CEO GILA : Mencintai Istri Orang

CEO GILA : Mencintai Istri Orang
BAB 56 (Rendra Bersilat Lidah)


__ADS_3

Urusan makin panjang.


Andre kini digiring ketua RW dan juga warga yang menemani suami istri orangtua Rendra membuat laporan penganiayaan.


Pria itu terpaksa harus dimasukkan dalam sel tahanan mengingat bukti kuat penganiayaan dengan wajah Rendra yang babak belur.


Sudahlah berdarah dicakar kuku Naysila, ditambah bogem mentah serta jotosan dan tamparan Andre yang mantul parah, Rendra benar-benar bonyok hingga nyaris tak dikenali lagi wajah tampannya.


Sayangnya Widuri sang kekasih hati tidak diikutsertakan saat itu karena memilih pulang kerumah menemui kedua putrinya.


Widuri adalah wanita dewasa yang bodoh dan lemah karena cinta.


.....


Situasi mulai agak kondusif.


Andre yang meringkuk ditahanan polsek mendapatkan support penuh dari Bianca.


Dua kuasa hukum Andre dan bantuan pengacara dari Tio, suami Bianca menangani kasus Andre saat itu juga.


Setelah menandatangani surat penangguhan tahanan, Andre diperbolehkan pulang.


Memang benar, dalam urusan seperti ini...uang memiliki kekuasaan.


Andre bisa melenggang bebas dengan janji untuk wajib lapor seminggu tiga kali sampai urusan hukum yang dilaporkan pihak Rendra selesai.


Kini Rendra yang babak belur dibawa keluarganya berobat kerumah sakit.


Para pengacara yang terdiri dari tiga orang mendatangi rumah Rendra untuk melakukan mediasi dengan didampingi pak RW setempat sebagai saksi dari pihak luar.


"Mas Rendra,... apa Mas akan terus melanjutkan kasus ini sampai ke pengadilan?"

__ADS_1


"Tentu saja! Saya akan teruskan! Ini kasus penganiayaan seorang CEO yang mencintai istri dari karyawannya sendiri. Bahkan ini akan jadi pusat perhatian masyarakat luas, betapa jahatnya seorang yang kaya raya melakukan kekerasan pada karyawan rendahan sekelas saya hanya karena rasa cintanya pada istri saya!"


"Hm..., begitukah? Apa Anda tidak berfikir panjang, kisah cinta terlarang Anda juga ada dibelakangnya?"


"Tapi kasus CEO GILA Andre lebih menjadi pusat pastinya ketimbang hubungan saya dengan Widuri!"


"Mantan CEO kini! Dan perlu Mas ketahui, kisah cinta terlarang Anda justru sudah terjalin sejak empat bulan lalu. Bahkan sebelum Pak Andre bertemu kembali dengan istri Anda sekitar sebulan lebih yang lalu."


"Bisa jadi sebenarnya pak Andre yang membuat skenario supaya Saya jadi seolah terpikat oleh Widuri!"


"Anda yakin, Anda tidak sedang berbohong? Apa Anda yakin pula, kalau boss Andre yang Anda cap sebagai CEO GILA itu sengaja membuat Anda menyukai rekan sekerja Anda?"


"Istri saya sangat cantik! Tidak mungkin saya lebih memilih Widuri yang bahkan usianya lebih tua dua tahun dari saya! Apa... Saya bisa sampai berfikir sejauh itu?"


"Lantas, apakah pertemuan Anda dengan Widuri di sebuah kamar hotel itu juga atas prakarsa dan skenario dari pak Andre juga?"


"Ka_kalau itu..., saya pikir bisa saja memang ada jebakan. Karena kenapa pak Andre bisa tahu dan memberitahukan istri saya kalau kami ada di kamar hotel itu? Iya khan? Kemungkinan besar memang CEO GILA itu yang mengatur semuanya!"


"Tapi Widuri sudah mengatakan kalau Anda-lah yang menentukan tempat kalian bertemu. Yakni di hotel Ambarawa seberang mall Violetta karena harga sewa perjamnya yang terjangkau kantong kalian untuk dibooking. Apa, sekarang Anda menyangkalnya?"


Rasanya ia cukup berbahaya kalau terlalu jauh melenceng berbohong dari kenyataan yang ada.


Ia mulai diam dan hati-hati berkoar-koar.


Salah omong sedikit, justru nanti dia yang akan masuk sel penjara. Apalagi Andre dan Naysila yang kini dibacking Bianca serta ibunya memiliki uang banyak.


Rendra mulai gentar juga pendiriannya untuk meneruskan langkahnya menggugat penganiayaan Andre padanya.


Tadinya ia ingin sekali membuat Andre hancur. Ia juga tak ingin Naysila sampai lepas dari genggaman karena sejujurnya Widuri hanya membuatnya nyaman saja. Bukan membuatnya bahagia bisa mengandeng Widuri yang wajahnya biasa saja bagi Rendra tapi pengertian dan kasih sayangnya yang liar biasa.


"Baiklah, saya akan cabut laporan...asalkan Naysila kembali pada saya. Saya tidak akan membawa kasus ini semakin panjang!"

__ADS_1


"Baiklah! Saya akan sampaikan keinginan Anda dengan Bu Naysila Utami, dan akan mencoba menyediakan waktu bermediasi dengan beliau dengan dampingan pengacara serta pak RW setempat!"


"Baik!"


"Kalau begitu kami mohon pamit! Terima kasih atas waktunya mas Rendra beserta keluarga, juga pak RW."


Tiga orang pengacara yang menjadi kuasa hukum Andre serta Naysila pun undur diri.


Mereka akan kembali berdiskusi dengan klien, menentukan langkah selanjutnya.


.....


Naysila kesal sekali mendengar penuturan Rendra lewat pengacaranya. Bianca bahkan lebih geram dan langsung menggebrak meja.


"Dasar lelaki stres! Dia yang selingkuh, dia yang sekarang balik tuduh! Maling teriak maling! Hadeh! Ada ya orang model begitu, gak tahu diri! Ga takut apa dia sama hukuman penjara! Jelas-jelas dia yang main gila, sekarang karena keadaan dia kena gebuk Andre justru memutar balik fakta!" umpat Bianca sinis.


"Sejujurnya meskipun dia dapat bantuan hukum gratis, kita tetap bisa menang, Mbak!"


"Iya lah! Yang benar lah yang menang!"


Naysila hanya bisa terdiam sembari mengelus rambut Bilqis yang tertidur di pangkuannya.


"Saya gak mau ketemu pria itu untuk saat ini. Masih belum bisa melupakan semua kejahatan yang dilakukannya, Pak!" kata Naysila dengan wajah tertunduk. Hatinya masih sangat sakit melihat kelakuan Rendra padanya.


"Lagipula buat apa juga ketemu orang gila itu, Nay!" timpal Bianca.


"Iya, Kak! Tapi Aku mau menemui dulu Mbak Widuri!"


"Selingkuhan suamimu itu? Ya Tuhaaan, untuk apa? Gak perlu!"


"Justru Aku harus menemui wanita yang bisa meredam amarah Mas Didi! Setidaknya, dia harus tahu dan harus mau meluluhkan Rendra yang seperti biasanya! Pria itu bisa pulang dari pabrik siang hari untuk menemuinya, pasti karena rasa cinta yang besar sampai melupakan anak dan istri."

__ADS_1


Bianca dan Mamanya tak bisa berbuat apa-apa. Naysila kekeuh ingin bertemu Widuri tapi tak ingin didampingi siapapun. Hanya obrolan empat mata dirinya dengan Widuri.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2