Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
30.Pendaftaran Ulang


__ADS_3

Saki mewaspadai gadis yang duduk di sampingnya walaupun ia tidak melihat sesosok gadis itu.


Begitu juga gadis itu yang mewaspadai Saki.


"Siapa kau" ucap Gadis itu.


'Seorang perempuan?' pikir Saki.


"Seharusnya aku yang bertanya, siapa kau....kenapa kau menggunakan skill penyamaran" ucap Saki dengan sinis.


"Kau juga, kenapa kau menggunakan skill penyamaran" lanjut Gadis itu dengan nada dingin.


Suasana tiba-tiba mencekam dan hal tersebut membuat para peserta merinding dan tidak ada yang mengetahui dari mana asalnya aura mencekam itu.


'Apa aku harus membunuhnya?' pikir Gadis itu.


'.....Tidak aku tidak boleh melakukannya, aku telah berjanji kepada kakak....' lanjutnya.


'Gadis ini sepertinya berbahaya, apakah aku harus membunuhnya?....' pikir Saki.


'Tidak, kalau aku melakukan itu pasti Benjamin akan menyadari nya....'


Kini aura yang mereka keluarkan mulai mereda dan mereka memutuskan untuk tenang.


"Ingin pindah tempat...." ucap Gadis itu.


"Baiklah..." jawab Saki dengan singkat serta sinis.


Saki mengikuti gadis itu keluar ruangan dan mereka berhenti di gang kecil.


Mereka tidak mengetahui wujud satu sama lain, tapi walaupun begitu mereka benar-benar waspada akan satu sama lain.


Perlahan tubuh mereka berdua mulai terlihat dan memperlihatkan wujud tubuh mereka.


"....." mereka berdua cuma bisa terdiam saat melihat satu sama lain.


Dihadapan Saki terlihat sesosok gadis dengan wajah yang sangat amat cantik dengan rambut berwarna hitam dan ada sedikit warna merah di rambutnya.


Gadis yang ada dihadapan Saki adalah Amu, dan Amu juga terkejut dengan wajah Saki.


'Kakaknya Kak Yuna?' pikir Amu.


Wujud Saki tidak dirubah atau berubah, Saki memang masih terlihat muda walaupun ia tidak menggunakan Skill penyamaran atau apapun itu.


Walaupun umur Saki saat ini adalah 38, tapi wujud yang ia miliki tidak banyak berubah dan ia masih terlihat seperti gadis berumur 16 tahun.


Amura pernah bertemu Saki saat menjenguk Yuki dirumah sakit, dan Amu yang dulu masih bersama Amura juga melihat Saki.


Mereka berdua salah paham dan mengira bahwa Saki adalah kakak Yuki karena saking miripnya mereka.


"Jadi? kenapa kau menyamar? apa kau penjahat?" tanya Saki dengan sinis.


"E-eto~....sa-saya, cuma tidak ingin mencolok saja...." jawab Amu dengan Gugup.


'A-aku harus sopan.....aku tidak boleh terlihat seperti anak nakal.....kalau aku terlihat seperti itu, pasti hal tersebut juga berdampak kepada kakak'


'Bagaimana pun, kalau penilaian Kakak ini kepadaku jelek, pasti kakak tidak akan mendapatkan restu saat berhubungan dengan kak Yuna....'


Amu cuma memikirkan apa yang akan dia peroleh kalau ia bersikap nakal dan tidak sopan kepada calon Kakak iparnya yang sebenarnya adalah ibu mertuanya? bener gak?....


'Alasan yang sama seperti ku.....yah tidak bisa dipungkiri bahwa gadis ini benar-benar imut dan jelas Yuki lebih imut lah!!!!' pikir Saki.


"Hah~, alasan yang kumiliki juga sama...." lanjut Saki.


'Ah~, seperti yang diharapkan dari kakak ipar....ia sangat baik!!!!' pikir Amu.


Kini Amu tersenyum lembut dan berkata.


"Saya belum mengetahui nama anda? bisakah anda memberitahu saya?"


"Ah namaku yah, namaku Saki Yuna....kau bisa memanggilku Yuna" jawab Saki.


"Baiklah Yuna-san, nama saya Amu Hinamura anda bisa memanggil saya Hina" lanjut Amu sambil tersenyum hangat.


"Hinamura? entah kenapa aku merasa pernah mendengar nama itu......"


"Hina.....Hinamura......Amura?, anu~....apakah kau memiliki seorang kakak?"


"Saya memilikinya, Kakak saya bernama Yuu Hinamura" jawab Amu dengan mempertahankan senyuman ramah.


Mata Saki berbinar-binar karena ia menemui adik dari seseorang yang telah menyelamatkan anaknya.


"Ah~, begitu yah!!! saya sangat berterima kasih kepada kakakmu karena telah menyelamatkanAmu adikku Yuki Yuna!!!!" ucap Saki sambil memegang tangan Amu.


'Aku harus berpura-pura tidak mengerti....' pikir Amu.


"Eh.....sa-saya tidak terlalu mengerti tapi Sama-sama...."


'Ah~, anak ini sangat baik hati......' pikir Saki dengan ekspresi bahagia.


Kini mereka kembali ke ruangan mereka dan berbincang panjang lebar karena mereka sefrekuensi.


Setelah beberapa setengah jam, akhirnya ujian pertama dimulai.


Urutan Saki ke 20 sedangkan Amu ke 19.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya kini giliran mereka.


"Aku duluan yah, Yuna" ucap Amu.


"Silahkan, Hina" balas Saki.


Kini Amu berjalan menuju ke kristal dan menyentuh kristal itu.


'Aku bisa menggunakan semua skill yang dimiliki kakak dan juga bisa menonaktifkan skill tersebut'


'Skill kakak saat ini ada belasan dan kalau aku memperlihatkan belasan skill pasti aku akan sangat amat mencolok'


'Aku memang harus mencolok untuk menduduki kelas S, tapi aku tidak harus menjadi sangat amat mencolok'


'Cukup 10 skill saja'


...-|[ Lacer Dark ]|-...


...-|[ 5 Skill Aktif ]|-...


...-|[ 5 Skill Pasif ]|-...


Skill yang dimiliki Amu membuat banyak sekali peserta kaget dan ia pun langsung kembali ke tempatnya.


"Kau benar-benar hebat Hina....." ucap Saki sambil tersenyum hangat.


"Hehe, begitu lah"


Kini giliran Saki dan Saki pun menyentuh Kristal itu.


...-|[ Archer Es ]|-...


...-|[ 7 Skill Aktif ]|-...


...-|[ 3 Skill Pasif ]|-...


Skill yang dimiliki saki adalah 10 dan yah, ia juga menyembunyikan skill yang ia miliki.


Skill sesungguhnya yang dimiliki Saki adalah 16 dan ia memiliki skill Kamuflase [A-] untuk menyembunyikan keberadaan atau bahkan informasi.


Dengan skill Kamuflase Juga, Saki bisa menjadi sesosok yang paling ditakuti oleh para Slayer.


Kamuflase yang Saki gunakan memiliki tiga tingkatan.


Tingkatkan 1,2, dan yang terakhir 3.


Tingkatan pertama adalah tingkatan terlemah, dan tingkatan itu adalah tingkatan yang digunakan Saki untuk menyembunyikan hawa keberadaan nya.


Dan kalau Saki menggunakan Tingkat ke 3 dari Skill itu, Keberadaan Saki akan benar-benar tidak bisa ditemukan kecuali dengan skill yang lebih tinggi.


Setelah beberapa saat berlalu dan kini akhirnya ujian kedua dimulai, ujian kedua sama seperti yang dulu.


Pertarungan melawan guru, peserta akan dibagi menjadi beberapa tim yang terdiri dari 3 orang.


Beberapa saat kemudian kini akhirnya mereka di teleportasi kan ke hutan dan tim mereka diacak.


"Takdir benar-benar memihak kita yah Hina" ucap Saki.


"Benar sekali...." jawab Amu.


Yang namanya Plot Author, memang benar-benar mutlak.


Saat ini Amu dan Saki jadi satu tim dan mereka saat ini mencari keberadaan satu orang yang menjadi tim mereka.


"Sepertinya saya akan menjadi tim kalian" ucap Seorang gadis dengan suara lembut.


Mereka berdua serentak memandang gadis yang sedang berbicara tadi.


Gadis itu memiliki rambut berwarna hitam dan menggunakan topi hitam dengan atribut matahari dan baju hitam seperti jubah.


"Mohon bantuannya yah" lanjut Gadis itu sambil tersenyum hangat dan kedua jari telunjuk dan tengah gadis itu membentuk huruf V.



...( Sc : Pinterest )...


...( Chara : Oda Nobunaga )...

__ADS_1


...( Origin : Fate Grand Order/Game )...


"Baiklah, dan juga namaku Saki Yuna panggil saja Yuna"


"Namaku Amu Hinamura, panggil saja Hina"


"Kalau begitu namaku, Yoru Hisagi panggil saja Yoru"


"Nama depan?....." tanya Amu.


"Ah, nama belakangku seperti nama laki-laki karena itu aku selalu menggunakan nama depanku" jawab Yoru.


"Kalau begitu kau boleh memanggilku Amu juga kok" lanjut Amu sambil tersenyum lembut.


"Kalian juga boleh memanggilku dengan nama depanku juga kalau kalian mau" ucap Saki.


Setelah itu mereka berbincang ringan dan akhirnya mereka memutuskan untuk memanggil satu sama lain dengan nama depan.


Setelah perkenalan itu kini mereka fokus ke tujuan mereka.


"Baiklah, saatnya mecari lawan kita" ucap Amu.


Saki dan Yoru menganggukan kepala untuk menjawab dan kini Saki menggunakan skill miliknya.


"Area" sebuah Domain dan terlihat membentang luas menyelimuti hutan dan Saki menemukan keberadaan Guru itu.


"Ikuti aku"


Kini Saki lari dan tanpa basa basi kedua gadis itu mengikuti Saki.


Setelah beberapa saat berlari kini mereka melihat sorang pria dengan tubuh berotot yang sangat besar.


"Oh~, kalian yang pertama" ucap Pria itu.


"Mueheheh, kalian sangat cantik....." lanjutnya dengan ekspresi mesum.


"Menjijikkan" ucap mereka bertiga.


"Entah kenapa aku kesal saat dipandang oleh nya" ucap Amu.


"Aku setuju...." ucap Yoru.


"Bolehkah aku membunuhnya?" ucap Saki.


"......" mereka berdua terdiam saat mendengar perkataan Saki.


Tiba-tiba pria itu berteleport ke arah mereka bertiga dan menyentuh tangan Yoru serta Amu.


"Tangan yang indah" ucap Pria itu.


*Swinggg.....


Katana yang ada dipinggang Yoru ditebaskan kearah Pria itu dan dalam sekejap juga pria itu menghindar.


"I-itu bahaya loh nona muda"


"Berisik orang mesum" ucap Amu dengan dingin.


*Swinggg....


Amu juga mengayunkan tombak yang ia miliki dan dihindari lagi oleh pria itu.


"Oy-oy-oy, kau bisa membunuhku loh kalau aku tidak menghindar!!!!"


"Memang itu tujuan ku!!!!"


*Jleb...


*Jleb...


Dua anak panah melesat kearah pria itu dan sekali lagi dihindari olehnya.


Saki melihat panah yang ia lesatkan tidak mengenainya dan langsung ke decitkan bibirnya.


"Ck....panah ini tidak berguna"


Pria itu mulai menjaga jarak dan menggunakan kuda-kuda yang ia miliki.


"Sepertinya ini akan menarik!!!" ucap Pria itu.


Mereka semua kini dalam posisi bertarung dan Amu memulai serangan pertama.


"Makan nih!!!" teriak Amu.


*Whusss....


Amu melemparkan tombak yang ia miliki dan dalam sekejap juga tombak itu dihindari.


"Tombak Kegelapan" tombak Amu terselimuti oleh aura kegelapan dan ia mengayun tombak miliknya secara membabi buta.


*Swiing....


*Tang....


Pria itu mengayunkan pedang yang ada ditangannya dan mementalkan tombak Amu.


"Pedang Api" katana Yoru terselimuti oleh Api dan ia ikut menyerang Pria itu bersama Amu.


Disaat mereka berdua bertarung Saki cuma melihat saja dari jauh.


"Apa harus ku bantu yah?" ucap Saki.


Sebenarnya pertarungan ini bisa berakhir dalam sekejap kalau mereka serius.


"Kalian sangat lemah" teriak Pria itu.


"Gadis berpedang, dadamu memang rata tapi tubuhmu sangat indah dan wajahmu sangat cantik"


"Apa katamu sialan!!!!!!" teriak Yoru dan kini ia berhenti menyerang.


"Gadis bertombak, tubuhmu sangat indah wajahmu juga cantik pasti saat diranjang kau sangat agresif"


"Ha....." Amu berhenti menyerang dan tatapannya kini menjadi gelap.


"Dan gadis berpanah, pingganmu sangat indah aku ingin menyentuhnya!!!!!!"


"Bagaimana kalau kau bermain bersamaku!!!!!!"


"....." Wajah Saki kini menjadi gelap dan ia benar-benar kesal.


Pria itu berteriak tidak jelas dan menjauh dari mereka semua.


Untung tidak ada Benjamin disitu, kalau Benjamin mendengar hal tersebut pasti Pria brengsek itu dimutilasi secara brutal.


"Saki-san, aku setuju denganmu....pria ini harus dibunuh" ucap Amu.


Tatapan Yoru kini menjadi gelap dan ia menyarungkan katananya kembali.


"Apa kalian marah? kalian boleh menyerang ku dengan kekuatan terkiat kalian kok!!!!"


Tatapan mereka bertiga kini menjadi lebih gelap dan mereka bersiap-siap untuk menggunakan skill terkuat mereka.


"Kalau itu yang kau inginkan, aku akan memberikan skill ternikmat yang bisa kau rasakan" ucap Amu sambil menyeringai.



...( Chara : Seele/Veliona Vollerei )...


...( Origin : Honkai Impact 3/Game )...


"Manipulasi Kegelapan" aura Amu berubah menjadi merah gelap dan kegelapan mulai berkumpul dibawah kakinya.



"Dead Slash" Yoru menarik katana miliknya keatas dan Memperlihatkan bilah katana berwarna perak.


Aura yang dikeluarkan Yoru menjadi benar-benar mengerikan dan kematian saja yang bisa dipikirkan oleh target Yoru.


"Inventori" ucap Saki dan kini ia menarik sebuah senapan berwarna hitam ditangan nya.


Senapan itu merupakan sniper yang memiliki satu peluru dan satu peluru itu tercipta dari inti ratusan monster rank B.


"Darkness Plasma" ucap Saki dan kini tubuh Saki tertutupi aura berwarna putih kebiruan.



"Matilah" ucap Mereka bertiga.


"Ultimate Lancer" Tombak kegelapan yang sangat besar keluar dari bayangan Amu dan kini melesat kearah Pria itu.


"Dead Slash" Yoru menyarungkan katananya kembali dan sebuah tebasan tak terlihat meluncur kearah Pria itu.


"Shoot!!!" ucap Amu dan kini melesat sebuah laser dari sniper nya.


"Si-al" ucap Pria itu dan kini ia mencoba menghindar.


*Domm.....


*Swing.....


*Whuss....


Sebuah ledakan besar muncul dari tembakan Amu dan ledakan itu terbelah oleh tebasan Yoru dan bekas tebasan itu tertembus oleh peluru Saki.

__ADS_1


Kehancuran yang mereka sebabkan sangat besar.


Ledakan Amu menghancurkan area hutan kurang lebihnya sekitar 120 meter.


Tebasan Yoru membuat segala hal tertebas dalam radius 210 meter dan membuat beberapa tebing batu serta pohon terpotong.


Tembakan Saki melesat sejauh 5 kilometer dan menembus segala hal dalam jaraknya.


"Aghh~......" teriak Pria itu.


Pria itu bisa menghindari serangan Amu tapi tidak dengan dua serangan lainnya.


Kedua kaki pria itu terpotong dan tangan kanan pria itu terputus karena tembakan Saki.


"Aghhhh, Sialannnn!!!!!!" teriak pria itu dan kini ia meraba saku di celananya dan membuat beberapa kertas terjatuh.


Pria itu menyobek kertas itu dan menghilang.


"Sepertinya kita terlalu berlebihan?" ucap Amu.


"Sepertinya begitu" balas Yoru.


Kini mereka mendekati beberapa kertas yang terhambur di tanah tempat pria tadi lenyap.


"Apa kita langsung kembali saja?" tanya Yoru.


"Lebih cepat lebih baik" ucap Saki.


Kini mereka memungut kertas itu satu-satu dan mulai menyobek nya.


Tubuh mereka hilang dan mereka berteleport kembali ke tempat awal.


Setelah kembali, mereka bertiga di hentikan oleh salah satu penguji dan meminta keterangan tentang apa yang terjadi.


Setelah panjang lebar menjelaskan akhirnya mereka dibebaskan dan mereka menuju ke tempat pelaksanaan ujian ketiga.


Mereka tiba di sebuah kelas yang mana kelas itu sangat sepi.


"Sepertinya kita yang pertama.....atau mungkin kita satu-satunya yang lolos?" ucap Amu.


"Sepertinya begitu, tapi mana mungkin kita satu-satunya tim yang lolos" ucap Saki.


"Yah, mana mungkin juga kita satu-satunya tim yang lolos, padahal pengujinya lemah begitu" ucap Yoru.


Mereka berdua mengangguk setuju karena perkataan Yoru.


Kini mereka duduk berdekatan dan mulai berbincang-bincang.


"Ne~,Amu.....bagaimana kabar kakakmu?" tanya Saki.


"Eh, kenapa dengan kakak?" jawab Amu.


"Tidak, hanya saja aku penasaran dengan keadaannya" lanjut Saki.


"Kakak?...." ucap Yoru.


"Ah, kakak ku....Yuu Hinamura, sepertinya telah membantu adik Saki" lanjut Amu.


"Begitu lah, adikku dalam bahaya dan ia diselamatkan oleh kakak Amu, aku benar-benar berterimakasih kepadanya" ucap Daku sambil tersenyum lembut.


"Wah~, benar-benar hebat yah......sedangkan kakakku cuma sebatas mahluk biasa....." ucap Yoru dengan berat hati.


"Kakak? mahluk biasa?....." tanya Amu dengan bingung.


"Aku punya kakak, tapi ia benar-benar lemah...."


"Padahal cuma sebatas sparing normal tapi ia selalu saja kalah!!!! memang dasar mahluk lemah!!!!!"


Yoru mengerutu kakaknya dengan hinaan dan hal tersebut membuat Amu sedikit terkejut.


"Be-begitu yah.....dan juga siapa nama kakak mu?" tanya Amu.


"Aru Hisagi....pria terlemah didunia!!!!" teriak Yoru.


'Nama yang kukenal......jadi ia adik dari Hisagi yah, pantas aku serasa pernah mendegar marga nya.....' pikir Amu.


Setelah itu mereka bercakap panjang lebar dan setelah menunggu setengah jam lebih akhirnya ada guru yang memasuki ruangan itu.


"Akhirnya ada yang datang juga!!!!!" ucap Amu dengan kesal.


Mau bagaimana pun mereka telah menunggu hampir setengah jam dan karena itu mereka benar-benar kesal!!!!


"Um~......sepertinya cuma kalian saja yang diterima dikelas ini......se-selamat kalian telah memasuki kelas S....." ucap Guru wanita itu dengan gugup.


Bagaimana tidak, murid yang ada dihadapan nya ini bisa mengalahkan Slayer rank A dengan sangat mudah dan membuat Slayer itu cacat sepenuhnya.


"Ka-kalian, akan menghadapi ujian ketiga yaitu latihan soal....."


"Ka-kalian akan disuruh menjawab soal dari berbagai mata pelajaran dan materi tentang monster juga....."


"Si-silahkan dimulai....."


Kini kertas ujian dibagikan kepada mereka dan mereka pun mengerjakan ujian itu.


'soal pertama....' pikir Saki.


Senyawa Al² (SO⁴) ³ tersusun dari atom-atom Al, S dan O berutur-turut sebanyak....


"Soal Fisika yah....." ucap Saki.


“Senyawa Al² (SO⁴)³ tersusun dari 2 atom Al, 3 atom S dan 14 atom O ”


'Soal kedua.....'


6 Partikel terkecil Penyusun materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi adalah....


“Partikel terkecil yang sudah tidak dapat dibagi lagi disebut Atom ”


.....


..


.


Beberapa saat berlalu dan kini Saki tinggal menjawab soal terakhir.


Siapa Monster terkuat yang pernah memperlihatkan wujudnya dibumi dan sekuat apa monster itu...


"....." Saki terdiam saat melihat soal tersebut.


'Monster terkuat yang mengobrak abrik Benua Eurasia......Thanatos.....'


Serangan pertama iblis adalah 15 tahun yang lalu....Saat itu dunia benar-benar kacau karena serangan iblis dan juga monster.


Tapi semua itu berubah saat Sistem muncul, dengan Sistem manusia bisa menghancurkan batasan yang membatasi mereka dan mereka bisa berkembang dengan kemungkinan tak terbatas.


Manusia pertama yang mencapai level tertinggi yaitu 89 adalah pahlawan peringkat tertinggi....peringkat tertinggi bukanlah peringkat Satu tapi Peringkat Nol.


Pahlawan peringkat Nol melawan para iblis serta monster dan akhirnya dia menjadi manusia terkuat didunia.


Asal usul pahlawan itu tidak diketahui dan pahlawan itu menghilang saat melawan Thanatos.


Thanatos adalah iblis berbentuk seperti manusia tapi wujudnya sendiri tidak diketahui.


Thanatos dikenal sebagai penguasa Neraka dan ia adalah Raja Iblis Kehancuran.


Raja Iblis yang telah membawa kehancuran kepada umat manusia, Pertarungan antara Thanatos dan juga Pahlawan Terkuat membuat kehancuran yang sangat besar.


Kehancuran dari pertarungan mereka membuat benua Eurasia terobrak abrik karena serangan mereka.


Setelah 7 Hari 7 Malam bertarung tanpa henti, pahlawan terkuat menghilang bersama Thanatos dan sejak saat itu para Iblis kembali ke neraka.


“Jawabannya Thanatos, Raja Iblis Kehancuran ”


“Kekuatan Yang ia miliki cukup untuk menghancurkan satu Benua dengan tangannya sendiri ”


'Akhirnya selesai.....' pikir Saki.


Beberapa menit berlalu dan akhirnya waktu telah selesai.


"Wa-waktunya habis" ucap Wanita yang sedang duduk di meja guru.


Kertas ujian mereka diambil oleh wanita itu dan nilai mereka langsung muncul didepan mereka.


Muncul sebuah layar transparan didepan mereka dan tercantum nama serta Nilai mereka.


...____________________...


...[ Nilai ]...


...[ Amu Hinamura : 100 ]...


...[ Saki Yuna : 98 ]...


...[ Yoru Hisagi : 96 ]...


...____________________...


......................


...( Gak gw Review ini🗿 )...


...( Jadi maap kalau ada Typo )...

__ADS_1


__ADS_2