
......................
(Maaf dah lama gak upload, sekolah gw lagi banyak kegiatan. mulai dari Kunjungan industri, lomba-lomba dan banyak lagi. Sebenarnya 2 hari yang lalu gw udah pulang dari kunjungan industri di jogja tapi yah pulang pulang gw malah sakit๐ , gw saat ini ae masih sakit anj, yaudah lah gw lanjutin ae ceritanya... maaf kalau pendek atau ada kekurangan)
(Buset panjang bet kata kata gw๐๐)
...-(Pov Yuki)-...
...[....]...
Entah kenapa aku merasa bahwa Risa sedang mengatakan sesuatu.
'Hm, apakah kau bilang sesuatu Risa?'
...[Tidak mungkin cuma perasaanmu]...
'Hm... baiklah'
Kini aku digendong Amura dan dibawah keliling ndak jelas entah kemana.
"Anu... Amura-kun, kita mau kemana" tanyaku ke Amura.
"Entahlah, aku juga tidak tau" jawabnya dengan ekspresi datar.
"O-ohhh, be-begitu yah" balasku dengan senyuman canggung.
Kini Aku, Amura dan Hisagi berkeliling memutari hutan tanpa tujuan..... sebenarnya ngapain juga kami jalan-jalan?.
Terserah lah, lebih baik aku melihat shop, apalagi poin ku telah bertambah karena quest tadi.
Ada 1 skill yang benar-benar menarik perhatian ku dari beberapa bulan yang lalu, mungkin saat ini aku akan membeli skill itu.
'Shop'
..._____________________...
...-Shop-...
...Poin : 290.000...
...----...
...[Absolute Domain [B-] Pasif]...
...-Menciptakan Domain melingkar sejauh 5 meter yang mengelilingi tubuh....
...-Efek : Saat musuh masuk ke domain, pergerakan orang itu akan terprediksi dan kekuatan serta kecepatan pengguna akan meningkat....
...[Harga : 250.000 poin]...
..._____________________...
Skill ini adalah skill terhebat yang bisa kubeli untuk saat ini, apalagi skill ini adalah skill pasif yang tidak perlu 'Mana' untuk mengaktifkan nya.
'Baiklah, beli itu'
...[Anda telah membeli skill. Absolute Domain [B-] Pasif]...
...[Poin : 40.000]...
'Yosh, ini sudah cukup'
Um... dan juga aku jadi sedikit penasaran dengan skill termahal yang bisa kubeli di Shop.
'Risa, bisakah kau perlihatkan skill termahal yang ada di shop'
...[Baiklah]...
...[Mencari skill termahal di Shop]...
..._____________________...
...-Shop-...
...Poin : 40.000...
...----...
...[Absolute Time Stop [Ex].Unknown]...
...-Pemberhentian Waktu secara absolute dan tidak bisa ditahan dengan skill apapun, bahkan dengan skill God Tier....
...-Efek : Membekukan konsep 4 Dimensi yang mana hal itu akan menyebabkan waktu semesta berhenti secara total....
...[Harga : 999.999.999.999 poin]...
..._____________________...
Buset nge berhentiin waktu secara mutlak..... Tapi harganya gila banget, aku tidak yakin bisa membeli skill ini.
Dan juga dampak dari skill ini sampai mempengaruhi alam semesta, memangnya ada skill yang bisa menghancurkan semesta juga?. Dan juga apa itu God Tier Skill?.
...[Jawab]...
...[God Tier Skill adalah Skill yang memiliki Tier SSS++]...
Triple S.... jadi skill ini lebih hebat dari pada skill SSS, karena skill ini Ex.
...[Benar, tingkatan Skill ada/mulai dari F-Ex]...
...[F sampai C cuma ada - dan +]...
...[Untuk contoh F-,F ,F+]...
...[Sedangkan B-SSS ada -- dan ++]...
...[B--,B-,B ,B+, B++]...
'..... Aku tidak menyangka bahwa skill yang ada di dunia ini punya tingkatan seperti itu'
Skill terkuat yang kumiliki(Yuu) dulu adalah Infinite Shadow[S--], skill yang membuat bayanganku meluas sampai ratusan kilometer dan menelan semua hal yang masuk kejangkauanya.
'Risa, aku cukup penasaran dengan hal yang ada di skill tadi'
...[Apa itu?]...
'... Apa yang dimaksud konsep 4 dimensi?'
...[Itu... Saya juga tidak tau]...
'Yasudah, lagipula aku juga tidak akan pernah bisa memiliki skill itu'
Hm.... aku malah tambah penasaran dengan skill-skill yang ada di shop, untuk saat ini lebih baik aku sudahi saja.
"Yuna, apakah kau masih sakit?, dari tadi kau tidak ngomong apapun dan malah melamun" tanya Hisagi yang mendekatkan wajahnya ke depan wajahku.
"Eh, ti-tidak aku sudah lebih baik, walaupun masih sedikit pusing" jawabku dengan gagap karena terkejut.
"Dan juga apakah kalian tau dimana pil yang ada di sakuku" lanjutku.
"Pil itu aku yang membawanya" jawab Amura.
Kini Amura mengambil sesuatu di sakunya dan memberikannya ke padaku, aku mengambil barang yang ia berikan kepadaku yang ternyata adalah pil miliku.
"Terima kasih" lanjutku sambil tersenyum.
__ADS_1
Seminggu 4-6 kali aku meminum pil ini untuk menstabilkan mana yang kumiliki, pil ini adalah obat ciptaan ibu yang terbuat dari monster, entah dari bagian monster apa pil ini dibuat tapi Manaku lebih stabil saat aku mengkonsumsinya.
Sejak aku pingsan karena kehabisan mana waktu berumur 10 tahun, Mama jadi lebih overprotective kepadaku dan membuatkan banyak sekali obat yang bisa membuatku lebih baik.
Yah bagaimanapun, karena obat ciptaan Mama aku masih bisa bertahan sampai sekarang.
Jujur saja efek dari luapan mana yang kumiliki lebih mengerikan dari pada yang kuduga, yang mana aku bisa saja jadi cacat secara permanen kapan saja saat berlebihan menggunakan mana.
...
Kini aku menelan pil itu dan tubuhku menjadi sedikit lemas.
-(Pov Amura)-
'..... entah kenapa aku merasa bahwa punggungku tertekan oleh dua bola yang lembut'
'Bola?.. jangan bilang sensasi ini adalah..'
Kini aku sedikit melihat ke belakang punggung ku tepatnya melihat Yuna yang bersandar di punggung ku dengan lemas.
"Yuna, ada apa dengan mu" tanyaku yang mana itu membuat Hisagi bereaksi.
"Tidak... ini hanya efek samping saat aku meminum pil ini....mungkin butuh 5 menit agar aku bisa berdiri sendiri" ucapnya dengan lemas.
"Baiklah" lanjutku dan memutuskan untuk berjalan lagi.
.... Dan juga kenapa aku malah jalan jalan dihutan, bukannya lebih baik aku membiarkan Yuna istirahat.
"Yuna, apakah kau ingin kita berhenti dan beristirahat, untuk menunggu ujian ini selesai" tanyaku.
"Eh... baiklah" jawabnya dengan mata sayu dan suara yang lirih.
...
Kini kami beristirahat di bawah pohon beringin yang cukup besar.
Aku menyenderkan Yuna di batang pohon beringin itu, dan aku duduk di samping nya, sedangakan Hisagi duduk di depan kami.
"Yuna..... ia tertidur ya?" ucapku yang melihat Yuna tertidur bersandar di batang pohon itu.
"Sepertinya ia kelelahan" jawab Hisagi sambil melihat Yuna.
"Yah, kupikir juga begitu" jawabku.
Entah kenapa aku saat berada didekat Yuna aku merasa nyaman..... perasaan apa ini?.... jujur saja saat aku melihat ia pertama kali aku merasa familiar dan merasa bahwa kami pernah bertemu, tapi dimana dan kapan itu terjadi?.
*Krusuk-krusuk....
Terdengar suara dari semak semak yang tidak jauh dari tempat kami.
Aku dan Hisagi serentak memasang kuda-kuda bertarung kami.
"Amura" ucapnya sambil memasang kuda-kuda untuk menyerang.
"Ya, aku tau" balasku dengan posisi siap menyerang.
Keluar hewan dari semak semak itu... tidak itu bukan hewan.
"Iblis" ucapku dengan ekspresi serius.
"Hisagi, sepertinya ini akan susah" lanjutku.
"Begitulah, apalagi Mana kita sudah habis" jawabnya yang juga dengan ekspresi serius.
"Xixixixi, sepertinya aku mendapatkan santapan lagi" ucap iblis itu dengan senyuman dan mulut penuh darah yang berjalan mendekati kami.
"Sepertinya ia telah memakan peserta ujian juga" lanjutku dengan ekspresi lebih tenang.
"Kalian akan menjadi santapan ke 7 yang akan ku makan" lanjutnya.
*Whuss...
Aku dan Hisagi melesat bersama untuk menyerang iblis itu.
*Clank...
"He... sepertinya kalian lebih hebat dari pada para manusia yang kubunuh tadi" ucap iblis itu sambil menangkis serangan kami berdua.
Aku melompat kebelakang dan menyerang iblis itu dari jarak jauh.
"Kegelapan Tak Terbendung" keluar lesatan bayangan yang menuju ke mata iblis itu.
"Ho... skill yang membuat indra penglihatan hilang yah" ucapnya.
"Pedang api 2ร lipat" pedang yang dibawa Hisagi mengeluarkan api orange terang yang membakar bulu iblis itu.
"Ugh....Aghhh" teriak iblis yang kesakitan itu.
"Sepertinya mempan" ucapku.
Bisa dipastikan iblis ini lebih lemah dari pada guru pengurus itu.
"Akan kubunuh kalian manusia sialan" teriak iblis itu dengan mata yang memerah dan tubuh yang tambah kekar.
Kami bisa mengalahkan nya, tapi mana kami hampir habis.
"Cih, Hisagi kita akan memfokuskan untuk berpedang dengannya saja" ucapku dengan ekspresi sedikit kesal.
"Jangan memerintah ku" lanjutnya dan kini ia menerjang iblis itu dengan teknik pedangnya.
Akupun ikut menerjang iblis itu dengan teknik berpedangku dan serangan kami bisa melukainya walaupun cuma sedikit.
Iblis itu mengayunkan tangannya ke arah kami dan kami serentak menghindar ke berbagai arah.
*Dum...
*Dumm....
*Duarr.....
Ia mengayunkan tangannya ke berbagai arah dan menghancurkan daerah sekitar serangannya.
"Oy iblis sialan, seranglah aku" teriaku kepada iblis itu.
"Manusia Sialan aku akan membunuhmu" teriaknya dan kini ia melesat kearahku.
*Cstt.....
'A-apa, iblis sialan ini tambah cepat' pikirku dengan kaget.
*Dumm....
Ia memukul tulang rusukku dan aku terpental ke pohon yang cukup tinggi sekitar 7 meter dan pohon itu tumbang seketika.
"Ugh, uhuk-uhuk" aku batuk darah dan tulang rusukku sepertinya hancur.
...[HP 200/2500]...
"Apa yang kau lakukan bodoh" teriak Hisagi kearahku.
"Aku juga tidak mengira serangannya akan sekuat itu sialan" teriakku.
Niatku adalah memancingnya untuk mengaktifkan skill pasif yang kumiliki, tapi tidak kusangka serangannya akan separah itu.
__ADS_1
Kini Hisagi menyerang iblis itu dari belakang dengan pedang apinya.
...[Amarah Aktif]...
Mata berwarna biru ku bersinar walaupun begitu tubuhku dikelilingi kegelapan dan aura berwarna biru.
2 hal yang pasti akan terjadi, Kami mati atau iblis itu yang mati.
Membunuh iblis itu mustahil apalagi keadaan kami seperti ini.
Yang kulakukan cuma perlu menahan iblis itu lebih lama supaya guru datang dan membantu kami.
"Pedang Kegelapan 2ร" pedang yang hampir hancur ini terlapisi kegelapan.
Aku cuma bisa mengeluarkan satu tebasan dan tebasan ini harus tepat dikepalanya.
Aku melesat kearah iblis itu dan mengincar kepala iblis itu dengan tubuh penuh luka aku tetap melesat dan mengabaikan luka yang kumiliki.
"Bahaya" teriak iblis itu yang melihatku dan menghindari serangan ku.
*Swingg...
*Crakk...
Tangan kiri iblis itu terbelah dan aku ingin melanjutkan tebasan keduaku ke arah kepalanya.
'Tebasan pertama memang meleset tapi yang kedua tidak akan' pikirku dengan tubuh yang ditutupi kegelapan.
"Matilah" ucapku sambil bersiap untuk menebas iblis itu.
*Whuss...
Angin kencang terhempas dari arah iblis itu dan kami berdua terpental beberapa meter kebelakang.
"Itu tadi sangat berbahaya" ucap iblis itu sambil memegang tangan kirinya.
...[HP : 120/2500]...
'Hah... kenapa juga aku harus berjuang begitu keras padahal tidak ada kesempatan untuk menang'
'Bukankah seharusnya aku menganggap dunia itu membosankan dan tidak ada hal yang menarik didalamnya'
'Tapi kenapa aku berjuang sekeras ini?..... Gadis itu... entah kenapa perasaanku sedikit berubah saat bersama gadis itu'
'Padahal kami baru mengenal dan itu belum 1 hari, tapi kenapa aku menjadi bersemangat saat mengingat gadis itu'
Aku melihat iblis itu semakin mendekati ku dan berbicara tidak jelas yang bahkan tidak bisa kudengar ia ngomong apa.
*Sring...
Iblis itu terpental oleh serangan seorang gadis yang tadi kupikirkan.
Kini gadis itu mendekati ku dan meminumkan ku potion yang ia miliki.
...[HP : 1720/2500]...
...-(End Amura Pov)-...
...-(Pov Yuki)-...
Aku membuka mata dan merasa tubuhku lebih segar dari sebelumnya.
"Yosh ini lebih baik" ucapku sambil melihat sekeliling.
"Amura? Hisagi?, dimana mereka" tanyaku.
*Whus...
Angin yang cukup kencang melesat kearahku dan aku melihat arah angin itu.
"Amura" teriaku saat melihat amura terpental dengan tubuh penuh darah.
"Langkah Es" aku melesat kearah seseorang yang yang menyerang Amura dan menebasnya.
Kini ia terpental cukup jauh dan aku berlari ke arah Amura.
"Amura-kun" teriaku dengan panik saat melihat keadaannya.
"Inventori>HP potion[E+] "
Aku mengambil hp potion terakhir yang kumiliki dan meminumkannya ke Amura.
Kini keadaannya lebih membaik tapi ia masih belum bisa bergerak ataupun berbicara.
Akupun berdiri dan berjalan ke arah monster yang ku serang tadi dan tidak jauh dari iblis itu aku melihat Hisagi yang terluka cukup parah tapi tidak separah Amura.
'Bodoh, Bodoh, Bodoh kenapa aku melupakan hal yang penting ini' pikirku dengan kesal.
Di ingatan Yuki iblis didepanku ini sudah mati dibunuh para Peserta yang dibantu oleh Guru yang kita lawan tadi.
Tapi guru itu sudah kami kalahkan dan iblis ini pasti telah membunuh para peserta yang ia temui.
"Hahahah, aku sepertinya mendapatkan satu makanan lagi" teriak iblis itu yang tampak marah dan badannya tambah besar dan berotot.
Kini ukurannya sekitar 2 meter, iblis didepanku adalah iblis tingkat rendah yang berlevel 7.
Aku menatap iblis itu dengan tatapan dingin tanpa ekspresi dan menunggu nya untuk menyerang ku.
"Matilah manusia bodoh" teriak iblis itu dan kini ia melesat kearahku.
...[Absolute Domain Aktif]...
Keluar lingkaran yang mengelilingi ku dan iblis itu memasuki lingkaran/Domain yang kuciptakan.
'Lambat' pikirku.
Ia menyerang ku dengan cakarnya dan aku menghindari serangan itu dengan mudah.
*Crakk...
Tangan kanan iblis itu terbelah dan aku menebas kaki iblis itu.
"Aghhhh" teriak iblis itu dengan keras.
"Berisik" ucapku dan kini aku menebas mulut iblis itu.
"Karena kau Amura-kun dan Hisagi-kun terluka seperti itu" ucapku dengan ekspresi gelap dan menusuk mata kiri iblis itu dan memutar pedang ku di dalam matanya.
"Aghhhhh, tolong... kumohon...tolong berhenti" teriaknya dengan ekspresi kesakitan dan mulut penuh darah.
"Iblis bodoh, MATILAH" ucapku dan kini aku menebas kepala iblis itu.
*Swing...
Kepala iblis itu terpisah dari tubuhnya dan aku menendang tubuh iblis itu.
...[Level up!!]...
...[Level up!!]...
...[Anda telah naik ke Level 3]...
...[HP : 1200/1200]...
__ADS_1
...[Mana : 2000/1500]...
......................