CEO GILA : Mencintai Istri Orang

CEO GILA : Mencintai Istri Orang
BAB 39 (Bersama Naysila)


__ADS_3

Andre pulang ke apartemen.


Bertemu Naysila adalah suatu anugerah baginya. Hari ini benar-benar hari keberuntungannya.


Sebenarnya pertemuan itu terjadi dalam keadaan yang kurang baik. Bilqis putri Naysila justru tertimpa musibah jatuh dari tempat perosotan di taman tak jauh dari klinik dokter kandungan tempat Andre membawa Maharani periksa.


Tetapi justru kejadian itu menguntungkan bagi Andre yang akhirnya dapat mengantar Naysila ke tempat tinggalnya.


Satu lagi kini yang Andre ketahui. Kehidupan dan keadaan Naysila bersama keluarga kecilnya, ternyata masih belum bisa dikatakan baik.


Nay masih menumpang di rumah orangtua sang suami. Dan itu membuat hati kecil Andre terasa perih teriris sembilu.


Naysila, hidupnya belum diatas standar.


Andre ingin sekali bertemu suaminya suatu saat nanti.


Ingin mengenalnya lebih dekat lagi. Ingin tahu sedalam apa cintanya pada Naysila.


Apakah dalamnya sama seperti dalamnya ia memendam perasaan sejak dulu kala.


Apakah besarnya pun sebanding dengan besarnya pengorbanan Andre yang sampai nyaris menjual d*r* mencari uang lima belas juta.


Mengingat itu, hati Andre kembali pedih.


Luka yang telah kering, kini menjadi terkelupas dan basah karena kenangan masa lalu yang menyedihkan.


Berminggu-minggu ia bolak-balik Jakarta Cilamaya. Demi mencari sang bidadari pencuri hati.


Tapi..., Naysila seperti hilang ditelan bumi.


Andre benar-benar terpuruk nyaris putus asa.


Mencoba segala cara, dengan menelusuri sekolah dan teman-teman Naysila. Berharap ada sedikit clue dari mereka tentang gadis yang begitu ia puja dan sangat ia damba.


Andre bahkan sampai menyewa rumah kontrakan Naysila selama satu bulan.


Berharap Nay datang ke rumah tetangga lamanya. Minimal, akan ada surat dan juga nomor kontak serta alamat rumah Naysila yang bisa ia dapatkan dari tinggal sebulan disana.


Namun semua hanyalah kerja keras yang sia-sia. Nihil, dan tak ada hasil.


Hingga ia memutuskan pindah ke Bandung bersama Daniel. Melanjutkan pendidikannya di kota kembang. Hingga selesai kuliah tanpa warna dan juga cerita indah.


Semua terasa datar. Hidupnya flat, cintanya juga membeku kedinginan.


Hatinya kadung kecewa hingga tak ada satupun wanita yang dapat meluluhkan hatinya.


Sejak kepergian Naysila, si Don Yuan seperti lupa pada ketampanan dirinya yang sempat ia bangga dan sombongkan dimasa lalu.


Tahun demi tahun berlalu, Andre Wiguna berbenah diri. Demi masa depan cerah bahagia, ia bertekad kembali membangkitkan perusahaan sang Ayah yang sempat mati suri.


Hanya saja, Daniel selalu jadi halangan nomor satu untuk dirinya maju.


Daniel seperti sangat suka mencegahnya bahagia. Entah kenapa. Baik disengaja ataupun tidak, Daniel sedari dulu selalu menyusahkan Andre.

__ADS_1


Tetapi walaupun begitu, Daniel tetaplah adik satu-satunya. Meski kesal dan sebal pada tingkahnya Daniel, Andre berusaha membantu serta melindungi sang Adik dari hal-hal yang tidak baik.


Bibir Andre memang tipis. Katanya seringkali pedas. Tapi hati kecilnya menyayangi Daniel. Tetap ia menjadi wali bocah kekanak-kanakan itu. Karena Daniel hanya memiliki dirinya saja. Sama sepertinya yang cuma Daniel seorang saudaranya.


....


Berendam air hangat adalah kebiasaannya jika sedang penat.


Bathtub telah diatur suhunya. Suara kucuran air begitu menenangkan jiwanya.


Setelah air bak mandi khususnya terisi, Andre menyalakan lilin aroma terapi. Ia juga menaburkan bubuk coklat yang sangat ia sukai wanginya. Ditambah essen pengharum coklat, semakin menenangkan pernafasannya setelah berendam dalam air hangat.


Suara musik mengalun lembut membuat kelopak mata Andre terasa berat. Ia mengantuk. Sampai tiba-tiba,


Tring


Suara ponsel berbunyi, pertanda ada chat masuk ke aplikasi WA nya.


Dengan malas Andre mencoba mengintip siapa yang mengiriminya pesan. Dan langsung segera posisi tubuhnya yang tadi santai menjadi sigap tegap.


Naysila yang menchatnya, ternyata.


Naysila!!!


Malam Ndre..., maaf aku mengganggu istirahatmu. Hanya ingin mengucapkan terima kasih yang tadi belum sempat kuucapkan, karena lupa. Terima kasih, dam met rehat ya, Andre (emoji senyum tipis)


Waaa... gilaaa! Mimpi apa gue, bidadari cantik ini menchat duluan!


Girang hati Andre setengah mati. Nyaris saja hapenya ikutan mandi karena loncat dari tangannya yang basah dan licin.


Jemari Andre segera menari membalas chattan Naysila yang panjang. Sepertinya Nay benar-benar menata kata-kata yang ingin ia ketik dengan baik.


Malam, Nay (emoji senyum)


Jangan terlalu sungkan seperti itu. Aku tidak berbuat apa-apa, selain mengantarmu sampai depan gang saja. Itu bukan tindakan lelaki gentle dalam mengantar pulang seorang perempuan. Seharusnya aku mengantarmu sampai depan pintu. Dan sampai daun pintu rumah terbuka setelah kuketuk sopan. Lalu memperkenalkan diri dengan baik pada keluargamu. Itu baru namanya laki-laki.


Andre tersenyum. Chatnya telah terkirim dan langsung dibaca Naysila.


Balasan langsung ia terima, walau hanya berupa emoji senyum lebar.


Bagaimana keadaan Bilqis? (Andre)


Baik, alhamdulillah (Naysila)


Syukurlah (emoji senyum)


Andre senyam-senyum sendiri. Ia merasakan l*b*donya naik meningkat. Semangat hidupnya seperti habis dicas. Membuatnya segera beranjak dari kegiatan berendamnya dan mandi koboy jebar-jebur.


Chat demi chat tak ingin ia lewatkan.


Tring


Kamu sedang apa? (Naysila)

__ADS_1


Sedang menunggu pertanyaanmu lewat chat. Sungguh, aku merasa senang, Nay! Terima kasih telah sudi mengajakku chattan (Andre)


Hahaha... dasar (Naysila)


Beneran! Hapeku sunyi setiap malam. Tak ada wanita manapun yang mau chattan denganku (Andre)


Ish, bo'ong banget deh (Naysila)


Suwer. Buat apa aku bohong sama kamu. Kalau tak percaya, kamu boleh coba stalking aku. (Andre)


Hahaha... memangnya aku spy (Naysila)


Andre tertawa. Ia mengenakan handuk dahulu untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Lalu keluar dari kamar mandi minimalisnya yang elegan.


Ia segera membalas chattan Naysila.


Kamu tahu, kamu benar-benar kebahagiaanku hari ini (Andre)


Aih? (Naysila)


Beneran. Karena hari ini adalah hari yang melelahkan bagiku (Andre)


Kenapa? (Naysila)


Aku sibuk, kerjaan menumpuk. Adikku satu-satunya selalu bikin ulah. Jadi aku terpaksa membawa adik iparku periksa ke dokter kandungan mewakilinya (Andre)


Andre mulai mencoba mencari perhatian. Curahan hatinya pada Naysila semoga mendapatkan simpati.


Ternyata harapan Andre menjadi kenyataan.


Yang sabar ya. Adikmu masih muda. Istrinya masih belia. Dan aku beneran kaget setelah tahu usianya. Hm..., kamu harus berusaha mengerti umur serta keadaan mereka. (Naysila)


Iya, Nay. Aku kadang lepas kendali. Dan ingin sekali memukul Daniel yang selalu membuat ulah (Andre)


Naysila menjawab dengan emoji mata berkaca-kaca.


Andre tersenyum seraya gerak cepat memakai pakaian d*l*m, lalu menggunakan kaos oblong secepat kilat. Terakhir ia memakai celana pendeknya. Lalu rebahan dengan tubuh telungkup di atas ranjang.


Aku bisa memahami perasaanmu meskipun aku tak punya adik juga kakak. Walaupun begitu, tetaplah dukung Daniel dan Maharani. Mereka masih sangat muda, dan butuh bimbinganmu, Ndre. (Naysila)


Lalu aku, siapa yang bimbing? Kamu mau membimbing aku, Nay? (Andre)


Hahaha (Naysila)


Dre, maaf...Bilqis bangun. next time sambung lag (chat Naysila terputus)


Andre hanya bisa menarik nafas.


Ia menscroll berkali-kali chattannya yang panjang bersama Naysila.


Seperti muda kembali jiwanya. Andre berguling ke kanan dan ke kiri. Sangat sangat bahagia hatinya. Naysila memberinya jalan untuk memulai percakapan lewat ketikan.


Berharap besok atau lusa, Naysila tak lagi sungkan untuk menyapanya duluan.

__ADS_1



...BERSAMBUNG...


__ADS_2