Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
10.Kemarahan Amura


__ADS_3

...-(Pov Amura)-...


Beberapa saat yang lalu, tepatnya saat yuki menyerang wanita itu.


'Entah kenapa udaranya terasa lebih dingin' batinku.


"Yuna" ucap Hisagi.


'Yuna?'


Kini aku melihat seorang gadis berambut putih yang menerjang hujan panah itu dengan memancarkan aura berwarna putih kebiruan.


...


Gadis itu bertarung dengan hebat melawan wanita itu, dan kini wanita itu sepertinya ingin meledakan area jangkauannya.


'Itu akan berbahaya'


"Teleportasi Bayangan"


Kini aku keluar dari bayangan gadis itu dan menggendongnya pergi menjauhi area yang bersinar terang itu.


Kini gadis yang ku gendong itu tersenyum dan mengeluarkan skill yang ia miliki.


"Hawa Dingin"


"Manipulasi Es"


Kini udara dingin tersebut berubah menjadi pecahan es kecil dan pecahan itu mendarat di setiap bagian tubuh wanita itu.


"Pembekuan"


*Ssttt....


Dalam sekejap tubuh wanita itu membeku secara total dan beberapa meter dari jangkauan wanita tersebut juga ikut beku.


Aku cuma bisa terkejut melihat hal itu.


'Hebat'


Kini aku mendekati Hisagi sambil mengendong Yuna.


"Apakah sudah selesai" ucap Hisagi yang melihat wanita yang beku tadi.


"Sepertinya sudah" balasku yang juga melihat wanita itu.


'Cahaya yang menutupi area sekitar wanita itu telah hilang dan tergantikan dengan daerah yang membeku'


'Gadis ini sangat hebat'


"Aku tidak menyangka kau sehebat itu Yuna" lanjutku.


"Yuna?..." Kini Aku melihat gadis yangku gendong sedang tidak sadarkan diri.


"Yuna.." teria Hisagi yang panik.


Aku yang melihat keadaan Yuna juga ikut panik.


"Tubuhnya jadi lebih dingin" ucapku.


Kini Hisagi mendekatiku dan memegang tangan Yuna.


"...Kenapa tubuhnya mendingin, apakah karena skillnya?" tanya Hisagi.


"Aku tidak tau, tapi kemungkinan terbesarnya seperti itu" balasku.


"Kekeke, apakah kalian berfikir ini telah selesai" ucap wanita yang beku itu.


Kini aku dan Hisagi dalam sekejap memasang kuda kuda yang kami miliki.


Es yang menyelimuti wanita itu kini mencair dan keluar tubuh wanita itu dengan diselimuti cahaya.


"Hahaha, menarik... kalian sangat hebat untuk seorang pendaftar" lanjutnya yang kini dalam posisi membidik.


"Panah Ledakan"


Panah melesat kearah kami, aku dan Hisagi serentak menghindar ke arah yang berlawanan.


*Duar...


Ledakan yang cukup untuk menghancurkan pohon kecil muncul dari anak panah yang diarahkan ke kami tadi.


"Amura apakah kau masih memiliki Mana" teriak Hisagi.


"Tersisa sedikit" balasku.


"Tapi akan kuisi dengan Mana potion" lanjutku.


"Baiklah" lanjutnya.


"Sistem, status, skill, inventori"


......[ Sistem ]......


-Nama : Yuu Hinamura


-Class : SwordMagic(Dark)


-Gender : Male


>Status


>Skill


>Inventori


>Mail


...-[Status]-...


...-Level : 4...


...-Hp : 2300/2500...


...-Mana : 500/1500...


..._____________________...


...-Skill-...


...-Teleportasi Bayangan[C-].Aktif Skill....


...-Stealth[D+].Aktif Skill....


...-Aura Kegelapan[C-].Aktif Skill....


...-Pedang Kegelapan[D+].Aktif Skill....


...-Kegelapan Tak Terbendung[C-].Aktif Skill....


...-Stamina Tambahan[D].Pasif Skill....


...-Kecepatan Tambahan[D].Pasif Skill....


...-Kegelapan[C+].Pasif Skill....


...-Bayangan[C-].Pasif Skill....


...-Kemarahan[C+].Pasif Skill....


...____________________...


...-Inventori-...


...-HP potion[E+] 2×...


...-Mana potion[D] 3×...


...


Aku telah mengunakan Stealth 2× sebelum pertarungan, dan beberapa skill saat bertarung.


Aku mengambil 2 mana potion yang kumiliki dan melemparkan 1 mana potion ke Hisagi.


"Ambil ini" ucapku sambil melemparkan Mana potion milikku.


Hisagi menerima itu dan langsung meminumnya begitu juga dengan ku.


...[Mana 500>1500]...


"Hisahi, Alihkan pandangannya sebentar" ucapku.


Hisagi tanpa banyak omong langsung menyerang wanita itu dengan pedang apinya.


Kini aku melihat sekeliling untuk berteleport.


Teleportasi Bayangan yang kumiliki bisa meneleportasikanku ke tempat yang ada bayangannya dalam jarak 15 meter asalkan aku bisa melihatnya.


'Ketemu'


"Teleportasi Bayangan" Kini aku berteleport ke sebuah pohon dan menyenderkan tubuh Yuna dengan perlahan di samping pohon itu.


"Stealth" Aku berlari menuju wanita yang dilawan oleh Hisagi dengan mengunakan Stealth.


"Aura Kegelapan" Aura hitam pekat menyelimuti tubuhku dengan perlahan sampai akhirnya tubuhku tertutup aura itu.


...[Semua Skill Yang beratribut Kegelapan meningkat 20%]...


"Pedang Kegelapan" Katana yang kubawa terlapisi oleh aura hitam pekat yang sangat mengerikan.


...[Kekuatan pedang yang terselimuti kegelapan akan meningkat 20%]...


*Wuss... diriku melesat dengan sangat cepat dan menyerang wanita itu dari belakang.


*Crinkk... tebasan itu ditahan oleh cahaya yang menyerupai perisai transparan.


*Plankk...


*Dush....


*Srink...

__ADS_1


Aku menebas perisai itu berkali-kali dan akhirnya menghancurkan perisai cahaya itu.


"Pyarr... perisai transparan itu pecah bagaikan kaca.


"Pedang Kegelapan 2× lipat" ucapku.


"Pedang Api 2× lipat" ucap Hisagi yang menyerangnya dari depan.


"Hoo...." ucap wanita itu dengan senyuman licik.


Kini pedang ku dan pedang yang dimiliki Hisagi menyentuh tangan kiri wanita itu yang memegang busur.


*Plankk...


'Keras..'


"Meledak lah" teriak wanita itu.


'Sial'


*Bom...


*Duar....


Ledakan yang cukup besar mengenaiku dan Hisagi, kini kami terpental beberapa meter kebelakang.


...[HP 700/2500]...


"Hahaha, apakah kalian pikir bisa mengalahkanku yang ber level 11 ini" teriak wanita itu yang berada didalam asap bekas ledakan.


Darah menetes dari kepalaku dan kini pandanganku jadi buram.


...[Persyaratan terpenuhi]...


...[HP berada di bawah 30%]...


...[Skill Pasif Kemarahan Aktif]...


...[Semua Skill yang dimiliki meningkat 2×]...



"Inventori>Mana Potion"


...[Mana 300/1500]...


...[Mana 1300/500]...


Kini aku meminum mana potion terakhir yang kumiliki, dan ini adalah kesempatan terakhir untuk mendapatkan kemenangan.


"Teleportasi Bayangan" aku berteleport ke belakang wanita itu dan menebasnya dengan "Pedang Kegelapan" yang kulapisi dengan "Aura Kegelapan".


"Dasar, padahal kau sendiri sudah tau kalau itu tidak akan mempan" ucap wanita itu dan kini ia mengeluarkan Perisai Cahayanya kembali.


"Hahaha, kau akan mati dasar kecoak, yah akan ku ampuni kau karena kau tampan" lanjutnya.


*Sring... Suara tebasan menggema dan perisai itu tertebas secara rapi.


"A-ap-"


Belum sempat berkata kata aku langsung menebas dadanya secara vertikal dengan Pedangku.


Darah keluar dari dadanya dan ia pingsan seketika.


*Brak... Kini aku dan wanita itu terjatuh secara bersamaan.


"Inventori>Hp potion"


Aku meminum 2 HP potion itu dan akhirnya bisa bangun kembali.


...[HP 2500/2500]...


Kini luka-luka ku telah pulih, kini aku berdiri dan berjalan menuju Hisagi yang terpental tidak terlalu jauh dari tempat itu.


"Kau baik-baik saja?" tanyaku dengan ekspresi datar dan duduk disamping nya.


"Baik-baik saja Matamu, tubuhku aja penuh darah gini kok" jawabnya dengan ekspresi kesal.


"Ini, minumkan HP potion ini kepadaku" lanjutnya sambil menggerakan tanganya.


"Dasar merepotkan" aku mengambil potion itu dan menumpahkan potion itu ke mulutnya, dan kini tubuhnya yang terluka terlihat lebih baik, walaupun masih ada luka.


"Pelan-pelan Anj" teriaknya.


"Udah dibantu malah malah ngelunjak" ucapku yang masih mengeluarkan ekspresi datar.


Kini aku berdiri dan berjalan menuju pohon tempat aku menaruh Yuna tadi, dan aku melihat seorang Gadis.


Gadis dengan rambut putih panjang yang tertiup angin itu masih tertidur pulas seakan akan menunggu pangeran untuk membangunkan nya.


Kini aku jongkok disampingnya dengan pandangan yang tertuju kepadanya.


"Oy... bangun" ucapku.


"..." hening tanpa ada balasan apapun.


"Hahh... merepotkan"


"Apakah Yuna masih belum bangun" tanyanya.


"Dilihat dari mana pun sudah tau kan jawabannya" balasku.


"Hahh... entah kenapa aku lelah berbicara denganmu" lanjutnya.


"Jadi harus apa kita sekarang, kita telah mengalahkan guru itu" tanyaku dengan mengabaikan perkataannya.


"Kita cuma harus menunggu" balasnya.


"..... Membosankan" ucapku dengan ekspresi datar.


"..Setuju" jawabnya dengan ekspresi datar juga.


'Tubuhnya'


Saat ini aku sedang mengendong Yuna dan cukup bingung dengan keadaannya tubuhnya saat ini sangat dingin.


"Hisagi, sepertinya tubuh Yuna menjadi lebih dingin" ucapku.


Hisagi tanpa mengatakan apapun langsung mendekatiku dan menyentuh tangan Yuna, dan ia terdiam cukup lama.


"Apa kau tau, apa yang terjadi denganya" tanyaku.


Ia cuma mengelengkan kepala yang menandakan tidak mengetahui keadaannya.


"Apa kau punya HP potion" tanyaku.


"Tidak, aku sendiri telah menggunakan HP potion terakhir yang kumiliki"


"Kalau kau" tanyanya.


Aku cuma menggelengkan kepala untuk menjawabnya.


"Hahh, sepertinya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkannya" lanjutku.


"Mengunakan potion yang Yuna miliki kan" ucap Hisagi.


"Yah begitu lah, tapi......." kini aku dan Hisagi melihat saku yang ada di pinggul Yuna.


"Tempat itu sepertinya agak...." ucapnya dengan nada yang semakin pelan.


Tanpa memedulikan itu aku meraga saku Yuna yang ada di pinggul miliknya, sepertinya Hisagi terkejut.


"Satu Mana potion dan satu HP potion, dan apa ini Pil?" ucapku.


Aku mengabaikan pil itu dan fokus untuk memberikan potion ke Yuna.


Aku membaringkan Yuna di tanah dan kini aku meminumkan HP potion setelah itu Mana potion kepada Yuna.


'Bibir berwarna pink yang ia miliki sangat lembut dan licin' pikirku, sambil meminumkan potion itu secara perlahan.


Kini aku telah meminumkan ia potion itu.


"Uhuk-uhuk......" ucap Yuna yang kini tubuhnya menjadi lebih hangat.


Dan kini ia perlahan membuka matanya.


"Yuuu....."


'Ia memangil nama depanku dengan sangat panjang, apakah dia masih mengigau'


Kini matanya terbuka sedikit lebih lebar dan menatapku dengan senyuman lembut.... dan tiba tiba senyuman itu berganti menjadi wajah yang memerah.


"A-Amura-kun,H-Hisagi-kun... kenapa aku bisa terbaring seperti ini" tanyanya dengan wajah memerah.


'Imut' pikirku dan Hisagi.


'......'


'Imut? apa yang kupikirkan'


Kini ia mencoba berdiri tapi gagal dan terjatuh, sesaat sebelum terjatuh aku menangkapnya.


"Sepertinya tubuhmu masih susah untuk digerakan" tanyaku sambil menyangga tangan nya di pundakku.


"Sepertinya begitu" balasnya sambil tersenyum canggung.


"Maaf yah, aku malah jadi beban" lanjutnya dengan ekspresi sedih.


"Tidak, kami sebenarnya cukup terbantu karena skill yang kau miliki" lanjutku.


"Benar, skill yang kau miliki sangat membantu kami" ucap Hisagi.


"Yah, walaupun Amura sendiri yang mengalahkan Guru itu" lanjutnya.


"Begitu kah?" ucapku dengan ekspresi bingung.


"Yah, jujur saja kalau kalian tidak membantuku aku pasti akan kalah" lanjutku.


"Dibandingkan itu apa yang sebenarnya terjadi padamu Yuna" tanyaku.


"Umm..... sebenarnya aku punya sebuah penyakit yang akan kambuh tanpa sepengetahuan ku" jawabnya dengan ekspresi sedih.

__ADS_1


"Sejak dari kecil aku memiliki tubuh yang lemah, walaupun begitu aku memiliki cita cita untuk menjadi Slayer yang hebat"


"Karena itulah aku menghadapi penyakit ini dengan pantang menyerah"


"Tapi sepertinya aku lupa untuk meminum pil terlebih dahulu sebelum bertarung tadi" lanjutnya sambil tersenyum cerah.


"Kalian jangan khawatir ini hal yang biasa kok" lanjutnya dengan senyuman yang masih terlekat di wajahnya.


Aku dan Hisagi cuma bisa diam dan terkejut mendengar apa yang ia katakan.


'Walaupun memiliki penyakit yang seperti itu, Gadis ini tetap bisa tersenyum seperti itu... entah kenapa hatiku sakit' batinku.


''Yuna..." ucap Hisagi dengan ekspresi khawatir.


"Hm, ada apa dengan kalian berdua?" tanya Yuna dengan wajah polos.


"Bukan apa-apa" jawabku.


"Kau sepertinya masih belum bisa berdiri, apakah kau mau ku Gendong" tanyaku.


"Eh....." ucapnya.


...-(End Amura Pov)-...


...-(Yuki Pov)-...


Beberapa saat yang lalu sebelum aku menyerang Guru pelatih.


'Combo, mereka sangat hebat' pikirku


Aku mungkin akan membantu mereka dari jarak jauh dengan Panah Es yang kumiliki.


...[Anda mendapatkan sub-Quest]...


...[Apakah anda ingin menerimanya]...


...[ (Ya/Tidak) ]...


'Quest disaat seperti ini.... pasti hadiahnya menarik'


...[ (Ya) ]...


-sub-Quest : Habiskan mana anda untuk melawan Wanita itu. Hadiah 50.000 poin. Batas waktu 20 Menit.


'Um..... Baiklah, aku akan melakukannya'


..._____________________...


...--STATUS--...


...-Level 1...


...-Hp : 500/500...


...-Mana : 700/500...


..._____________________...


'Risa, apakah dampak yang akan terjadi sama seperti saat aku kehabisan mana waktu berumur 10 tahun yang lalu'


...[Sepertinya iya]...


"Bukankah itu berbahaya yah" ucapku.


...[Saya jamin 99.9% anda akan selamat]...


"0.1 nya?"


...[Kemungkinan Anda tertidur untuk selamanya]...


"😐"


...[ヾ(^-^)ノ]...


...[Cuma 0.1 doang bang]...


...[Jangan takut]...


"Baiklah akan ku turuti keinginan mu"


"Langkah Es" kini aku melesat dan sedikit menimbulkan hawa dingin.


Aku melesat maju kearah wanita itu dan melewati Hisagi yang tadi melompat kearah belakang menghindari panah cahaya.


'Ada 2 panah yang mengarah kepadaku'


Aku dengan cepat menebas 2 panah itu dengan Pedangku.


*Swing... kedua panah itu terbelah dan kini aku mengeluarkan gumpalan es disamping ku.


"Panah Es" keluar panah yang mana panah itu melesat kearah wanita itu dan menghancurkan Perisainya.


'Sepertinya ia ingin menjebakku' pikirku dengan cepat.


Dan benar seperti perkiraan ku ia ingin meledakkan area sekitarku.


Amura tiba tiba muncul didepanku dan mengendong ku menjauh dari area ledakan tersebut.


Aku pun tersenyum di pelukan Amura dan mengunakan skill yang kumiliki.


"Hawa Dingin"


"Manipulasi Es"


Hawa dingin yang mengarah kepada wanita itu berubah menjadi pecahan es kecil.


"Pembekuan"


Kini wanita itu membeku dalam sekejab.


...[Mana 0/500]...


'Apakah kau sudah puas risa'


...[Maafkan Saya]...


'Tidak.. ini... bukan... salah.... mu.......'


Aku sangat mengantuk...... 5 tahun yang lalu aku juga merasakan perasaan ini.


Aku saat berusia 10 tahun menghabiskan semua mana yang kumiliki untuk mencoba sebuah skill baru.


Tapi siapa sangka hidungku malah mimisan dan akupun pingsan.


Entah beberapa lama aku pingsan dan saat aku bangun aku disambut tangisan dari Mama dan pelukan erat dari Papa, masa lalu yang tidak mengenakkan sama sekali.


Kini ingatanku berubah dan aku melihat seorang gadis...... gadis?.. ..aku melihat seorang gadis dengan rambut hitam seperti milik ayah dan seorang anak yang memiliki rambut berwarna putih seperti milik ibu bergandengan tangan dan bermain bersama.


'Nostalgia sekali yah, Kakak'


...[....]...


...[Yuki]...


...[Bangunlah]...


Kini gambaran dua Gadis itu hilang dan terlihat wajah Yuu yang tampak sedikit khawatir.


"Yuuu...."


Tunggu ini bukan mimpi seketika aku bangkit dari tidurku dan berkata.


"A-Amura-kun,H-Hisagi-kun... kenapa aku bisa terbaring seperti ini" ucapku dengan wajah yang memanas.


...... dan kembali ke saat ini.


"Kau sepertinya masih belum bisa berdiri, apakah kau mau ku Gendong" tanya Amura.


"Eh....." respon ku.


Kini wajahku perlahan memerah, tapi aku tidak bisa menolah tawaran itu.


"B-baiklah kalau aku tidak merepotkan" lanjutku dengan wajah memerah.


Kini Amura jongkok dan memperlihatkan punggungnya untuk kunaiki.


Kini aku merangkul leher Amura dan memposisikan pahaku ke pinggang Amura.


"Bukankah lebih baik kita jalan jalan sebentar dari pada ngangur disini" ucap Amura sambil berdiri dengan mengendong ku.


"Baiklah, aku juga setuju" balas Hisagi dengan ekspresi.... apa itu?.


'Entah kenapa aku kesal saat melihat Amura mengendong Yuna' batin Hisagi.


Kini Amura berjalan meningalkan tempat pertarungan tadi.


...[Yuki apakah kau mengingatnya] ...


'Mengingat apa?'


...[...]...


...[Tidak Bukan apa apa]...


'Ada apa sih?''


...[Bukan apa apa aku cuma berfikir kau sudah dewasa saja]...


'Tumben bilang begitu, ada apa ini.. Jangan-jangan kau akan memberikan quest yang susah lagi'


...[( ̄∇ ̄)]...


'💢'


'Jadi bener yah'


...[Sepertinya kau masih melupakannya]...


'Hm, apakah kau bilang sesuatu Risa?'


...[Tidak mungkin cuma perasaanmu]...

__ADS_1


......................


__ADS_2