Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
25.Amu dan Masa Lalu


__ADS_3

Cahaya berwarna ungu serta biru menyusun sebuah tubuh berbentuk wanita muda.


Pelahan-lahan cahaya itu terbentuk dan memperlihatkan sesosok gadis dengan wajah yang sangat cantik.


Gadis itu memiliki rambut berwarna hitam dan ada sedikit warna merah di rambutnya.


Bola Mata yang ia miliki berwarna merah sama seperti punya Amura saat memasuki mode Gluttony.


Gadis itu sangat cantik bahkan kecantikan nya tidak bisa dibandingkan dengan artis manapun, kecantikan miliknya bahkan setara dengan kecantikan Yuki.


Baju yang ia kenakan sangat minim, dan bahkan bagian perut gadis itu terlihat.


Tinggi gadis itu sekitar 163 cm yang mana ia cuma sedada Amura karena tinggi Amura adalah 184.


Gadis itu perlahan membuka mata dan berkata dengan suara yang sangat halus.


"Bagaimana kak? penampilan ku?" ucap Gadis itu dengan senyuman diwajahnya.


"....." Amura cuma bisa terdiam saat melihat kecantikan Amu...


"Kau sangat cantik" ucap Amura dengan ekspresi datar.


"Be-begitu kah...." balas Amu dengan wajah memerah.


Amu kini memegang rambutnya dan memainkan rambut miliknya.


"Jadi seperti ini yah, rasanya memiliki wujud manusia"


"Tapi rambut ini bukankah terlalu panjang?" lanjut Amu.


"Begitu kah? apakah kau merasa tidak nyaman?" jawab Amura.


"Hm?...."



...( Sc : Pinterest )...


"Apakah kakak menyukainya?" tanya Amu.


"Yah begitu lah, aku menyukai rambutmu" jawab Amura.


"Kau terlihat sangat menawan dengan rambut panjangmu"


Wajah Amu kini kembali memerah dan ia memalingkan wajahnya dari Amura.


Amura cuma kebingungan karena tingkah laku Amu.


Perlahan Amu memandang wajah Amura dan kini ia menggunakan ekspresi serius.


"Apakah kakak akan membalas dendam?..." tanya Amu dengan suara lirih.


"....."


"Apakah kau memiliki ingatanku?"


"Maafkan saya...."


"Hah~, tidak apa-apa lagipula kita juga akan tinggal bersama buat apa juga aku menyembunyikan sesuatu darimu" ucap Amura.


"Aku akan balas dendam kekeluarga Charles..."


"Itu adalah tujuanku....tidak ada hal lain yang kuinginkan selain itu, dan itu adalah tujuan utama ku.."


"Kalau memang begitu, saya akan membantu Kakak untuk balas dendam" jawab Amu.


"....."


"Kau bisa bertarung?" tanya Amura.


"Saya bisa melakukan nya, kekuatan yang saya miliki akan memadai kekuatan Kakak"


"Semakin kuat Kakak, maka saya juga akan semakin kuat"


"Begitu juga sebaliknya, semakin kuat saya maka akan semakin kuat juga Kakak"


"Dan, um..... skill yang saya miliki sebenarnya pinjaman dari Kakak, saya juga memiliki Skill Gluttony sama seperti Kakak"


"Hm~, jadi kalau aku naik level kau juga akan naik level?" tanya Amura.


"Iya, begitu juga sebaliknya"


"Dan untuk skill, apakah kau bisa menggunakan semua skill yang kumiliki?"


"Saya bisa melakukannya"


"....."


"Baiklah...kau boleh membantu ku..."


Amu tiba-tiba tersenyum dan ia mendekati Amura.


Tiba-tiba Amura dipeluk oleh Amu dan Amu menepuk lembut punggung Amura.


"Apa yang-..."


"Pasti berat kan menanggung semua beban itu" ucap Amu dengan lemah lembut.


".....Aku tidak mengerti apa yang kau katakan"


"Kakak tidak perlu menyembunyikan nya....saya tau kakak sangat kesepian dan juga hampa dihati Kakak"


Amura yang mendengar hal tersebut cuma bisa lemas dan membalas pelukan Amu secara perlahan.


"....." Amura tidak berkata apapun tapi hati yang dimiliki Amura kini terasa sangat hangat.


"Amu.....apakah aku boleh dalam posisi ini lebih lama..."


"Kakak bisa melakukannya selama yang kakak inginkan kok..."


Mereka berpelukan cukup lama dan pelukan hangat itu benar-benar membuat hati Amura luluh.


Keluarga Charles dikenal sebagai keluarga bangsawan di Eropa.


Keluarga itu telah berdiri sejak lama di masa lalu.


Keluarga itu dikenal sebagai keluarga bangsawan ternama yang memiliki kedudukan serta kekuasaan yang besar.


Walaupun didepan publik mereka adalah keluarga yang baik dan bermartabat.


Dibalik itu sebenarnya mereka adalah keluarga pembunuh bayaran.


Pembunuhan yang dilakukan oleh keluarga Charles sudah tidak terhitung lagi.


Keluarga itu dari masa lalu sampai sekarang masih saja melakukan hal tersebut.


Yuu Hinamura adalah nama samaran dari Yuu Charles.


Amura sendiri sangat membenci nama Yuu dan Juga Charles, tapi nama samaran yang ia miliki diberikan kepadanya karena suatu alasan.


Saat umur Amura telah mencapai 5 tahun ia diharuskan untuk membunuh seseorang oleh ayahnya sendiri.


Orang yang akan dibunuh Amura telah dirantai di sebuah Kursi, dan Amura bebas membunuh orang itu.


Tubuh orang itu penuh lebam bekas siksaan, tubuh orang itu gendut dan wajah yang ia miliki telah bonyok.


Orang itu adalah seorang psikopat sekaligus pedofil.


Korban dari orang itu sangatlah banyak dan Amura disuruh untuk mengeksekusi orang itu.


Amura yang masih kecil dan juga polos sangat tertekan atas perintah yang diberikan oleh ayahnya itu sendiri.


Ia tidak berani melakukan itu dan karena itu dia menolak keras apa yang disuruh oleh ayahnya.


"Kumohon maafkan aku, jangan bunuh aku... aku memiliki keluarga yang harus ku rawat..." teriak Orang itu.


"...." Amura cuma bisa merasa kasihan dengan apa yang dikatakan oleh orang itu.


"Ayah, kumohon saya tidak ingin melakukanya..." ucap Amura dengan tatapan takut saat memandang ayahnya.


"Jangan merengek, kau harus melakukan ini karena kau adalah anakku" balas Ayah Amura dengan tatapan dingin.


Kini Ayah Amura memberikan Amura sebuah pisau dan mendorong Amura mendekati Orang itu.


"Tidak berhenti!!! kumohon biarkan aku hidup..." teriak Orang itu dengan tangisan diwajahnya.


"Yuu kalau kau tidak melakukan nya, dirimu serta ibumu akan kubuang dari keluarga ini" lanjut Ayah Yuu dengan tatapan dingin serta ucapan tanpa perasaan.


Tatapan Yuu kini menjadi gelap dan wajahnya menjadi gelap tanpa ekspresi.


Yuu sangat menyayangi ibunya dan ia tidak ingin ibunya menderita karena kesalahan Yuu.


"Maafkan saya, tapi saya akan membunuh anda" ucap Yuu dengan tatapan dingin.


"Tidak!! menjauh!! kumohon menjauhlah!!!!" teriaknya.


*Jlebb...


Yuu menusuk jantung orang itu dan orang itu berteriak.


Tusukan Yuu tidak menancap terlalu dalam karena ia kekurangan kekuatan serta dada dari orang itu cukup tebal karena ia gemuk.


"Agghhh!!!! Sialan, Dasar Bocah Sialannn!!"


"Kau memang anaknya bajingan ini dasar bocah pembunuh"


"Kau akan menyesali hal ini karena telah membunuh ku bocah Sialan"


Amura tidak mempedulikan itu dan memperdalam tusukan pisaunya dan menembus jantung orang itu.


Dalam sekejab, tatapan orang itu menjadi gelap dan ia mati secara mengenaskan.


"Bagus, seperti yang diharapkan dari anakku" ucap Ayah Yuu.


"Kau telah membunuh satu pembunuh dari sekian banyaknya pembunuh"


"Kau mengurangi satu jumlah pembunuh didunia ini" lanjutnya.


"Jumlah pembunuh yang ada didunia tidaklah berkurang, saat ini saya telah menjadi pembunuh" ucap Yuu dengan nada dingin.


"Ho~, perkataan yang bagus, aku tidak menyangka bahwa bocah yang tadinya cuma sebatas anak polos dan bodoh bisa berubah secepat ini"


"Bukankah ini keinginan anda" lanjut Yuu dengan nada dingin.


"Saya akan pergi..."


Kini Yuu meninggalkan tempat itu dan kembali ke mansion yang ia miliki.


Ia berfikir bahwa membunuh adalah hal yang kejam serta mengerikan.


Tapi ujung-ujungnya ia malah membunuh seseorang itu dengan tangannya sendiri.


"Apakah ini akan terus berlanjut?...."


"Apakah aku harus membunuh lebih banyak orang lagi?...."


"Tapi.....apakah ibu akan senang kalau aku menjadi seperti ini?"

__ADS_1


Yuu sendiri disuruh oleh ibunya agar tidak membunuh seseorang karena hal tersebut adalah hal yang salah.


Tapi.... ia malah mengingkari janji itu dan membunuh seseorang.


"Maafkan aku ibu, anda pasti akan membenci ku...." ucap Yuu dengan tatapan sedih terpampang dimatanya.


Setelah itu hampir setiap hari Yuu disuruh untuk mengeksekusi banyak sekali orang.


Naasnya orang yang Yuu bunuh tidak semuanya bersalah atau bahkan ada orang biasa yang tidak memiliki dosa apapun juga dibunuh oleh Yuu.


Mulai dari Orang dewasa, anak kecil, bahkan Orang yang sudah tua juga Yuu bunuh.


Sampai umur Yuu mencapai 7 tahun ia harus membunuh terus-menerus.


hal tersebut membuatnya melupakan semua ingatan serta emosi yang ia miliki dimasa lalu.


Manusia yang telah dibunuh Yuu sudah tidak terhitung lagi, apakah ada 100 atau bahkan 1000 ia tidak tau.


Sejak saat itu ia mulai membenci keluarga nya sendiri apalagi Ayah yang ia miliki.


Keluarga Charles selalu saja menyuruh Yuu untuk membunuh seseorang dan itu membuatnya dendam.


Naasnya lagi saat umur Yuu telah mencapai 7 tahun, ibunya tau bahwa Yuu telah membunuh banyak sekali orang.


Ibunya, Satu-satunya keluarga yang ia miliki jadi membencinya.....ia tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan untuk kedepannya.


Saat Yuu berumur 13 tahun ia disuruh pergi kejepang karena suatu misi dari ayahnya.


Ia menuruti itu dan pergi kejepang, dijepang ia sekolah seperti biasa dan melakukan kegiatan seperti orang biasa.


Dan sejak itu Yuu mulai membenci namanya sendiri, ia membuang nama Yuu jauh-jauh dari hatinya dan ingin menghancurkan keluarga Charles dengan tangan nya sendiri.


Tapi hal tersebut mustahil, keluarga Charles saat ini telah melahirkan banyak sekali Slayer hebat.


Dan masalah paling besar adalah Ayah Yuu....


Ayah Yuu adalah Slayer terkuat didunia, Slayer dengan peringkat pertama didunia.


Karena itu Yuu ingin melampaui Ayahnya sendiri tidak peduli apa yang harus ia lakukan entah itu memanfaatkan seseorang atau apapun itu....


"....."


"Kakak, apakah sudah baikkan?" tanya Amu.


"Ah....iya maaf aku jadi manja begini" balas Amura.


"Tidak apa-apa kok, kalau kakak ingin melakukannya lagi saya akan bersedia" jawab Amu dengan senyuman hangat.


Kini Amura melepas pelukannya dan pergi kesuatu tempat.


"Kakak mau kemana?"


"Mandi, tubuhku dibaluti darah seperti ini..."


"Ah...baiklah Amu akan menunggu kakak, dan kalau kakak ingin Amu juga bisa mandi bersama kakak loh" ucap Amu dengan sedikit menggoda Amura.


"Hm, lain kali saja" jawab Amura dengan singkat.


"Eh...."


Amura kini berjalan menjauhi Amu dan pergi kekamar mandi.


"Ja-jadi lain kali saya boleh mandi bersama anda..."


Wajah Amu tiba-tiba memerah dan ia ling-lung karena hal itu.


.....


Amura memasuki kamar mandi dan mencopot baju miliknya.


Setelah mencopot baju miliknya ia pun menatap cermin dan melihat dirinya sendiri.


"Tidak bisa dipungkiri, aku menjadi lebih tampan dan apakah ototku jadi tambah besar?"


"Sudahlah...."


Kini ia melepas celana serta ****** ***** miliknya.


Batang surgawi Amura terlihat dan ia bingung sendiri.


"Apakah ini menjadi lebih besar?...."


Tanpa memperdulikan hal tersebut Amura langsung mandi dan....


Ia melupakan untuk membawa handuk serta baju ganti dikamarnya.


"Hah~......minta tolong Amu sajalah..."


"Amu..." teriak Amura.


"Iya ada apa kak?" balas Amu dengan teriakan dan kini mendekati kamar mandi.


"Bisa tolong ambilkan baju ganti sekalian handuk di kamarku"


"Baiklah kak..." balas Amu didepan pintu kamar mandi.


Kini Amu mengambil baju serta handuk dikamar Amura.


Amura memutuskan untuk duduk di bangku didalam kamar mandi.


Beberapa saat kemudian...


"Kakak, ini bajunya sudah saya ambilkan" ucap Amu yang sedang didepan pintu.


"Baiklah.."


"Kya..."


*Brak...


Pintu terdorong dan kini Amura menindih Amu.


Amura belum terlalu menindih Amu dan ia menahan tubuhnya sendiri untuk tidak menyentuh Amu.


Tapi dalam keadaan saat ini Amura sedang telanjang tanpa Busana apapun.


"Ka..Ka..Ka...Kakak a-apa yang anda lakukan" ucap Amu dengan panik disertai wajah memerah.


"Maaf aku terpeleset" jawab Amura dengan singkat.


Wajah tampan Amura kini terpampang jelas karena tidak ada debu atau bahkan darah yang menutupinya.


Begitu juga dengan tubuh Amura yang terpampang jelas.


Tubuh berotot Amura terlihat dengan jelas tanpa tertutup kain apapun.


Amu menoleh kearah bawah tubuh Amura dan terlihat batang surgawi Amura.


Wajah Amu menjadi lebih memerah karena untuk pertama kalinya ia melihat Hal tersebut secara langsung.


'Aku tidak pernah melihat milik seseorang tapi bukankah punya kakak terlalu besar' pikir Amu.


Wajah Amu tambah memanas dan ia pun pingsan sambil mimisan.


"Amu?....ia pingsan" ucap Amura.


Amura kini berdiri dan memakai kemeja yang dibawakan Amu.


Kemeja putih yang dipakai Amura terasa cukup sesak padahal kemarin masih muat.


Ia mencoba memasang kancing yang ada di kemeja itu dengan berusaha keras.


"Dadaku sesak!!!" ucap Amura dengan risih.


Baju yang dimiliki Amura kini terlihat sangat sesak, dan kancing kemeja Amura terlihat ingin melompat.


"Apakah karena perubahan rambutku? bahkan tubuhku juga berubah....."


"Sepertinya aku perlu membeli baju baru...nanti saja lah, sekalian beli baju untuk Amu"


Amura memakai kemeja yang ia miliki tanpa menggunakan Jas, karena jas Amura terasa sangat sesak.


Ia pun memakai ****** ***** serta celana panjang berwarna hitam.


Amura pun menggendong Amu kekamar nya dan menidurkan Amu dikamarnya.


Amura memutuskan untuk menunggu Amu terbangun dan duduk di meja belajar sambil membaca buku.


Beberapa menit berlalu dan Amu kini perlahan bangun.


"Un...dimana aku?..." ucap Amu dan kini ia perlahan bangun.


"Sudah bangun.."


"Kakak?......"


"....."


"..."


"!!!!!!!??????"


Perlahan wajah Amu memerah karena mengingat kejadian sebelumnya.


"....." Amu tidak berkomentar apa-apa dan ia lebih takjub lagi dengan Amura.


Amura kini terlihat menjadi lebih tampan, ketampanan Amura sudah tidak bisa dikatakan sebagai tingkatan ketampanan Manusia.


Amura lebih terlihat seperti mahluk sempurna yang dianugerahi keindahan yang sempurna.


"Ada apa? apakah ada sesuatu di wajahku?" ucap Amura.


"Ti-tidak, sa-saya cuma melamun saja..." balas Amu dengan gugup.


"Kenapa kau gugup begitu?... daripada itu ayo kita ke mall untuk membeli kebutuhan"


"Mulai dari bajuku serta bajumu, dan beberapa hal lainnya"


"Ah, maaf saya malah merepotkan..." balas Amu.


"Tidak apa-apa lagipula aku yang menyuruhmu menggunakan wujud manusia"


"Aku cukup penasaran...apakah kau bisa kembali menyatu dengan sistem?"


"Tidak, saya telah menjadi mahluk hidup"


"Walaupun saya tidak bisa menyatu dengan Sistem, tapi saya bisa mengetahui sesuatu hal yang berhubungan dengan sistem"


"Karena sistem saya dan punya kakak sama"


"Hm~, baiklah kalau begitu ayo kita pergi"


Kini mereka berdua keluar rumah dan menuju kemall terdekat untuk membeli kebutuhan dengan berjalan kaki.


Saat menuju kesana mereka benar-benar menarik perhatian.


Tampilan Amura yang dulu memang sangat tampan, tapi ketampanan Amura saat ini melampaui dirinya yang dulu.

__ADS_1


Wajah tampan Amura disertai rambut berwarna putihnya sangat cocok dan membuat kesan indah.


Para wanita bahkan laki-laki tergoda oleh wajah Amura, Amura bisa dibilang tampan tapi bisa juga dibilang cantik.


Simpelnya ia adalah kesempurnaan....


Bukan cuma Amura bahkan Amu juga menarik perhatian orang-orang, Amu sangatlah cantik.


Kecantikan yang dimiliki Amu bisa membuat para pejantan mensyukuri hidup mereka karena bisa melihat kecantikan itu.


Banyak orang yang salah paham akan hubungan mereka berdua dan mengira mereka berdua sepasang kekasih.


Banyak sekali orang yang iri akan tampilan mereka berdua dan terkagum-kagum karena tampilan mereka.


Dengan tampilan yang mencolok Amura dan Amu pergi ke mall dengan diperhatikan sekelilingnya.


'Apa aku beli motor saja?' pikir Amura karena malas menghadapi tatapan orang-orang.


'Sekalian beli motor baru saja, lagipula uangku cukup banyak....'


Alasan pertama kenapa Amura ingin membeli sebuah motor adalah untuk mengangkut barang yang akan mereka beli di mall.


Amura tidak tega menyuruh Amu membawa banyak bahan masakan serta baju dengan jalan kaki.


Karena itu ia memutuskan untuk membeli sebuah motor.


Amura pun pergi kesuatu tempat dan Amu mengikuti Amura tanpa berkomentar.


Amura menuju ke tempat penjualan motor sport dan memasuki tempat itu diikuti oleh Amu.


Saat memasuki tempat itu Amu sama sekali tidak mengerti apapun.


"Selamat datang" ucap Seorang wanita yang cukup muda sekitar 20 tahunan dengan wajah yang cukup cantik.


"...." wanita itu kaget saat melihat wajah tampan Amura dan ia terdiam cukup lama.


"Saya ingin membeli sebuah motor, bisakah anda menunjukkan tempatnya" ucap Amura.


"Motor? ah i-iya akan saya antarkan" lanjut Wanita itu dan kini ia berjalan menuju kesuatu tempat.


'Saking tampangnya dia aku bahkan sampai lupa bahwa aku bekerja disini' pikir Wanita itu.


Mereka akhirnya sampai dan terlihat banyak motor Sport.


"Anda ingin yang model apa?" tanya Wanita itu.


"Hm....entahlah bisa anda rekomendasi kan sebuah motor yang bagus?" ucap Amura.


"Untuk harga?" tanya Wanita itu.


"Terserah, yang penting bagus"


'Lagipula aku tidak peduli berapa pun harganya asalkan bisa digunakan dan semakin bagus juga lebih baik'


Wanita itu menuju ke sebuah motor sport berwarna hitam solid yang sangat keren.



"Saya merekomendasikan motor ini, ini adalah motor Kawasaki Ninja ZX-25R"


"Aku beli itu" ucap Amura dengan acuh tak acuh.


"Eh, anda bahkan belum tau harganya loh" lanjut Wanita itu.


"Memangnya berapa?"


"untuk satu unitnya dijual dengan harga 847.000 Yen (sekitar Rp111,8 jutaan)"


"Baiklah, aku beli motor itu"


"Lagipula aku tidak ingin gadis ini menunggu terlalu lama" ucap Amura sambil melirik Amu yang sangat bosan.


"Gadis?" wanita itu penasaran dan melihat kearah Amu dan ia terkejut, ternyata ada seorang gadis dibelakang Amura.


"Cantiknya.." gumam Wanita itu.


"Apakah ia kekasih anda?"


"Tidak ia adalah adikku"


"Baiklah langsung saja dimana kasirnya?"


Setelah beberapa saat berlalu dan akhirnya Amura selesai membeli motor itu.


Walaupun Amura terlihat hidup sederhana sebenarnya ia sangat amat kaya, orang tua yang ia miliki memberikannya sebuah kartu kredit dengan jumlah uang 752,700,000 yen ( 100,000,000,000 rupiah ).


Ia tidak pernah menggunakan kartu itu dan lebih memilih untuk membeli suatu hal menggunakan uang pemberian ibunya.


Singkatnya Amura telah membeli motor itu dan langsung menggunakannya untuk menuju ke mall sambil membonceng Amu.


"Hah~, akhirnya sampai" ucap Amura dengan ekspresi lega karena telah sampai di mall.


Amura memarkirkan motor miliknya dan pergi kedalam mall itu.


Ia membeli baju untuknya serta untuk Amu juga.


Setelah membeli baju Amura memutuskan untuk membeli bahan-bahan masakan.


Amu tersenyum saat melihat Amura membeli berbagai sayuran serta daging segar tidak lupa juga beberapa bumbu untuk memasak.


Selesai membeli semua itu Amura pergi dari mall itu dan kembali kerumah.


Hari sudah sore menjelang malam, dan kini Amu memasakkan Amura sebuah makanan yang layak dimakan dan bukan Mi Instan.


Masakan yang dibuat Amu adalah katsudon.


Katsudon (カツ丼) adalah makanan Jepang, semangkuk nasi yang di atasnya diberikan potongan daging babi goreng, telur, sayuran, dan bumbu.


Mereka pun memakan masakan Amu.


"Enak..." ucap Amura dengan senyuman lembut.


"Akhirnya aku tidak makan Mi lagi....."


"Bukankah dengan uang dikartu itu kakak bisa membeli makanan enak setiap hari? kenapa kakak tidak melakukannya?" tanya Amu.


"Itu karena......aku malas beli, dan kalaupun aku membeli makanan pasti akan mencolok sekali"


"Aku malas mencolok..."


"Bukankah tadi kakak sendiri sudah mencolok sekali?"


"Um~, untuk itu aku tidak bisa berkomentar..."


Amu pun menatap Amura dengan tatapan datar.


"Hah~, baiklah untuk kedepannya saya akan membuatkan kakak makanan sehat setiap harinya"


Amura pun tersenyum lembut dan lanjut memakan makanan nya.


Selesainya makan Amu mandi terlebih dahulu dan setelah itu baru Amura.


Selesainya mandi hari sudah malam dan Amu serta Amura memutuskan untuk tidur tapi....


"Kasurnya cuma satu" ucap Amura dengan ekspresi datar.


"Benar..." balas Amu dengan ekspresi datar.


"Gunakan saja kamarku Amu, aku akan tidur di sofa ruang tamu" lanjut Amura.


Saat Amura ingin meninggalkan kamarnya ia dihentikan oleh Amu.


"Kakak.....lebih baik kita tidur.....bersama saja" ucap Amu dengan wajah memerah.


Amura cukup bingung dengan hal tersebut dan ia menatap wajah Amu.


"Amu, kau tidak perlu memaksakan dirimu"


"Aku akan tidur di sofa saja, kau gunakanlah kamar ini"


"Tidak.....saya ingin tidur bersama kakak" ucap Amu dengan ekspresi serius walaupun wajahnya memerah.


"....."


"Baiklah...."


Kini mereka pun tidur di satu kasur yang sama.


Kasur itu tidaklah besar dan tubuh Amura saling bersentuhan.


"......"


"Bukankah sudah kubilang, aku tidur saja di sofa" ucap Amura.


Amura tiba-tiba dipeluk oleh Amu dari samping dan Amu berkata.


"Walaupun ini tidak sopan tapi...."


*Cup...


Pipi Amura dicium oleh Amu dan kini ia berkata.


"Selamat tidur kakak..." ucap Amu sambil tersenyum hangat.


Amura yang terkejut pun tidak banyak berekspresi atau bahkan salah tingkah.


Sedangkan Amu kini menutup mata dengan wajah memerah.


'Apa kau berfikir aku juga tidak malu...' pikir Amura dengan telinga yang sedikit memerah.


Kini mereka tertidur dalam posisi Amu memeluk Amura, mereka terlihat seperti seorang Adik Kakak? yang mesra......


Adik Kakak? lah?........Lah??????.


Yah kira-kira gitulah hal yang mereka lakukan saat malam hari dan pagi pun tiba tanpa ada hal mes*m apapun.


......................


...( Kasihan Author nya sekarat gara-gara dikroyok soal matematika!!!!! )...


...( Karena itu Sang author palanya pusing dan memutuskan untuk tidak upload 2 hari!!!!! )...


...( Dan Akhirnya ada kesempatan buat upload!!!! )...


...( Mtk An*...... uhum, uhum... maaf guys, saya frustasi gara-gara soal ujian matematika susah bet )...


...( Yakali anjir soal ulangan mtk gak ada yang sesuai dengan materi yang diberikan Guru!!! )...


...( Akhirnya gw memutuskan untuk gacha jawaban )...


...( Emang dah, tapi untung gw dapet nilai 40 di saat temen gw nilainya 18-20🗿)...


...( Bahkan saking gilanya kehokian gw, temen gw yang pinter aja juga dapet 40 juga padahal ia serius ngerjain nya 🗿)...


...( Emang dah, gw itu keren betul!!! )...


...( Paan dah bego, oot betul gw.... btw thx cuy dah baca )...

__ADS_1


...( Dan juga..... Like bang😭 )...


__ADS_2