Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
36.Nikmat...


__ADS_3

Tubuh Amura serta Yuki menghilang dari perpustakaan terbengkalai itu dan mereka dipindahkan ke tempat lain.


Amura terbangun di sebuah kamar mewah yang cukup besar dan empuk.


Amura membuka mata dan ia bingung apa yang terjadi kepadanya.


"Dimana aku....." ucap Amura dan kini ia bangun dari tidurnya.


Amura menoleh kesamping dan ia melihat Yuki yang tengah tidur disampingnya.


"Yuki....."


"Syukurlah kau baik baik saja....."


Amura lega karena Yuki masih tetap bersamanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi? dan juga kenapa kami bisa berpindah ke tempat ini?...." tanya Amura dengan ekspresi bingung.


Amura melihat tubuhnya dan ia menggunakan pakaian yang berbeda.


Amura saat ini sedang menggunakan sebuah kimono berwana hitam dan ia tidak merasakan pakai*n dalam apapun didalamnya.


Amura sendiri merasakan sensasi dingin di selangkangannya.


"Aku tidak menggunakan dalaman apapun...." ucap Amura dengan ekspresi datar.


"Ugh...." rintih seorang gadis dengan ekspresi resah.


Amura yang mendengar itu seketika menatap ke samping dan ia melihat Yuki yang kini tertidur dengan ekspresi resah.


Amura yang melihat hal tersebut langsung mencoba menyadarkan Yuki dan Akhirnya Yuki terbangun.


"Amu....ra?....." ucap Yuki dengan suara lirih serta wajah memerah.


"Apa yang terjadi? kenapa kau resah begitu?...." lanjut Amura dengan ekspresi penasaran.


"...."


Yuki tidak menjawab pertanyaan Amura dan ia mendekati Amura.


"Eh, ada apa?...." tanya Amura yang mencoba menjauhi Yuki.


"...."


Yuki tidak mempedulikan Amura dan ia mendekati Amura dengan wajah memerah.


Yuki merangkul leher Amura dan kini ia menatap wajah Amura dengan wajah yang memerah.


"Yuki....akan ku beritahu.....posisi ini sedikit berbahaya...."


"Amura, kenapa kamu tampan sekali...."


"Dan juga kenapa bagian bawah ku sensitif sekali...."


Yuki bergumam dengan ekspresi polos seakan akan ia merupakan anak kecil berusia 5 tahun.


"Amura.....bisakah kau menolongku?...."


"....."


"Yuki....kalau ini candaan kumohon berhenti.....aku tidak tau.....apakah aku bisa menahannya lebih lama lagi...." ucap Amura dengan telinga yang memerah.


Kini Yuki menindih Amura dan ia menyentuh dada Amura.


Yuki berdiri pas di atas ************ Amura dan ia menekan dada Amura dengan kasar.


"Ugh...." rintih Amura karena rangsangan Yuki.


"Amura?......."


Kini Yuki tersenyum lembut dan ia berkata.


"Kau bisa melakukan apapun kepada tubuhku ini....."


"....."


Hal tersebut membuat Amura terheran-heran serta merona karena hal tersebut.


"Kau akan menyesalinya...." ucap Amura.


"Tidak akan, kalau itu untuk Amura aku akan memberikan segalanya....."


Yuki sedikit membuka kimono Amura dan memperlihatkan dada Amura yang sedikit terlihat.



...( Felix Chamberlain )...


...( I Became a Hero Rival )...


"Yuki......"


"Amura...."


Yuki kini membuka kimono Amura dan Amura telanjang dada walaupun bagian bawah Amura juga sedikit terlihat.


Amura yang dalam posisi dinaiki Yuki serentak mengubah posisi dan ia melucuti pakaian Yuki.


Amura saat ini menindih Yuki dari atas dan ia melepas pakaian Yuki.


Pakaian Yuki dilepas semuanya dan kini Yuki telanjang secara total.


"Hn~....Ah~....."


'Sangat lembut.....ini terlalu lembut, aku ingin memeras nya secara terus menerus....'


Amura meremas Gunung Yuki dengan lembut dan ia mencium bagian gunung itu.


"Agh~, ah...ah... Amura, pe-perlahan...." rintih Yuki dengan ekspresi imut.


Amura tidak mempedulikan hal tersebut dan ia melakukan hal tersebut secara terus menerus.


Kini Amura menganti bagian yang akan ia serang dan berfokus ke bagian bawah Yuki.


Terlihat Gua merah muda Yuki yang kini tengah mengeluarkan cairan yang sangat banyak.


Amura tanpa basa basi menjilat dan menghisap Gua itu.


"Ah~, A-Amura i-itu kotor...." teriak Yuki dengan wajah memerah.


Amura mengabaikan hal tersebut dan ia meraba paha Yuki sambil menghisap goa tersebut.


Amura yang tidak bisa menahan hasratnya langsung membuang kimono yang ia kenakan dan memperlihatkan Pedang Excalibur yang berdiri tegak seperti tiang Listrik.


Panjang Excalibur itu sekitar 26 cm dan pedang itu mendekati gua yang dimiliki Yuki.


Yuki yang melihat hal tersebut langsung melongo seakan akan melihat sebuah hantu.


'Te-terlalu besar.....apakah bisa masuk....'


"Apa tidak apa-apa?...." tanya Amura dengan ragu.


Yuki tersenyum dan ia berkata, "Lakukanlah apa yang kamu inginkan...." ucapnya sambil tersenyum lembut.


Amura yang tidak tahan lagi menggesekkan pedang yang ia miliki di bagian luar Goa Yuki dan kini ia memasukkan nya secara perlahan.


Yuki yang merasakan sensasi pedang Amura seketika merintih, "Agh, ini Sakit...." Kini darah mulai mengalir dari goa Yuki.


"Ah~....."


Akhirnya setelah beberapa saat Pedang Amura bisa menabrak ujung dari gua tersebut dan Amura mulai menggerakkan Pedang miliknya.


"Ah~...Ah...Amura...Perlahan!!!....Ah~....hmp..." Yuki kini mencoba menutup mulutnya dan ia menahan ******* yang keluar dari mulutnya.


Darah serta cairan bening mengalir dari goa Yuki dan kini Akhirnya Yuki keluar.


"Aku.... Keluar!!!!"


Air mancur keluar dari Goa Yuki dan kini ia menahan sensasi nikmat tersebut.


Tidak sampai situ saja Amura tetap melanjutkan hal yang ia lakukan tersebut.


"Yuki bisakah aku menciummu...." tanya Amura.


"Ah..Ah...Kau...Boleh....Menciumku....Hmp~..."


Amura langsung mencium Yuki dan ia mendapatkan ciuman pertama Yuki.


Akhirnya 18 menit berlalu dan Amura mengeluarkan susu yang ia miliki.


5 jam berlalu dan mereka masih melakukan hal tersebut dengan bermacam-macam posisi.


8 jam berlalu dan Amura tetap saja melanjutkan hal tersebut dan Yuki mengimbangi hal tersebut.


13 jam berlalu dan akhirnya mereka mengakhiri hal tersebut karena Amura sadar bahwa Yuki akan hamil kalau diteruskan.


14 jam berlalu akhirnya Amura melanjutkan nya karena ia memutuskan untuk bertangung jawab.


16 jam berlalu dan kini Amura mencoba hal lain.


Tubuh Yuki saat ini ditutupi oleh berbagai cairan dan Amura mencoba menggunakan Gluttony.

__ADS_1


"...[ Mode Gluttony ]..." ucap Amura dan kini bola mata yang ia miliki menjadi merah.


Amura melihat goa Yuki yang telah terisi oleh susu Amura dan ia menatap lubang Yuki yang satunya.


...[ Pengaruh Mimpi Gluttony telah berakhir ]...


"Amura....Amura...Bangunlah!!!!" teriak seorang gadis.


Amura bangun dan ia melihat Yuki yang saat ini keadaannya tidak semesum tadi.


Yuki memakai pakaian biasa dan tubuh Yuki tidak terlumuri cairan yang ia miliki.


Mereka bukan ada di kamar melainkan di sebuah bangunan tua, dan Amura menatap Yuki dengan wajah memerah.


"Yuki.....coba jelaskan dari awal...." ucap Amura.


"Hm?...."


Yuki menatap Amura dengan ekspresi bingung dan akhirnya ia menjelaskan semuanya kepada Amura.


"Saat terakhir kita membaca buku tiba-tiba kita dipindahkan kesini dan saat aku bangun aku melihat kamu yang masih tidur"


"......"


"Sudah berapa lama aku tertidur...."


"Um~, mungkin sekitar 6 menit?...."


"....."


'Jadi itu mimpi yah.......tapi kenapa mimpi itu terasa sangat nyata....'


'Dan juga......apa yang kulakukan kepada Yuki!!!!!'


'A-aku membuatnya dalam keadaan yang seperti itu.....padahal saat di mimpi ia tidak bisa berjalan.....'


'Dan aku....Memperkos-Um~.......melakukan hal mesum tersebut kepada nya yang dalam keadaan seperti itu!!!!'


Amura memikirkan hal yang ia lakukan tadi dan ia heran-heran sendiri, dan entah kenapa Amura jadi merasa bersalah karena hal itu.


"Ada apa Amura?...." tanya Yuki dengan ekspresi bingung.


"Tidak....bukan apa-apa...." balas Amura dan kini ekspresi yang ia miliki menjadi datar.


Amura mencoba menyembunyikan ekspresi yang ia miliki dan ia berbicara dengan Yuki.


"Jadi ada dimana kita sekarang?...." tanya Amura.


"Entahlah, tapi yang pasti kita berada ditempat yang berbeda dari perpustakaan tadi...."


".....Bisa berdiri?...."


"Maafkan aku, aku masih belum bisa berdiri...."


"Tidak apa-apa..."


Amura mengangkat tubuh Yuki dan ia mengendong Yuki seperti seorang putri.


Wajah Yuki serta Amura memerah karena hal tersebut.


Amura memutuskan untuk menyusuri rumah tersebut dan ia memasuki sebuah ruangan.


Ruangan itu terlihat seperti sebuah kamar dan terlihat sebuah Buku.


"Buku?...." tanya Amura.


"Iya, buku lagi....." ucap Yuki.


Kini Amura mendekati buku tersebut dan Yuki membuka buku itu.


"Cuma satu lembar?" lanjut Yuki.


Yuki kini mulai membaca buku tersebut.


"Kumpulan dua buku lainnya dan tumpuk lah kedua buku yang kau temukan di atas buku ini"


"Buku?...." lanjut Amura.


"Sepertinya buku yang tadi...."


Kini Yuki mengambil kedua buku yang telah ia masukan kedalam inventori miliknya.


...[ Buku ( ??? ) ]...


...[ Buku ( ??? ) ]...


"Tumpuk kan?....."


*Crink....


Cahaya bersinar terang menyelimuti buku tersebut dan akhirnya Muncul sebuah item dari buku itu.


...[ Fate Crystal ( S++ ) ]...


"Kristal takdir?......"


Yuki menyentuh kristal berukuran kecil tersebut dan melihat status kristal itu.


...[ Fate Crystal ( S++ ) ]...


...Keterangan : Kristal yang bisa memperlihatkan takdir dari dua orang yang menggunakan. ...


...Efek : 1.Memperlihatkan masa depan yang akan mereka jalani. ...


...2.Memperlihatkan wujud sesungguhnya dari sang pengguna. ...


...Kekurangan : Cuma bisa dipakai sekali. ...


"Takdir?......masa depan?...." ucap Yuki dengan ekspresi bingung.


"Jelaskan efek kedua...."


...[ Bisa memperlihatkan sosok sesunguhnya dari sang pengguna entah itu di kehidupan masa lalu atau bahkan masa depan ]...


"Amura apa kau ingin mencoba kristal ini?..." tanya Yuki.


"...."


Amura diam saat di tanya Yuki, alasan Amura terdiam adalah karena mimpi? nya tadi.


'Kalau itu mimpi....hal tersebut terlalu nyata....' pikir Amura.


'Aku tidak percaya bahwa hal tersebut adalah mimpi, mau bagaimana pun aku telah melalui 16 jam bersama Yuki....'


'Sensasi itu.....aku masih bisa mengingat sensasi tersebut....'


Disaat Amura berfokus kepada mimpinya tadi, Yuki merasa kesal dan ia mencubit pipi Amura.


"....Ada apa?" ucap Amura dengan ekspresi datar karena di cubit Yuki.


"Akhirnya sadar juga, kenapa kamu selalu saja melamun seperti itu!!!!"


"...."


"Maaf, aku sedang memikirkan hal lain saat bersamamu...."


"Hah~, yasudahlah....daripada itu, lihatlah kristal ini"


"Kristal ini item rank S++ loh!!!"


"Kita mendapatkan Jackpot!!!"


"...."


Amura yang melihat Yuki sangat antusias cuma bisa tersenyum lembut dan ia melupakan hal yang mengganggu pikirannya tadi.


"Ada kegunaan kristal ini?...." tanya Amura.


"Bisa melihat masa depan dari dua orang..." jawab Yuki.


"Hm~, ingin mencobanya?" lanjut Amura.


"Baiklah, dari awal tujuanku juga hal tersebut" lanjut Yuki.


"Tapi kristal ini cuma bisa digunakan sekali. saja....."


"Apa.kau tidak ingin menggunakannya?..." tanya Amura.


"Bukan begitu, tapi aku merasa rugi saja karena item ini cuma bisa digunakan sekali...."


"Tapi yah, lebih baik kita gunakan saja dari pada mubazir..."


Amura sedikit menyentuh Kristal itu dan ia membaca keterangan dari kristal itu.


"..."


Perasaan Yuki kini kembali ceria dan hal itu membuat Amura senang.


"Baiklah, ayo kita gunakan...." ucap Amura.


"Umu...."

__ADS_1


Kini mereka berdua menyentuh kristal itu.


...[ Kristal takdir memperlihatkan takdir yang akan kalian miliki.... ]...


Muncul sebuah gambaran di depan mereka dan mata mereka seketika melebar saat melihat gambaran tersebut.


"Kosong?....." ucap Yuki dengan ekspresi bingung.


"Benar-benar kosong...." ucap Amura yang juga bingung.


"Kenapa bisa kosong seperti ini?...."


"Apakah Kristal ini rusak?...." lanjut Yuki.


"Entahlah...." jawab Amura.


...[ Kristal tidak bisa digunakan lagi ]...


...[ Memulai menilai jati diri sang pengguna ]...


...[ Yuki Yuna : ( ??? ) ]...


...[ Yuu Hinamura : ( Human ) ]...


"Dimasa lalu serta depan aku masih tetap menjadi manusia yah...." ucap Amura dengan ekspresi kecewa.


"Kenapa namaku ada tanda tanya seperti itu?...." tanya Yuki dengan bingung.


...[ Tidak diketahui.... ]...


...[ Keberadaan tidak diketahui dan tidak bisa dikenali ]...


"....."


"Maksudnya aku bukan manusia gitu?...."


...[ -- ]...


...[ Tidak diketahui.... ]...


*Crack...


Kristal itu hancur dan Yuki menatap kristal itu dengan kecewa.


"Aku pikir bahwa diriku menemukan item yang bagus tapi...."


"Hah~, aku tidak akan berharap lagi...."


"...."


"Baiklah, lebih baik kita pulang Amura..."


"Benar, tapi kita sebenarnya ada dimana?..." tanya Amura.


"Ah.....aku melupakan hal tersebut...."


"Kita berteleport dimana yah...."


"...."


"..."


"Hah~, lebih baik kita memutari tempat ini" ucap Amura.


Kini mereka mengelilingi rumah tersebut dan setelah beberapa jam mereka menemukan selembar kertas teleportasi untuk kembali ke perpustakaan terbengkalai tadi.


Mereka akhirnya kembali ke tempat awal mereka menghilang tadi dan hari sudah sore saja.


"Benar-benar tidak berguna, bahkan kita tidak mendapat apa-apa saat kesana"


"Dan tau-tau sudah sore saja karena kita kelamaan mencari kertas teleportasi!!!"


'Mama pasti akan marah kepadaku!!!!!'


Yuki yang kesal cuma bisa melampiaskan emosinya melalui kata-kata di gendongan Amura.


"Sudah-sudah, lagipula hal tersebut telah berlalu..." ucap Amura karena ia senang bisa bersama Yuki dalam waktu yang lama berdua saja.


"Hah~, baiklah.....dan juga kursi roda ku...."


Kini Amura mengendong Yuki ke arah tangga dan ia melihat kursi roda Yuki yang tengah dikelilingi serangga yang cukup bervariasi.


Mulai dari ulat, belatung, rayap, belakang dan juga The King of Serangga, Kecoa!!!!


Yuki menatap jijik kursi roda yang ia miliki dan akhirnya ia memutuskan untuk pulang tanpa membawa kursi rodanya.


'Lagipula Mama dan Papa kaya, kursi roda seperti itu bisa mereka beli 100 unit nya....'


Yuki kembali ke rumah yang ia miliki bersama Amura dalam keadaan digendong.


Sebenarnya Amura bisa menuju ke rumah Yuki dengan cepat tapi ia ingin menghabiskan waktu bersama Yuki lebih banyak.


Dan ia pun memutuskan untuk mengendong Yuki sambil berjalan dengan menggunakan Skill "Stealth".


"Amura...." ucap Yuki.


"Ada apa?..." jawab Amura.


"Terima kasih karena telah membantuku hari ini....."


"...."


"Tidak apa-apa, lagipula aku melakukan hal ini karena keinginan ku sendiri"


"Begitu?...."


Amura tersenyum lembut dan ia menatap Yuki dengan lembut, "Yah begitu lah".



*Brush....


Wajah Yuki seketika memerah saat ia melihat wajah Amura.


'Kenapa ia harus setampan ini!!!!' pikir Yuki dengan kesal tapi juga senang.


Singkatnya Amura berhasil mengendong Yuki ke rumah nya dan Amura juga kini telah mengetahui tempat tinggal Yuki.


Saat Amura menekan lonceng pintu, pintu rumah Yuki terbuka dan terlihat Benjamin yang sedang mengeluarkan Aura membunuh kepada Amura.


'Dahlah, bos terakhir nya malah muncul!!!' pikir Amura dengan keringat dingin diwajahnya.


"Yuki, kemana saja kau sampai pulang sore begini" ucap Benjamin.


"Anu~, itu....."


"Sa-saya bermain dengan Amura sampai-sampai lupa waktu...." jawab Yuki dengan gagap serta panik.


"Kalau begitu kenapa kau tidak mengabari kami terlebih dahulu...."


"Itu....."


Yuki kehabisan kata-kata dan akhirnya ia menyerah.


Benjamin menatap Amura dengan tatapan permusuhan.


"Masuklah Amura, aku memiliki banyak sekali pertanyaan kepadamu"


*Glup....


"Pe-permisi...." ucap Amura dan kini ia memasuki rumah sambil menggendong Yuki.


Melihat Amura yang telah masuk ke rumah akhirnya Benjamin menutup pintu rumah itu dengan keras.


*Brak...


'Ngeri euy.....' pikir Amura dengan keringat dingin diwajahnya.


Amura disuruh duduk di ruang tamu dan ia berhadapan dengan Benjamin, Yuki telah di turunkan oleh Amura di sampingnya.


Benjamin duduk dihadapan Amura dan ia duduk dengan posisi kaki disilangkan.



...( Benjamin Lemberg )...


...( I Became a Hero Rival )...


"Jadi bisa kalian jelaskan...." tanya Benjamin dengan senyuman tulus?....


Amura dan Yuki menyiapkan mental mereka karena tekanan dari Benjamin.


'Aku yakin papa pasti marah.....' pikir Yuki.


Suasana diruang tamu seketika menjadi menegangkan dan Mereka berdua bersiap menjelaskan yang sebenarnya.


......................


...( Thx dah baca, jan lupa Like🗿 ) ...


.

__ADS_1


__ADS_2