
Tiada yang abadi, termasuk cinta salah satunya. Apalagi jika cinta karena rupa, perlahan rupa bisa berubah dan menua.
Cinta karena harta, harta pun bisa musnah sebab Tuhan Punya Kuasa.
Cinta dari hati, mungkin akan langgeng dan berganti dengan kasih sayang yang abadi.
Tapi sejatinya, janganlah terlalu memuja cinta. Karena takaran itu bisa berubah, antara menipis atau bertambah.
Seperti Andre Wiguna Dharma.
Cintanya pada Naysila, entah apakah ini yang dinamakan cinta buta pula? Seperti kebutaan yang dialami Widuri yang mencintai Rendra?
Yang pasti Naysila selalu ada dalam otak dan alam bawah sadarnya meski ia tak berambisi untuk mengejar wanita idamannya itu.
Melihat status What'sApp Nay yang berderet rapi membuat senyum manisnya tersembul lagi.
Andre bisa merasakan kalau Nay sedang dalam keadaan baik.
Setelah cukup lama ia tak melihat status Nay muncul, terlebih setelah terkuaknya perselingkuhan sang suami. Kini status-statusnya kembali ada.
Naysila memposting foto-foto masakannya bersama Ibu dan Kakak tercinta.
Andre senang. Juga tenang.
Hatinya sejuk, bagaikan tersiram embun yang jatuh dipukul lima pagi.
Ia bahagia, mengetahui Naysila bahagia.
Tuhan! Tolong jaga dia selalu. Bahagiakan hidupnya, juga temukanlah cinta sejatinya. Aku tak minta apa-apa, kecuali cinta tulusnya berlabuh pada orang yang tepat saja. Dan Naysila bahagia melanjutkan hidupnya. Aamiin...
Hari ini Andre terlihat begitu melankolis.
Entah karena hatinya yang sedang gegana, atau memang kesepian jiwa yang merana. Yang pasti Andre kini terlihat kosong dan hampa menunggu waktu kematiannya tiba.
Lagu Ariel Eks Peterpan mengalun di apk MP3 miliknya.
Tak 'kan selamanya, tanganku mendekapmu
Tak 'kan selamanya, ragaku menjagamu
...Seperti alunan detak jantungku...
...Tak bertahan melawan waktu...
...Dan semua keindahan yang memudar...
...Atau cinta yang tlah hilang...
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
...Ooh... Biarkan aku bernafas sejenak...
...Sebelum hilang......
Tak kan selamanya tangan ini mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti...
Satu persatu luruh airmata Andre.
__ADS_1
Pria gagah perkasa itu ambruk seketika mentalnya. Tangisan menghiasi wajah tampannya.
Seperti lirik lagu yang begitu dalam dan juga alunan musiknya yang merasuk ke sukma, Andre menghayati hidupnya dengan penuh penyesalan.
Ibarat potongan film yang kembali direwind, ia tak mampu mengerti jalannya lagi.
Betapa Tuhan mencobanya dengan penuh drama dan air mata.
Lahir sendirian.
Dan ia pun akan mati, sendirian.
Miris sekali.
Bahkan Andre memikirkan hidupnya yang sunyi sepi, dan harus mati tanpa ada seseorang yang berharga yang menangisi kematiannya nanti.
"Woooiii! Bangs*aaat!!! Gua belum mau matiii!!! Gua mau nikah duluuu!!!"
Ia berteriak sendiri. Tertawa keras padahal dimatanya terus mengalir butiran bening. Bahkan cairan itu sampai meleleh juga dari hidungnya yang merah dan basah.
"Anj*rit! Gua kenapa jadi cengeng banget! Hehehe...!!!"
Andre yang seperti manusia kurang waras itu hanya berjingkrak-jingkrak menari dan bernyanyi mengeluarkan emosi jiwanya.
Kini ia mengganti musiknya dengan yang lebih nge-beat.
Dibukanya kaos oblong belelnya, hingga tampaklah roti sobeknya yang mulai memudar karena sejak divonis kanker ginjal stadium satu, ia tak lagi berolah raga. Kerjanya makan, tidur dan jalan-jalan tak tentu arah. Sehingga tubuhnya sedikit lebih padat berisi.
Andre mencengkeram pangkal lengannya sendiri.
"Ck ck ck...! Bodi gua jadi one pack nih! Hadeuh! Kesian banget entar yang gotong mayat gua, keberatan coy! Haruskah gua ngegym lagi, biar mengurangi bobot tubuh dan juga dosa? Hm..."
Ia mandi, lalu berdandan rapi. Meski hanya dengan celana jeans belel serta kaos oblong tangan panjang.
Rambutnya ditata dengan gel, seperti biasa.
Andre melangkahkan kaki, keluar dari kamar hotel yang sudah sepuluh hari ia sewa.
Rencana awal hanya seminggu, tetapi jadi diperpanjang mengingat ia masih jadi pesakitan yang harus wajib lapor dalam satu bulan ini karena kasus Naysila dan Rendra.
Akhirnya rencana untuk pergi ke luar kota terpaksa Andre batalkan.
Sepatu sneakers PUMA warna putih selalu setia melekat di kakinya. Karena hanya tiga pasang saja yang Andre bawa dari apartemennya.
Hampir satu bulan ia sengaja memutus hubungan dengan Daniel dan Maharani. Tak mengangkat dan membalas chattan dari keduanya. Niatnya adalah memberikan adik tirinya itu kesempatan memilih juga mengurus semuanya sendiri termasuk perusahaan. Itu saja. Tak ada maksud lain.
Andre ingin Daniel menjadi pria dewasa. Hingga ketika dirinya benar-benar telah tiada dari dunia ini, Daniel telah siap.
....
Langkahnya mantap, berjalan menuju parkiran hotel.
Dan tiba-tiba, seseorang menepuknya dari belakang.
Pluk.
Ketika Andre menoleh,
"Ternyata beneran kamu tinggal di hotel ini ya?"
"Nay_sila?"
Seorang wanita cantik berhijab tersenyum tipis dengan tangan menjinjing rantang tupperware warna-warni empat susun.
"Mau kemana, Nay?" tanya Andre berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Nih! Kak Bianca menyuruhku mengantarkan ini padamu! Dasar ya..., sombongnya! Disuruh ke rumah kak Bianca, bisa-bisanya menolak padahal cuma untuk icip-icip masakan kami!"
__ADS_1
"Hehehe..., maaf, Nay!"
"Kamu mau kemana? Sudah rapi begitu. Sepertinya,"
"Nay,... mau ikut temani aku?"
"Kemana?"
"Naik kincir yang besar, yok?"
"Kincir besar? Dimana?"
"Dufan!"
"Dufan?"
"Iya! Aku belum pernah ke Dufan sampai usiaku 28 tahun ini!"
"Ya Tuhan! Kasian sekali CEO GILA ini?"
"Apa? CEO GILA? Hadeeuuh..."
"Hahaha, maaf! Kak Bianca yang menjulukimu seperti itu! Aku, hanya ikut-ikutan saja! Maaf, Ndre!"
"Tiada maaf bagimu, kecuali... kamu jadi tourguide aku pergi ke Dufan!"
"Aku telepon Mama dulu ya? Soalnya Bilqis kutinggal di rumah!"
"Oke! Kalau perlu kita ajak Bilqis juga!"
"Bayi dilarang ikutan naik wahana ekstrim!"
"Ya sudah, titip Mama sejam-dua jam dulu. Hehehe...! Boleh ya?"
Naysila mengerjap.
Antara malu tapi juga senang.
Akhirnya ia punya kesempatan untuk berduaan CEO GILA Andre Wiguna Dharma.
"Eit! Bentar-bentar..."
"Kenapa, Ndre?"
"Kayaknya, aku batal ngajak kamu, Nay!"
"Kenapa?"
"Aku takut dosa! Aku... membawa pergi wanita yang bersuami!"
"Jangan ngeledek, bisa khan? Mau-mau engga-engga, nih ngajak!? Jangan kesannya udah PHP-in lantas ditinggalin tanpa perasaan! Itu namanya ghosting!"
Andre tertawa, begitu pula Naysila. Dunia yang tadi terasa panas, seketika bagaikan sejuk menerpa jiwa.
"Ini rantang gimana nasibnya?"
"Ajak aja si rantang ini! Biar jadi saksi bisu dan benda ketiga!"
"Benda ketiga?"
"Ya, pengganti orang ketiga, Nay! Khan ada pepatah bilang, diantara dua orang berlainan jenis berduaan dikhawatirkan ada setan ditengah-tengahnya. Nah untuk menjaga hal-hal yang mustahil, biarlah rantang yang menggantikan setan!"
"Bisa begitu ya?!?"
"Bisa lah! Hahaha..."
"Ish, dasar CEO GILA!"
"Iya. Dulu aku CEO GILA, Mencintai Istri Orang. Sekarang...aku hanyalah calon mayat yang menunggu datangnya kematian!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG...