Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
29.Pertemuan Yang Tidak Lengkap


__ADS_3

Satu hari berlalu dan hari ini Pendaftaran Ulang dimulai.


Amu saat ini bersiap-siap untuk pergi mendaftar dan diantar oleh Amura.


Sebelum berangkat Amura menasehati Amu untuk menahan diri


"Amu, kau harus menahan diri saat melawan penguji" ucap Amura kepada Amu.


"Baiklah kak, saya akan berusaha untuk tidak membunuh penguji!!!" jawab Amu dengan senyuman lembut.


Walaupun senyuman Amu indah tapi tidak dengan kata-kata yang diucapkannya.


"Hah~, aku berdoa untuk keselamatan Penguji itu"


Beberapa hari terakhir Amura telah melatih Amu, dan ia terkejut dengan kekuatan Amu.


Amu benar-benar setara dengan dirinya, dan hal tersebut membuatnya ngeri saat memikirkan lawan yang akan di lawan Amu.


Bukan khawatir karena Amu, tapi ia khawatir lawan Amu akan mati secara mengenaskan saat melawannya.


"Yasudahlah, ayo kita pergi" lanjut Amura.


Kini mereka menaiki motor Amura dan Amu diantar kesekolah untuk ujian kedua.


Mereka berangkat pagi-pagi supaya tidak ada yang melihat mereka, dan Amura juga bisa bersantai karena tidak ada yang memandangnya.


Sesampainya disana Amura meninggalkan Amu di tempat pelaksanaan Ujiannya dan ia pun menuju ke kelas.


"Semoga saja ia lolos.....yah, pasti lolos sih...." ucap Amura.


Kini Amura telah sampai di kelasnya dan saat ia membuka pintu kelas ia melihat seorang gadis dengan rambut berwarna hitam keunguan.


Gadis yang sangat menawan itu memandang Amura dan menyapanya.


"Selamat pagi, Amura-kun" sapa Gadis itu yang merupakan Reina.


"Pagi...." balas Amura dengan singkat.


"Tumben, kau datang pagi....biasanya kau terlambat terus" lanjut Reina.


"Adikku mengikuti pendaftaran ulang, jadi karena itu aku datang pagi-pagi..." jawab Amura dan kini ia menaruh tasnya di meja.


"Kau punya adik?...."


"Begitu lah....dan juga kenapa kau datang pagi-pagi sekali?" tanya Amura.


"Aku cuma ingin saja"


"Ingin sih ingin, tapi saat ini masih jam 05:25 loh?"


Amura benar-benar bingung dengan Reina, ia datang sangat pagi tanpa alasan apapun.


Mana mungkin ada seorang gadis yang datang ke sekolah pagi-pagi seperti ini!!!....


Jam 6 masih mending, tapi ini bahkan baru setengah enam....


"Apa kau selalu datang pagi-pagi seperti ini?..." tanya Amura.


"Setiap hari aku selalu datang jam segini, tapi kalau Yuki sudah Sembuh pasti aku tidak akan pergi pagi-pagi..."


"Karena mau bagaimana pun Yuki lah yang selalu datang paling pagi waktu SMP"


"Waktu kami masih SMP ia selalu saja datang pagi-pagi, dan karena itulah aku mengikuti hal yang ia lakukan dan datang pagi terus..."


"Dan saat ini........ia bahkan tidak tidak bisa datang kesekolah....." ucap Reina dengan ekspresi sedih.


"......." Amura terdiam saat mendengar perkataan Reina.


Mau bagaimana pun Amura tetap merasa bersalah karena telah membuat keadaan Yuki menjadi seperti itu....


Walaupun hal tersebut bukanlah kesalahan yang ia miliki, tapi tetap saja hal tersebut membuatnya merasa bersalah.


"Begitu yah...."


"Maafkan aku...."


Amura cuma bisa meminta maaf walaupun hal tersebut bukanlah kesalahan yang ia miliki tapi hah~......pegel jelasin.


"Kenapa kau meminta maaf? hal tersebut bukanlah kesalahanmu.....justru aku berterima kasih kepadamu karena telah menyelamatkan Yuki...." balas Reina dengan senyuman lembut.



...( Sc : Pinterest )...


...( Chara : Raiden Shogun )...


"......"


"Begitu yah......"


Amura sedikit lega kerena Reina tidak mempermasalahkan hal tersebut dan malah berterima kasih kepada Amura.


"Kiara..." lanjut Amura.


"Hm?.....ada apa?"


"Sudah sejak kapan kau mengenal Yuna?...."


"Ah itu.....kami telah saling mengenal sejak SMP...."


"Begitu yah, aku kira kalian telah saling mengenal dari TK atau Bahkan SD....."


"Begitu kah? apakah hubungan kami terlihat sedekat itu?"


"Bukan dekat lagi itu.....malah kalian terlihat seperti sepasang adik kakak karena saking dekatnya...."


"Ahaha, sebenarnya hubungan kami dulu tidak sedekat ini....." lanjut Reina sambil tertawa tipis.


"Pertemuan pertama kami saja sangat aneh....."


"Aneh? aku cukup penasaran....." ucap Amura.


"Apa boleh aku bercerita?" lanjut Reina.


"Silahkan, aku juga ingin mendengar cerita itu...."


"Beberapa tahun yang lalu....."


Beberapa tahun yang lalu....


Saat Reina masih kelas 1 Smp, ia benar-benar populer dan kepopuleran yang ia miliki selalu dibandingkan dengan Yuki.

__ADS_1


Smp mereka adalah SMP khusus Perempuan jadi tidak ada laki-laki sama sekali disana.


Yang membandingkan kepopuleran mereka adalah para gadis yang ada disekolah itu.


Reina memang berfikir bahwa dirinya Cantik dan ia pasti bisa populer disekolah itu, tapi dirinya malah dibanding bandingkan dengan orang lain.


Reina sangat risih karena hal tersebut dan mulai tidak menyukai orang-orang yang membandingkan mereka berdua.


Karena alasan itulah Reina jadi sangat sulit untuk didekati, ia membuat sebuah tembok yang tidak bisa ditembus oleh teman-teman yang ia miliki.


Bahkan dari awal Reina tidak menganggap mereka temannya, ia cuma berfikir hal negatif saja.


"Hah~, selalu saja seperti itu....." ucap Reina yang saat ini ada di toilet sekolah.


"Aku selalu saja dibanding bandingkan....memangnya siapa sih seseorang yang disebut Yuki Yuna itu?...."


"Ia benar-benar membuatku tertekan.....aku benar-benar tidak suka dengannya....."


"Yuki Yuna......aku berharap kita tidak pernah bertemu...."


Reina benar-benar tidak menyukai Yuki saat sebelum bertemu dengannya dan bahkan ia berdoa agar tidak bertemu dengan Yuki.


Walaupun mereka tidak pernah bertemu dan selalu saja dibanding-bandingkan semua itu memuncak waktu nilai mereka sama.


Mereka berada dikelas yang berbeda dan karena itu waktu penilaian ujian dari semua kelas, Yuki dan Reina lah yang menempati posisi pertama.


Mereka berdua mendapatkan nilai 100 di semua mata pelajaran, dan sejak saat itu Reina jadi menganggap keberadaan Yuki sebagai saingan walaupun ia tidak pernah bertemu dengannya.


Kelas mereka saja berbeda tapi yang disebut takdir tidak akan pernah bisa dirubah.


Mereka yang menganggap satu sama lain adalah saingan, akhirnya bertemu walaupun pertemuan mereka sangat Absurd.


"Hoam~......aku ngantuk" ucap Reina.


Reina saat ini ada di atap sekolahan untuk tidur karena saat ini adalah jam istirahat, dan untuk pelajaran selanjutnya bakalan kosong karena tidak ada yang mengajar.


*Krek....


Reina ingin tidur tapi hal tersebut tidak berhasil karena ia mendengar pintu atap sekolah terbuka.


Ia membuka mata dan mengintip orang yang keluar dari pintu itu.


Reina benar-benar terkejut karena sesosok yang keluar dari pintu itu sangatlah cantik dan imut.


"Imutnya......" ucap Reina saat melihat gadis itu.


Kulit seputih salju, wajah secantik artis kelas atas, rambut berwarna putih cerah yang sangat indah dan tubuh yang ideal bagi gadis seusianya.


Gadis itu benar-benar setara dengan Reina dalam berbagai hal, Reina cukup tertarik saat melihat gadis itu.


Kini gadis itu menatap Reina dan ia juga terkejut dengan Reina.


"Cantiknya....." ucap Gadis itu.....


"Eh?...."


Reina cuma bisa terkejut saat mendengar hal tersebut.


Ia benar-benar bingung, kenapa ada gadis seimut ini di sekolahan? dan kalau ada gadis seimut ini kenapa ia tidak pernah melihatnya.


"Ah, ma-maafkan saya....sepertinya saya menggangu anda...." ucap Gadis berambut putih itu.


"Ti-tidak....sa-saya hanya ingin tidur saja, kalau kamu ingin tidur disini juga tidak apa-apa kok....." ucap Reina dengan gagap.


Ia yang merupakan seorang penyendiri tanpa teman, benar-benar tidak mengetahui apa yang harus ia katakan kepada Yuki yang masih kecil.


"Tidur?...." Yuki yang masih loli itu benar-benar bingung dengan perkataan Reina.


"Eh, jadi bukan untuk tidur yah?...."


Reina berfikir bahwa orang yang pergi ke atap sekolah pasti cuma untuk mencari tempat untuk tidur.


Dan Yuki yang berniat untuk makan bekal yang ia bawa pun bingung, sejak kapan atap sekolah digunakan untuk tidur?


"Sa-saya, ingin makan bekal yang saya bawa tapi tidak tau harus dimakan dimana jadi saya kemari karena saya kira tidak ada orang...." lanjut Yuki dengan ekspresi sedikit memerah.


"Apakah saya boleh makan disini?..."


"Ah, si-silahkan....dari awal tempat ini bukan punya siapa-siapa...."


"Ka-kalau begitu sa-saya duduk disini yah....."


Kini Yuki duduk tidak jauh dari Reina karena satu-satunya tempat yang tertutup atap cuma disana saya.


Suasana diantara mereka benar-benar aneh, entah itu canggung, sepi dan lain-lain menyatu jadi satu.


"Apa-apaan suasana ini....." pikir Mereka berdua karena suasana yang sangat aneh....


Yuki membuka bekal yang ia bawa dan Reina terlihat kelaparan waktu melihat hal tersebut.


"Apakah anda ingin makan bersama saya?" tanya Yuki.


"Eh, ti-tidak.....................apakah saya boleh mencobanya?"


"Silahkan, lagipula saya membuatnya kebanyakan dan juga saya tidak akan bisa menghabiskan bekal saya"


"Kalau anda mau saya bisa membaginya dengan anda"


"Ka-kalau begitu,Terima kasih....."


Kini Reina dan Yuki makan bersama dan selesainya makan Yuki bertanya kepada Reina.


"Ah, maaf terlambat mengatakan ini nama saya Yuki Yuna dan siapa yah nama anda?" tanya Yuki.


"Ah, namaku Reina Akiara" balas Reina.


'Yuki Yuna yah.....nama yang indah' pikir Reina.


'Dan juga entah kenapa aku merasa pernah mendengar nama ini?...............Yuki Yuna?...'


Perlahan ekspresi mereka berdua menjadi suram.


Bagaimana tidak, sosok yang mereka anggap sebagai saingan saat ini ada didepan mereka sendiri.


Dan bahkan mereka berdua telah makan makanan yang sama tanpa mengetahui nama satu sama lain.


Apakah itu wajar? jelas tidak lah anj....mana mungkin ada hal yang wajar dinovel tidak manuk akal ini.


"Ja-jangan bilang......Peringkat pertama?....."


"......Be-benar....."

__ADS_1


Kini wajah mereka berdua jadi suram satu sama lain, mereka benar-benar canggung dan tidak tau apa yang harus dikatakan.


'Rumor mengatakan bahwa gadis yang bernama Reina Akiara sangatlah cantik......tapi bukanlah ini sudah berlebihan? ia terlalu cantik!!!!!' pikir Yuki.


'Aku tidak bisa berfikir......mau bagaimana pun, gadis ini sangat lah imut!!!!!' pikir Reina.


Setelah melewati hal tidak manuk akal itu akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dan berharap tidak bertemu lagi.


Tapi yang namanya takdir, mereka akhirnya bertemu lagi saat pergi ke Indomaret.....dijepang ada indomaret kah?


Lagi dan lagi!!!! mereka terus terusan bertemu sampai sampai mereka bingung.


Dan akhirnya mereka berteman dan mulai dekat, pertemuan pertama mereka sangat amat tidak manuk akal dan pertemuan selanjutnya lebih tidak manuk akal lagi....


"Begitu lah ceritaku dengan Yuki...." ucap Reina kepada Amura.


"Benar-benar tidak manuk akal yah....." ucap Amura.


"Ah~, nostalgia sekali, Yuki yang dulu sangat amat imut!!!!! aku menyesal karena tidak pernah memeluknya saat ia masih kecil" lanjut Reina dengan wajah memerah.


"...." Wajah Amura cuma bisa menjadi suram waktu memikirkan Reina yang memeluk Yuki secara brutal.


'Untung saja hal tersebut tidak terjadi' pikir Amura.


'Tapi Yuki kecil yah...aku cukup penasaran dengan penampilan Yuki yang dulu'


Kini Amura memikirkan Yuki saat ia masih loli.


'Yah, cukup imut.....tapi aku bukan pedofil, aku tidak tertarik kepada anak kecil!!!'


Mereka berdua tertelan oleh pemikiran tidak manuk akal mereka sendiri dan salting-salting sendiri.


Hah~.....beberapa menit yang lalu


Di sebuah rumah yang cukup besar, tepatnya dirumah Yuki.


Terlihat seorang Gadis? yang sangat amat cantik, gadis itu memiliki wajah yang terlihat muda.


Mungkin umur gadis itu 15 tahun? tidak, jawabannya adalah 38 tahun......walaupun ia terlihat sangat muda gadis itu telah memiliki seorang Suami dan juga anak



...( Sc : Pinterest )...


Yah, Gadis......Wanita itu adalah Saki.


Ia saat ini dalam persiapan untuk melakukan suatu hal, ia memakai pakaian formal dan tidak terlihat seperti biasa.


"Mama akan kemana?" tanya Yuki.


"Ada deh~, ah, dan juga kau boleh masuk sekolah besok Yuki" ucap Saki.


"Akhirnya!!!!"


"Ehehe, kalau begitu Mama pergi dulu yah Yuki"


"Papa ada dirumah jadi kalau ada sesuatu bilang saja kepadanya..."


"Baiklah Ma, selamat jalan"


"Hm, aku pergi dulu"


Kini Saki keluar rumah dan pergi kesuatu tempat.


"Kamuflase" perlahan hawa keberadaan Saki menghilang.


"Mama, akan mendaftar sebagai siswa dan menjagamu saat disekolah Yuki" ucap Saki.


Ia saat ini menuju ke sekolah dan ingin mengikuti pendaftaran Ulang.


Pendaftaran Ulang cuma bisa dilakukan oleh orang biasa yang bukan Slayer.


Slayer tidak bisa mengikuti Pendaftaran Ulang, tapi walaupun begitu, Saki bukanlah seorang Slayer.


Dan walaupun bukan seorang Slayer, kekuatan yang dimiliki Saki sangatlah kuat, ia bahkan setara dengan Slayer rank A kalau dalam mode tidak serius.


Dan bahkan kalau ia serius serta menggunakan perlengkapan terbaik yang pernah ia buat, ia pasti akan setara dengan Slayer rank S.


Sesampainya disana, keberadaan Saki tidak disadari oleh para pendaftar.


"Aku memang tidak bisa mendaftar dengan umurku yang sekarang, tapi bukan berarti aku tidak bisa mengubah umurku kan?"


Saki saat ini mendaftar dengan identitas palsu, identitas itu dibuat oleh dirinya sendiri.


Identitas Saki saat ini tetaplah sama yaitu Saki Yuna, yang beda adalah umur serta kelahiran yang ia miliki.


Ia merupakan anak dari Benjamin dan umur yang ia miliki adalah 16 tahun........penyamaran yang gila tapi sangat hebat.


Saki memutuskan untuk menuju ke ruangan yang ditentukan dan terlihat banyak cukup yang ada didalamnya.


Ruangan untuk para pendaftar cuma ada 5,dan itu sangat sedikit dibandingkan saat pendaftaran pertama.


"Ruangan 1, apakah aku datang terlalu pagi?"


Saki tidak mencolok sama sekali karena keberadaan yang ia miliki benar-benar tersamarkan.


Bahkan Slayer yang bertugas menjaga tempat itu saja tidak bisa menyadari keberadaan Saki.


"Hah~, tunggu saja lah"


Kini Saki duduk disuatu tempat diruangan itu dan menyadari keberadaan seseorang.


Saki menatap seorang gadis yang ada disampingnya, bukan cuma itu saja gadis itu juga menyadari keberadaan Saki dan menatapnya.


'Ia menyadari ku?' pikir Gadis itu.


'Ketahuan' pikir Saki.


Mereka jadi waspada satu sama lain, walaupun sebenarnya mereka tidak bisa melihat wujud satu sama lain.


"Siapa dia" pikir Mereka berdua.


......................


...( Bagaimana coy, cerita tidak manuk akal ini? ) ...


...( Maaf kalau ada Typo, gw gak nge review chp ini karena males aja ) ...


...( Dah lah😅 ) ...


...( Jan lupa like🗿 ) ...

__ADS_1


__ADS_2