CEO GILA : Mencintai Istri Orang

CEO GILA : Mencintai Istri Orang
BAB 64 (Episode Akhir)


__ADS_3

"Gus! Bagaimana keadaan calon istri saya?"


"Lumayan berat, Ndre! Tapi calon istrimu itu ternyata tekadnya cukup kuat. Ada cinta yang besar yang ia simpan dalam hati untuk anaknya dan juga kamu, sehingga bisa bertahan sejauh ini!"


Andre terpaku, merenungkan ucapan Gus Miftah setelah memeriksa kondisi Naysila.


"Kenapa seseorang bisa terkena ilmu sihir dan guna-guna, padahal orang itu rajin ibadah Gus?"


"Semua itu takdir Allah. Ada rahasia dan juga hikmah pastinya, bukan berarti orang yang rajin ibadah jadi melemah karena kena sihir guna-guna! Itu tujuan utama setan! Mengganggu manusia-manusia beriman!"


"Hhh..."


"Di tubuh Naysila terdapat tiga jin kiriman. Bukan hanya satu! Dan mereka semakin merasuk menguasai jasad lemah Naysila yang kurang fokus pada kebesaran Allah Ta'ala!"


Andre lagi-lagi termangu.


Gus Miftah, mencoba memberikan pijatan di ujung ibu jari kaki kanan Naysila. Dan seketika Naysila berteriak keras menggelegar. Lalu... tertawa cekikikan menyeramkan.


"Hihihi... hiihihihihihi...! Aaaaarrrgh!!!"


Beberapa orang yang ikut hadir termasuk Andre serta istri Gus merasakan aura mistis yang menakutkan.


"Jangan melamun! Jangan ada yang melamun! Baca surat An-Nas dan Al-Ikhlas! Juga ayat kursi!" perintah Gus Miftah pada semuanya.


Pengobatan Naysila memang berlangsung alot.


"Setan perempuan yang satunya ini betah tinggal rupanya! Dasar setan!!!"


Andre tak berani bergeming. Matanya hanya menatap wajah Naysila dengan iba sambil terus merapalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang Gus Miftah anjurkan.


Ia, kini telah menjadi pribadi yang matang. Yang berusaha mendekatkan diri pada Tuhan sejak pengembaraannya bermula.


Andre Wiguna Dharma, CEO GILA yang dulu benar-benar gila kini telah berubah.


Perlahan ia mulai rajin melakukan ibadah wajib lima waktunya. Mulai belajar mengaji dan sering ikut kajian-kajian ilmu agama.


Meski terlambat, namun itu jauh lebih baik. Setidaknya akan ada bekal untuknya kelak di akhirat nanti. Begitu fikir Andre.


Naysila masih dalam pengobatan Gus Miftah.


Andre mengabari Tio dan keluarga perihal pengobatan yang sedang dijalani Naysila.


Ternyata kebencian Rendra dan keluarganya yang menjadi dendam lalu berubah pada tindakan keji dengan mengirimkan guna-guna pada Naysila.


Semua bisa terjadi lewat beberapa media. Seperti helai rambut milik Nay yang tertinggal di sisir dan juga foto gambar diri.


Memang sudah ada yang bisa membaca kalau penyakit yang Naysila derita bukan penyakit kedokteran pada umumnya.


Bahkan sudah jelas terbuka, kalau itu memang kiriman dari Rendra dan keluarga.


Tetapi sampai kini belum bisa membuat keadaan Naysila membaik dan sembuh.


Bahkan kesehatannya semakin memburuk. Tubuh Nay semakin kurus tetapi perutnya kadang membengkak seperti wanita hamil sembilan bulan.


Gus Miftah mengatakan kalau dukun yang menjadi perantara Rendra mengirimkan jin-jin jahat pada Naysila memang raja kejam.


Cukup menguras energi dan juga kondisi Gus sempat drop sampai mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Tetapi, Tuhan pasti memihak yang benar pada akhirnya. Dan Naysila memang ditakdirkan untuk sembuh juga umur panjang.


"Kalian harus tinggalkan ibukota untuk beberapa tahun kedepan! Keadaan sirkulasi udara Jakarta ternyata membuat Naysila rapuh dan tak mampu melawan."


Naysila yang setelah seminggu lebih dirawat Gus Miftah kini berangsur-angsur pulih.

__ADS_1


"Ternyata, ada kemungkinan yang memang harus kalian lakukan segera!"


"Apa itu Gus?"


"Kalian sebaiknya segera menikah!"


Tentu saja Andre mau. Hatinya senang sekali.


Mobil Van minibus sewaannya kembali ke Jakarta untuk menjemput Mama Naysila juga Bianca dengan catatan... perjalanan harus ditempuh pada malam dini hari. Dan kembali ke Jepara malamnya juga.


Andre meminta bantuan pada Pak Ferdinan, sopir yang membawa mereka sampai Jepara.


"Pak Ferdinan, boleh saya bukakan mata batinnya? Dan saya harap Bapak fokus pada perjalanan pulang pergi kali ini. Karena Bapaklah penentu pemutus hubungan makhluk gaib yang ada ditubuh Naysila!" begitu kata Gus Miftah.


Sejujurnya Pak Ferdinan juga merasa takut. Tapi melihat kebaikan serta ketulusan Andre membuatnya bersedia.


Dengan bantuan jarak jauh Gus Miftah, pak Ferdinan kembali ke Ibukota menjemput keluarga Naysila seorang diri.


Benar saja. Perjalanan itu seperti perjalanan yang sangat panjang, bahkan nyaris tak masuk akal fikirannya.


Banyak halangan dan rintangan disepanjang perjalanan. Bahkan sampai kembali ke Jepara pun, mereka nyaris mengalami kecelakaan lalu lintas.


Tepat mobil yang didepan van minibus itu, mobil kontainer bermuatan alat berat terjungkir nyaris menimpa kendaraan mereka.


Tuhan Maha Besar.


Hingga akhirnya semua selamat tiba sampai tujuan. Dan Andre memeluk tubuh pak Ferdinan yang menggigil ketakutan menceritakan kejadian demi kejadian yang menerpanya sepanjang pulang pergi Jakarta Jepara.


"InshaaAllah atas izin Allah, semua kembali berjalan normal!"


"Aamiin..."


Keesokan hari, Andre dan Naysila resmi menikah. Dengan Gus Miftah sebagai wali nikah dari Nay yang seorang yatim dan tak punya saudara laki-laki, bisa menikah dengan wali hakim.


Bahkan cuaca begitu sejuk seolah alam mendukung pernikahan Andre dengan Naysila.


Mereka berdua memutuskan tinggal di kota Jepara, dan tak kembali ke Ibukota untuk beberapa tahun kedepan. Demi masa depan yang indah. Dan juga demi membesarkan Bilqis dalam suka cita.


Jodoh, rezeki dan umur... tiada orang tahu.


Sejatinya setiap insan berjuang untuk hidupnya masing-masing.


Berusaha mendapatkan kebahagiaan dengan jalan pilihan sendiri-sendiri.


Seperti Naysila.


Seperti Andre,


Bahkan seperti Rendra Mahardika, mantan suami Naysila.


Kini pria itu berjalan menyusuri jalan dengan tubuh kumal dan senyum terus mengembang. Sesekali bersenandung, kemudian berlari menghardik bocah-bocah yang mengatakan "Orang gila" padanya.


Begitulah nasib dan takdir.


Jangan pernah mempermainkannya, apalagi sampai bersekutu dengan iblis lewat tangan-tangan dukun jahat pemuja setan.


Kata orang, cinta itu buta.


Cinta itu gila.


Cinta itu hanyalah pekerjaan sia-sia.


Tapi tidak bagi Andre, mantan CEO GILA yang cinta sucinya hanya tulus pada Naysila saja. Terlebih setelah benar-benar jadi miliknya kini. Harapannya, cintanya pada Naysila cuma satu dan untuk selamanya. Kekal abadi sampai maut yang memisahkan. Begitu pula sebaliknya.

__ADS_1


Setahun kemudian, Naysila dan Andre memiliki keturunan. Seorang bayi laki-laki menambah keharmonisan rumah tangga mereka yang sederhana.


Semua adalah pelajaran hidup bagi masing-masing.


Pengalaman pernah berumah tangga membuat Naysila lebih bijaksana dalam mengurus rumah tangganya kali ini.


Ia tak inginkan kegagalan kedua kali.


Cukup pernikahan dengan Andre pria tampan yang dewasa yang terakhir kali.


Andre membuka usaha kuliner, dibantu Naysila sebagai menteri keuangannya.


Belajar memikul tanggung jawab dengan cara yang berbeda. Cinta membuat semuanya menjadi mudah.


Seperti pagi ini, Naysila yang seperti de javu melihat Andre sedang melayani pembeli setianya yang seorang gadis cantik.


Hatinya terbakar cemburu.


"Kenapa, Bun?"


"Kenapa, kenapa! Itu tuh, pepet aja terus tuh, cecan!" sungut Naysila kesal.


"Cecan? Apaan sih?"


"Cewek cantik!"


"Masya Allah... Hahaha, Bilqis... Bunda lagi mode on cemburu nih, Qis! Tolongin Ayah dong! Hahaha..."


"Ish, malah ngetawain! Bukannya mikir dan minta maaf! Sudah enak-enakan berkata manis, makasih ya Mbak! Sering-sering mampir ke sini!"


"Hehehe... Iya deh, maaf, Bunda Sayang! Ayah jahat ya? Ayah besok-besok gak harus ucapkan terima kasih pada pelanggan yang mampir belanja di kedai kita! Maaf ya Bun!?"


Andre mengecup pipi sang istri setelah celingak-celinguk tengok kanan kiri, khawatir perbuatan manisnya dilihat orang.


Sontak merona pipi Naysila. Seketika ia malu, cemburunya memang agak berlebihan. Tapi itu ia ungkapkan supaya Andre mengetahui batasan wajar dan tidak sampai bablas menjadi perselingkuhan.


"Berteman dengan lawan jenis juga gak boleh, Bun?" tanya Andre suatu ketika.


"Gak boleh! Ayah dengar sendiri gak tuh, Nagita Slavina bilang apa di podcastnya tempo hari. Ga ada murni pertemanan antara cewek dan cowok. Pasti ada udang dibalik bakwan. Antara si cewek memendam rasa, atau sebaliknya si cowok yang diam-diam punya rasa. Jadi... Bunda ga mau Ayah punya teman apalagi sahabat perempuan! Titik!"


"Iya, iya, Bun! Sahabat Ayah cuma Bunda! Percaya deh!"


"Hehehe..., maaf Yang, aku possesif ya? Itu cuma ungkapan rasa ketakutanku saja. Takut kehilangan dirimu untuk yang kedua kali. Cukup sekali saja aku merasa hampa dan kosong jiwa, ketika setahun kamu menghilang dari hidupku! Bun ga akan larang Ayah berteman dengan perempuan, yang penting Ayah tahu batasan dan bisa menjaga perasaan Bun!"


Mata Andre berbinar. Senyum plus sunggingan gigi gingsulnya mengembang. Hatinya menghangat bahagia. Sang istri telah bisa mengungkapkan rasa hatinya dengan penuh kebijaksanaan.


Tiba-tiba hati Andre tergelitik untuk menggoda istrinya yang baru dua bulan melahirkan itu.


"Yang! Buat anak lagi yuk?"


Nay hanya memukul pelan bahu sang suami sambil tersipu malu.


"Tuh, tuh... ada pembeli cantik datang! Ayo, kita buat laris manis dagangan kita Yah!"


"Let's go!"


Cinta itu indah, ketika kita menerima semua kurang lebihnya.


Cinta itu manis, jika kita menyikapinya dengan rasa yang sederhana. Bukan dengan dambaan pengharapan yang meluap-luap sampai lupakan kenyataan dan takdir.


Berdoalah terus pada Sang Pemilik Kehidupan, agar supaya cinta tulus, suci murni dan abadi yang menyelimuti kita sampai mati. Aamiin...


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2