
Raja masih diam di tempatnya, dia menatap wanita yang sudah memalingkan wajahnya kembali melihat ke arah jendela itu.
Pernikahan yang awalnya hanya untuk memenuhi janjinya pada sang kakek. Dan menuruti permintaan mamanya yang begitu ingin dia menikah. Akankah pernikahan itu nantinya membawa masalah baru dalam hidupnya.
Raja tidak munafik untuk menutupi kalau tubuhnya tidak bereaksi terhadap apa yang dilakukan oleh Carissa. Pada kenyataannya, tubuhnya memberikan reakssi yang sulit dia jelaskan.
Raja buru-buru ke toilet pesawat untuk mencuci wajahnya dengan air dingin dan menenangkan perasaannya yang terus terang saja menjadi tidak karuan.
Sementara Carissa, sebenarnya tadi dia hanya pura-pura cool. Sebenarnya jantungnya juga mau lepas ketika dia mencium Raja. Tapi untuk menghindari kecanggungan yang lebih lagi. Maka dia berusaha menutupi kegugupannya dengan sok cool dan tidak terjadi apa-apa. Padahal telapak tangannya sangat dingin dan jantungnya nyaris mencelott dari tempatnya.
"Aku pasti sudah hilang akal, dari ribuan alasan kenapa aku malah mencium Raja lagi. Bodoh sekali kamu Carissa!" omel Carissa pada dirinya sendiri.
Cukup lama Raja baru kembali ke tempat duduknya. Setelah kembali, di antara kedua manusia itu benar-benar tidak terucap sepatah katapun lagi.
Sampai pesawat mendarat dan mereka sampai di rumah mereka masing-masing.
Beberapa hari berlalu, setelah kejadian waktu itu. Raja tak pernah lagi memberikan tugas langsung pada Carissa, Raja selalu memberikan tugas lewat Nando pada Carissa.
Tapi bagi Carissa itu sepertinya menjadi sebuah anugerah, dia tidak lagi kerja rodi karena memang sudah bukan jamannya lagi kan kerja rodi. Carissa merasa hidupnya benar-benar lebih damai dengan semua pengaturan baru dari Raja itu. Lagipula dia juga merasa akan canggung kalau harus bertemu Raja secara intens, paska kejadian di pesawat waktu itu.
Dan hari ini adalah hari dimana rekening Carissa di isi oleh gaji dari hasil kerja kerasnya selama satu bulan lebih. Carissa terus memandangi layar ponselnya, dimana di layar ponselnya itu sedang terbuka mobile banking miliknya dengan nominal gaji yang sebenarnya tidak ada setengah dari uang jajannya selama satu bulan pemberian papanya selama ini.
Tapi entah kenapa, hati Carissa merasa sangat puas. Sangat senang, dan terus memandang ke arah angka yang tertera di layar ponselnya.
Saat Carissa akan menutup aplikasi mobile banking itu. Dia ingat sesuatu, biasanya kan dia memang pikun dan gampang lupa. Tapi kali ini, Carissa ingat kalau dia pernah berjanji pada Marzi kalau dia akan mentraktir Marzi makan siang dengan uang gajinya.
"Ah, iya. Aku punya janji untuk mentraktir makan siang kak Marzi. Aku harus ke sana!" kata Carissa yang buru-buru meninggalkan meja kerjanya.
Tapi saat Carissa meninggalkan meja kerjanya itu dengan buru-buru itu. Tak sengaja Raja juga sedang keluar dari ruangannya. Dia baru saja akan menuju ke ruangan Nando.
Melihat Carissa terburu-buru, entah kenapa langkahan Raja malah ingin mengikuti wanita yang sudah menjadi tunangannya itu saat ini.
Carissa mengetuk pintu ruang sekertaris, membuat langkah Raja yang tadinya mengikutinya menjadi berhenti.
"Mau apa wanita aneh itu, aku tidak memberi pekerjaan untuk datang ke ruang sekertaris sejak kemarin?" tanya Raja pelan.
Tapi setelah pintu ruang sekertaris terbuka. Tampaklah Marzi di sana.
__ADS_1
"Kak Marzi!" ucap Carissa begitu senang.
Marzi tersenyum melihat Carissa datang mencarinya. Tapi di tempat yang lumayan jauh dari mereka berdua. Raja terlihat tidak suka dengan ekspresi yang di tunjukkan oleh Marzi dan Carissa.
"Wanita tengil itu, kenapa dia senang sekali bertemu Marzi. Mau apa dia?" gumam Raja lagi yang sedang sewot sendiri.
Marzi tampak bertanya tentang pekerjaan pada Carissa. Tapi Carissa menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Bukan tentang pekerjaan kak, kak Marzi hari ini aku gajian. Aku mau ajak kak Marzi makan siang...!"
Mendengar sepenggal kalimat yang di ucapkan oleh Carissa itu. Raja lansung berbalik dan pergi. Tanpa mendengarkan kalimat selanjutnya yang di sampaikan oleh Carissa pada Marzi.
Raja mengepalkan tangannya, entah kenapa dia kesal sekali.
"Dasar wanita tengil, berani sekali dia mengajak pria lain makan siang!" gerutu Raja sambil kembali ke ruangannya.
Sementara itu Marzi masih tampak memperhatikan apa yang di katakan oleh Carissa.
"Waktu itu aku kan pernah berjanji pada kak Marzi, kak Marzi sudah sering mentraktir ku makan siang. Sekarang aku sudah gajian, jadi ayo kita makan siang bersama. Aku yang traktir!" kata Carissa sangat bersemangat.
Carissa senang karena pada akhirnya dia akan bisa memenuhi janjinya pada Marzi.
Mereka berdua pun meninggalkan tempat itu dan menuju ke sebuah restoran yang ada dekat perusahaan.
Mereka tampak akrab seperti biasanya.
"Kak Marzi kenapa akhir-akhir ini kita jarang bertemu ya? apa perasaan ku saja?" tanya Carissa.
"Kamu benar, sudah satu minggu kita jarang bertemu. Mungkin karena memang tidak ada pekerjaan yang mengharuskan kita untuk bertemu!" kata Marzi.
Carissa mengangguk paham.
"Mungkin!" kata Carissa.
Saat Carissa sedang makan siang dengan Marzi. Dia tidak tahu kalau sebenarnya, di dalam ruangannya Raja sedang sangat kesal. Dia terus mencoret-coret dokumen yang sebenarnya sedang di tunggu tanda tangannya oleh Nando.
Sampai beberapa saat kemudian, Nando masuk ke dalam ruangan Raja. Dan melihat bos sekaligus sepupunya itu sedang mencoret di atas dokumen yang akan dia gunakan satu jam lagi untuk presentasi.
__ADS_1
"Bos, itu kenapa di coret-coret? satu jam lagi kita presentasi?" tanya Nando dengan wajah yang lumayan panik.
Raja baru menyadari apa yang dia lakukan setelah dia melihat hasil goresan tinta dari pulpen yang dia pegang.
"Panggil wanita tengil itu, biar dia yang salin semua dokumen ini!" kata Raja.
"Tapi Carissa sedang makan siang...!"
"Aku bilang panggil dia!" kata Raja tegas menyela apa yang di katakan oleh Nando.
Tak menerima kemarahan dari Raja, akhirnya Nando menghubungi Carissa.
Dan Carissa pun mengatakan dia akan segera datang.
Raja terlihat menunggu dengan suasana hati yang masih gelap.
Sejak tadi Nando juga hanya diam, masalahnya dia tidak tahu apa yang membuat suasana hati Raja begitu tidak baik.
Tok tok tok
"Bos, ini aku!" kata Carissa dari luar.
Beberapa saat Nando melihat ke arah Raja, tapi sepertinya sepupunya itu tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia akan menjawab ucapan permisi dari Carissa.
"Masuk!" kata Nando bantu menjawab, karena kalau tidak di persilahkan masuk Carissa pasti tidak akan masuk.
Begitu di persilahkan masuk Carissa langsung masuk ke dalam ruangan.
"Ada apa bos?" tanya Carissa.
"Katakan pada wanita tengil itu, Nando. Untuk menyalin semua dokumen itu, di ruangan ini. Lima belas menit tidak selesai, maka dia akan di pecat!" tegas Raja membuat mata Carissa melotot nyaris mau lepas.
Nando memijit keningnya perlahan.
'Ada apa lagi sih ini?' tanya nya dalam hati.
***
__ADS_1
Bersambung...