
Andre kini telah tumbuh menjadi pria dewasa yang matang.
Yang bisa membedakan masa lalu, masa kini dan masa mendatang.
Bianca adalah masa lalunya. Meskipun mereka pernah saling bertukar air liur dijaman dahulu, tapi tidak serta merta membuat Andre ingin kembali merasakan hal yang sama.
Gundukan dada Bianca tak lagi menjadi hasrat birah*nya, walau kini terlihat semakin besar dan matang. Karena Andre ingin menghargai suami Bianca.
Bianca yang sekarang jauh lebih ia hormati ketimbang Bianca yang dahulu.
Selain status Bianca kini yang adalah istri dari salah satu rekan bisnisnya, Bianca juga cukup membantu tumbuh kembangnya perusahaan keramik yang kini semakin maju saja.
Andre tak kan pernah lupa jasa-jasa Bianca dimasa kini.
"Hei! Bengong! Ada ya CEO bengong kek ayam kena tetelo!"
Bianca menimpuk Andre dengan tutup ballpointnya.
"Suwe! Hehehe... ga boleh liat orang senang deh!"
"CEO dilarang bengong! Takut kesambet, hilang tuh ketampanannya! Hehehe..."
Andre tersenyum kecut. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya mengimput dokumen ke komputer kerjanya, setelah tadi sempat melamun memikirkan adik tirinya.
Kemarin Daniel menelpon. Pemuda yang beda umur delapan tahun itu memintanya untuk melamarkan seorang gadis santriwati di pesantren yang sama.
__ADS_1
Padahal usia Daniel masih 19 tahun, tetapi bocah itu sudah sok-sokan minta dinikahkan.
Bikin sakit kepala Andre tiba-tiba.
Bagaimana mungkin, ia menikahkan Daniel yang masih muda belia. Sedangkan dirinya sendiri sampai saat ini masih perjaka alias belum menikah. Padahal beda usia mereka sangat jauh, yakni delapan tahun.
Hhh... Hadeh, beneran anak yang mirip kelakuan biangnya!
Andre hanya bisa menghela nafas dengan umpatan dalam hati kecilnya saja.
Sesekali Bianca melirik wajah sang atasan. Senyum tipis selalu menghias di bibir seksinya. Terkadang fikiran Bianca melayang terbang kepada masa yang silam. Ia selalu rindu permainan bibir Andre Wiguna Dharma yang menggetarkan.
Meskipun ia telah menikah, tetapi rasa itu selalu ada. Rasa yang membludak ingin melakukannya lagi. Apalagi kini sang pemeran utama berada tak jauh dari jangkauannya.
Sayang seribu sayang, Andre yang kini sangatlah berbeda dengan Andre yang dulu.
Padahal jika harus dibuat serius sekalipun, Bianca pasti akan menyetujuinya.
Wanita itu sudah siap lahir batin minta cerai dari Tio, suaminya yang juga pengusaha kaya raya.
Mereka menikah memang dijodohkan sedari muda. Tanpa cinta dan perasaan yang indah. Bahkan setelah menikah empat tahun lamanya, cinta itu tidak pernah tumbuh.
Tio sendiri memiliki trade mark yang tak kalah liar kehidupan malamnya bersama beberapa wanita. Setiap saat, pasti ada skandal yang tercium oleh Bianca. Sedari masih tunangan, Bianca telah mengetahuinya.
Namun karena adanya kesepakatan untuk tidak mengulang hubungan fisik juga hati seperti masa muda dulu, akhirnya Bianca menyetujui perjanjian yang Andre sodorkan.
__ADS_1
Bisa bekerja bersama Andre setiap hari adalah suatu hal yang menyenangkan baginya.
Meskipun hanya sekedar pengobat hati dengan pandangan mata, itu sudah suatu kebahagiaan ditengah kesedihan batin yang melanda jiwanya.
Pernikahannya benar-benar gersang.
Ibarat taman, hanyalah rumput perdu dan ilalang tumbuh liar. Tak ada satupun pohon bunga apalagi buah di taman hatinya.
Menikah selama empat tahun, tapi belum juga ada benih tumbuh dan berkembang di rahim Bianca. Itu karena memang dia sangat menjaga. Dan tidak ingin memilikinya.
Tio sebenarnya sangat ingin mendapat keturunan. Ditambah lagi desakan keluarga yang menuntutnya segera beregenerasi.
Tapi sangat berbeda dengan Bianca.
Cinta yang tiada dihati, membuatnya semakin dingin tanpa perasaan. Ia tak inginkan anak dari hubungan rumah tangganya bersama Tio.
Baginya, hubungan itu hanyalah hubungan kesepakatan. Walau sesekali mereka bercinta, itupun dalam keadaan mabuk. Ia tak pernah lupa mengkonsumsi obat dan menyuruh Tio memakai pengaman.
Entah bisa disebut apa rumah tangganya itu.
Diawal Bianca bekerja pada Andre, sebenarnya Tio sudah merasa kalau istrinya itu memiliki rasa berlebih pada atasannya.
Tetapi Andre mengajaknya bertemu dan memperkenalkan diri sebagai pemimpin sebuah perusahaan keramik.
Andre menyakinkan Tio kalau hubungannya dengan Bianca itu murni karena kerjaan. Mereka berusaha se-profesional mungkin dan tak kan ada hubungan lain diluar urusan pekerjaan. Membuat Tio memberi kebebasan penuh pada Bianca yang ingin mengeksplore kemampuannya dibidang administrasi.
__ADS_1
Tio berusaha menggenggam Bianca erat-erat, meski diapun tidak cinta. Karena masa depan perusahaan keluarganya juga ada di jari telunjuk Bianca, yang seorang putri dari pemilik saham terbesar perusahaan join venture orangtuanya.
...BERSAMBUNG...