
Dalam perjalanan menuju ke tempat latihan Yuki di dampingi oleh Reina, Amura, Amu, Saki dan Yoru.
Sedangkan yang lainnya sudah ke sana terlebih dahulu.
Yuki saat ini sedang memakan Coklat.....Yah coklat, alasan kenapa Reina serta Yuki terlambat adalah karena untuk membeli Coklat.
Kursi roda Yuki saat ini sedang didorong oleh Reina dan Yuki merasa Risih karena sesuatu.
Amura menatap Yuki terus menerus dari samping dan hal tersebutlah yang membuat Yuki risih.
"Anu~, anda siapa yah?" tanya Yuki kepada Amura dengan bingung.
"...." Amura yang mendengar hal tersebut cuma bisa terdiam.
'Benar juga.....penampilan ku berubah yah?....' pikir Amura.
"Apa kau melupakan ku?...." lanjut Amura dengan suara lembut.
'Si-siapa laki-laki ini......saat aku bersama Yuki aku tidak pernah melihatnya........' pikir Yuki dengan bingung.
"Um?.....maafkan saya, seingat saya.....saya tidak pernah bertemu dengan anda...." ucap Yuki dengan senyuman kaku.
"Begitu yah......"
"Apa kau juga tidak mengingat suara ku ini?"
"Um.......entah kenapa aku merasa pernah mendengar nya......tapi dimana yah?...."
Kini Amura memegang tangan Yuki dan hal tersebut membuat Yuki heran.
"A-apa yang anda lakukan!!!!!" teriak Yuki dengan wajah yang sedikit memerah.
"Apa kau tidak ingat sensasi ini" lanjut Amura sambil menggenggam tangan Yuki dengan lembut.
"Ja-jangan bilang......A-Amura-kun?....."
"Benar, akhirnya kau mengingat ku"
"Tu-tunggu bukankah Amura itu memiliki rambut berwarna hitam!!!!!"
"Karena sebuah alasan rambut ku berubah menjadi seperti ini"
"Be-begitu yah, ma-maafkan aku karena tidak mengenalimu"
"Tidak apa-apa lagipula diriku memang benar-benar berubah.....dan sepertinya kau juga berubah yah Yuk-Yuna....." lanjut Amura dengan wajah yang sedikit memerah.
Penampilan Yuki saat ini benar-benar berbeda, dan Yuki terlihat tambah Cantik daripada saat terakhir kali Amura melihat nya.
Hal tersebut membuat Amura salah tingkah dan bingung apa yang harus ia katakan.
"Berubah?...."
'Ja-jangan bilang aku ketahuan kalau diriku ini bukanlah Yuki!!!!' pikir Yuki dengan resah.
"A-apa yang kamu katakan Amura-kun, a-aku tidak berubah sama sekali kok....."
"Tidak, kau berubah"
"A-apanya yang berubah?....."
"Bagaimana bilangnya yah......Kau tambah Cantik?" ucap Amura dengan ekspresi dinginnya.
"Oh begi....Tu-tunggu apa yang kamu katakan!!!!"
Yuki seketika panik dan wajahnya kini memerah saat ia mendengar perkataan Amura.
...( Sc : Eighth Six/Anime ) ...
...( Chara : Vladilena Milize ) ...
"I-itu akan ku anggap sebagai pujian...." ucap Yuki sambil menutupi mulutnya yang sedang mengunyah coklat.
Amura yang melihat hal tersebut cuma bisa terdiam karena keimutan Yuki dan ia tidak bisa berfikir hal lain.
Reina dan Amu yang melihat itu cuma bisa sedikit cemburu karena alasan nya masing-masing.
Disisi Reina, ia cemburu karena Yuki saat ini memiliki hubungan yang dekat dengan Amura, tapi disisi lain ia juga bahagia karena hal tersebut.
Disisi Amu ia cemburu karena Yuki bisa membuat Kakaknya tersenyum seperti itu dan ia juga bahagia karena hal tersebut.
Sedangkan Saki yang melihat mereka berdua cuma bisa tersenyum dan memikirkan hubungan Yuki dan Amura.
Setelah beberapa saat kecanggungan itu mulai mereda dan kini Yuki mengawali percakapan.
"T-Terima kasih yah waktu itu kamu telah menyelamatkan ku" ucap Yuki sambil tersenyum lembut ke arah Amura.
Amura yang berada disamping Yuki membalas perkataan itu dengan lembut.
"Tidak, seharusnya aku meminta maaf kepadamu karena telah membuatmu dalam keadaan yang seperti itu...."
"Kenapa kamu berkata seperti itu terus sih!!!...."
"Padahal kamu telah menyelamatkan ku loh, seharusnya aku berterima kasih kepadamu bukan malah menyuruhmu meminta maaf"
Yuki yang mendengar perkataan Amura cuma bisa membalas dengan sedikit kesal.
"....Baiklah...." ucap Amura dengan sedikit ragu.
"Bagus, kalau begitu" lanjut Yuki sambil tersenyum.
"Ah, dan juga kedua orang ini siapa yah?" tanya Yuki sambil menatap Amu dan Yoru.
"Namaku Yoru Hisagi, kau bisa memanggilku Yoru" jawab Yoru dengan semangat.
"Hisagi? Jangan-jangan adiknya Hisagi?...."
"Begitu lah, aku adik dari pecundang itu" lanjut Yoru dengan wajah kecewa.
"Pe-pecundang yah....." lanjut Yuki dengan ekspresi sedikit bingung.
"Dan kamu?...." lanjutnya.
"Saya.....Amu Hinamura, anda bisa memanggil saya Hina, dan juga saya Adik dari Amura oni-sama" balas Amu dengan senyuman lembut.
"Adiknya Amura?...." ucap Yuki dan kini ia menatap Amu secara teliti.
'Umu....kalau dilihat-lihat ia benar-benar mirip dengan Amura saat rambut Amura masih hitam....'
'Dan juga apakah Amura punya adik yah dimasa depan?.....'
'Aku tidak memiliki ingatan Amura dimasa depan karena keberadaan ku tercipta saat ia kembali ke masa lalu.......apa emang benar begitu yah?....'
'Entah kenapa aku merasa ada ingatan yang ku lupakan?.............Tapi apa yah?.....ya sudahlah gak usah dipikirkan lagipula hal tersebut tidak terlalu berguna.....'
Beberapa saat berlalu dan kini akhirnya mereka tiba di tempat latihan.
Di tempat latihan terlihat siswa kelas S yang sedang mempersiapkan batu besar untuk menjadi sasaran skill mereka.
"He~, jadi target kita adalah batu besar itu" ucap Amu dengan kagum.
Batu besar yang akan menjadi target memang benar-benar besar.
Kalau dihitung secara kasar Tinggi Batu itu sekitar 7 meter dan lebar Batu itu 6 meter.
Mereka semua akhirnya berkumpul dan beberapa saat berlalu.
"Baiklah, saatnya kita mulai" ucap Benjamin dengan acuh tak acuh karena ia cuma mempedulikan Saki, Yuki dan juga Reina.
"Gadis Kuning kau duluan" lanjutnya dengan tidak terlalu peduli.
"Baiklah......"
Kini Akane mengambil jarak dan ia menatap Batu besar itu dengan ekspresi serius.
'Heaven's Punishment tidak akan bisa menghancurkan Batu itu karena bagaimana pun serangan itu cuma berdampak kepada Iblis'
'Kalau begitu....' Kini Akane mengambil sebuah tombak dan bersiap-siap untuk melemparkan tombak itu.
"...[ Light Streak ]..." Akane melemparkan tombak yang ia pegang dan tombak itu melesat dengan sangat cepat.
*Duar....
Cuma butuh 0.23 detik bagi tombak Akane untuk mencapai Batu yang berjarak 17 meter darinya.
Dan Batu itu meledak dan pecah menjadi beberapa bagian.
"Bagus, selanjutnya bocah Pirang Dengan Wajah Bodoh majulah" ucap Benjamin dengan ekspresi tidak peduli.
Hanzo yang mendengar hal tersebut cuma bisa berfikir 'Ia menyebutku kan.....' pikir Hanzo dengan heran.
"Aku?...." tanya Hanzo.
"Siapa lagi kalau bukan kau"
"......Hah~, aku mendapatkan julukan baru lagi....." ucapnya dan kini ia berdiri dan mengambil jarak.
Perlahan Batu yang tadi hancur kembali menyatu dan Hanzo bersiap-siap untuk menyerang.
'Skill terkuat......memangnya aku punya yah?....' pikir Hanzo dengan bingung.
"Um......Terserah lah..."
"...[ I Love You Akane ]..." Kini sebuah kata-kata bertuliskan nama skill tadi muncul dan terukir di Batu besar itu.
"...."
"..."
".."
"."
Hal tersebut membuat suasana canggung dan para Siswa jadi malu-malu sendiri karena hal yang dilakukan oleh Hanzo.
Akane tidak mengeluarkan ekspresi apapun tapi yang sebenarnya dihatinya ada perasaan kesal dan juga jengkel.
'Pirang Bodoh ini!!!!!!!' teriak Akane didalam hati dengan perasaan malu.
"Apa apaan itu, -100" ucap Benjamin dengan ekspresi kesal.
"A-apa, ini adalah skill terkuat yang kumiliki!!!!!"
"Skill ini bisa membuat ku memperlihatkan kepada orang lain seberapa besar cinta ku kepada Akane!!!!!"
"Berisik, jangan bercanda gunakanlah skill serangan mu" lanjut Benjamin.
"Hah~, baiklah...."
Hanzo mengambil sebuah tombak dan ia dalam posisi kuda-kuda.
"...[ Heavenly Spear ]..." perlahan Tombak yang dipegang Hanzo bercahaya dan cahaya itu melapisi tombak yang dibawa Hanzo.
"...[ Sashi Ugatsu Shitoge no Yari ]..." Hanzo melempar Tombak yang ia miliki dan tombak itu melesat dengan cepat.
...( tombak berduri yang menembus maut )...
*Crack...
Tombak itu tidak menghancurkan Batu tapi menembus Batu itu dan melesat melewati Batu tesebut dan menembus dinding bangunan dibelakang Batu tersebut.
"Luar biasa" ucap Benjamin dengan ekspresi biasa.
Kini Hanzo duduk di samping Akane dan Akane menatap jijik Hanzo.
Walaupun Akane menatap jijik Hanzo tapi sebenarnya ia kagum dengan skill Hanzo yang tadi.
"Baiklah selanjutnya, kau om-om"
"Julukan itu pasti digunakan untukku....." ucap Crownel dengan pasrah.
Crownel berdiri dan mendekati Batu tersebut, ia mengangkat katana hitam yang ia miliki.
__ADS_1
"...[ Green Tornado ]..." Angin berwarna hijau berkumpul di katana Crownel dan ia menebas Batu besar itu dengan katana tersebut.
*Swing....
*Whus....
Lesatan angin kencang menabrak Batu itu dan Batu itu terpotong menjadi dua.
"Selanjutnya, Kau loli rambut biru" ucap Benjamin kepada Mayumi Keina.
"Baik" ucap Keina sambil tersenyum lembut.
Keina kini berdiri dan mendekati Batu itu.
Ia Memegang pedang yang ada di pinggang nya dan bersiap-siap untuk memotong Batu tersebut.
"...[ Waterfall From The Sky ]..." Keina mengangkat pedang yang ia miliki dan memotong Batu tersebut secara Vertikal.
Batu itu tergores cukup dalam tapi tidak sampai membelah batu tersebut.
"Hah~.....cuma berdampak seperti ini yah....." ucap Keina dengan ekspresi kecewa dan kini ia duduk di tempat awalnya.
Amura yang melihat Keina murung mencoba mendekati nya dan menenangkan nya.
"Kenapa kau murung begitu Kei? " tanya Amura.
"Amura-kun.....serangan yang kumiliki benar-benar lemah.....karena itulah aku sedikit tertekan...." jawab Keina dengan senyuman tipis.
"...."
Amura yang mendengar hal tersebut terdiam dan ia berkata dengan ekspresi serius.
"Kau hebat Kei, aku mengakuinya"
"Eh....tapi aku....."
"Jangan putus asa seperti itu, ini tidak seperti dirimu saja"
"...."
"Perlihatkan dirimu yang biasanya tersenyum lembut seperti biasa" lanjut Amura dengan senyuman yang bahkan tidak ia sadari.
"...."
Keina terdiam karena melihat ekspresi Amura, untuk pertama kalinya ia melihat Amura tersenyum seperti itu dan hal tersebut membuat hatinya tersentuh.
Kini Keina tersenyum dengan wajah imut dan hal tersebut membuat Amura kaget.
"Hm~, seperti inilah Keina yang ku kenal" lanjut Amura.
"Hoy, bocah rambut putih!!!!" teriak Benjamin.
"Hm? aku?....." ucap Amura sambil menatap Benjamin.
"Siapa lagi, majulah saat ini giliran mu"
Kini Amura mendekati Batu tersebut dan menyentuh Batu itu.
'Mana mungkin aku menggunakan Gluttony untuk menghancurkan Batu ini'
'Cukup dengan pukulan saja'
Kini Amura dalam posisi untuk memukul Batu tersebut dengan ekspresi datar.
*Dom...
*Brak...
Amura memukul Batu tersebut dengan pukulannya dan Batu tersebut hancur berantakan.
"...." Benjamin yang melihat itu cukup terkejut karena kekuatan Amura.
'Ia berbeda dengan yang lain' pikir Benjamin.
Untuk pertama kalinya Benjamin tertarik kepada Siswanya.
"Bagus, selanjutnya...."
"Reina Akiara majulah"
"Eh, Ah....Baiklah...." balas Reina dan kini ia mendekati Batu tersebut.
"Um.....skill terkuat....."
"Yosh...."
"...[ Purple Lightning Slash ]..." Katana Reina kini terlapisi oleh petir berwarna Ungu dan Reina menebas Batu didepan nya.
*Swing...
*Whus....
Batu tersebut terpotong secara rapih menjadi dua, dan Reina langsung kembali ketempat nya tadi.
"Ho~......Selanjutnya...."
Kini Amu berdiri dan menyerang Batu tersebut.
"...[ Shadow Manipulation ]..." bayangan Amu serta beberapa bayangan orang-orang yang ada di sana terkumpul menjadi sebuah bola besar.
"...[ Lighting Spear ]..." Bola itu dalam seketika berubah menjadi tombak besar.
*Whus...
Tombak itu melesat dan menghancurkan Batu itu dalam seketika dan menyebabkan ledakan debu.
*Duar....
Kini Giliran Yoru dan Yoru menyerang Batu itu.
"...[ Dead Slash ]..." dalam sekejap Batu tersebut terpotong menjadi dua bagian dan kini giliran Saki.
"Bagus....um~, kini giliranmu Saki Yuna" ucap Benjamin dengan sedikit ragu-ragu.
Saki berdiri dan kini ia mendekati Batu tersebut dan mengambil sebuah busur disertai panah.
"...[ Flash of Lightning ]..." Anak panah di tembakan dari busur Saki dan dalam sekejap anak panah itu melesat dengan kilatan petir.
*Crst...
*Jlep...
*Duarr.....
Anak panah yang menancap di batu itu meledak dan menghancurkan Batu besar itu dalam sekejap.
"Ba-baiklah, kini giliran Yuki Yuna....."
"Baik...." balas Yuki.
Kini Yuki mengambil jarak dari Batu tersebut dan ia diberi nasihat oleh Benjamin.
"Yuki, kalau kau tidak ingin melakukan ini kau bisa berhenti"
"Hm~, tidak apa-apa Pa-Ayah....aku akan menahan diri supaya tidak pingsan"
'Skill apa yang akan kugunakan....'
'Apa lebih baik aku menggunakan skill murni saja yah?....'
'Yosh, lebih baik aku gunakan skill murni'
"...[ Wisdom ]..." ucap Yuki dan kini pemikiran yang ia miliki menjadi lebih cepat ratusan kali lipat.
'kemungkinan dari skill Murni adalah tak terbatas tapi hal tersebut juga tergantung kepada sang pengguna dan elemen yang cocok dengan pengguna'
'Untuk masalah ini aku memerlukan sebuah serangan yang terlihat seperti es tapi memiliki massa yang lebih besar dari pada es'
Crystal, Kristal atau Hablur adalah suatu padatan yaitu atom, molekul, atau ion yang penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi.
Secara umum, zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses pemadatan. Pada kondisi ideal, hasilnya bisa berupa kristal tunggal, yang semua atom-atom dalam padatannya "terpasang" pada kisi atau struktur kristal yang sama.
Sementara, secara umum, kebanyakan kristal terbentuk secara simultan sehingga menghasilkan padatan polikristalin.
Struktur kristal mana yang akan terbentuk dari suatu cairan tergantung pada struktur kimia cairan itu sendiri, kondisi ketika terjadi pemadatan, dan tekanan ambien.
Proses terbentuknya struktur kristalin dikenal sebagai Kristalisasi.
'Es digabung dengan kristal....melawan hukum fisika lagi?....begitu lah.....'
Yuki memikirkan proses penggabungan Kristal dan juga Es yang kini membuat Materi baru yang merupakan Es yang tidak akan pernah mencair dan memiliki massa yang sama seperti batu atau bahkan lebih besar dari pada batu.
Yuki membuka matanya dan ia mengumam kan Skill yang ia ciptakan.
"...[ Ice Crystal ]..." muncul sebuah crystal bening yang mirip seperti es yang cukup besar disamping Yuki.
*Whus...
Kristal itu melesat dengan cepat dan menabrak batu besar tersebut.
*Crack...
Batu tersebut hancur sedangkan kristal yang diciptakan Yuki cuma sebatas retak saja.
Walaupun ukuran dari Kristal Yuki cuma sebesar 2 meter saja tapi massa yang dimiliki kristal itu lebih besar dari pada Batu besar tersebut.
Kini giliran siswa lainnya dan beberapa saat berlalu.
Kini semua telah selesai praktek dan saat ini sudah jam istirahat.
"Baiklah sudah selesai...." ucap Benjamin.
"Hah~, akhirnya....." ucap Hanzo karena bosan.
Benjamin kini ingin meninggalkan mereka tapi ia dihentikan oleh Akane.
"Ada apa?...." tanya Benjamin.
"Bukankah anda melupakan sesuatu..." ucap Akane.
"Apa itu?"
"Nama..."
"Nama?..."
"Iya nama anda, kami masih belum mengetahui nama anda" lanjut Akane.
"Ah, namaku Benjamin dan juga aku adalah Ayah Yuki dan Saki" jawab Benjamin.
"Eh...." balas Akane dengan ekspresi kaget begitu juga dengan siswa lain.
Benjamin kini pergi dan meninggalkan mereka.
"...."
Dan akhirnya mereka semua memutuskan untuk menuju ke kantin.
Reina selalu bersama Yuki dan mendorong kursi roda Yuki entah itu kemana pun.
Tapi mereka tidak terlalu lapar dan akhirnya memutuskan untuk mengelilingi sekolah mumpung Yuki juga tidak terlalu mengetahui daerah sekolah itu.
Saat mereka mengelilingi sekolah mereka melihat Amura dan Keina yang sedang bersama.
"Amura?...." ucap Yuki yang sedang melihat mereka.
"Eh, Amura?..." kini Reina juga melihat Amura yang sedang bersama Keina.
"Apa hubungan mereka? bukankah tadi juga Amura terlihat dekat dengan Keina?..." tanya Yuki yang sudah mengenali Keina.
"Entahlah.....ingin ngintip?..." ucap Reina.
"Um~....aku juga cukup penasaran...." jawab Yuki.
__ADS_1
Kini Reina mendorong kursi roda Yuki dan mendekati mereka berdua, tapi tiba-tiba Amura menghilang.
"Apa yang kalian lakukan" ucap Seorang pria dari belakang Reina.
"Kya~...." teriak Reina dengan ekspresi kaget sedangkan Yuki cuma diam karena ia sudah mengetahui hal tersebut.
"Bukan apa-apa, kami cuma penasaran dengan apa yang kalian lakukan saja" ucap Yuki dengan ekspresi datar.
Risa sebenarnya merasa sedikit cemburu kepada Keina karena Amura dekat dengannya tapi perasaan itu ia sangkal.
"Hm~, begitu kah?..." ucap Amura.
Kini Amura menyuruh mereka untuk ikut dengannya dan menghampiri Keina.
Keina cukup kebingungan karena Amura tiba-tiba menghilang dan membawa 2 orang gadis.
Keina bertanya apa yang terjadi dan akhirnya dijelaskan oleh Amura.
"Ah begitu toh, kami sebenarnya ingin ke taman sekolah yang bisa dibilang rahasia" ucap Keina.
"Ra-rahasia!!!!" teriak Reina.
"Yah rahasia, ada apa memangnya?" lanjut Keina dengan ekspresi bingung.
"A-apakah tempat itu sepi...."
"Hm? bukan sebatas sepi saja tapi tidak ada satu orang pun yang datang kesana"
"Apaa!!!!! apa yang kalian berdua lakukan ditempat sepi seperti itu!!!!" teriak Reina dengan wajah memerah.
Risa/Yuki yang tidak terlalu mengerti cuma bisa menyimak percakapan itu.
Sedangkan Keina cukup bingung dengan ucapan Reina.
"Memangnya kenapa?............."
Seketika wajah imut Keina memerah dan ia jadi gagap.
"Bu-bu-bukan se-seperti itu, Ka-kami tidak melakukan hal yang seperti itu kok!!!!" balas Keina dengan gagap disertai wajah yang merah merona.
"Te-terus kalian melakukan apa ditempat sepi seperti itu!!!!"
"Kami cuma bermain dengan kucing saja!!!!"
"Kucing!!!!" ucap Reina dengan wajah berbinar-binar.
Reina benar-benar menyukai kucing dan saat ia mendengar nama kucing ia langsung melupakan semua hal yang ia bicarakan.
"Aku ikut!!!!!" teriak Reina dengan semangat.
"Boleh kan Yuki!!!"
"Eh, silahkan kalau kau ingin kesana tapi aku juga ikut" balas Yuki.
"Baiklah ayo ikuti kami...." lanjut Keina dengan ekspresi pasrah tapi ia bahagia karena mendapatkan teman baru untuk White.
Mereka menuju ke tempat yang ditinggali White disekolah disaat Keina tidak ada.
"Imutnya!!!!!" teriak Reina sambil memeluk White.
Kucing berwarna putih dengan bercak coklat diwajahnya yang mana kucing itu merupakan kucing jenis Ragdoll.
Kucing itu dipeluk oleh Reina dengan erat seakan-akan ia ingin memiliki kucing itu seutuhnya.
"Imutnya...." ucap Yuki dengan wajah yang sedikit memerah.
Yuki terkesima dengan penampilan White yang sangat imut dan ia ingin memeluk White juga.
"Re-Reina aku juga ingin memeluknya...." ucap Yuki dengan ekspresi memohon.
"Hm? 10 menit lagi, tidak 30 menit lagi!!!!" balas Reina.
"Tidak White pasti akan marah kalau kau memeluknya selama itu, sini berikan White kepadaku!!!!" teriak Keina dengan wajah merah merona.
"Tunggu aku bahkan belum memeluknya!!!" teriak Yuki.
Kini White direbutkan oleh tiga gadis cantik, sedangkan Amura yang melihat mereka cuma bisa berfikir.
'Jadi kucing enak juga keknya...' pikir Amura dengan ekspresi serius.
...[ Skill ditemukan ]...
...[ Menjadi Kucing (A-) ]...
...[ Harga : 1.200.000 P ]...
'Busat mahal bet!!!!' pikir Amura dengan terkejut.
'Hah~, ya sudahlah melihat pemandangan ini saja sudah cukup....'
Disaat mereka sedang merebutkan White, white tidak merasa senang atau bagaimana.
Ia dipeluk secara bergantian di gunung yang berbeda-beda terus menerus.
Ada yang sangat lembut dan besar ada juga yang lumayan ada juga yang cukup datar tapi masih ada benjolan nya🗿.
Dan itu berlangsung secara terus menerus.
'Entah kenapa aku kesal saat melihat hal ini lama-lama' pikir Amura karena dirinya diabaikan oleh mereka.
...
..
.
Disebuah dunia yang memiliki langit berwarna merah darah serta terdapat iblis dan monster dimana.
Terlihat sebuah istana yang sangat besar dan terasa aura mencekam di istana itu.
Didalam istana tersebut, tepatnya di sebuah ruangan terlihat seorang gadis dengan rambut berwarna hitam keunguan dengan bola mata berwarna ungu.
Gadis itu memiliki paras yang sangat menawan dan saat ini gadis itu sedang memegang sebuah Benda.
Ruangan itu seperti berada di luar angkasa yang mana terdapat Bintang-bintang bersinar terang di langit malam.
Tiba-tiba muncul sebuah cahaya dan muncul seorang pria dari cahaya tersebut.
...( Sc : Pinterest ) ...
...( Chara : Kim Dok Ja ) ...
Pria itu memiliki paras yang sangat tampan dan ia memiliki sayap malaikat berwarna hitam yang menghiasi punggung nya.
Rambut Pria itu berwarna hitam dihiasi oleh dua tanduk di kepalanya dan ia menggunakan setelan kemeja hitam dan celana panjang disertai jubah Putih.
"Kau sudah datang Lucius..." ucap Gadis itu dengan senyuman lembut.
Senyuman gadis tersebut benar-benar tidak memperlihatkan sesosok raja iblis atau iblis mana pun, ia benar-benar terlihat seperti malaikat dari pada seorang iblis tapi.
Tapi hal tersebut langsung lenyap saat melihat karma negatif yang dimiliki oleh gadis itu.
...( Sc : Pinterest ) ...
...( Chara : Homura Akemi ) ...
"Aku telah kembali Raja Iblis, Zeferia" jawab Lucius dengan ekspresi datar.
"Kemarilah Lucius" lanjut Zeferia kepada Lucius.
Lucius mendekati Zeferia tanpa sebuah kata-kata dan ia akhirnya berada didepan Zeferia.
"Menunduk lah, kau terlalu tinggi" ucap Zeferia.
Kini Lucius menunduk dan ia cukup bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh Rajanya.
"Kau telah bekerja dengan sangat baik" lanjut Gadis itu sambil mengelus rambut Lucius.
Mata Lucius seketika melebar dan ia terkejut akan apa yang dilakukan oleh Rajanya tersebut.
"Apa yang kau lakukan" ucap Lucius dengan ekspresi datar.
"Bukankah kau suka diperlakukan seperti ini?" lanjut Zeferia dengan senyuman tulus.
"Aku tidak bisa membantahnya" lanjut Lucius dengan ekspresi pasrah.
"Dan juga kalau ada salah satu dari 7 dosa besar lainnya yang ingin di perlakuan seperti ini apakah kau juga akan menurutinya?...." tanya Lucius dengan ekspresi dingin.
"Mana mungkin, aku melakukan hal ini cuma untukmu saja!!!" teriak Zeferia dengan ekspresi kesal.
"Dan kalau aku melakukan hal tersebut kau pasti akan membunuh mereka kan"
"Mau bagaimana pun dirimu adalah yang terkuat di Neraka, salah satu dari Tujuh Dosa Besar, Sloth ( Kemalasan )"
Kini Lucius menyeringai dan ia memeluk Zeferia.
"Seperti itulah" ucap Lucius dan kini ia memeluk Zeferia lebih erat.
"Be-berhenti Lucius!!!" ucap Zeferia dengan wajah memerah.
Kini Lucius berhenti memeluk Zeferia dan ia pun kembali ke tempat awalnya.
Zeferia mengikuti Lucius dan mereka keluar dari tempat tersebut menuju ke ruang singgah sang raja.
Zeferia menuju ke kamar yang ia miliki dan ia duduk di sofa yang ada dikamar nya dan ia menatap Lucius.
"Lucius kemarilah, kau ingin tidur kan" ucap Zeferia sambil tersenyum lembut dan menepuk paha yang ia miliki.
Lucius mendekati Zeferia dan akhirnya ia tidur di paha Zeferia.
Zeferia serentak mengelus kepala Lucius dan ia berkata.
"Aku akan menginvasi bumi dalam 3 bulan yang akan mendatang"
"Kau mempercepat penyerangan nya?"
"Begitu lah, beberapa bulan yang lalu Gluttony telah dibunuh dan bahkan kadidat dari Gluttony juga ikut terbunuh beberapa hari yang lalu"
"Manusia telah bertambah kuat, dan saat seperti inilah yang paling tepat untuk mewujudkan Tujuan Kita"
"Aku akan mengikuti rencana yang kau miliki, tidak peduli segila apa rencana itu" ucap Lucius.
Zeferia kini tersenyum lembut dan ia mengelus rambut Lucius dengan lembut.
"Tidurlah Lucius, aku akan menjagamu" ucap Zeferia dengan lembut.
Lucius yang mendengar suara Zeferia langsung mengantuk dan akhirnya ia tertidur di paha Zeferia.
"Imutnya..."
"....[ Darkness Barrier ]..." muncul sebuah Aura kegelapan yang menyelimuti kamar Zeferia.
Zeferia menyentuh benda yang ada ditangannya dan ia melihat kristal berwarna gelap yang masih belum terisi penuh.
"Aku akan mewujudkan tujuanku dan untuk melakukan itu aku harus membunuh banyak manusia kuat"
"Semakin kuat manusia tersebut, semakin banyak juga kristal ini akan terisi oleh jiwa mereka"
Benda tersebut menghilang dalam sekejap dan kini Zeferia kembali mengelus kepala Lucius.
"Saat melihatmu tertidur aku juga ingin tidur...." ucap Zeferia dan kini ia tidur sambil memangku kepala Lucius di pahanya.
Risa tidak menyadari bahwa dunia yang ia tempati kini dalam bahaya dan prediksi yang ia miliki meleset karena tingkah Amura.
Seharusnya Amura tidak melawan Gluttony tapi karena kemunculan Yuki didalam Hidup Amura, Amura ingin menjadi lebih kuat dan hal tersebut membuat perubahan dimasa depan.
3 Bulan yang akan mendatang pasti akan menjadi kehancuran bagi umat manusia.
Tidak peduli sehebat apapun Yuki atau bahkan Amura, apakah mereka bisa mengalahkan Sang Raja Iblis Zeferia dan juga The Fallen Angel Lucius?.......tidak ada yang mengetahui hal tersebut dan cuma sang Pencipta dari cerita ini saja yang mengerti hal tersebut.
__ADS_1
......................
...( Thx cuy dah baca, Jan lupa Like🗿)...