CEO GILA : Mencintai Istri Orang

CEO GILA : Mencintai Istri Orang
BAB 25 (Kenakalan OB Dan OG Kantor Andre Wiguna Dharma)


__ADS_3

Mengingat masih ada pekerjaan yang harus diinput, Andre bukan pulang ke apartemen melainkan pergi ke kantor.


Padahal hari telah menjelang malam, pukul enam kurang. Tapi Andre harus berkutat dengan tuts-tuts keyboard komputernya. Membereskan pekerjaannya yang harus dikirim sebelum pukul sembilan.


Gedung wisma perkantorannya perlahan semakin sepi. Lampu-lampu di setiap ruang satu persatu dipadamkan para pekerja yang mulai melipir pulang ke rumah masing-masing. Walau masih ada satu dua karyawan yang lembur karena banyak kerjaan.


Krosak, krosak


Krosak...


Krek, kreek


Andre terperanjat mendengar suara-suara dari dalam ruang pantry.


Niatnya masuk ruang itu hanya ingin menyeduh kopi sendiri karena para OB dan OG sudah pulang semua sepertinya.


Ternyata dugaannya salah.


Ada sepasang office girl dan office boy yang sedang melakukan kegiatan yang...


Brak!!!


Andre menggebrak lemari besi yang ada disamping ruang ganti baju khusus para pekerja.


Dua orang belingsatan, seraya saling membetulkan pakaian masing-masing yang terlihat carut-marut tak karuan.


"Sedang wik-wik rupanya kalian!!!" tegur Andre dengan suara menggelegar. Amarahnya seketika tersulut terpancing oleh kelakuan bejad para bawahan rendahnya.


"Ma-maaf, Pak! Maaf..., kami..."


"Maaf, maaf! Kalau kalian mau berbuat mesum, pergi ke hotel atau hostel seberang sana tuh! Modal seratus ribu se-jam, gak bisa juga? Cari semak-semak pinggir kali Pejambon! Palingan kalian langsung didor gara-gara bikin kotor wilayah mereka! Jangan bikin gedung kantorku jadi apes akibat kelakuan bejat kalian!!!"


Sudah cukup lama Andre tidak mengeluarkan emosi gila-gilaan. Dari tadi ia menahan diri walaupun adik tirinya membuat mumet otaknya, tapi ada gadis lugu yang jadi adik ipar disampingnya. Membuat Andre tidak sembarangan mengomel dengan ledakan yang keras.


Kini kedua orang yang berbuat zina di kantornya adalah tempat pelampiasan yang tepat.


Kedua karyawannya itu terlihat lusuh dan pasrah. Wajah-wajah tertunduk malu. Bahkan yang perempuan sampai tak henti meneteskan airmata hingga jatuh ke lantai seperti tetesan air hujan.


Andre menyelidik name tag kartu identitas keduanya yang masih menggantung di leher masing-masing.


"Rendra... Widuri! Nama yang bagus! Kalau kalian sudah tak tahan untuk begituan..., nikah lebih baik khan! Tinggal bersama dalam satu rumah. Gak perlu kalian kasak-kusuk di kantor! Selain halal, juga aman dan nyaman! Apa kalian sudah mencapai kl*maks? Atau... terganggu gara-gara kedatanganku? Hm? Apa mau siaran ulang biar aku jadi penonton tanpa bayaran? Bagaimana? Hm...? Sekarang aku harus apa?"


Menangis keras si wanita mendengar ucapan kasar sang atasan.

__ADS_1


"Pak...! Hik hik hiks, maaf Pak! Maafkan saya! Jangan pecat saya, Pak!"


"Saya mohon maaf, Pak!"


Keduanya membungkukkan tubuh. Bahkan si perempuan sampai menjatuhkan tubuh ke bawah kaki Andre, dan memohon ampunannya.


"Hei, hei! Ngapain kalian sampai duduk lesehan dilantai gitu? Tadi waktu kalian berasyik maksum ga lesehan khan? Kenapa sekarang nangis-nangis sambil lesehan? Ck ck ck..."


"Pak Boss, maaf... hik hiks! Saya ini janda dua anak, Pak! Jangan pecat ya, Pak!"


"Ya sudah, kalian langsung saja ke kantor urusan agama! Resmikan, dan kau Widuri,... lepas status jandamu!"


"Saya..., saya gak bisa nikah sama dia, Pak! Hik hik hiks..."


"Lha kenapa? Dia ini laki-laki gagah. Ya harus bertanggung jawab atas perbuatannya juga! Kalau tidak mau, buat apa dia memperlakukanmu seperti istri? Sampai sini faham?"


"Rendra..., sudah beristri, Pak! Hik hiks huaaa!!!"


Tangis Widuri semakin keras. Bahkan sampai membasahi lantai yang didudukinya.


"Ck ck ck...! Bagus itu! Bagus!!! Cowok keren! Hahaha...! Punya istri tapi lakukan hubungan sesat dengan perempuan lain! Hahaha... Aduuuh!!!"


Andre tiba-tiba memegang perutnya yang terasa sakit, dan...


Tubuhnya limpung, kesadarannya hilang. Seketika ia tak bisa melihat apa-apa dan tahu tahu ada dimana.


Dinding putih dan bau obat menyergap penciumannya.


"Pak!"


Andre menoleh pada seseorang yang duduk di samping ranjang besi tempatnya terbaring.


"Ada dimana aku?" tanyanya dengan suara parau.


"Di rumah sakit, Pak!"


"Kau..., Rendra khan?"


Pria yang diperkiraan seumuran dengannya itu mengangguk dan menunduk.


"Jam berapa ini? Mana jam tangan dan handphoneku?"


Rendra menyodorkan plastik hitam pada Andre.

__ADS_1


"Disini semua, Pak! Saya simpan, takutnya hilang!"


"Terima kasih!"


Andre lalu men-cek ponselnya. Dia hanya bisa berdecak kesal karena pekerjaannya jadi terhambat.


"Aku harus kembali ke kantor!"


"Sekarang, Pak? Tapi Bapak baru saja,"


"Banyak omong kau!!! Ayo, tanggung jawab! Kau harus mengantar dan menungguiku di kantor!!!"


"Ba baik, Pak!"


"Hei, kau bisa nyetir?"


"Bisa, Pak!"


"Nih, bawa mobilku!"


Rendra menangkap kunci mobil yang Andre lemparkan. Ia bergegas keluar lebih dulu menuju basement parkiran rumah sakit.


Ia memang memiliki riwayat anemia, asam lambung dan juga hipoglikemia atau tekanan darah rendah serta penurunan kadar gula.


Pria itu jarang sekali makan. Hanya sering mengkonsumsi vitamin dan suplemen kesehatan. Itu yang menyebabkan kondisi tubuhnya yang terlihat bugar bisa langsung drop.


"Kemana si Widuri?"


"Maaf, Pak... Widuri sudah saya suruh pulang duluan. Kasihan anak-anaknya dirumah sendirian kalau Ibunya bekerja sampai larut malam!"


"Ck ck ck...! Kau kasihan pada anak orang! Pada istrimu, tak ada belas kasihan!!!" sindir Andre membuat Rendra kena mental.


Mobil yang dikendarai Rendra meluncur menuju gedung wisma perkantoran. Sudah pukul delapan malam. Parkiran gelap dan sepi. Hanya ada beberapa mobil dan motor terparkir di basement ruang bawah tanah.


Rendra cukup cekatan dalam mengikuti intruksi sang atasan.


"Buatkan aku havermout. Juga teh panas tawar!"


"Baik, Pak!"


Malam itu, Andre berjibaku menyelesaikan pekerjaan di meja kantor sendirian. Dan Rendra tampak terduduk diam di ruang pantry, mengingat kenakalannya yang tadi.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2