CEO GILA : Mencintai Istri Orang

CEO GILA : Mencintai Istri Orang
BAB 55 (Memutar-balikkan Fakta)


__ADS_3

"Mas!!! Aku, minta talak darimu sekarang juga! Dan Mbak Widuri..., kuserahkan mas Rendra padamu mulai detik ini juga! Kalian bebas sekarang! Tak perlu bersembunyi untuk ketemuan dan melakukan apapun dibelakangku!"


"Hik hik hiks..., mbak Nay...!"


"Aku... tidak sepenuhnya menyalahkan kamu, Mbak! Juga tidak sepatutnya menuduh mas Didi paling bersalah! Mungkin, ini yang terbaik untuk kita bertiga!"


Naysila mengambil sikap dengan disaksikan oleh kedua orangtua Rendra, Ibu kandung serta Bianca, kakak kandungnya. Sementara Andre menunggu di luar kantor kepolisian sekitar.


Ya.


Rendra dan Widuri memang dibawa ke kantor polisi setempat oleh pihak hotel karena berbuat kegaduhan di hotel mereka.


Urusan itu diselesaikan secara kekeluargaan dengan saksi para petugas keamanan tanpa dilanjutkan ke ranah hukum.


Rendra dengan wajah penuh luka cakaran, hanya menunduk pasrah pada keputusan yang Naysila buat.


Orangtuanya hanya diam dengan wajah kaku dan membisu sambil berlalu meninggalkan kantor polisi diikuti oleh Rendra dan Widuri.


Mereka pergi setelah menandatangani perjanjian damai dan tak akan ada urusan hukum setelah Rendra menjatuhkan talak satu pada Naysila.


Nay kurang puas. Ia inginkan talak tiga agar tak lagi berhubungan dengan Rendra yang telah jadi mantan suami seperempat jam yang lalu.


Naysila masih mengekor keluarga Rendra, untuk mengambil pakaiannya dan Bilqis, pergi ke rumah Ibundanya yang tinggal bersama Bianca.


Sementara Andre juga ikut menemani karena khawatir jika tak dipantau olehnya.


"Naysila..."


"Sudahlah, Mas! Rumah tangga kita sudah berakhir!"


"Kamu mau kemana? Tinggal dimana? Bagaimana dengan Bilqis putri kita?"


"Aku sudah bertemu dengan ibu kandungku! Jangan khawatirkan Bilqis. Putriku akan selalu ada disisiku! Tolong urus perceraian kita secara resmi!"


"Untuk membuatmu resmi jadi janda dan menikah dengan pria di depan itu?" Tiba-tiba Ayah Rendra menunjuk pada Andre.

__ADS_1


"Iya. Bisa jadi! Ini permainan perempuan gatal ini supaya bebas dari kamu dan menikah dengan teman lamanya itu!" tambah ibu Rendra yang menambah panas suasana.


"Hei, Bu! Apa maksudmu berkata begitu pada putriku?" Tentu saja Mirna Ibunya Naysila marah. Ia tak terima putrinya disalahkan mantan mertuanya yang tak tahu diri.


"Oho! Ternyata kalian selama ini memperlakukan adik kandungku dengan tidak baik!" Bianca pun tak tinggal diam.


"Jadi,... teman sekolah Nay dulu adalah pak CEO GILA?" tanya Rendra yang juga sudah putus urat malunya.


"Bangs*t!!! Kau mau bilang apa, Rendra???'


Kini Andre yang jadi kesal bukan main karena Rendra seperti akan memperpanjang urusan dengan Naysila.


"Hahaha... ternyata ya!?! Aku tidak sangka Boss mencintai istriku rupanya! Hm...! Hei Nay, dengar baik-baik! Aku tidak akan mengurus perceraian kita! Aku, tarik kembali talak yang tadi!"


Plak


Jedug


Desig...


Plak Bug


Andre benar-benar emosi tingkat tinggi.


Rendra habis dihajarnya sampai babak belur sampai tak dihiraukannya pekikan dan teriakan kedua orang tua Rendra.


"Tolooong, tolooong!!! Anakku dikeroyoook!!!"


Seketika suasana semakin menegangkan.


Panas, dan dipenuhi banyak tetangga sekitar.


Ayah Rendra benar-benar memanfaatkan suasana sekitar yang mendukung.


"Menantu gak tahu diri dia ini, Pak! Minta cerai karena sudah dapat pacar tajir! Anakku menolak cerai, malah digebukin massal sama pacar sinting dan keluarga gilanya ini!" kata Ayah Rendra pada orang-orang.

__ADS_1


"Fitnah itu!!!"


"Bohong!!!"


"Dasar kalian keluarga gila!"


"Tuh, dengar saja sumpah serapah mereka pada kami! Sangat menyakitkan ketika orang-orang kaya berkuasa karena uang! Hik hiks..., putraku jadi korban penganiayaan!"


Benar-benar hebat akting pasangan suami istri itu.


Naysila menangis terisak sambil memeluk tubuh putrinya yang juga menangis ketakutan.


Para warga membawa mereka ke balai desa menemui kepala RW setempat untuk mengamankan Andre dan ibu serta saudara kandung Naysila.


Keadaan semakin rumit ketika netizen yang tak tahu apa-apa jadi ikut berkomentar pedas melebihi pedasnya sambel setan.


"Ini permasalahan pribadi. Urusan rumah tangga sebenarnya. Jadi seharusnya diselesaikan dengan baik-baik!" kata pak Ketua Rukun Warga dengan bijak.


"Tapi itu sudah masuk kekerasan, Pak! Bawa saja ke kantor polisi! Jangan mentang-mentang orang kaya, lalu hukum jadi tajam kebawah dan tumpul ke atas!"


"Iya. Bonyok tuh muka si Didi dihantam pacar gelap istrinya! Harus diseret ke kantor polisi itu!"


"Penjarakan, Pak! Jangan diam saja walaupun kita ini orang susah!"


"Mentang-mentang orang kaya, seenaknya saja main hantam kromo! Hadeh!"


"Begitulah orang kaya! Serasa uang bisa membeli segalanya!"


"Pidanakan saja! Bawa, bawa kantor polisi! Lapor LSM biar kapok!!!"


Andre tak mau berkata, karena itu tak akan berguna.


Cukup matanya saja memandang dan melihat sendiri wajah Rendra mantan karyawannya yang menjijikkan.


Memutar balikkan fakta dengan menukarkan posisi Naysila jadi orang yang bersalah. Sementara dirinya puas melenggang seolah tak punya aib dan dosa karena telah memainkan dua hati perempuan polos. Yakni Naysila dan Widuri.

__ADS_1


Benar-benar penjahat kelam*n ni bocil! Anjiiiir bener, kau Rendra! Kau fikir bisa lepas begitu saja hukuman dunia! Jangan salah, Hukuman Tuhan lebih mantaf nantinya! Ck ck ck...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2