Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
23.Mimpi Buruk


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Saki membantu Yuki untuk ganti baju.


Selesai nya ganti baju, Yuki memutuskan untuk tidur dikamarnya, dan menyuruh Saki pergi untuk melanjutkan kegiatannya.


Saki awalnya menolak untuk meninggalkan Yuki sendirian, karena ia masih khawatir akan keadaan Yuki.


Tapi setelah dibujuk oleh Yuki, Saki pun setuju dan membaringkan Yuki dikasur miliknya.


Saki meninggalkan kamar Yuki dan Yuki kini berbicara dengan Iris.


"Iris...Bisakah kau beritau aku kenpapa kau menyuruhku untuk menanyakan kakak Yuki"


...< Nanti kau akan tau sendiri >...


"Hah~...."


Kini Yuki menyentuh dadanya dan berkata.


"Entah kenapa hatiku terasa sakit saat mendengar hal itu...." ucap Yuki dengan ekspresi sedih.


"Dan juga....apakah Yuki mengingat kakak nya? bagaimana pun Yuki memiliki ingatan Amura dari masa depan"


"....Semua ingatan Yuki bukankah telah kembali? tapi hampir semua hal yang ada dimasa depan dilupakan oleh Yuki..."


"Aku bingung? kenapa semua hal ini terasa berkaitan?...."


"Risa....Yuna? nama dari kakak Yuki....."


Kini Ekspresi Yuki menjadi suram disertai tatapan tanpa cahaya.


Perlahan Yuki kehilangan kesadaran yang ia miliki dan kini ia tertidur.


...[ Energi Kehancuran Meningkat 3% ]...


...< Ini? Energi negatif punya Altair? >...


Risa tertidur dan kini ia terkirim ke alam bawah sadar yang ia miliki.


Risa terkirim ke sebuah tempat yang tidak diketahui tempat apa itu...


Tempat itu seperti gereja tapi juga bukan, tempat itu seperti istana tapi juga bukan.


Tempat itu terkesan Abstrak, tidak diketahui apa struktur dari tempat itu.


Risa tersadar akan lamunan yang ia miliki dan kini ia terbangun.


"Dimana ini?" tanya Risa.


"Bukankah aku tadi sedang tidur-tiduran?"


"Iris? apakah kau memanggilku?"


Risa kini berjalan mengelilingi tempat itu dengan menggunakan kursi roda miliknya dan tidak ada hal apapun disana.


Seakan-akan Terjebak di celah dimensi, Risa saat ini cuma berjalan biasa tapi yang tidak ia sadari bahwa sebenarnya dia cuma berputar putar.


Ia merasa bahwa dirinya sudah berjalan sangat jauh, padahal dirinya cuma memutari struktur abstrak itu.


"Iris....kumohon jangan bercanda denganku... dimana kamu?" teriak Risa.


Kini terlihat sesosok gadis dengan rambut berwarna putih didalam bangunan yang seperti gereja itu?.


"....."


"Kamu siapa?" tanya Risa dengan bingung.


Kini gadis itu memandang Risa dan berjalan kearahnya.


"...."


Gadis itu cuma terdiam dan mendekati Risa sedikit demi sedikit.


"Anu....kamu siapa?" tanya Risa dengan ragu.


"...."


"...Risa..." ucap Gadis itu...


"Eh... namaku?" ucap Risa dengan bingung.


"Kenapa kamu tau namaku? atau jangan-jangan itu namamu?"


"Ini semua salahmu..." lanjut Gadis itu.


"Salahku? apa yang kamu maksud?"


Gadis itu kini berada didepan Risa.


"Risa, ini semua salahmu... kalau saja tidak ada kau, aku pasti tidak akan mati" ucap Gadis itu dan kini ia mengangkat wajahnya dan memandang Risa.


"Yu...ki..." ucap Risa dengan ekspresi suram dan tatapan gelap.


"Apakah enak, hidup menjadi diriku..."


"Dasar Palsu"


"Seharusnya aku masih hidup, dan bukan kau"


"Kau hanyalah sebuah sistem, kau tidak berhak bahagia"


Gadis dengan tampilan yang mirip Yuki itu terus-menerus menyalahkan Risa.


...[ Energi Kehancuran Meningkat 4% ]...


...< Kenapa meningkat lagi >...


...< Bukankah Yuki sedang tidur >...


...< Apakah ia bermimpi buruk...tidak, hal itu tidak mungkin terjadi >...


"Yuki...apa yang kau katakan..." ucap Risa dengan mata berkaca-kaca.


"Hah, pengganti sepertimu juga bisa mengeluarkan ekspresi seperti itu"


"Hahaha, sungguh bodoh.. kenapa kau harus menjadi pengganti ku"


"Pasti enak kan, memiliki keluarga dan ada orang yang peduli kepada mu"


"Kenapa kau harus bahagia, kau seharusnya sengsara.. kau seharusnya yang mati"


*Tes...


Air mata menetes dari mata Risa, Ia tidak bisa membendung perasaan sedih yang ia rasakan ini.


Untuk pertama kalinya ia merasakan kesedihan yang luar biasa seperti ini.


"Hiks...Hiks... Maafkan aku....aku memang... tidak berguna...padahal aku adalah sistem punyamu..." ucap Risa dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Hentikan tangisanmu itu dasar peniru, kau sangat menjijikkan" balas Gadis itu dengan tatapan dingin.


"Kenapa juga kau harus menangis menggunakan wajah dan tubuhku"


"Itu sangat memuakkan, kau tau? aku sebenarnya sangat membencimu"


"....."


Mata berkaca-kaca yang dimiliki Risa kini terganti oleh tatapan gelap seakan-akan tidak ada emosi didalamnya.


Tapi sesungguhnya Risa saat ini sangat sedih dan kesedihan yang ia miliki kini sangatlah dalam.


Risa menundukkan kepala yang ia miliki dengan perasaan sedih yang mendalam.


Kini Matanya berubah menjadi berkaca-kaca kembali.


Air Mata terus-terusan mengalir dari matanya.


...[ Energi Kehancuran Meningkat 5% ]...


...< Meningkat lagi? apa yang sebenarnya terjadi? >...


"Dasar cengeng, cuma begitu saja menangis"


"Aku menyesal karena membuatmu menjadi penganti ku"

__ADS_1


"Hiks...Hiks...Yuki...Maafkan Aku... kumohon... jangan... membenciku..." ucap Risa sambil memohon kepada Gadis itu.


"Memaafkan mu? hahahah, hal itu tidak akan pernah terjadi"


"Lagipula, aku sangat membencimu...aku berharap dirimu tidak pernah tercipta"


"Hiks...Hiks..."


*Brakk...


Gadis itu menendang kursi roda yang dinaiki Risa dan Risa terjatuh dari Kursi roda.


"Ugh...." rintih Risa dengan ekspresi kesakitan.


"Bukankah ini menarik? aku akan menyiksa mahluk yang memiliki tubuh yang sama seperti ku" ucap Gadis itu sambil menyeringai.


*Bugh...


*Bugh...


Perut Risa ditendang berkali-kali tanpa jeda dan itu dilakukan secara terus menerus.


Tubuh Risa saat ini sangat lemah, ia bahkan tidak bisa berdiri tapi sekarang ia harus merasakan tendangan yang menuju ke perutnya berkali-kali.


"Agh...Ugh..." Risa menahan rasa sakit itu dengan perjuangan yang sangat keras.


Air mata Risa tertahan di ujung matanya dan ia menahan rasa sakit yang luar bisa menabrak rahim miliknya.


Walaupun begitu Risa tidak membenci Yuki yang memperlakukan nya seperti itu.


Risa memiliki pemikiran bahwa penderitaan yang dialami Yuki lebih besar daripada yang ia alami.


Tatapan Risa tidak terpampang keputusasaan atau bahkan kebencian.


"Cih, benar-benar tidak menarik" ucap Gadis itu.


"Pain Increase 100×" lanjut Gadis itu.


Rasa sakit yang diterima Risa kini dikalikan 100 oleh gadis itu.


Kini gadis itu menekan kakinya di perut bagian rahim Risa dengan keras.


"Aghhh...." teriak Risa.


"Ahaha, ekspresi ini yang kucari" teriak Gadis itu.


Air mata kini mengalir dari mata Risa, ia tidak bisa menahan rasa sakit itu.


".....Sepertinya ada seorang penggangu yang menuju kemari" lanjut Gadis itu.


Kini Gadis itu jongkok disamping Risa dan menjambak rambut Risa dengan keras.


"Ugh..." rintih Risa dengan mata tertutup.


"Aku harap kau menderita Risa, Kalau bisa Matilah" ucap Gadis itu sambil menyeringai.


Risa memandang Yuki dengan tatapan sedih.


"Hiks...Maaf...kan...Aku...Hiks..."


"Hah, yang bisa kau lakukan cuma memohon saja"


*Bugh...


"Agh..." teriak Risa, perut Risa saat ini dipukul oleh Yuki dengan sangat keras.


"Uhuk...Uhuk..." Darah segar mengalir dari mulut Risa dan Kini tatapan Risa jadi kabur.


Risa kini pingsan karena pukulan itu.


*Crakk...


Dimensi tiba-tiba retak dan terlihat sesosok gadis dengan rambut coklat keemasan.


Ekspresi gadis itu manjadi marah saat melihat keadaan Risa.


Tubuh Risa penuh lebam bekas pukulan, dan darah segar terus-terusan mengalir dari mulutnya.


Kepala Risa saat ini diinjak oleh Yuki? dan Yuki melihat kearah Iris.


"Dimensi yang kumiliki akan dimasuki oleh Goddess of Nothingness"


"Apakah ini bisa kusebut sebagai sebuah kehormatan?"


"Apa yang kau lakukan kepada Risa" tanya Iris dengan tatapan gelap tanpa cahaya.


"Hm? aku cuma menyiksanya dengan perlahan" jawab Gadis itu.


*Crakk...


Kini Dimensi yang dimiliki Gadis itu retak hampir di semua tempat.


Amarah Iris lah yang menghancurkan konsep tersebut.


Alam Semesta dengan struktur tak terbatas yang tersusun secara Kompleks itu hampir hancur.


Konsep yang tersusun dari Ruang Waktu serta Dimensi ke 6 itu dihancurkan oleh Iris cuma dengan aura saja.


"Wow" ucap Gadis itu dengan senyuman yang terpampang diwajahnya.


"Apakah kau akan mengingkari sumpah yang kau buat dengan Altair" lanjutnya.


Kini Amarah Iris meredah dan ia memutuskan untuk lebih tenang.


"Cih, kalau aku tidak terikat dengan Sumpah itu aku pasti akan menghancurkan Semesta Terburuk ini" ucap Iris.


"Ahahah, bukankah kau sendiri tau? ini adalah hukuman yang dimiliki Altair" lanjut Gadis itu.


"Ketujuh Reinkarnasi Altair tidak ada yang bahagia, karena itu adalah Hukuman"


"Hukuman karena Dosa yang ia miliki, konsep Reinkarnasi ini adalah Hukuman dari Goddess Of Creation"


"Reinkarnasi yang ia miliki selalu saja memiliki Takdir yang Buruk"


"Setiap Kematian yang dimiliki Altair pasti tidak jauh dari Penghianatan, Pemerkosaan, Penyiksaan Dan segala hal yang menyiksa nya"


"Ia selalu di reinkarnasi kan sebagai orang yang lemah dan tidak memiliki kekuatan seperti dimasa lalu"


"....."


Iris terdiam karena tahu fakta itu, Iris sebenarnya sudah tau Takdir dari setiap Reinkarnasi Altair.


Karena itulah ia membantu Altair sedikit demi sedikit.


Ia tidak bisa membantu Reinkarnasi Altair dengan banyak hal, karena Sumpah yang ia miliki.


"Baiklah sudah cukup sampai sini saja Goddess Of Nothingness, Dan juga tidak ada hal yang bisa kulakukan lagi disini" ucap Gadis itu.


Perlahan tubuh Risa menghilang dan menyisakan partikel cahaya.


Kini gadis yang memiliki tubuh dan wajah seperti Yuki itu berubah menjadi sesosok Mahluk tanpa wujud yang diselimuti oleh kegelapan.


"Sampai Jumpa lagi, Goddess Of Nothingness"


Kini perlahan tubuh yang diselimuti kegelapan itu lenyap begitu juga dengan dimensi yang ia miliki.


Iris secara otomatis berteleport ke dimensi kehampaan yang ia miliki.


Ekspresi Iris menjadi gelap, ia bingung dengan perasaan yang ia miliki saat ini.


"Kalau saja aku tidak terikat dengan Sumpahmu, Aku pasti akan membunuh Ibu karena telah memberimu Takdir seperti ini..." ucap Iris sambil merenungi apa yang telah dialami oleh Altair.


"Aku bisa melenyapkan Sumpah ini sesuka hatiku tapi....kalau aku melakukannya pasti kau akan kecewa kan? Altair..."


...


..


.


Kini Risa terbangun dari tidurnya.


Perlahan membuka mata Risa kebingungan akan hal yang terjadi.

__ADS_1


"Apa yang terjadi...bukankah aku..."


"...."


"Itu bukan Mimpi..."


Matanya tiba-tiba menjadi gelap dan ia berkata.


"Jadi begitu yah....Kamu membenciku...Yuki" ucap Risa dengan lirih.


Wajahnya kini terpampang kesedihan yang mendalam serta kebencian terhadap dirinya sendiri.


"Andai aku tidak ada dan Yuki masih hidup saat ini....Pasti ia bahagia kan?"


"Apakah Aku harus mati? agar Yuki bahagia?"


...[ Energi Kehancuran Meningkat 8% ]...


...< Apa yang kau katakan Yuki... >...


...< Mati....Kau harus tetap hidup >...


"......"


"Begitu yah....tapi apakah aku layak untuk tetap hidup? aku telah membunuh Yuki dan saat ini aku cuma menjadi pengganti nya"


...< ..... >...


...< Apakah kau membenci Yuki? >...


"Tidak, mana mungkin aku membencinya" jawab Risa dengan resah.


"Tapi...walaupun aku tidak membencinya, Yuki lah yang membenciku..."


"Dan bahkan ia berkata bahwa aku lebih baik mati saja..."


"Kenapa hal ini terjadi kepadaku? apakah ini memang takdirku?"


...< .... >...


...< Kalau begitu apakah kau akan bunuh diri dan membuat orang yang menyayangimu terluka? >...


"Menyayangiku? memangnya ada?"


...< Ibu dan Ayahmu dan bukankah kau juga menyayangi Yuki >...


"....."


"Aku...."


Kini tatapan mata Risa kembali bercahaya dan ia sedikit termotivasi.


"Aku akan berusaha untuk menjadi Yuki....walaupun aku palsu, paling tidak, cukup aku saja yang menderita untuk menebus dosa yang kumiliki" ucap Risa dengan senyuman penuh harapan.


...< .... >...


...< Syukurlah...paling tidak kau sudah memiliki motivasi lagi >...


"Maafkan aku Iris...aku akan tidur dulu" ucap Yuki sambil tersenyum.


...< Baiklah.... >...


Kini Yuki memejamkan matanya dan tertidur dengan lelap.


Beberapa jam kemudian...


"Yuki..."


"Mama masuk yah..."


Pintu kamar Yuki terbuka dan terlihat Saki yang memasuki kamar itu.


Saki mendekati Yuki dan duduk disamping Yuki yang sedang tertidur.


"Tertidur yah..." ucap Saki sambil tersenyum lembut.


"Yuki...."


"Ugh..." rintih Yuki.


Keringat membasahi wajah Yuki dan kini ia tertidur dengan ekspresi kesakitan.


"Yuki" teriak Saki karena khawatir.


"Ada apa nak..."


Saki melepas selimut yang menyelimuti tubuh Yuki dan terlihat baju Yuki yang basah karena keringat.


Saki yang panik pun melepas baju Yuki dan kini Pakai*n dalam Yuki terlihat, walaupun begitu keringat yang sangat banyak membasahi tubuh Yuki.


"Yuki...Yuki..Yuki" teriak Saki.


Saat ini Saki menggoyang kan tubuh Yuki dan Yuki pun serentak terbangun.


"...Mama....Hiks.. hiks"


Setelah bangun Yuki langsung memeluk Saki dengan erat dan berteriak.


"Mama..itu sakit... hiks.... hiks.." Yuki menangis sejadi-jadinya seakan-akan baru saja disiksa seseorang.


"Yuki...ada apa?" ucap Saki sambil menepuk punggung Yuki.


"Aku....takut....Mama..."


Yuki cuma memeluk Saki dengan erat dan menangis karena sesuatu.


"Mimpi buruk?" ucap Saki dengan lemah lembut.


"Hiks...hiks..."


Kini Saki menidurkan Yuki dan memeluk nya dari samping.


"Ingin tidur dengan mama?"


Yuki menjawabnya dengan menganggukkan kepala.


"Yosh..Yosh.. jangan menangis lagi, Mama akan bersamamu kok" lanjut Saki sambil tersenyum lembut.


Yuki dipeluk secara lembut dan kini ia merasa ngantuk kembali.


"Hang..at..." ucap Yuki dan kini ia tertidur tanpa masalah apapun.


"....Sebenarnya Yuki bermimpi apa sampai-sampai dirinya menangis seperti itu..." ucap Saki dengan ekspresi khawatir.


"Maafkan Mama Yuki...andai saja Mama tidak melahirkan mu dengan penyakit seperti ini...pasti kau bisa hidup seperti gadis lainnya yang seusiamu"


"Paling tidak cuma ini yang bisa Mama lakukan...Mama pasti akan mencari cara untuk menyembuhkan Penyakit mu"


Kini Saki mengelus kepala Yuki yang sedang tertidur dan ia tersenyum lembut.


"Mama menyayangimu Yuki" ucap Saki dan kini ia mencium dahi Yuki.


Saki Pun tertidur sambil memeluk Yuki.


...< .... >...


Kini terlihat seorang gadis dengan rambut berwarna coklat keemasan sedang berdiri di sebuah bangunan di dunia miliknya.


"Maafkan Aku Altair...." ucap Gadis itu.


"Paling tidak aku akan membantu reinkarnasi ke tujuhmu ini... walaupun kau pasti akan marah..."


"Apa kuhancurkan saja Takdir yang dimiliki Altair?..."


".....Tidak...aku tidak boleh melakukan itu..."


"Setidaknya aku akan menjadi seseorang yang memenangkan Risa saat dirinya dikendalikan energi Negatif yang ia miliki.."


......................


...( Banyak bet anjir Plot Holenya...yah bakalan gw jelasin di chapter-chapter yang akan mendatang aja) ...


...( Thx Cuy dah Baca) ...

__ADS_1


...( Jan Lupa Like😠 ) ...


...( 🗿 ) ...


__ADS_2