
...____________________...
...[ Nilai ]...
...[ Amu Hinamura : 100 ]...
...[ Saki Yuna : 98 ]...
...[ Yoru Hisagi : 96 ]...
...____________________...
'Dari 50 soal aku salah satu?......'
Kini Saki mengotak atik layar transparan didepannya dan melihat soal yang ia jawab salah.
Nama pahlawan rank S peringkat kelima didunia....
“Benjamin ”
"Salah"
"Jawabannya Shin"
'.......'
'Aku lupa.....benjamin kan menggunakan nama samaran.....' pikir Saki dengan keringat dingin diwajahnya.
"Ba-baiklah, kalian sudah boleh pulang......" ucap Wanita itu.
"Ka-kalian boleh pulang, dan besok kalian boleh masuk sekolah......kalian berada dikelas S.......te-terima kasih....sa-saya pergi dulu...." lanjutnya.
Kini wanita itu pergi dari ruangan kelas dan langsung berlari saat berada diluar kelas.
"Apa yang dia lakukan?....." ucap Amu dengan ekspresi bingung.
"......Gini doang?...." ucap Yoru dengan ekspresi bingung.
"Jadi langsung diterima gitu aja?...." lanjut Yoru.
"Iya juga.....bukankah ini terlalu mudah?...." lanjut Amu dengan ekspresi heran.
"....." Saki cuma terdiam saat mendengar percakapan mereka.
'Mudah yah?.....memang ujian ini mudah......tapi ujian ini seharusnya sulit, kalianlah yang terlalu hebat....' pikir Saki.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan Saki langsung pulang kerumahnya tanpa terhalang apapun.
Sesampainya dirumah Saki melihat Yuki yang sedang menonton TV sambil ngemil jajan.
"Aku pulang...." ucap Saki.
"Ah, selamat datang Ma....." jawab Yuki sambil tersenyum kepada Saki.
Saki mendekat ke arah Yuki dan kini ia memeluk Yuki.
"E-eh, a-ada apa Ma?....."
"Tidak.....aku cuma rindu dengan anakku saja......"
"Begitu kah?......."
Entah kenapa ekspresi Yuki menjadi resah saat mendengar perkataan Saki.
Saki akhirnya duduk disamping Yuki dan berbincang ringan dengan Yuki.
"Tapi Mama habis dari mana?...."
"Fufufu, Rahasia...." jawab Saki sambil menyentuhkan jari telunjuk ke bibir miliknya.
Yuki yang melihat hal tersebut cuma bisa kesal, dan menghiraukan Saki.
"Baiklah kalau Mama tidak ingin memberitahukannya....."
Beberapa menit berlalu.....
Saki memutuskan untuk menuju ke kamarnya dan melihat Benjamin yang sedang mengerjakan sesuatu dikertas sampai-sampai kertas itu menumpuk.
"Ada apa ini?....." tanya Saki dengan ekspresi bingung.
Benjamin yang mendengar hal tersebut langsung memandang Saki dan ia terkejut dengan penampilan Saki.
"....."
"Eh, kenapa cuma diam?...." tanya Saki dengan ekspresi bingung.
"...." Benjamin masih terdiam dan memandang Saki secara menyeluruh.
Wajah Saki perlahan Memerah karena ditatap Benjamin secara terus menerus....
"Ke-kenapa kau menatapku seperti itu......."
"Bukan apa-apa, kau cuma sangat cantik saja....." ucap Benjamin dengan senyuman tipis.
"Be-begitu yah......"
Wajah Saki semakin memerah karena pujian itu dan kini Saki mendekati Benjamin.
Saki duduk dipangkuan Benjamin dan memeluk Benjamin dari depan.
"Tumben kau manja begini..." ucap Benjamin sambil melanjutkan menulis sesuatu dikertas.
"....."
"Untuk kedepannya mohon bantuannya yah.........Papa" ucap Saki dengan wajah yang merah merona disertai ekspresi imut.
"....."
*Tak.....
Dalam sekejap mata Benjamin melebar dan ia menjatuhkan pulpen yang ada ditangannya.
"A-apa......." ucap Benjamin dengan ekspresi kaget.
Untuk pertama kalinya Benjamin melihat istrinya manja seperti ini dan bahkan istrinya menyebut dirinya Papa.
Hal tersebut entah kenapa membuat Benjamin merasa aneh, bukan karena marah atau bagaimana tapi perasaan itu seperti perasaan senang.
Ia tidak mengerti perasaan itu tapi perasaan itu sangat nikmat, ia ingin Saki menyebutnya Papa lagi.
".....Mungkin ini terdengar aneh, tapi untuk kedepannya aku akan menjadi anakmu....." ucap Saki dengan ekspresi yang sangat amat imut yang bahkan membuat Benjamin tidak tahan akan ekspresi itu.
"A....Nak....."
Pikiran Benjamin saat ini travelling kemana-mana, ia berfikir bahwa Saki ingin memainkan peran Anak dan Benjamin memainkan peran Ayah.
Walaupun Benjamin adalah orang yang dingin dan tidak memiliki Emosi, semua itu akan berubah kalau hal tersebut menyangkut keluarga nya.
Dan saat ini Istrinya, yang merupakan sesosok yang paling ia cintai, ingin menjadi anaknya.
__ADS_1
*Imajinasi Benjamin....
"Papa, kumohon masukan itu secara perlahan......" ucap Saki dengan wajah memerah.
"Apa kau yakin....." ucap Benjamin dengan ekspresi dingin.
"Iya.....kumohon, aku ingin dimasuki oleh Papa....."
"Jangan menyesalinya....."
"Tidak akan.....aku mencintaimu Papa"
*Jleb....
"Ah~....Papa, Perlahan......ini sangat nikmat...Ah~....."
"Papa....Papa....Papa.....Aku mencintaimu.....Ahhhhh~......."
*Kembali kerealita......
*Glup.....
Seketika Benjamin menelan air liurnya sendiri.
Keringat menetes dari wajah Benjamin, ia benar-benar memikirkan hal yang sangat gila.
Ia memikirkan saat melakukan hal tersebut dengan Saki yang menyebut dirinya Papa, membuat dirinya merasa Aneh.....
'Aku ingin melakukannya......' pikir Benjamin.
Sedangkan Saki benar-benar bingung dengan ekspresi Benjamin.
"A-apakah tidak boleh....." tanya Saki dengan wajah memelas.
*Glup....
"Bo-boleh kok......me-memangnya untuk apa yah....Ka-kau menyebutku Pa-Papa......" tanya Benjamin dengan gugup tapi ia juga berharap.
'Kalau itu keinginan Saki, aku akan mengabulkan nya.....walaupun hal tersebut sangat tidak masuk akal....dan bahkan melewati batas hukum itu sendiri......' pikir Benjamin.
"Itu.......aku membuat identitas baru......di identitas itu, aku membuat informasi tentang diriku yang merupakan Anakmu....." ucap Saki sambil menatap kearah lain.
"Ah begit-Tunggu apa yang kau katakan...."
Benjamin lega saat mendengar perkataan Saki dan perasaan lega itu langsung hilang saat ia mendengar perkataan Saki secara lengkap.
Wajah Benjamin menjadi gelap karena kekecewaan.
'Padahal aku berharap banyak......'
"A-Aku tau ini aneh tapi......kumohon!!!!!......" lanjut Saku dengan wajah memelas.
"Hah~, coba jelaskan terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Benjamin dengan pasrah.
"A-Aku, mendaftarkan diri sebagai murid di sekolah Yuki.......Aku ingin menjaga Yuki disisinya dan karena itulah aku melakukan hal ini....."
"....."
"Begitu, baiklah.....aku menyetujui nya......"
Wajah Saki kini menjadi lebih cerah dan ia tersenyum lebar.
"Terima kasih Papa......Ah, Te-terima kasih Ben-Benjamin...."
"Anak nakal, kenapa kah menyebut Ayahmu sendiri dengan namanya....."
Kini benjamin mengangkat Saki.
"Tu-tunggu, Be-Benjamin apa yang kau lakukan!!!!!" teriak Saki.
Benjamin menaruh Saki dikasur dan ia menuju ke pintu kamar dan mengunci pintu itu.
Benjamin perlahan mendekati Saki dan ia menindih Saki dari atas.
"Tu-tunggu, Ini masih Siang!!!! dan juga.....Yuki ada dibawah.....sadarlah Benjamin!!!!!"
"Kenapa kau menyebut nama Ayahmu sendiri dengan tidak sopan begitu anak nakal...." ucap Benjamin dengan ekspresi dingin.
"Anak nakal harus dihukum supaya paham akan kesalahan yang ia miliki...."
Kini Benjamin membuka baju miliknya dan memperlihatkan Tubuh yang ia miliki.
Seketika Wajah Saki memerah dan ia bingung harus berkata apa.
"Kumohon.....Yuki pasti akan mendengar apa yang kita lakukan......" ucap Saki dengan wajah yang memerah.
"Ekspresi itu, kau malah semakin membuatku menyukaimu....."
Kini Benjamin membuka Baju Saki dan memperlihatkan Pakai*n Dalam Saki yang berwarna Putih.
Saki serentak menutupi bagian itu dan ia berkata dengan ekspresi kesal.
"Berhenti!!!!!....."
Benjamin tidak mempedulikan itu dan ia mengangkat kedua tangan Saki yang menutupi dadanya.
Benjamin langsung membuka kain yang menutupi bagian gunung itu dan langsung meremas gunung bagian kanan dengan tangan kanan miliknya.
"Ahn~.....Ah~.....Ber-henti.....Ben-jamin.....Ah....."
Wajah Saki semakin memerah dan ia sedikit mengeluarkan Air mata di ujung matanya.
"Saki, berani sekali kau membentak Ayahmu....." ucap Benjamin dengan nada dingin.
Wajah Saki semakin memerah saat ia mendengar perkataan Benjamin.
Benjamin memeras gunung Saki dengan sangat keras dan hak tersebut membuat Saki terangs*ng secara berlebihan.
Saki sebenarnya Seorang Mas*kis dan ia benar-benar menikmati saat Benjamin bertindak kasar kepadanya.
Benjamin mengikuti alur permainan Saki dan siapa sangka Benjamin malah jadi Sadis dan melengkapi peran yang diinginkan Saki.
"Papa, aku sudah tidak tahan lagi.....kumohon cepat lakukan 'Hal' itu" ucap Saki dengan pupil mata berbentuk Love.
"Anak pintar....." ucap Benjamin sambil menyeringai.
Kini Benjamin membuka celananya dan memperlihatkan Pedang Excalibur sepanjang 24 cm yang sangat tebal.
Benjamin melepas Rok Saki dan kini ia memasukkan pedang Excalibur itu ke gua Saki.
Gua sempit Saki sangat basah dan Pedang Benjamin mencoba memasuki goa sempit itu dengan sebuah usaha.
*Jleb....
"Ahhh~.....Akhirnya masuk juga~......" teriak Saki.
Pedang itu menembus ujung Gua itu dan memasuki sebuah tempat yang sangat tidak manuk akal.
Hampir semua bagian pedang Benjamin memasuki Goa itu dan kini Benjamin mengerakkan Pedang itu dengan kasar.
__ADS_1
"Papa, ini sangat nikmat!!!!!......"
Dalam sekejap juga sifat Saki langsung berubah menjadi seorang Maso.
Mereka melakukan hal tersebut selama 2 jam Lebih dan mereka mengabaikan segala hal yang mengganggu mereka.
Dilantai satu, tepatnya di ruang tamu......
Yuki sedang menonton TV dengan sangat senang.......Tapi kenapa wajah yang ia miliki memerah?....
*Ah~....
*Papa~.....
Wajah Yuki memerah karena ia mendengar sebuah teriakan kenikmatan dari lantai dua.
"A-apa yang mereka berdua lakukan siang-siang seperti ini!!!!!!" ucap Yuki dengan wajah memerah.
"Da-dan juga......kenapa Mama berteriak....menyebutkan Papa berkali kali......"
Yuki pun akhirnya memutuskan untuk keluar rumah dengan kursi roda miliknya dan menatap taman bunga di samping rumahnya.
"Untung kamu tidak memiliki tetangga....." ucap Yuki.
Kini Yuki pergi menjauh dari rumahnya dan pergi kesuatu tempat yang indah.
Jarak dari rumah Yuki dan tempat itu sangat jauh.
Di tempat itu ada sungai yang mengalir indah dan Yuki mendekati sungai itu
"Indahnya....."
Yuki terpana karena hal tersebut dan ia mencoba bermain air di sungai itu.
"Aku akan mencoba membuat skill....."
"Skill Murni.....sebuah skill yang tercipta dan terwujud karena pemahaman serta Mana yang dimiliki Alam"
"Iris mengajari ku tentang hal-hal dasar untuk menggunakan Skill Murni"
Untuk menggunakan Skill Murni, sang pengguna Harus memahami konsep dasar dari Mana Alam.
Mana Alam berbeda dengan Mana yang ada di sistem.
Mana Alam merupakan sebuah energi yang tercipta dari Alam semesta dan merupakan struktur awal penciptaan semesta.
Mana Alam memiliki jumlah yang tidak terbatas, berbeda dengan mana sistem yang memiliki jumlah terbatas.
Mana Alam bisa digunakan berkali-kali tergantung tubuh bisa menahan gelombang mana itu atau tidak.
Potensi Skill Murni adalah tak terbatas tergantung pemahaman sang pengguna dan juga kapasitas Mana Alam yang bisa ditampung.
Skill "Freezing Lighting" yang dikeluarkan Yuki sebenarnya adalah Skill Murni dan Skill itu tercipta karena pemahaman Yuki sendiri.
Yuki mengabungkan Unsur awal petir dan juga unsur awal Es yang mana hal tersebut menciptakan sebuah materi baru.
Materi itu adalah gabungan dari Petir serta Es yaitu Petir yang bisa membekukan segalanya.
"Baiklah......[ Wisdom ]" ucap Yuki dan kini pemikiran yang ia miliki menjadi lebih cepat ratusan kali lipat.
Wilayah Dataran tinggi antartika Timur merupakan tempat paling dingin di dunia.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Dome Argus dan Dome Fuji antara tahun 2004-2016, suhu di dataran ini bisa mencapai -94°C, Menjadikannya tempat dengan suhu terdingin di bumi.
Namun para peneliti di area tersebut menambahkan bahwa suhu yang dirasakan di kawasan ini bisa lebih dingin dibanding suhu yang tercatat karena udara di sekitar area ini adalah udara kering.
Diperkirakan udara di sana memiliki dingin lebih dari -100°C, karena saking dinginnya tempat tersebut.
Dan saat ini Yuki tengah memikirkan konsep pembekuan yang lebih tinggi dari pada wilayah tersebut.
"...[ Ultimate Freeze ]..." dalam sekejap Suhu di tempat itu melonjak drastis menembus -100°C, dan dalam sekejap juga tempat itu terjadi badai salju.
Yuki perlahan membuka mantannya dan melihat pemandangan hutan yang telah beku beserta Sungai didepannya juga ikut beku.
Cuma dalam 6 Detik, dalam radius 200 meter lebih semua area itu membeku.
Untung Yuki menjauh dari rumahnya, kalau tidak ia pasti akan membekukan area rumah miliknya sendiri.
"....." Yuki kini tersenyum dan ia menghentikan pembekuan berskala besar itu.
"Berhenti" ucap Yuki dan kini area pembekuan itu berhenti dalam radius 342 meter.
Kalau Yuki tidak menghentikan Skill tersebut, Yuki pasti akan membekukan hutan secara total.
"Dengan skill Wisdom, aku bisa menciptakan Skill Murni dengan leluasa dan tidak terbatasi oleh Batasan mana yang kumiliki...."
"Tapi walaupun begitu, kalau aku menggunakan skill ini secara berlebihan.....tubuhku pasti tidak akan bisa menahan dampak dari skill ini dan ujung-ujungnya aku pingsan......"
".....,Yosh saatnya kembali....."
Yuki tidak mempedulikan tempat yang telah beku itu karena ia cuma sebatas menggunakan titik pembekuan teringan yang bisa diakibatkan dan 1 hari berlalu juga akan mencair es itu.
Yuki telah berada ditempat itu selama 1 jam lebih hampir dua jam dan Kini Yuki kembali menuju kerumah miliknya yang sangat jauh, dan setengah jam berlalu....
Yuki membuka pintu dan terlihat Saki yang ngambek kepada Benjamin.
Saki menonton televisi dengan posisi yang aneh, Saki dalam posisi tengkurap di sofa sambil melihat TV.
"Aku kembali....." ucap Yuki.
"Ah.....selamat datang...." balas Saki dengan wajah memerah.
Yuki memutuskan untuk bersikap polos dan bertingkah seperti tidak mengetahui apa yang telah terjadi.
"Ada apa ma? apa Mama demam?....."
"Eh...Ah, i-iya bisa dibilang begitu....."
'Syukurlah.....Yuki tidak ada dirumah pada saat itu.....' pikir Saki dengan lega.
'Pap-Benjamin sialan itu......ia melakukannya dengan sangat kasar sampai-sampai aku tidak bisa berdiri dengan benar!!!!!'
'Bahkan bagian sensitif ku masih sakit karena hal itu.....'
Yuki kini ikut menonton TV bersama Saki dan ia menonton TV itu dengan tenang.
Benjamin keluar dari kamar mandi dan Saki menatap Sinis kearah Benjamin.
Keringat dingin menetes dari wajah Benjamin dan Yuki cuma bisa bingung dengan suasana itu.
'Apa yang sebenarnya terjadi dalam 2 jam ini?.....' pikir Yuki dengan heran.
......................
...( Thx dah baca ) ...
...( Hiks~, Hiks~....jan lupa Like!!!! ) ...
__ADS_1