
...-( Pov Author to Yuki )-...
Pagi hari di rumah Yuki.
"Mn..." ucap Yuki sambil membuka matanya.
Yuki masih tidur dan ia terbangun karena sentuhan tangan di rambutnya.
"Ah... maaf kau terbangun karena ku" ucap Reina sambil mengelus kepala Yuki.
"Rei..na?.." lanjut Yuki yang kini ia bangun dan memandang Reina.
"Pagi Yuki" ucap Reina.
"Hm... pagi juga" balas Yuki sambil mengucek mata.
"Tumben kau bangun pagi" lanjut Yuki sambil memandang Reina.
"Ehehe~, aku cuma ingin melihat wajah tidur Yuki" balasnya sambil tersenyum riang.
"Ho~, kau tidak melakukan hal aneh ketubuhku kan?" tanya Yuki sambil menatap Reina dengan tatapan dingin.
"Eh... setidak percaya itu lah kau denganku" balas Reina dengan ekspresi tertekan.
"Hah~, melihat reaksimu sepertinya tidak terjadi apa-apa... lebih baik kita membasuh wajah dulu" ucap Yuki.
"Baiklah" jawab Reina.
Kini mereka berdua keluar dari kamar dan pergi menuju kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi mereka cuci muka dan pergi ke dapur.
"Ah...Yuki,Rei-chan , selamat pagi" ucap Saki sambil tersenyum lembut.
"Pagi" balas mereka berdua.
"Kalian makan saja dulu, aku sudah menyiapkannya" lanjut Saki sambil membawa piring ke meja makan.
Yuki dan Reina kini duduk dan bersiap untuk makan serta menunggu Benjamin (Ayah Yuki).
"Papa ada dimana ma? " tanya Yuki.
"Ah, Benjamin pergi karena ada sedikit masalah dikarenakan ada monster yang ditemukan di hutan pagi ini" jawab Saki.
"Monster? Monster seperti apa?" Lanjut Yuki.
"Sepertinya monster beruang, ia tadi menelepon ku dan katanya ada jejak pertarungan sampai-sampai bangunan terbengkalai disitu juga hancur" lanjutnya.
"Owh-" ucap Yuki sambil melihat Reina.
"Ada apa?" tanya Reina sambil memiringkan kepala.
"Tidak, bukan apa-apa" balas Yuki sambil menutup matanya.
"Karena Benjamin keluar, kalian bisa makan lebih dulu" lanjut Saki sambil memandang Reina dan Yuki.
"Baiklah" balas mereka berdua.
Kini Yuki dan Reina makan makanan yang dibuatkan Saki.
"Mama tidak makan?" tanya Yuki.
"Ah~, aku akan menunggu Benjamin dulu... kalian makan saja" jawab Saku sambil tersenyum.
Yuki membalas senyuman Saki dengan senyuman miliknya dan lanjut makan.
Setelah selesai makan.
"Terima kasih atas makanannya" ucap Yuki dan Reina.
"Sudah selesai, kalau begitu kalian mandi saja dulu" ucap Saki.
"Aku akan membereskan piring-piringnya" lanjutnya.
"Baiklah"
Kini Yuki dan Reina pergi ke kamar mandi untuk mandi dan karena kelamaan kalau mandi satu-satu, mereka lebih memilih untuk mandi bersama.
Mereka melepas baju mereka dan memasuki kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat.
Yuki sedikit malu dan ia menutupi bagian sensitif miliknya dengan tangan.
Sedangkan Reina juga sedikit malu tapi ia tidak menutupi area sensitif yang ia miliki.
Keduanya memiliki wajah yang sama sama memerah karena malu dan mereka memutuskan untuk membilas tubuh mereka dengan shower.
"Yuki bisa kau gosokan punggung ku" ucap Reina sambil membelah rambut yang menutupi punggungnya ke arah depan.
Yuki memandang punggung Reina dan terlihat punggung mulus yang memantulkan cahaya matahari yang memasuki kamar mandi.
Wajah Yuki seketika memerah dan ia menyetujui tawaran Reina.
"Kya~..." desah Reina dengan wajah yang memerah.
"Yuki....bagian apa yang kau sentuh" tanya Reina sambil memandang kearah Yuki yang berada dibelakangnya.
"Ma-maaf, kakiku tidak sengaja menyentuh pinggangmu" jawab Yuki dengan wajah yang juga memerah.
"Ti-tidak... lanjutkan saja" ucap Reina sambil mengalihkan pandangan dari Yuki.
Yuki melanjutkan gosokkan nya dengan perlahan serta berhati-hati agar tidak menyentuh bagian sensitif Reina.
Selesainya Yuki menggosok punggung Reina, Yuki meminta Reina untuk menggosok punggung miliknya juga.
"Ah~... hn...." desah Yuki dan kini ia menahan ******* miliknya.
"Tu-tunggu, kenapa kau mendesah" tanya Reina dengan wajah memerah.
"Ti-tidak, a-aku cuma merasah tubuhku sedikit sensitif sekarang"
"Kau boleh melanjutkannya kok..."
"Ba-baiklah" jawab Reina dan kini ia mengosokkan kain lembut secara perlahan ke punggung Yuki.
"Ahn~.. Ah~.. Ah~"
"Yu-Yu... Yuki, kenapa kau mendesah seperti itu"
Yuki tidak menjawab pertanyaan Reina dan ia malah menundukan wajahnya.
'Ada apa ini tubuhku panas?' pikir Yuki sambil memandang lantai kayu dikamar mandinya.
'Perasaan apa ini?....ini nikmat...'
...[ Sepertinya kau sedang terangsang ]...
'A-apa yang kau katakan Risa, a-aku terangsang?'
...[ Apakah rasanya nikmat? ]...
'Aku tidak ingin mengakuinya tapi ini nikmat'
...[ Sepertinya tubuhmu sangat sensitif saat ini ]...
'Kenapa bisa seperti itu?'
...[ Entahlah, aku juga tidak tau ]...
"Yuki apakah harus ku lanjutkan?" tanya Reina dengan wajah super merah.
"Ha~..ha~, La-Lanjutkan saja~" jawab Yuki sambil menatap wajah Reina.
"Ba-baiklah, akan ku lanjutkan"
Kini Reina mengosok punggung Yuki dengan lebih lembut lagi.
__ADS_1
Semakin lama Reina mengosok semakin menjadi jadi pula ******* Yuki.
"Ara~, kalian sesama wanita loh, tidak baik melakukan itu" ucap Saki yang mengintip dibalik pintu kamar mandi.
"Ti-tidak.. bu-bukan seperti yang terdengar, sebenarnya aku cuma menggosok punggung Yuki" balas Reina dengan gugup.
"He~, menggosok punggung yah.. fufufu"
"Nikmati saja waktu kalian saja, tapi jangan sampai terlambat sekolah yah" lanjut Saki sambil tersenyum nakal.
Reina tidak bisa berkata apa apa sedangkan Yuki masih bernafas berat karena mendesah terus-terusan.
"Hah~.. ha~... ha~"
Yuki menunjukan ekspresi puas akan sesuatu seperti merasakan kenikmatan duniawi.
Yuki dan Reina langsung membilas tubuh mereka dan pergi kekamar untuk ganti baju.
Reina meminjam baju Yuki karena ia tidak membawa ganti dan setelah itu mereka berangkat menuju kesekolah.
Sebelum bisa pergi dari rumahnya mereka berdua digoda oleh Saki dan itu membuat wajah mereka berdua semakin memerah dan bahkan masih memerah sampai di gerbang sekolah.
Mereka memasuki Sekolah dan masuk ke kelas yang mereka tempati kemarin dikelas itu ada beberapa siswa yang telah datang dan Mereka saling menyapa satu sama lain.
Yuki dan Reina mengobrol bersama Rumi, Cronew, dan Hisagi.
Disaat mereka sedang mengobrol, ruangan mereka dimasuki Wanita berambut Pirang.
Wanita itu memasuki kelas sambil membawa tombak tumpul dan ia berbicara kepada kami semua.
"Duduklah ditempat kalian masing-masing" ucapnya.
Diruangan kami kini terdapat 12 meja serta kursi untuk kami duduki.
Kami duduk seperti saat ujian kemarin dan terlihat ada satu bangku yang masih belum terisi.
Yah itu adalah bangku Amura.... Yuki bingung serta penasaran kenapa Amura masih belum datang dan kelas pun menunggu Amura agar bisa dimulai.
"Hah~, sepertinya ada satu bocah yang belum datang" ucap Wanita berambut pirang panjang dengan wajah dingin tapi menawan itu.
"Yasudalah, sambil menunggu dia akan ku perkenalkan diriku" ucap Wanita berambut pirang itu.
"Namaku Akane Hiroshi, pangil saja Hiroshi-sensei"
"Aku adalah wali kelas kalian dan merupakan guru tetap di kelas ini"
"Sebelum memulai kelas, kita akan menunggu satu bocah yang belum datang ini"
5 menit kemudian pintu kelas terbuka dan terdengar suara dari seorang laki-laki yang merupakan Amura.
"Maaf saya terlambat" itu adalah kata kata pertama yang diucapkan Amura saat memasuki kelas.
"Akhirnya datang juga nomer 12" ucap Hiroshi yang ada didalam kelas itu.
Hiroshi mengayunkan Tombak miliknya dari atas untuk memukul pundak Amura dengan niat membunuh.
'Terlalu cepat, itu akan berbahaya' pikir Yuki dengan panik
Yuki mengetahui bahwa Amura akan terluka tidak terlalu parah tapi ia tetap saja khawatir.
Amura serentak menghindar kesamping dan memegang tombak tumpul itu.
"Eh" ucap Hiroshi dengan kaget.
Amura menarik tombak itu dan tombak itu terlepas dari tangan Hiroshi.
"Salam yang unik" ucap Amura sambil memainkan tombak tumpul ditangannya.
Semua Siswa yang ada dikelas terkejut melihat apa yang dilakukan Amura bahkan Yuki yang melihat hal itu juga terkejut.
'Bukankah Amura-kun menjadi lebih kuat' Pikir Yuki yang melihat dari bangkunya.
...[ Yuki, aku merasa ada hal yang berbeda dari Amura ]...
'Aku juga merasakannya'
...-( End Author Pov)-...
...-( Pov Amura )-...
...[ Kakak, wanita ini berbahaya ]...
'Aku tau Amu' pikirku sambil tersenyum.
"Saya kesiangan karena semalam bergadang" balasku sambil memberikan tombak tumpul ke wanita pirang didepanku.
"Hah~, yasudah duduklah di tempatmu" ucap Wanita berambut pirang itu sambil meraih tombak yang kuberikan.
Aku mengabaikan wanita itu dan kini ia duduk ditempat aku kemarin duduk.
"Hah~, akan ku perkenalkan kembali diriku kembali namaku Akane Hiroshi, wali kelas kalian" ucap wanita berambut pirang panjang dengan wajah yang sangat menawan itu.
'Jadi namanya Akane yah, wanita yang menarik' pikirku.
"Apa ada pertanyaan?" tanya Hiroshi.
"Haik-haik, Hiroshi-chan apakah kau punya Pacar?" tanya Pria yang memiliki rambut berwarna pirang dengan wajah yang lumayan.
"Ha? pertanyaan apa itu" ucap Hiroshi dengan ekspresi bingung.
"Sudahlah jawab saja" lanjut Pria pirang itu.
"Tidak ada, dan tidak pernah punya.. apakah sudah puas?" balas Hiroshi.
"Eh... mustahil, dengan wajah seperti itu kau seharusnya punya 1 atau 2 pacar" lanjut Pria berambut pirang itu dengan lantang.
"Masalah" ucap Hiroshi dengan ekspresi dingin.
"Ah, kita sama yah, aku juga jomblo seumur hidup, ehehe" lanjut Pria pirang itu sambil terkekeh.
"Bagaimana kalau kita berpacaran untuk mengisi status jomblo kita" lanjutnya sambil tersenyum pede.
'Fiks ditolak inimah' pikir semua orang yang ada di ruangan itu kecuali Hiroshi.
"Tidak tertarik" jawab Hiroshi dengan acuh tak acuh.
"Ugh~... hatiku sakit banget, tapi aku tidak akan menyerah, akhirnya aku bisa menemukan cewe sesuai seleraku masa kuabaikan"
Pria itu tertekan karena tolakan Hiroshi tapi langsung kembali bersemangat dan tekat kuat terlihat dimatanya.
"Omong-omong umurmu berapa Hiroshi-chan?" tanyanya kembali.
"15 tahun" jawabnya dengan singkat.
"Hahhh~" teriak semua siswa kecuali Amura.
"Be-beneran, kamu bahkan lebih muda dariku" lanjut pria pirang itu.
Kini pria itu tersenyum dan berkata.
"Sepertinya aku memiliki kesempatan"
"Ah, dan juga dengan umurmu yang seperti itu kenapa bisa mengajar dikelas ini?" tanya pria itu untuk ke seribu kalinya.
"Kau benar-benar menjengkelkan yah, nanya mulu dari tadi" jawab Hiroshi dengan ekspresi dingin.
Pria itu tidak terkejut atau ketakutan karena ekspresi dan aura yang dipancarkan Hiroshi dan malah tersenyum.
"Hah~, baiklah akan ku jelaskan" ucap Hiroshi dengan pasrah.
"Aku merupakan Slayer rank A termuda didunia dan aku disuruh kepala sekolah yang merupakan Slayer rank S untuk mengajar kalian tentang apa yang ku ketahui"
"Sudah cukup itu saja yang ingin kukatakan, kita mulai pelajarannya"
"Oh dan juga siapa namamu pria berisik?" tanya Hiroshi kepada pria berambut pirang tadi.
__ADS_1
"Hanzo Yakuri, kau bisa memanggil ku Hanzo kalau kau mau, dan juga kau bisa memanggilku S-A-Y-A-N-G kalau kamu mau.. ehehe" jawab Pria berambut pirang itu yang ternyata bernama Hanzo Yakuri, kupanggil Yakuri.
"Baiklah Pirang Bod*h" ucap Hiroshi dengan acuh tak acuh.
"Mo~, Hiroshi-chan ini kok sosweet banget sih, jadi makin sayang deh"
'Pirang aneh' pikir semua orang bahkan aku juga berfikir begitu.
...[ Kakak, Pirang ini sangat Aneh ]...
'Yah, kau benar Amu'
Kini kami disuruh untuk diam dan memperkenalkan diri kami satu persatu.
Setelah selesai berkenalan kami diberikan buku mengenai monster dan iblis.
Selesai mendengarkan penjelasan dari Hiroshi jam pelajaran pertama selesai dan kini jam istirahat.
Jam pertama adalah materi, jam kedua adalah Latihan dan jam ketiga adalah berburu di dungeon.
Saat jam istirahat hampir
'Hampir semua siswa membawa bekal yah' pikirku.
"Hah~, aku lapar"
'Apa akau ke kantin saja yah'
"Amura-kun" ucap seorang gadis dengan suara yang sangat lembut dan indah.
Aku memandang arah suara itu dan terlihat Yuna sedang mengajakku berbicara.
"Ada apa?" tanyaku dengan heran.
"Tidak, aku cuma ingin mengajakmu kekantin bersama kami" lanjutnya.
"Hm.. Baiklah" jawabku dan kini aku berdiri dari tempat duduk ku.
Yuna tersenyum dan berjalan ke arah pintu keluar kelas.
Diluar pintu terdapat Hisagi, Kiara, Rumi, Comel? siapa yah nama om-om ini?.
"Ah, Amura apa kau ikut kekantin?" tanya Om itu.
"Begitulah" jawab ku dengan singkat.
Kami berjalan menuju kekantin sambil berbincang ringan.
Dikantin terdapat cukup banyak murid dari kelas lain.
Sistem kelas yang ada disekolah ini adalah.
C \= Untuk siswa yang memiliki skill diatas 3.
B \= Untuk siswa yang memiliki skill lebih dari 4 dan memiliki nilai yang baik di ujian ketiga.
A \= Untuk siswa yang bisa berhadapan dengan guru di ujian kedua dan memiliki nilai yang bagus di ujian ketiga.
S \= Kelas spesial untuk orang yang bisa mengalahkan penguji di ujian kedua.
Disetiap kelas memiliki pelajaran atau pelatihan yang sama dan yang menjadi pembeda adalah pada saat jam ketiga kelas S akan mendapatkan kesempatan untuk membunuh monster di dungeon.
Dan sesampainya kami dikantin, kami memilih menu yang akan kami pesan di kasir.
Selesai memesan kami pergi mencari meja kosong untuk duduk.
"Ah, meja itu kosong" ucap Om-om sambil menunjuk meja kosong.
"Baiklah kita duduk disana saja, apa kalian setuju"
Kami semua setuju dan aku cuma menganggukkan kepala untuk menjawab dan kamipun duduk ditempat itu.
"Kau hebat sekali bisa Menghindari serangan Hiroshi-sensei, Amura" ucap Hisagi.
"Hm... begitu kah?, sepertinya aku cuma beruntung" jawab ku.
Yah aku berbohong sih, serangan itu terlihat sangat lambat saat menyerangku jadi aku menghindari serangan miliknya.
Tapi aku mengerti bahwa aku tidak akan bisa melawan Gadis itu kalau dia serius.
'Amu berapa persen kemungkinan aku bisa menang saat melawannya'
...[ 40% saat menggunakan mode Gluttony ]...
'Hm~, jadi sebesar itu yah tingkat kemenangan ku' pikirku dengan bangga karena kau sudah menjadi lebih kuat.
...[ Tapi kalau dia dalam mode serius anda akan memiliki 5% kemungkinan untuk menang ]...
'....' aku cuma bisa terdiam saat mendengar apa yang diucapkan Amu.
'Kalau begitu, presentase kemenangan yang kumiliki saat ini untuk melawan Gluttony berapa?'
...(Iblis Beruang yang kemarin dibunuh amura) ...
...[ 0% ]...
...[ Kakak tidak akan bisa mengalahkan Gluttony walaupun dengan seluruh kekuatan kakak saat ini ]...
'..... Begitu yah, aku sudah menduganya sih'
'Dan juga kenapa aku kemarin bisa membunuhnya? dan kenapa juga ia ketakutan saat melihatku?'
...[ Karena saat itu anda telah mati, saat anda mati anda terkirim ke dunia penuh kegelapan dan itu membuat skill pasif Kegelapan anda aktif ]...
...[ Dan itulah yang ditakutkan oleh Gluttony ]...
'Aku tidak mengingat pernah dikirim kesana?'
...[ Itu karena anda masih hidup, dan ingatan tentang dunia setelah kematian dihapus ]...
'Hm~, begitu toh'
Beberapa menit kemudian...
Makanan kami telah jadi dan kami memakan makanan kami.
Selesainya makan kami pergi menuju ke kelas dan kami disuruh menuju area pelatihan.
......................
...-Author Info-...
...AKANE HIROSHI...
Akane Hiroshi merupakan Slayer termuda didunia yang memiliki paras yang rupawan tapi memiliki sifat yang dingin.
Ia memiliki class Lancer dan memiliki elemen Cahaya, dirinya merupakan Slayer rank A peringkat 13 dijepang.
Ia tidak pernah memiliki kekasih dan tidak pernah sekalipun menyentuh pria ( kecuali ayahnya) bisa dibilang gadis polos yang tidak mempedulikan hasrat miliknya.
...HANZO YAKURI...
Hanzo Yakuri merupakan siswa pria biasa yang memiliki elemental Cahaya sama seperti Akane, ia juga merupakan seorang lacer dan memiliki paras yang tampan ( biasa aja di penglihatan Amura, Akane, Yuki, Reina)
Ia memiliki rambut pirang kecoklatan dan sedikit bercak biru dibagian poninya, ia tidak pernah memiliki kekasih ataupun pacar karena sifatnya yang ngeselin.
Walaupun begitu banyak juga wanita yang tertarik dan jatuh cinta pada wajah Hanzo tapi Hanzo menolak mereka semua karena alasan cuma tertarik dengan wajah miliknya.
Hanzo dimasa depan merupakan Heroes of Humanity. Ia menjadi pahlawan bagi para manusia saat dunia dilanda kehancuran dimasa depan dan ia merupakan salah satu rekan Amura dimasa depan.
...( Thanks Cuy dah baca ampe sini )...
__ADS_1
...( Jan lupa Like )...