
Cinta tak selamanya indah. Apalagi jika dibangun di atas puing-puing kebahagiaan orang lain.
Cinta tak selalu membawa kebaikan. Ketika kau memilihnya tanpa pemikiran dan otak yang jernih. Terlebih dengan fikiran cuek tak peduli meskipun banyak hati yang tersakiti.
Memang, cinta tidaklah salah. Memiliki rasa cinta, itu adalah suatu perasaan yang tak bisa kita kesampingkan begitu saja.
Mencintai juga bukanlah perbuatan dosa.
Tetapi mencintai dan ingin memiliki seseorang yang sudah punya pasangan adalah suatu kebodohan.
Kenapa? Karena selain cibiran dan juga hinaan dari orang luar, kita juga harus memikirkan kebahagiaan yang didapat dikemudian hari. Tidakkah itu akan jadi bumerang bagi diri sendiri?
Memilih menetapkan hati harus dengan akal normal dan fikiran jernih.
Memilih pasangan orang lain dan tetap berusaha agar bisa mendapatkannya, bukankah itu sifat yang egois?
Bagaimana dengan keadaan pasangannya nanti? Keturunannya dan juga keluarganya? Tidak mungkin akan diam dan menerima begitu saja lalu melupakan semua keributan ini dengan melanjutkan kehidupan?
Tidak.
Semua tetap terpatri dalam hati dan sanubari.
Ibarat kaca,... sudah remuk dan tak bisa seperti semula meskipun direkatkan oleh lem super sekalipun.
Noda itu tetap ada dalam hati masing-masing.
....
Andre Wiguna Dharma. Pria yang hari ini tepat berusia 28 tahun, hanya duduk terpekir sendirian di atas ranjang tempat tidur.
Kamar hotel yang dingin dan sepi menjadi saksi bisu. Sebuah kue tart sengaja ia beli semalam di sebuah toko kue di mall seberang.
Andre beranjak turun dari ranjang.
Menyalakan lilin kecil beberapa biji yang ada di atas kue tart. Lalu menutup mata dan berdoa untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Seumur-umur ini adalah perayaan ulang tahun yang pertama, mungkin yang terakhir juga untuknya. Andre tak pernah mau mengingat hari lahirnya karena merasa kalau dirinya adalah anak yang membawa kesialan.
Mamanya meninggal dunia setelah beberapa jam melahirkannya.
Sedari lahir sampai dewasa, ia tak pernah mendapatkan ucapan selamat hari jadi dari Papanya.
Makanya Andre sudah terdokrin sedari kecil, tiada hari perayaan ulang tahun baginya. Karena itu adalah perayaan kesedihan wafatnya sang Mama.
Kini ia ingin sekali melakukan hal yang selalu dibencinya itu. Karena merasa hari demi harinya menjadi lebih berharga.
Seolah hitungan mundur menuju hari kematian yang begitu menegangkan. Entah esok atau lusa, Tuhan akan mencabut nyawanya dan dia end dari dunia ini.
"Puuufffh!"
Ditiupnya lilin-lilin kecil bersinar cahaya yang menyala dengan harapan besar, orang-orang yang disayangi selalu diliputi kebahagiaan Sang Pencipta.
Tring.
...Kamu dimana, Ndre? Maukah ke rumahku? Kita sarapan bersama. Hari ini Naysila dan Mama kolaborasi masak....
segera jempolnya menari membalas chattan Bianca, mantan sekretaris pribadinya di Keramik Asia Tile.
...Terima kasih. Maaf, aku tidak bisa ikut...
Jawabnya singkat.
...Kenapa nolak?...
Lagi-lagi Andre tersenyum.
...Ada urusan pribadi...
...Ini kesempatanmu mendekati Naysila. Bukankah kau menyukai adikku itu? Nay sudah lepas dari si bajingan itu. Dia free, janda meskipun belum turun surat jandanya....
Andre tak menjawab. Hanya emoji senyum tipis dan emoji telapak tangan bersatu.
__ADS_1
Kini ia berlalu meninggalkan handphonenya di atas kasur. Andre masuk kamar mandi dan berendam dalam bathtub air hangat.
Hari ini ia ingin sendiri.
Ingin menikmati kesendiriannya sampai akhir.
Ada haru, senang dan sedih berkumpul dalam hati.
Haru, akhirnya sang pujaan kembali bertemu keluarga aslinya dan keluar dari zona lingkungannya yang buruk. Senang, karena pujaannya kini telah melepas status bukan istri orang lagi. Sedih, karena ia tak bisa mendekati meskipun Naysila telah sendiri.
Andre adalah calon mayat, menurutnya.
Kejam sekali jika ia merayu Naysila untuk bisa bersama sedangkan sisa umurnya tinggal hitungan bulan saja.
Andre telah menyerah kalah.
Bukan karena kadar cintanya yang telah berkurang.
Atau disebabkan kasih sayangnya yang kini menghilang.
Tapi Andre tak ingin mengiming-imingi kebahagiaan sedangkan ia sendiri tak mampu memberikan.
Andre takut menyakiti hati Naysila. Ia tak ingin mempermainkan takdir dan memanfaatkan Naysila untuk membahagiakan dirinya sendiri.
Bagaimana mungkin ia bisa meninggalkan dunia dengan hati bahagia sedangkan Naysila sedih karena harus menerima kenyataan pahit nantinya.
Naysila bisa bahagia dengan pria lain yang lebih sehat dan kuat pastinya.
Nay cantik, masih muda pula. Pasti banyak pria mapan yang menyukainya. Untuk urusan itu, Andre percaya sekali pada kelebihan yang Tuhan beri pada pujaannya.
Andre tak ingin menyakiti Naysila dengan memanfaatkan penyakit yang dideritanya.
Begitulah. Cinta dihatinya teramat besar, dan doa tulus ia panjatkan untuk kebahagiaan Naysila kedepannya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1