerjakan saja pekerjaanmu, baru setelah itu urus yang lain!' kata Raja yang kembali ke meja kerjanya.


Nando pun hanya mengikutinya, saat Nando menoleh ke arah Carissa, gadis itu malah nyengir. Nando pun tersenyum canggung meresponnya.


Setelah semua pekerjaannya selesai, dan itu bertepatan dengan makan siang. Carissa pun minta ijin pada Raja untuk makan siang.


"Makan siang di mana?" tanya Raja.


"Di kantin!" jawab Carissa cepat.


"Jangan lebih dari satu jam!" seru Raja.

__ADS_1


Carissa pun mengangguk patuh, saat dia akan ke kantin dia bertemu dengan Marzi yang mengajaknya makan siang bersama.


"Kamu ternyata sangat kaya ya Carissa?" tanya Marzi yang sepertinya malah minder mengetahui siapa Carissa sebenarnya.


"Bukan aku kak Marzi, papa ku yang punya semua itu. Aku ini miskinn, tidak punya uang, untuk bertahan satu bulan saja, aku harus makan dengan lauk ikan goreng dan telur saja!" kata Carissa mendramatisir.


Marzi jadi bingung, kenapa bisa Carissa berkata seperti apa itu.


"Maksudnya bagaimana Carissa, bukannya rumah kamu sangat mewah, mobil kamu banyak. Aku rasa ibumu juga bukan ibu tiri...!"


Tapi mendengar pertanyaan Marzi yang menunjukkan kalau pria itu jelas kebingungan malah membuat Carissa terkekeh.


"Ha ha ha, mama memang mama kandungku. Sudahlah kak Marzi, maaf.. aku hanya bercanda. Aku hanya bergurau!" kata Carissa yang tak mau Marzi semakin bingung.


Ketika kembali ke lantai di mana ruang kerjanya berada. Saat Carissa dan Marzi keluar dari lift, Raja dan Nando terlihat di depan pintu lift.


Saat keluar Carissa dan Marzi sedang bercanda. Melihat itu Raja pun berdehem keras.


"Ekhem.. ekhem!"


Dan suara Raja itu membuat Carissa dan Marzi menoleh ke arah Raja.


"Ini kantor, bukan mall. Ini tempat kerja, bukan tempat bergosip!" kata Raja dengan wajah dingin.


Marzi langsung mengangguk dan minta maaf pada Raja. Sementara Carissa hanya bisa menghela nafas saja.


Setelah Raja dan Nando masuk ke dalam lift. Baru Carissa bicara lagi pada Marzi.


"Bos kita itu titisan Hitler mungkin ya kak?" tanya Carissa.


"Carissa kamu ada-ada saja!" sahut Marzi terkekeh.


Begitu Carissa kembali ke ruangannya, dia ingat kalau dia ingin membaca agenda itu. Agenda yang dia temukan di rak ruangan Raja. Carissa bergegas ke ruangan Raja yang memang tidak terkunci kalau siang hari. Dan bergegas mengambil agenda di bawah sofa.


"Aku benar-benar penasaran, seperti apa Raja hutan itu lima tahun yang lalu!" gumam Carissa mulai membuka halaman buku agenda Raja itu.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2