Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
12.Rubah dan Kucing kecil


__ADS_3

......................


...[Level up!!]...


...[Level up!!]...


...[Anda telah naik ke Level 3]...


...[HP : 1200/1200]...


...[Mana : 2000/1500]...


...[Mendapatkan 5000 P]...


Kesampingkan itu saat ini keadaan mereka berdua lebih penting untuk diutamakan.


'Shop>HP potion[E+]'


...[Anda telah membeli 2 Hp Potion[E+]...


...[Poin berkurang]...


...[Poin : 45.000(-5.000)..]...


...[Poin : 40.000]...


Setelah membeli potion di shop aku langsung lari kearah Hisagi.


"Hisagi-kun...." ucapku sambil melihat keadaannya.


Ia terbaring ditanah dan kepalanya terluka cukup parah bahkan tangan kanan serta dadanya terluka karena cakaran iblis itu.


Aku duduk disampingnya dan meminumkan Hp potion yang kubeli tadi....


Setelah meminumkan Potion itu keadaannya menjadi lebih baik, tapi bagaimana pun potion tidak bisa menyembuhkan luka secara total, jadi saat ia masih terluka cukup parah tapi keadaannya lebih baik daripada sebelumnya.


"Yuna" panggil Amura yang berjalan mendekatiku.


Aku memandang seseorang yang memanggilku tadi dengan perlahan.


"Amura-kun.... maafkan aku" jawabku sambil menundukkan kepala.


"Aku... cuma jadi beban kalian" lanjut ku dengan suara lirih seakan akan ingin menangis.


"Karena aku.... kalian berdua hampir mati"


Aku menahan air mataku supaya tidak mengalir keluar dari mataku.


"Tidak,ini bukan salahmu...lagipula hal ini memang tidak terprediksi" jawabnya.


"Tapi... karenaku..." belum sempat menyelesaikan kata-kataku Amura langsung memotongnya.


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri karena hal yang memang bukan salahmu" lanjutnya.


"... Maafkan aku...." ucapku sambil merenungi apa yang telah kulakukan.


Andai saja aku mengingat iblis itu, hal ini pasti tidak akan pernah terjadi.


Dan kalau mereka berdua mati karenaku... aku pasti tidak bisa memaafkan diriku sendiri.


Kini Hisagi terbangun dan memegang kepalanya yang berdarah.


"Kenapa kau merenung seperti itu Yuna?" tanya Hisagi.


"....Karena kesalahan ku, kalian berdua terluka seperti ini" ucapku sambil menatap Hisagi yang keadaannya masih cukup parah.


"Kesalahan? kenapa kau merasa bersalah, hal ini adalah hal yang tidak terduga"


"Jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri"


"Justru salahkan Amura karena mengajak kita berkeliling" lanjutnya dengan ekspresi datar sambil menatap Amura.


"Seperti yang diucapkan nya ini memang salahku" jawab Amura yang kini mengulurkan tangannya kearahku.


Aku meraih tangannya dan ditarik perlahan untuk berdiri.


"Baiklah, tapi ini juga menjadi kesalahan ku karena aku tertidur saat kalian bertarung" ucapku yang sudah berdiri.


"Itu memang benar, tapi aku tidak menyangka kau bisa mengalahkan iblis itu dengan mudah" lanjut Amura yang masih memegang tanganku.


"Eh... it-itu semua karena kalian berdua yang telah membuatnya sekarat jadi karena itu aku bisa mengalahkannya dengan mudah" lanjut ku sambil menjelaskan kepada mereka.


"Um... dan juga Amura kun, bisa lepaskan tanganku" ucapku dengan ekspresi memerah.


"Baiklah" ucapnya dan melepaskan tanganku begitu saja dengan ekspresi datar.


'Moo~.. padahal wajahku sampai memerah begini karena malu tapi ia malah biasa saja'


'Dasar laki-laki perjaka bodoh yang tidak peka, Hmphh..' pikirku dengan sedikit kesal karena tingkah lakunya.


'Entah kenapa aku merasa nyaman saat memegang tangan Yuna' pikir Amura.


'Kenapa Ya?' lanjutnya.


Kini Hisagi mencoba berdiri sambil dibantu oleh Amura.


'Ada seseorang yang datang' pikirku dengan waspada.


Begitu juga dengan mereka berdua.


"Kalian" teriak Seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian Guru peguji itu


'Baju itu, Penguji?'


"Kau" ucap Hisagi dengan tatapan dingin yang mengarah ke penguji itu.


"Kenapa kau baru datang sekarang" lanjut Hisagi.


Dan kini penguji itu menatap kami dengan intimidasi.


...-(Pov Author)-...


Beberapa saat yang lalu... di sebuah ruangan yang menampilkan tempat ujian ke enam.


Terdapat dua orang di ruangan itu yang sedang melihat layar lebar didepan mereka.


Kedua orang tersebut kini berbicara.


"Bukankah bocah itu hebat" ucap seorang wanita yang melihat Layar tempat ujian keenam.


"Ho~.. gadis berambut putih itu sangat menarik" lanjut seorang pria yang juga sedang melihat Yuki mengunakan skill yang ia miliki.


"Skill yang ia gunakan memang hebat tapi skill itu tidak akan bisa mengalahkan Iru" lanjutnya.


Kini gadis berambut putih itu pingsan dan dipindahkan ke belakang pohon oleh pria berambut hitam.


"Dia pingsan?" lanjut pria itu.


"Kenapa dia?, kehabisan stamina?" ucap wanita itu terheran-heran.


Kini mereka masih melihat pertarungan di layar besar itu, yang mana saat ini mereka melihat 2 pria di tim itu bertarung dengan Penguji yang bernama Iru itu dengan hebat.


"Iru dikalahkan.." ucap Wanita itu dengan sedikit kaget.


"Mereka berdua sangat hebat" ucap Pria itu dengan kaget juga.


"Haha, Sifat Iru memang mengesalkan tapi ia adalah penguji yang hebat, aku tidak menyangka bahwa ia akan dikalahkan" lanjut Wanita itu dengan sedikit tertawa.

__ADS_1


"Haha, aku setuju" lanjut Pria itu yang juga tertawa.


"Jadi sudah saatnya kita mengakhiri ujian kedua di angka enam" lanjut pria itu yang kini ia berhenti tertawa.


"Tidak, tunggu dulu" lanjut wanita itu.


"Ada apa?"


"Beberapa peserta di ruang keenam dibunuh" lanjutnya sambil mengotak atik alat yang ada didepannya.


Kini mereka memindahkan sisi kamera pengawas yang ada di langit hutan itu.


Dan terlihat iblis yang sedang memakan peserta ujian dengan sangat lahap.


"Yah, ini tidak bisa dipungkiri.. hutan itu ada di pelosok dan kemungkinan ada iblis di sana memang besar" ucap pria itu dengan ekspresi dingin.


"Kematian mereka adalah hal yang wajar"


Kini wanita itu mengotak atik alat yang ada didepannya dan terlihat 3 orang yang telah mengalahkan Iru.


Laki-laki berambut hitam sedang mengendong gadis berambut putih dan berjalan entah kemana diikuti oleh laki-laki berambut merah.


"Mereka akan pergi kemana, dan juga kamera yang menyoroti mereka berada jauh diatas mereka jadi aku tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas dari tadi" gumam pria itu.


"Yah, mereka pasti tidak akan bisa bertemu iblis itu karena jaraknya"


...beberapa saat berlalu dan mereka istirahat di samping pohon beringin...


"Itu, iblis itu menuju kearah mereka " teriak wanita itu.


"Cih, mereka adalah orang berbakat jangan sampai mereka mati" ucap pria itu yang kini ia mengambil sesuatu didepannya.


"Aku akan berteleport ke mereka" lanjutnya.


Dan kini ia menghilang dan berteloportasi ke arah mereka.


...-(End Author Pov)-...


...-(Pov Pria?)-...


Aku berteleport ke tempat yang tidak jauh dari mereka dan berlari ke arah mereka.


Aku melihat iblis itu diserang 2 laki laki dengan gerakan yang cukup bagus.


'Hm~.. apakah aku harus melihat pertarungan mereka terlebih dahulu'


'Kalau mereka dalam bahaya aku akan membantu mereka'


Kedua pria itu bertarung dengan skill dan teknik pedang yang mereka miliki.


'Lumayan, tapi sepertinya mereka sudah kehabisan Mana'


Pria berambut hitam itu terpental karena serangan iblis itu yang mana membuatnya terluka parah.


'Apa harus kubantu?'


Aku hendak mendekat tapi terhenti karena melihat pria itu mengeluarkan aura hitam kebiru-biruan.


Pria itu melesat dan mengincar kepala iblis itu.


'Meleset?'


Serangan itu meleset dan dihindari oleh iblis itu tapi tangan kiri iblis itu terbelah karena serangannya.


Pria itu ingin mengeluarkan tebasan kedua tapi dirinya terpental karena skill dari iblis itu.


Aku hendak membantu nya tapi terhenti lagi saat melihat Gadis yang pingsan tadi menyerang iblis itu.


Gadis berambut putih dengan wajah yang sangat cantik itu mementalkan iblis itu beberapa meter kebelakang.


'Apa yang kupikirkan disaat seperti ini'


Gadis itu berlari ke arah pria berambut hitam itu dan meminumkan nya potion.


Kini ia berdiri dan berjalan ke arah iblis itu.


'Bahaya dia akan mati' pikirku


Iblis itu melesat kearah gadis itu dan ia menghindari serangan itu dengan mudah.


Gadis itu memotong tangan dan kaki iblis itu dengan ekspresi dingin, dan menyiksa iblis itu habis-habisan.


Iblis itu mati terpenggal kepalanya dan tubuh iblis itu ditendang kedepan.


'.... Apakah itu ekspresi yang bisa dikeluarkan oleh seorang gadis berumur 15-16 tahunan' pikirku dengan ekspresi terkejut.


Dan juga bukankah ia sangat kuat tapi kenapa ia pingsan saat melawan Iru.


Telpon ku berdering dan ternyata wanita yang mengawasi ujian diruang 6 bersama ku menghubungi ku.


"Ada apa Hinami" tanyaku.


"Apakah kau melihatnya.." ucapnya.


"Ya... aku melihatnya"


"Gadis itu ia kuat, siapa dia" lanjutku.


"Yuki Yuna, ia memiliki 9 Skill" jawab Hinami.


"9 skill!!!!" ucapku dengan kaget.


"Tidak, bukan cuma itu.. laki-laki berambut hitam itu memiliki 10 skill dan yang berambut merah itu punya 8 skill" lanjutnya.


"!!!!"


"Apa-apaan itu, hah~.. aku menyesal karena tidak membaca daftar ujian yang diberikan" ucapku sambil menghela nafas.


Kini ekspresi ku jadi lebih serius dan aku mendekati mereka.


Mereka langsung waspada saat aku mendekat.


"Kalian" teriakku.


"Kau" ucap laki-laki berambut merah dengan tatapan dingin yang mengarah kepadaku.


"Kenapa kau baru datang sekarang" lanjutnya.


Aku cukup kesal dan langsung mengeluarkan aura intimidasi yang kumiliki.


...-(End Pria? Pov)-...


...-(Pov Yuki)-...


Pria itu menunjukkan aura intimidasi yang ia miliki dan berjalan kemari.


'Dia lebih kuat dari pada Guru penguji kami' pikirku dengan waspada.


"Kalian, kenapa tidak menunggu dan malah berjalan-jalan dihutan ini" teriaknya dengan ekspresi marah.


"Bukannya anda yang salah karena cuma melihat kami dari jauh dan tidak membantu kami" ucapku dengan kesal.


Amura dan Hisagi terdiam saat mendengar perkataan ku.


Saat aku sadar aku bisa merasakan keberadaan seseorang yang sedang melihat kami tapi aku mengabaikan nya karena Amura terluka.


"Kau.... menyadariku" ucap Pria itu dengan ekspresi kaget.

__ADS_1


"Dari pada itu pindahkan kami kembali kesekolah untuk menjalankan ujian ketiga" lanjutku.


"Mereka saat ini terluka dan harus diobati supaya keadaannya menjadi lebih baik" ucapku dengan sedikit sedih.


Walaupun mereka berkata bahwa ini bukan salahku, tapi tetap saja...


"Baiklah" jawab pria itu dengan singkat.


Kini ia mengeluarkan kertas. Kertas itu bercahaya dan kami berpindah tempat seketika.


Kami berpindah ke lapangan Colosseum awal.


"Banyak yang belum menyelesaikan ujian kedua dan kalian adalah yang pertama menyelesaikannya" ucap pria itu.


"Kalian bisa pergi ke ruang penyembuhan" ucapnya sambil memberikan kami peta berwarna hitam.


"Kalian ikuti saja peta ini dan akan menemukan ruang penyembuhan"


"Aku akan kembali ke tempat ujian kalian untuk mengurus peserta yang mati ataupun terluka" lanjutnya dan kini ia menghilang dari pandangan kami.


"Baiklah ayo kita kesana" ucapku sambil tersenyum.


Amura dan Hisagi cuma mengangguk dan kami berjalan mengikuti peta itu.


Kami berjalan mengikuti arah peta itu dan akhirnya sampai di ruang penyembuhan, ruangan itu seperti UKS disekolah biasa.


Tapi UKS ini lebih besar dan memiliki bangunannya sendiri.


Kami memasuki bangunan yang cukup besar itu dan melihat seorang wanita yang sedang duduk sambil melihat Handphone miliknya.


"Oh, pengujung" ucap wanita itu yang mana kini ia berdiri dan menghampiri kami.


"Ara, kalian berdua tampan sekali yah" lanjut wanita itu.


'Ha...siapa wanita itu' pikirku.


Kini wanita itu memegang tangan Amura dan Hisagi.


"Ah~ tangan yang sangat indah" ucapnya sambil meraba-raba tangan mereka.


'Apa-apaan wanita ini' pikirku dengan kesal.


"Apa yang kau lakukan" ucap Amura dengan ekspresi dingin sambil menarik tangan miliknya yang sedang diraba wanita itu.


Hisagi juga melakukan hal yang dilakukan Amura.


"Oh~ Pria yang dingin sekali yah" ucap wanita itu sambil tersenyum tipis.


'Di ingatkan Yuu tidak ada wanita ini.. siapa dia' pikirku sambil menatap tajam dia.


Hal ini bukanlah hal yang mengejutkan, karena Papa dan Mama masih hidup.


Karena itu juga banyak hal besar yang tidak terjadi.


6 Bulan setelah kematian ku perusahaan Mama yaitu White Diamond mengalami penurunan kualitas barang, dan 1 tahun setelahnya diketahui bahwa Mama atau 'Y' telah menghilang dan perusahaan itu bangkrut Seketika.


2 Tahun setelah kematian ku pasukan iblis jadi lebih agresif karena tau bahwa pahlawan peringkat 1 atau Papa telah menghilang.


Sejujurnya Mama dan Papa telah menghilang setelah kematian ku entah kemana tapi kepergian mereka disembunyikan.


Tapi lama-kelamaan informasi mereka berdua terungkap dan menyebabkan hal yang tadi kujelaskan.


Ekspresi ku jadi gelap dan mataku jadi mata mati tanpa memantulkan cahaya.


"Ara~ sepertinya ada kucing kecil yang cemburu" ucap Wanita itu sambil melihatku.


'Cemburu?, Siapa?.... Aku?'


"Tidak, silahkan lanjutkan saja aku cuma kepikiran hal lain" ucapku sambil tersenyum dan entah kenapa aku merasa sedikit kesal.


"Ho~ benarkah, kalau begitu"


Wanita itu melompat dan memeluk Amura sambil meraba punggungnya.


Entah kenapa aku kesal saat melihat Amura dipeluk wanita itu.


Amura cuma diam sambil melihat wajahku.


'Kenapa kau malah melihatku fokus saja kepada wanita itu dasar perjaka sok cool' batinku dengan kesal.


Entah kenapa hatiku jadi sakit begini, perasaan apa ini?.


'Risa, perasaan apa yang kurasakan ini?'


...[Cih ngejek orang lain perjaka]...


...[Padahal dirinya sendiri gak peka]...


'Ha... ngak peka? apa yang kau maksud'


...[Itu namanya C-E-M-B-U-R-U]...


'Cemburu? aku?.. mustahil'


...[(*´﹀`*)]...


"Aku tidak cemburu kok" ucapku sambil tersenyum.


"Cih, tidak menarik" ucap wanita itu.


Kini wanita itu melepaskan pelukannya dan berjalan kearah Hisagi.


Ia menyentuh dada dan tangan Hisagi, Hisagi sedikit melawan tapi sesudah disentuh ia malah diam.


'....Rubah ini... ' pikirku dengan sedikit kesal.


'Ia telah menyentuh Amura dan sekarang Hisagi... Dasar Rubah Licik'


"Sudah selesai" ucap Wanita itu.


'Selesai?' pikirku.


'Apanya yang selesai'


...[Ia sebenarnya menyembuhkan Mereka berdua dengan sebuah sentuhan]...


'.....'


'Jadi karena itu ya Amura tidak melawan ataupun berkomentar'


'Hah... entah kenapa aku lelah sendiri karena mengurusi mereka'


'Dan juga kenapa kau tidak memberitahuku bahwa mereka sedang disembuhkan olehnya'


...[Anda tidak bertanya]...


...[(〃∀〃)ゞ]...


'.... dahlah mending turu '


......................


(Gimana coy, ngantuk kan😅.. sebenarnya gw juga kagak niat upload sekarang, tapi nangung)


(Maaf kalau ada Typo atau gimana, gw masih sakit anying entah itu pala pusing, tenggorokan kering, batuk, pilek. lengkap dah)


(Yaudah gw akhiri ampe sini wae, udah 2000 kata ini)

__ADS_1


__ADS_2