
Benjamin menuju kerumahnya dengan perasaan kesal karena mengingat masa lalu yang ia miliki.
Dan sesampainya di rumah ia melihat Reina yang ada diruang tamu bersama Saki serta Yuki.
"Aku pulang...." ucap Benjamin.
"Ah, selamat datang Papa" jawab Yuki dengan senyuman lembut.
"Selamat datang Om...." jawab Reina.
"....."
Sedangkan Saki cuma diam sambil menatap Sinis Benjamin.
'Apakah ia masih marah?....' pikir Benjamin.
Benjamin akhirnya memutuskan untuk ke kamarnya dan mereka kembali menonton TV sambil berbincang.
"Hah~.....jadi materi apa yang harus kuberikan besok?....."
Kini Benjamin membuka buku yang ada dimeja dan Buku itu berjudul "Materi Tentang Monster dan Tingkatannya".....
"......, Aku benar-benar tidak bisa mengajar....."
"Apa aku harus langsung menyuruh mereka praktek saja?....."
Setelah beberapa saat akhirnya Benjamin memutuskan Materi yang akan ia ajarkan dan ia mempersiapkan Materi tersebut.
Sedangkan di lantai satu.....
"Yuki...." ucap Saki.
"Ada apa ma?...." jawab Yuki dengan ekspresi bingung.
"Mulai dari sekarang aku akan menjadi kakakmu...." lanjut Saki.
"Oh begi......tunggu apa!!!??...."
Yuki cuma bisa berteriak heran karena apa yang diucapkan Ibunya tersebut.
"Apa yang mama maksud??....."
"Ka-Kakak? kenapa tiba-tiba?....."
"Ah.....i-itu, aku menyamar sebagai Kakakmu untuk mendaftar disekolah mu....."
"......"
Reina yang telah menyimak dari tadi cuma bisa terheran-heran.
'apa yang dibicarakan Saki-san?' pikir Reina dengan ekspresi bingung.
Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar Saki, akhirnya mereka berdua mengerti dan malam pun tiba.
Setelah mandi mereka membuat makan malam, Reina tidak membantu karena masakan Reina um~.....Terlalu enak!!!!!......, yah terlalu enak karena itu ia tidak membantu.....
Reina memutuskan untuk mandi dan Saki serta Yuki yang telah mandi memutuskan untuk membuat masakan.
Walaupun Risa tidak pernah menggunakan wujud manusia di ingatannya, tapi ia masih tetap bisa memasak dan mengetahui cara memasak.
Dan entah kenapa juga Risa merasa seperti sudah terbiasa memasak dan saat ini Risa merasakan perasaan yang familiar.
'Kenapa aku bisa lancar memasak? bukankah aku belum pernah memasak?.....'
'Apakah ini karena tubuh yang dimiliki Yuki telah terbiasa memasak jadi saat aku memasak terkesan sudah terbiasa?.....'
Risa tidak mempedulikan hal tersebut dan ia lanjut memasak bersama Saki.
Selesai memasak Mereka semua makan malam, setelahnya mereka berbincang dan akhirnya saatnya tidur.
Mereka akhirnya kelantai dua untuk tidur di kamarnya masing-masing.
Benjamin memasuki kamarnya dan menunggu di pintu untuk dimasuki Saki, tapi Saki mengabaikan Benjamin dan ia ikut Yuki tidur di kamarnya bersama Reina.
'Eh........ia masih marah......' pikir Benjamin dengan hati yang terluka.
Dan akhirnya Benjamin tidur sendirian dalam sepinya malam dan dinginnya malam.
Ia tidak punya seseorang untuk memeluknya saat malam hari seperti biasa, dan akhirnya ia menyesal karena melakukan hal tersebut tanpa persetujuan Saki.
'Besok-besok aku akan minta izin dulu saja......' pikir Benjamin dan kini ia tidur dikamar sendirian.
Disaat Benjamin kesepian Saki malah tersenyum penuh kemenangan karena hal tersebut.
'Ia pasti kesepian, syukurin!!!!......'
'Siap suruh main kasar tanpa persetujuan!!!!.....' pikir Saki dan kini ia tidur di kasur Yuki.
Di kasur Yuki terlihat tiga Gadis, ehem......Dua gadis dan satu Wanita yang tengah tidur nyenyak.
Mereka mimpi indah tapi tidak dengan Yuki, Yuki saat ini sedang bermimpi buruk tapi mimpi itu dalam seketika dilenyapkan oleh seseorang.
Didalam sebuah dunia yang tidak ada satupun keberadaan didalamnya terlihat sesosok gadis yang tengah duduk di atas Bangunan.
Gadis itu memiliki paras yang sangat menawan dan penampilan yang dimiliki gadis itu sangat anggun.
Gadis itu memiliki Rambut berwarna Coklat keemasan dihiasi tiara berwarna hitam solid di kepalanya.
Tidak lupa juga dengan sayap malaikat berwarna hitam yang menghiasi punggung gadis itu yang membuatnya semakin menawan.
Kini gadis itu sedang melihat sebuah retakan dimensi yang mana didalam di retakan itu terlihat tiga gadis yang tengah tidur.
"Lagi-lagi Yuki mendapatkan mimpi itu....." ucapnya dengan suara lemah lembut tapi indah.
"Aku telah membatasi keberadaan Alter untuk tidak mengganggu reinkarnasi Altair yang ketujuh ini....."
"Keberadaan yang tercipta dari Emosi Negatif Altair, aku tidak mengetahui namanya dan aku menyebutnya Alter"
"Ia adalah Keberadaan Abstrak yang tercipta atas kehendaknya sendiri...."
"Ia merupakan perwujudan dari kehancuran dan ia juga adalah keberadaan yang membuat Altair dihukum....."
"Di semua reinkarnasi Altair aku selalu saja merasakan adanya keberadaan yang ia miliki...."
Perlahan dunia yang dimiliki Iris hancur secara total dan menyisakan kehampaan tak berujung saja.
Muncul sosok yang tidak memiliki wujud dan tubuhnya cuma terstruktur oleh kegelapan saja.
“Kau benar-benar menggangu Iris” ucap Sosok itu dengan suara yang tidak terlalu jelas entah itu wanita atau pria.
"Bukankah kau yang menggangu Altair di semua Reinkarnasi yang ia miliki!!!!" teriak Iris dengan kesal.
“Ha, aku? menggangu dia? omong kosong!!!!”
"Keberadaan ku adalah Altair yang sesungguhnya!!! mereka adalah tiruan!!!"
"Kau benar-benar berisik yah, reinkarnasi pertama Altair...."
"...."
"Kau...."
"Ada apa? apa kau terkejut karena aku mengetahui hal tersebut?..."
"Tidak peduli seberapa banyak hal yang telah kau ubah tentang dirimu entah itu dari wujud atau kekuatan mu, kau tetap tidak akan pernah bisa menyembunyikan Akar muasal mu"
"...."
"Ingatlah kembali Iris"
*Crack....
Kehampaan tak terbatas serta tak berujung yang terstruktur dengan 11 dimensi secara kompleks itu hancur dalam seketika dan membuat Semseta baru.
Semesta itu memiliki struktur dengan konsep yang lebih kompleks dari yang diciptakan Iris.
"Ugh...." rintih Iris kesakitan.
'Ingatan ini?....' pikir Iris.
Iris seketika mengeluarkan darah dari mulutnya dan ia melihat dunia yang ia miliki kini berubah secara total.
"Kau jadi lebih lemah Iris"
"Bukankah kau adalah keberadaan yang menghentikan ku disaat aku menghancurkan ***"
__ADS_1
Iris tidak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Alter tapi ia bisa menebak hal apa yang diucapkan oleh Alter.
"Hm? jangan bilang kau tidak bisa mendengar hal tersebut?"
"Puft, bahkan keberadaan mu benar-benar menjadi lebih rendah dari keberadaan dimensi tak terhitung?"
"Lihatlah dirimu saat ini, kau bahkan menjadi keberadaan dengan dimensi yang lebih rendah dariku"
Iris terjatuh dan kini ia mencoba berdiri kembali.
"Sebenarnya apa tujuanmu melakukan semua hal tersebut kepada reinkarnasi Altair yang lain!!!!" teriak Iris dengan ekspresi tersiksa.
Keberadaan yang tengah dilawan Iris kini mendekati Iris dan merubah wujudnya mejadi wujud Aslinya.
Keberadaan abstrak tadi berubah menjadi seorang wanita dengan pakaian seorang biarawati dan mengulurkan tangannya kepada Iris.
...( Sc : Pinterest )...
Keberadaan Dari wanita itu benar-benar diluar konsep dimensi dan bahkan konsep apapun tidak bisa menjelaskan keberadaan wanita itu.
Wanita itu benar-benar cantik, dan kecantikan wanita itu benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Mata dari wanita itu benar-benar indah tapi terpampang kegelapan tak berujung di mata itu seakan-akan Dunia itu sendiri berada didalam matanya.
Wanita itu Bagaikan sebuah keberadaan yang tidak seharusnya ada dalam sebuah cerita dan keberadaan yang tidak pernah terukir dalam sebuah cerita.
"Nostalgia yah, padahal dimasa lalu kau yang melakukan hal ini kepadaku"
"Tapi saat ini malah kebalikannya"
"Dulu aku bahkan tidak bisa menyentuh satupun bagian dari dirimu tapi saat ini malah kau yang tidak bisa melakukan apa apa saat didepan ku"
"Apakah ini merupakan sebuah hukuman dari Goddess of Creation kepadamu?"
"...."
Iris terdiam saat mendengar hal tersebut dan ia memalingkan wajahnya dari Wanita itu.
"Ara~ imutnya, aku bahkan tidak menyangka sesosok yang disebut sebagai Dewi Terkuat kedua di *** bisa menjadi tidak berdaya seperti ini"
Kini Alter atau Wanita tersebut menyentuh dagu Iris.
"Iris, kau benar-benar imut saat tidak berdaya seperti ini"
"Jangan berkata seperti itu dengan wajah yang sama seperti Altair!!!" teriak Iris dengan nada kesal.
"Hm~, masih belum bisa yah"
Kini Alter melepas sentuhan di dagu Iris dan kini ia tersenyum.
"Aku tidak bisa membunuhmu karena diriku yang satunya akan marah kepadaku karena membunuhmu"
"Sampai jumpa lagi Iris"
"Dan hiduplah terus dengan melihat bayang-bayang diriku yang palsu itu"
Kini Alter menghilang dan lenyap dari Semesta yang tadi diciptakannya dan meninggalkan Iris sendirian ditempat itu.
"Aku benar-benar menjadi lebih lemah....." ucap Iris dengan lirih.
"Bahkan kekuatanku saat ini tidak sampai 1% kekuatan dimasa prima ku....."
"Ingatan yang kumiliki benar-benar diubah oleh Ibu....."
"Ini semua karena aku mencoba membunuh Ibu karena mengetahui takdir Altair di kehidupan ketiga yang ia miliki....."
"Dan juga......"
'Ibu......Dewi Penciptaan, merubah ingatan yang kumiliki dan saat ingatanku tentang Altair kembali kekuatan yang kumiliki akan menjadi berada di titik terlemah.....' pikir Iris.
"Hah......keberadaan ku saat ini tidak kurang dan tidak lebih cuma sebatas Lower Gods di dunia terendah yang ada di ***"
Iris merenungi nasib yang ia miliki dan apa yang telah ia lakukan kepada Altair di kehidupan pertamanya, memangnya apa yang dilakukan Iris kepada Altair di kehidupan pertamanya?.....Entahlah.
Di dunia Yuki kini telah pagi dan akhirnya saatnya bagi mereka untuk bangun dan berangkat sekolah.
Yuki, Saki serta Reina telah selesai melakukan kegiatan biasa mereka saat pagi hari dan kini mereka sedang menuju ke sekolah.
Sesampainya di sekolah Saki dan Yoru menunggu diruang tunggu dan berbincang bincang.
"Pagi Yoru..."
"Pagi juga Saki..."
"Kau datang pagi-pagi sekali, apakah biasanya kau juga begini? ...." tanya Saki.
"Begitu lah, Ma...I-Ibuku benar-benar berisik saat menceramahi ku untuk bangun pagi, j-jadi aku memutuskan untuk bagun lebih pagi supaya tidak diceramahi" balas Yoru dengan wajah memerah saat ia akan keceplosan bilang Mama.
"He~, begitu kah? bukankah kau cuma ingin dipuji oleh ibumu saja?" goda Saki.
"Ti-tidak bukan seperti itu, si-siapa juga yang senang saat di puji dia!!!!" balas Yoru dengan wajah yang semakin memerah.
"Fufu...." Saki cuma bisa tersenyum lembut saat melihat gadis kecil didepannya itu.
Mau bagaimana pun Saki adalah Wanita dewasa dengan umur 38 tahun, tapi wajah dan tubuh yang ia miliki benar-benar tidak seperti wanita berumur 38.
Reina dan Yuki memutuskan untuk tidak masuk ke kelas dulu karena suatu alasan.
Sedangkan Amura dan juga Amu kesiangan karena begadang waktu malam untuk menonton acara televisi.
Setelah beberapa saat berlalu dan kini Saki dan Yoru didatangi Hiroshi, akhirnya mereka dibawa ke kelas dan dikenalkan sebagai murid baru.
Tapi sebelum itu Hiroshi menyuruh Saki dan Yoru untuk menunggu Amu didepan kelas, dan Hiroshi memasuki kelas.
*Brak....
Tiba-tiba pintu terdobrak dan memperlihatkan sesosok pria yang terjatuh.
"Ugh.....untung tidak terlambat" ucap Pria yang merupakan Hanzo Yakuri.
"Ah, selamat pagi sayang" lanjutnya sambil menatap Hiroshi.
"Siapa yang kau panggil sayang Pirang Bodoh" balas Hiroshi dengan dingin.
"Siapa lagi kalau bukan kamu, Sayang!!!!" teriak Hanzo dengan lantang.
Hiroshi yang kesal cuma bisa marah dan ingin menyerang Hanzo dengan Ultimate yang ia miliki.
"...[ Heaven's Punishment ]..." seketika muncul lingkaran sihir dibawah Hanzo dan Hanzo pun serentak berteriak karena takut kena Ulti.
"Oy, Oy, Oy....Stop-Stop-Stop!!!!!!!" teriak Hanzo dengan keringat dingin dan dalam sekejap ia menghindari ultimate Hiroshi.
*Whuss....
*Brakk...
Sebuah Pilar cahaya muncul dari lingkaran itu dan menembus langit-langit dari ruang kelas.
*Glep....
Hanzo seketika menelan ludahnya sendiri karena melihat dampak serangan tadi.
"Ka-kalau aku kena itu, aku pasti akan mati loh....."
"Kau tidak akan mati, paling-paling cuma pingsan doang" balas Hiroshi dengan ekspresi puas.
"Skill tadi memiliki damage yang kecil kepada manusia tapi ber damage besar kepada Iblis atau Monster"
"Yah, untuk materi saat ini kalian akan menggunakan Skill Ultimate/terkuat kalian"
"....." Semua siswa yang ada dikelas terkejut dan bingung mau gunain skill apa.
Kini terlihat Pintu yang tadi terbuka dimasuki oleh seorang Pria dan juga beberapa gadis, Pria itu adalah Amura dan Gadis-gadis itu adalah Amu, Saki, dan juga Yoru.
Para siswa bingung dengan gadis yang tengah bersama Amura itu, Mereka benar-benar bingung siapa sebenarnya Gadis itu.
"Ah~, aku lupa mengatakannya, kalian juga memiliki teman baru lagi"
"Silahkan perkenalkan diri kalian"
Kini Yoru berdiri didepan papan tulis dan ia mengenal kan dirinya.
"Namaku Yoru Hisagi, kalian bisa memanggilku Yoru dan juga aku adik dari pecundang itu" ucap Yoru sambil menunjuk Hisagi.
__ADS_1
"Geh....." Hisagi cuma bisa memasang wajah Masam karena ucapan Yoru dan ia terdiam seribu kata.
"Adiknya Aru?...." ucap Crownel dengan bingung, ia sendiri tidak mengetahui fakta bahwa Hisagi mempunyai adik.
Kini Amu berdiri disamping Yoru dan mengenalkan dirinya.
"Namaku Amu Hinamura, panggil saja Hina dan juga aku adik dari Amura-oni sama" ucap Amu sambil tersenyum lembut.
Keberadaan mereka berdua membuat kelas menjadi ribut serta ramai dan kini Saki mengenalkan dirinya sendiri.
"Namaku Saki Yuna, kalian bisa memanggilku Yuna" ucap Saki.
"Yuna? Jangan-jangan..." ucap seorang berambut pink yang merupakan Harumi Sakura.
"Yah, aku adalah kakak Yuki" lanjut Saki.
Hal tersebut kembali membuat kelas menjadi ramai.
"Dihitung-hitung saat ini kelas kita ada 15 siswa" ucap Crownel.
"Kalau seperti ini bukanlah kelas akan kekurangan satu orang untuk latih tanding?" lanjut Crownel.
"Benar juga....." jawab Hisagi dengan risih karena tatapan adiknya.
Ruangan itu kini dimasuki oleh dua orang Gadis, gadis yang satunya memiliki rambut berwarna ungu kehitaman sedangkan gadis satunya memiliki rambut putih.
Gadis berambut Putih duduk di sebuah kursi roda dan kursi roda itu didorong oleh Gadis berambut ungu.
"Yuki..." ucap Amura dengan ekspresi terkejut.
Amura yang sedang duduk di bangku nya terkejut dan ia serentak memanggil Nama depan Yuki.
"Maaf kami terlambat" ucap Reina.
"Kami ada sedikit masalah jadi karena itu kami terlambat" ucap Yuki dengan suara lembut yang membuat hati Amura tersentuh.
"Yuna.....apakah keadaan mu telah lebih baik?" tanya Hiroshi.
"Um....kalau dibilang baik yah....tidak terlalu baik sih"
"Kakiku bahkan masih tidak bisa digerakkan"
"Begitu....yah...."
Entah kenapa Hiroshi merasa bersalah karena ia tidak bisa melindungi Yuki padahal dirinya adalah Guru Yuki.
Beberapa menit berlalu dan kini akhirnya mereka semua telah duduk ditempat masing-masing dan akan memulai pelajaran.
'Kenapa masih ada satu tempat duduk yang tersisa? bukankah Amu Hinamura adalah murid baru terakhir?....' pikir Akane Hiroshi dengan Heran.
Yuki ditanyai banyak hal oleh teman sekelas nya, bahkan orang yang tidak dikenal Yuki juga menanyakan keadaan Yuki.
Kini pintu kembali terbuka dan memperlihatkan sesosok Pria dengan rambut berwarna hitam dengan wajah yang sangat tampan.
'Jangan bilang murid baru lainnya?....' Pikir Akane.
Pria itu kini mengucapkan suatu hal.
"Selamat Pagi, aku adalah guru baru kalian" ucap Pria itu.
"Pa...A-ayah" ucap Yuki dengan ekspresi kaget serta wajah memerah.
"Benj...Pap...A-ayah" ucap Saki dengan bingung dan juga malu.
Mereka berdua mengucapkan hal tersebut tapi hak tersebut tidak didengar oleh para siswa lainnya.
Reina, Amu dan juga Amura bingung kenapa bisa Ayah Yuki memasuki kelas ini.
Mereka menganggap Saki sebagai kakak Yuki sedangkan mereka menganggap Benjamin sebagai Ayah Yuki.
"Eh...." Akane benar-benar bingung dengan situasi ini.
Kenapa pria yang tidak ia kenali itu tiba-tiba memasuki kelas dan berkata hal konyol seperti itu.
"Ap-...." belum sempat menyelesaikan perkataan nya Akane dilemparkan sebuah kertas oleh benjamin dan Akane tidak menyadari hal tersebut.
*Tak...
"Itaa...Apa yang ka-..." rintih Akane karena dilempar kertas.
"Baca saja"
Akane yang kesal memutuskan untuk menuruti perkataan Benjamin dan ia membaca tulisan di Kertas itu.
...Surat Khusus Dengan Segel Sihir...
...Segel dari Nagi Euxen...
Untuk, Akane.
...Akane Bagaimana kabarmu, maafkan aku karena mengatakan ini tapi. ...
...Posisi mu sebagai Guru akan diganti oleh Pria yang memberikanmu surat ini. ...
...Tapi jangan khawatir, kau masih kecil dan saat ini kau seharusnya masih Sma seperti gadis lainnya. ...
...Karena itu aku membuatmu menjadi murid di kelas itu. ...
...Semangat Akane, aku mendukung mu!!!...
^^^Dari, Kepala Sekolah. ^^^
"(Emot Batu)....apa-apaan ini!!!!!" teriak Akane.
"Yah begitu lah, saat ini aku adalah guru barunya dan kau adalah murid barunya" balas Benjamin dan kini ia mengangkat Akane dari meja guru dan Benjamin duduk di kursi itu.
"Baiklah, duduklah di bangku kosong itu" lanjut Benjamin dengan ekspresi acuh tak acuh.
Akane marah sekaligus kesal karena hal tersebut tapi ia menuruti perkataan Benjamin.
Akane duduk dengan ekspresi murung dibangku kosong yang ada dibelakang Hanzo.
"Ini pasti takdir" ucap Hanzo sambil memandang wajah Akane.
Akane yang melihat wajah Hanzo langsung pengen muntah.
"Uek....Pirang bodoh, kau benar-benar menjijikkan" ucap Akane dengan ekspresi jijik.
"Ugh.....aku juga memiliki hati, hatiku saat ini sangat amat sakit....." ucap Hanzo dengan wajah tertekan.
"Baiklah, saatnya pelajaran pertama" ucap Benjamin dan kini ia membuka buku yang ia bawa.
Semua siswa menyimak Benjamin dan menatap serius Benjamin untuk melihat seberapa baik guru baru mereka dalam mengajar.
"Hm~, Gadis kuning apa yang kau terangkan terakhir kali?...." tanya Benjamin.
"Siapa yang kau panggil gadis kuning!!!" balas Akane dengan ekspresi kesal.
"Siapa lagi, aku berbicara dengamu" lanjut Benjamin.
"Hah~.....materi terakhir yang ku berikan adalah tentang Monster rank C...."
"Baiklah, dan sekarang kau akan menyampaikan materi apa? "
"Saat ini aku menyuruh mereka untuk menggunakan Skill Terkuat mereka..."
"Hm~, baiklah kita akan melakukan hal tersebut"
Akane menatap sinis Benjamin dan ia benar-benar bingung 'Apakah Orang ini benar-benar bisa mengajar kami dengan baik' pikirnya.
"Baiklah, saatnya ke tempat latihan" lanjut Benjamin dan kini ia berdiri dan menuju ke tempat latihan.
Para siswa tidak mempedulikan hal tersebut dan langsung mengikuti nya dari belakang.
Sesampainya di lapangan tempat latihan, akhirnya mereka bersiap-siap untuk melakukan hal tersebut.
......................
...( Maaf nanggung, mau bagaimana pun pala gw pusing bang🗿 ) ...
...( Jadi maaf kalau ada beberapa kata yang aneh ) ...
...( Dan buat yang kagak terlalu ngerti Tiering pasti bakalan bingung apa apa itu konsep Dimensi ) ...
...( Tapi yah, gak usah terlalu dipikirin ) ...
__ADS_1
...( Thx cuy dah baca ) ...