
Benjamin mendatangi Saki dan juga Yuki dan ia berpamitan untuk pergi.
"Aku keluar dulu...."
"Baik Pa, Hati-hati dijalan...."
"Hemp!!!!"
Yuki membalas hangat ungkapan Benjamin sedangkan Saki mengembungkan Pipinya karena kesal.
Saki saat ini menatap Sinis Benjamin dan ia mengancam Benjamin dari dalam hati.
'Area sensitif ku masih sakit Benjamin sialan!!!!!' pikir Saki sambil menatap sinis Benjamin.
'......Entah kenapa aku merasa bahwa ia jengkel kepadaku.....' pikir Benjamin dengan keringat dingin diwajahnya.
'Memangnya apa kesalahan ku? aku cuma melakukannya dengan perlahan dan juga cuma 2 jam tanpa henti saja kok!!!.....'
'Bahkan tadi saja aku tidak lelah sama sekali....'
Benjamin bingung memikirkan kesalahan yang ia miliki karena ia sendiri tidak tau seberapa gilanya dirinya saat melakukan hubungan intim.
Kini Benjamin meninggalkan rumah dengan ekspresi bingung karena memikirkan kesalahannya.
"...[ Stealth ]..." hawa keberadaan Benjamin menghilang dan ia menuju ke suatu tempat.
Ia melompat dari bangunan satu kebangunan yang lain dengan cepat dan cuma butuh waktu 14 detik untuk sampai ketempat yang ia tuju.
Tempat yang Benjamin tuju adalah sekolah Yuki, kini Benjamin memasuki sekolah itu dan menuju kekantor Kepala Sekolah.
*Brak...
Benjamin membuka pintu itu dengan perlahan? sampai-sampai pintu ruangan itu hancur dan menjadi beberapa bagian.
"Oy, apa yang kau lakukan!!!!!" teriak Seorang Pria yang memiliki rambut hitam panjang di kuncir kuda yang sedang duduk di meja kepala Sekolah.
Pria itu memiliki wajah yang tampan dan menggunakan kacamata untuk melihat.
Benjamin menonaktifkan Stealth yang ia miliki dan kini ia mendekati pria itu.
"Ha~, kukira siapa ternyata kau Shin"
"Tidak, haruskah aku menyebutmu Benjamin sahabatku...."
"Sudah lama yah....7 tahun?....." ucap Pria itu.
"Nagi aku ingin menjadi Guru disekolah ini...." ucap Benjamin kepada Pria bernama Nagi itu.
"Hah? apa tujuanmu?..."
"Bukan apa-apa aku cuma ingin mengajar di kelas S saja....."
"Ini memang sebuah keuntungan karena ada Slayer Rank S terkuat di Jepang yang mengajar tapi......Ada Apa Denganmu, Kau bukanlah Benjamin Sahabatku!!!!!! Sahabatku tidak mungkin peduli kepadaku!!!!!" teriak Nagi.
*Plak...
Seketika wajah Nagi ditampar oleh Benjamin dan Benjamin berkata dengan dingin.
"Berisik Bocah"
"Eh....."
Dalam sekejap wajah Nagi menjadi sedih dan ia menangis dengan air mata buaya.
"Hiks....memang cuma ada satu orang saja yang bisa memperlakukanku seperti ini......"
"Hah~, sudahlah lebih baik langsung kau Terima saja ..." ucap Benjamin dengan pasrah.
"Hah~, aku tidak tau apa tujuanmu tapi baiklah aku menerima nya....." lanjut Nagi dan kini ia bersikap tenang.
...( Sc : Pinterest )...
"Jadi kapan kau ingin mengajar disini...." lanjut Nagi dengan wajah pasrah.
"Besok harus sudah bisa"
"Eh, besok?........Baiklah......sepertinya aku harus menggantikan posisi Akane dalam mengajar...."
"Bagus....." ucap Benjamin dengan senyuman tipis.
"Ah, dan juga bagaimana keadaan Kakak?" tanya Nagi.
"...."
"Ia ngambek kepadaku....." jawab Benjamin dengan keringat dingin diwajahnya.
Nagi menatap sinis Benjamin dan ia berkata dengan nada dingin.
"Apa yang kau lakukan kepada Kak Saki!!!!!"
"Bu-bukan apa-apa kok.....hanya masalah kecil saja"
"Dan juga apakah kau tau keadaan siswa yang terluka karena monster di dungeon sekolah mu?....." lanjut Benjamin dengan wajah serius.
Serentak Nagi terkejut akan perkataan Benjamin dan ia menatap Benjamin dengan serius.
"Kenapa kau membahas hal itu dan juga bagaimana caramu mengetahui hal itu? seingat ku, aku menutupi hal tersebut"
Kini Benjamin menatap Nagi dengan dingin dan ia berkata.
"Aku punya anak...."
"Eh............."
"A-anak?......"
"Ka-kakak pu-punya a-anak????"
"Dari awal kami telah memiliki Anak"
"A-apa!!!! lantas kenapa Kakak tidak pernah memberitahu Kami?....."
"Dan juga......kenapa kakak pergi dari rumah....."
"....."
"Bukankah kau tau sendiri Alasan kenapa Saki pergi dari rumahmu"
"......Karena hal itu yah....., Ben-tidak Kakak ipar, kumohon pertemukan aku dengan Kak Saki....."
"Aku ingin meminta maaf kepadanya.....aku selalu saja menanyakan kabar tentangnya darimu tapi....."
"Aku ingin bicara dengan kak Saki sendiri tentang masalah dikeluarga kami....."
"Dan juga aku yakin bahwa kau tidak pernah menyebutkan kata-kata ku kepada nya...."
Nagi berkata kepada Benjamin dengan sangat amat memohon disertai ekspresi sedih yang bukan dibuat-buat.
".....Itu diluar kehendakku....., semuanya bergantung kepada Saki..."
"Dan juga......"
Kini ekspresi wajah Benjamin menjadi gelap disertai mata yang gelap juga.
"Anak pertama ku telah mati....."
Nagi serentak terkejut dan ia benar-benar tidak berharap hal tersebut terjadi.
"Bagaimana keadaan Kakak saat ini!!!!!!" teriak Nagi dengan ekspresi khawatir.
Ketenangan Nagi langsung hancur saat ia mendengar hal tersebut.
'Kakak memiliki hati yang rapuh......dan juga kalau keberadaan yang sangat disayangi kakak mati......ia pasti tidak akan memiliki semangat hidup lagi.....'
'Dan saat ini.......'
Ekspresi Nagi benar-benar berantakan saat ia memikirkan keadaan kakaknya saat ini.
Nagi serentak berdiri dari mejanya dan menarik kerah Benjamin.
"Kenapa kau membiarkan Anakmu mati!!!!!! bagaimana perasaan Kakak saat ini!!!!!" teriak Nagi.
"Bukankah kau berkata bahwa kau akan melindungi Kakak!!! tapi......kenapa kau membiarkan anaknya mati....."
"......"
Benjamin tidak bisa membalas perkataan Nagi dan ia cuma bisa terdiam saat mendengar perkataan Nagi.
Setelah beberapa saat berlalu dan kini Benjamin mengucapkan sesuatu.
"Kau tau.....saat Saki kehilangan anak pertama kami.....keadaannya benar-benar memprihatinkan...."
"Ia tidak mau makan ataupun minum, bahkan ia tidak berkata apa-apa seakan-akan dirinya telah kehilangan semangat hidup....."
"Tatapan yang ia miliki menjadi gelap dan bahkan ekspresi yang ia miliki menjadi dingin....."
"Ia tidak bergerak sama sekali......seakan-akan telah mati......"
"Dan anak kedua ku......ia koma berhari-hari karena Syok akan kematian kakaknya......"
"Dan kau tau.....disaat mereka menghadapi keadaan seperti itu.......aku malah mengamuk dan memiliki niat untuk membunuh Iblis yang telah menculik anak kami....."
"Dan bodohnya lagi.......setelah aku membunuh Iblis itu aku malah hampir kehilangan Anak kedua serta Istriku karena ketidak pedulian ku....."
"Aku menenangkan Saki dan akhirnya ia bisa lebih baikkan tapi......anak kedua kami terikat oleh Batasan Mana, yang mana hal tersebut membuat tubuhnya menjadi lebih lemah....."
"Bahkan belum sampai disitu saja......aku hampir kehilangan Anak kedua ku lagi dalam beberapa bulan setelah hal tersebut terjadi......"
"Setelah kehilangan anak pertama ku, aku menjadi terobsesi dengan kekuatan dan aku ingin menjadi lebih kuat lagi dan lagi....."
"Tapi kesalahan yang kumiliki terulang kembali, saat Yuki hampir Mati karena batasan mana yang ia miliki....."
"Lagi-lagi aku tidak ada disamping nya saat anakku hampir mati!!!!......."
"Nagi......aku benar-benar membenci diriku sendiri...."
"Tapi untunglah......Yuki bisa selamat......kalau Yuki tidak selamat dan ia malah mati......aku tidak tau bagaimana keadaan Saki saat ini......"
*Bugh....
*Brakk....
Benjamin dipukul oleh Nagi dengan sangat keras sampai-sampai dirinya terpental dan menabrak tembok dan tembok itu roboh seketika.
"Kau!!!!! Kau!!!!!......" teriak Nagi dan kini ia mendekati Benjamin yang sedang terlentang dilantai.
Nagi seketika menarik kerah kemeja Benjamin dan ia berteriak.
"Kau tau kan seberapa terobsesi nya Kakak dengan seorang Anak!!!!!!"
"Ia benar-benar berharap bahwa dirinya bisa melahirkan dan ia akan sangat menyayangi anak yang akan ia miliki!!!!!"
"Bahkan saat ia masih kecil ia sudah memiliki nama yang ingin diberikan kepada anaknya dimasa depan!!!!"
"Kalau perempuan akan dinamai Risa dan kalau pria akan dinamai Yuki.....itu adalah nama yang ingin kakak berikan kepada Anaknya dimasa depan..."
"Bahkan ia selalu menceritakan tentang nama-nama itu kepada ku saat ia masih kecil!!!!"
"Kau tau kan seberapa berartinya seorang anak bagi Kakak.....Tapi, Tapi!!! Kau!!!!!!"
*Bugh....
*Bugh....
Nagi memukul wajah Benjamin terus menerus tanpa henti.
Benjamin tidak melawannya karena dirinya sendiri tau seberapa berartinya pukulan itu bagi Nagi.
Nagi sangat menyayangi kakaknya dan karena hal itulah Benjamin tidak bisa membalas pukulan Nagi, paling tidak Nagi bisa tenang saat memukul Benjamin.
"Sialann!!!!!! kenapa aku dulu menyetujui Kakak untuk menikah denganmu!!!!!"
"Kakak disaat kehilangan anaknya.......ia.....pasti akan bunuh diri....."
Nagi menghentikan pukulannya kearah Benjamin dan ia menatap Sinis Benjamin.
"Pergi dari sini.....aku tidak menerima mu sebagai guru disini"
"....."
"Kenapa kau cuma diam!!!! kau adalah seorang pria yang sangat hebat dan kuat kan!!!!!"
"Serangan lemah seperti itu tidak akan mempengaruhi dirimu...."
"...."
__ADS_1
"Anak kedua ku ada disekolah mu......"
"Apa?...."
"Karena itu.....aku ingi melindungi nya saat disekolah....dan gadis yang menjadi korban saat berada di dungeon itu adalah anakku....."
Seketika mata Nagi melebar dan ia berkata dengan dingin kepada Benjamin.
"Kenapa kau membiarkan anakmu memasuki sekolah ini"
"Bukankah kau tau segila apa sekolah yang ku buat ini!!!! aku benar-benar tidak mengerti tentang apa yang kau pikirkan Benjamin...."
"......"
"Aku telah melarangnya untuk masuk sekolah ini, tapi ia memaksa......"
"Aku tidak ingin membatasi apa yang ingin ia lakukan...."
"Kumohon.....biarkan aku menjadi guru untuk melindungi nya saat disini...."
"Kau......"
Nagi berdiri dan kini ia duduk diatas mejanya.
"Baiklah, aku mengizinkan mu menjadi guru disini dan juga siapa nama anakmu...."
"....,Yuki Yuna...."
"Yu...ki...., seorang gadis?...."
Benjamin bangun dan ia duduk di lantai.
"Iya..."
"......"
"Hah~.....biarkan kepalaku dingin dulu..... aku masih benar-benar marah kepadamu...." ucap Nagi.
"...."
Beberapa menit berlalu dan kini kepala Nagi sudah lebih dingin.....
"Kau, jelaskan cerita yang sebenarnya terjadi kepadamu dan juga kakak, apa alasan anak pertama mu mati....."
"....."
"Semua bermula saat Yuki berumur 5 tahun, saat itu ia berulang tahun dan Yuki merayakan ulang tahunnya dengan Risa....."
10 tahun yang lalu....
Benjamin saat itu merupakan seorang Slayer yang tidak terlalu hebat, tapi walaupun begitu ia cukup kuat.
Peringkat Benjamin tidaklah setinggi sekarang dan saat itu Benjamin sedang membunuh monster yang ada dihutan.
*Srink....
Benjamin menebas Iblis terakhir yang berhadapan dengannya dan ia kelelahan karena hal tersebut.
...[ Level Up!! ]...
...[ Anda telah mencapai level 16 ]...
...[ Hp : 2000/44.000 ]...
"Hah~, akhirnya Iblis terakhir telah mati....." ucap Benjamin dengan tubuh penuh luka.
Benjamin melihat jam yang ada ditangannya dan terlihat pukul 09.21.
...[ 09:21 ]...
"Sudah jam segini.....apakah Yuki menunggu ku untuk merayakan ulang tahunnya?...."
*Whuss...
Kini Benjamin berlari menuju ke kota sebelah tepatnya ke rumah yang ia miliki dulu.
Benjamin dan Saki yang dulu tinggal dikota dan saat ini Benjamin menuju kesana dengan Baju yang telah diganti dan ia juga telah memulihkan luka miliknya.
...[ 09:32 ]...
Benjamin akhirnya telah tiba dirumah nya dan terlihat Ruang tamu yang telah didekorasi dengan imut.
Ruang tamu dirumah itu telah tersusun rapi dan dihias dengan hiasan ulang tahun, karena saat ini adalah ulang tahunnya Yuki.
Benjamin mendekati seorang gadis yang tengah mempersiapkan hadiah ulang tahun serta kue ulang tahun.
"Aku pulang Risa" ucap Benjamin sambil tersenyum lembut.
"Ah, selamat datang Ayah" ucap seorang gadis.
Gadis kecil nan imut itu memiliki rambut berwarna hitam keunguan dan terlihat mirip seperti Benjamin.
"Yuki dimana?" tanya Benjamin.
"Ah, Yuki saat ini masih tidur didampingi oleh Bunda.....nanti saat Yuki telah bangun kami akan memberikan kejutan untuknya...." jawab Risa dengan senyuman lembut.
"Begitu, sepertinya kalian telah selesai mempersiapkan nya...."
"Seperti itulah Ayah...dan juga untung Ayah telah pulang, aku berfikir Ayah akan lama pulangnya"
"Bagaimana pun saat ini adalah ulang tahun Yuki karena itulah aku pulang lebih cepat"
"Hehe, seperti yang diharapkan dari Ayah"
...[ 09:45 ]...
Yuki telah dibangunkan dan kini Yuki diberi kejutan, ruang tamu terlihat sangat gelap disertai mendung diluar yang semakin membuat ruang tamu menjadi lebih gelap.
"Ibu ada apa kenapa aku dibawah ketempat yang gelap seperti ini?..." tanya seorang gadis kecil yang adalah Yuki.
"Hehe, bisa kau tebak?" jawab Saki.
"Ja-jangan-jangan, aku akan di tumbal kan kepada monster!!!!" lanjut Yuki dengan panik.
"Mana mungkin!!!! kau kebanyakan nonton sinetron indosiar Yuki!!!!"
"Ah, Syukurlah!!!! aku mengira akan dijadikan makanan Monster"
Kini Yuki menuruni tangga bersama Saki dan Saki menggendong Yuki ditangannya.
...[ 09:46 ]...
Yuki diturunkan dari gendongan Saki dan kini sebuah lilin terbakar didepan Yuki.
Lilin itu menerangi ruang tamu dan terlihat Risa serta Benjamin yang sedang memandang Yuki.
"Selamat ulang tahun Yuki" teriak Risa, Saki dan juga Benjamin.
Mata Yuki seketika melebar dan hati Yuki sangat senang saat melihat mereka merayakan ulang tahun Yuki.
"Sa~, silahkan ditiup Yuki dan kau boleh menangis dipelukkanku kok Yuki" ucap Risa sambil menggoda Yuki.
"A-aku tidak akan menangis kok...Hiks~...."
"Hwa~....Kakak!!!!" teriak Yuki sambil memeluk Risa.
"He~, siapa yang tadi berkata bahwa tidak akan menangis...." lanjut Risa.
"Kakak jahat!!!!" teriak Yuki sambil memeluk Risa lebih erat.
"Ba-baiklah Yu-Yuki, bisakah kau melepaskan pelukanmu.....itu sakit...."
"Eh, Ah....baiklah kak"
Kini Yuki melepas pelukannya dan Saki serta Benjamin tersenyum saat melihat tingkah dari kedua anak mereka.
"Dan sepertinya Temanmu Itu tidak datang yah Yuki" lanjut Risa.
"Ah, dia ada kesibukan dan dia berkata bahwa dirinya akan merayakannya besok" jawab Yuki.
"Begitu kah? ya sudah, silahkan tiup lilinnya" lanjut Risa sambil tersenyum hangat.
"Baik kak....."
Kini Yuki bersiap untuk meniup lilin yang menancap di kue ulang tahunnya.
"Fu~...."
Seketika juga ruangan itu menjadi gelap.
"Selamat ulang ta-..."
"Akhirnya Aku Menemukan Mu"
...[ 09:47 ]...
"Sia-...."
*Brakk....
Dalam sekejap ruangan itu hancur beserta rumah Benjamin.
Benjamin serta Saki terpental cukup jauh dan melihat sesosok iblis yang sedang menatap Risa dan juga Yuki.
"Ayah, Bunda!!!!" teriak Risa.
Ekspresi Yuki berubah menjadi ketakutan, berbeda dengan Risa walaupun Risa takut ia tetap memeluk adiknya untuk menenangkan Adik kesayangannya itu.
"Ugh...." rintih Benjamin karena kakinya mati rasa.
"Wo~, seperti yang diharapkan dari Anak yang terpilih"
"Ensensi Mana yang kau miliki sangatlah hebat!!! bahkan Raja Iblis Thanatos saja tidak memiliki ensensi mana yang seperti ini"
Iblis itu memandang Risa dan kini ia memandang Yuki, setelah memandang mereka berdua ia pun menyeringai.
"Gadis berambut hitam, aku memberimu pilihan"
"Korbankan dirimu demi keselamatan adikmu atau korbankan adikmu demi keselamatan mu"
"Kalau aku memilih salah satu, apakah kau akan menyelamatkan salah satu dari kami?...." tanya Risa dengan ragu-ragu.
"Aku berjanji"
"Pi-pilihlah aku, korbankanlah aku kak" teriak Yuki dengan ekspresi ketakutan.
'Tidak....Jangan....Bergeraklah!!!!! Bergeraklah Benjamin!!!!, ada apa dengan tubuhku kenapa tidak bisa digerakkan!!!!' pikir Benjamin.
Benjamin mencoba mengerakan tubuhnya tapi hal tersebut mustahil karena tubuhnya mati rasa di setiap bagian.
Ia mencoba mengerakan tubuhnya sampai-sampai darah mengalir dari mata miliknya.
Benjamin mengigit Bibirnya sendiri sampai berdarah, tapi walaupun begitu tubuhnya tetap tidak bisa digerakkan.
"Baiklah...." ucap Risa.
Kini Risa menatap Yuki dan mengelus kepala Yuki.
"Maafkan aku Yuki..."
Yuki melebarkan matanya karena terkejut, ia senang karena kakaknya memilih Yuki untuk dikorbankan.....walaupun hal tersebut sangatlah menyakitkan tapi Yuki lebih memilih dirinya mati daripada harus melihat kakaknya mati.
"Tidak apa-apa kak, pilihlah aku...." ucap Yuki sambil tersenyum.
"Baiklah...."
Kini Risa menatap Iblis itu.
"Aku mengorbankan diriku" ucap Risa dan kini ia tersenyum kepada Yuki.
Ekspresi Yuki seketika berubah menjadi gelap dan ia benar-benar terkejut dengan apa yang kakaknya katakan.
"Ka-Kak....ke-napa...."
"Yuki, aku sangat menyayangimu....karena itulah, aku tidak ingin kehilangan dirimu.....daripada kehilangan dirimu aku lebih memilih untuk mengorbankan nyawaku demi dirimu" ucap Risa sambil tersenyum lembut.
"Kak, kumohon...jangan tinggalkan aku....."
Kini Risa menatap Iblis itu kembali dan melepas pelukan Yuki.
"Aku punya satu keinginan....."
"Ho~,Apa itu...."
"Bisakah kau menghapus sebuah ingatan?...."
"Aku bisa melakukan itu"
__ADS_1
"Bisakah kau menghapus ingatan tentangku diipikirkan Yuki...."
"Kak.....apa...yang kau katakan" teriak Yuki dengan ekspresi gelap.
"Dimengerti" balas Iblis itu sambil menyeringai.
"Tapi sebelum itu.....berikan aku sedikit waktu untuk bersama adikku....."
Kini Risa mendekati Yuki dan ia memeluk Yuki.
"Yuki, Kakak sangat mencintaimu....sangat amat mencintaimu.....karena itulah.....maafkan kakak"
"kakak tidak ingin kau menderita karena kehilangan diriku, jadi.....lupakanlah aku...."
"Tidak......aku tidak ingin itu terjadi!!!! kakak jangan lakukan itu.....kumohon...." teriak Yuki disertai tangisan.
Yuki seketika menangis karena perkataan Risa dan Risa mencoba menenangkan Yuki.
"Maafkan Kakak Yuki......"
Kini Risa menatap Iblis itu dan berkata.
"Silakan Hapus ingatan miliknya....."
"Kak, berhenti kumohon!!!!!....." teriak Yuki sambil memeluk Risa.
"...[ Memory Manipulation ]..." ucap Iblis itu.
Kini Ingatan Yuki tentang Risa perlahan menghilang dan Yuki pun akhirnya pingsan.
"...."
"Silahkan Lakukan apapun yang kau mau kepada tubuhku...." ucap Risa dengan pasrah.
"Ehehehe" kini Iblis itu mulai mengangkat Risa.
"Ayah, Bunda.....tolong jaga Yuki" ucap Risa sambil tersenyum lembut ke arah mereka.
Saki menangis sejadi-jadinya karena hal tersebut tapi ia bahkan tidak bisa berbicara atau bahkan bergerak karena Iblis tersebut.
"Ayo kita pergi" ucap Iblis itu dan kini ia berlari ke arah hutan.
Kengkangan yang menahan Benjamin serta Saki kini terlepas dan Benjamin berlari mengikuti Iblis tadi dengan ekspresi marah.
Sedangkan Saki menatap Tubuh Yuki dan memeluknya dengan tatapan kosong.
...[ 10:12 ]...
Benjamin menelusuri hutan tersebut dan ia tidak menemukan jejak apapun.
...[ 11:42 ]...
Setelah satu jam lebih ia mencari, masih saja tidak menemukan jejak Iblis tadi.
...[ 14:25 ]...
Benjamin masih tetap mencari walaupun hal tersebut tidak memungkinkan.
...[ 16:19 ]...
Hari mulai gelap, hujan mulai turun, daratan telah basah karena hujan tersebut dan Kota kini diserang iblis.
...[ 18:59 ]...
Malam telah tiba dan Benjamin masih belum bisa menemukan anaknya entah itu di kota ataupun dihutan.
...[ 21:36 ]...
Kota Hampir hancur tapi serangan Iblis dan monster itu dihadang oleh Benjamin dan Benjamin membunuh semua monster yang menyerang kota.
...[ 23:09 ]...
Benjamin akhirnya menemukan Iblis yang telah menculik anaknya di sebuah hutan.
"Akhirnya aku menemukan mu" ucap Benjamin dengan ekspresi dingin.
"Kau? ayah dari anak yang tadi...."
"Hahaha, kau hebat bisa menemukan ku disini"
"Kuberikan Sebuah penghormatan kepadamu sebagai Ayah dari Gadis itu"
"Akan ku bunuh kau dengan perlahan dan juga nikmat"
"...[ Darkness Swords ]..." kini pedang Benjamin berubah menjadi gelap segelap langit dimalam hari.
"Majulah manusia" teriak Iblis itu.
...[ 23:16 ]...
Tangan Kiri Benjamin terpotong.
...[ 23:26 ]...
Serangan Benjamin akhirnya mengenai Iblis tersebut walaupun tidak berdampak apa-apa.
...[ 23:38 ]...
Tangan Kanan Benjamin terpotong dan kini ia menyerang Iblis itu menggunakan pedang yang diletakkan di Mulutnya.
...[ 23:49 ]...
Kedua kaki Benjamin terpotong dan kini ia tidak bisa bergerak.
...[ 23:57 ]...
Benjamin disiksa oleh Iblis itu secara brutal dan kini ia akan dibunuh.
...[ 00:00 ]...
Benjamin telah mati dengan tubuh yang ter mutilasi.
...[ Pengguna telah Mati ]...
...[ Pengguna Memiliki Potensi ]...
...[ Sistem Akan ditingkatkan ]...
...[ Memulai peningkatan Sistem ]...
...[ Untuk peningkatan memerlukan penghentian waktu ]...
...[ Waktu gagal dihentikan ]...
...[ Memulai peningkatan biasa ]...
...[ .... ]...
...[ Sistem ditingkatkan ]...
...[ Sistem Berubah menjadi Super Sistem yang tidak sempurna ]...
...[ Memulai Hitungan Waktu kembali ]...
...[ 00:01 ]...
Tubuh Benjamin kembali utuh dan kini Benjamin bertarung dengan sekuat tenaga.
...[ 00:36 ]...
Akhirnya Benjamin bisa melukai Iblis itu walaupun tidak terlalu dalam.
...[ 01:00 ]...
Benjamin akhirnya bisa bertarung dengan imbang melawan Iblis itu.
...[ 02:54 ]...
Benjamin melarikan diri dan membunuh semua Iblis yang ada di hutan untuk memulihkan Hp serta stamina.
...[ 03.00 ]...
Benjamin kembali bertarung dan kini ia mendominasi pertarungan.
...[ 04:56 ]...
Hutan Hancur secara total dan mengakibatkan beberapa Gunung di hutan itu juga ikut hancur karena pertarungan mereka.
...[ 07:44 ]...
Kedua tangan iblis itu terpotong dan kini ia mengamuk, iblis itu akhirnya serius dan menggunakan mode terkuat nya.
...[ 08:32 ]...
Benjamin akhirnya telah mengetahui jati diri sebenarnya dari Iblis yang ia lawan.
Iblis yang Benjamin lawan adalah Salah satu dari Tujuh dosa besar yaitu Wrath.
...[ 09:00 ]...
Benjamin akhirnya mengalahkan Iblis itu dan menyiksa Iblis itu dengan sangat kejam serta mengulik informasi tentang Anaknya ada dimana.
Tapi walaupun begitu Iblis itu tidak memberikan informasi apapun.
...[ 09:21 ]...
Iblis itu bunuh diri dan kini Benjamin mendapatkan skill Wrath, ia dikendalikan oleh skill itu dan akhirnya membunuh semua iblis yang ada didalam radius 20 Km.
...[ 09:45 ]...
Benjamin benar-benar marah dan akhirnya ia dikendalikan oleh skill itu sepenuhnya.
Wrath adalah kemarahan, dan saat ini Benjamin sangat marah karena anaknya telah mati.
...[ 10:00 ]...
Benjamin menghancurkan markas Wrath dan membunuh semua iblis yang ada disana.
Benjamin juga mengulik informasi tentang anaknya dari iblis yang ada disana tapi tidak didapatkan informasi apapun disana.
...[ 10:03 ]...
Akhirnya Benjamin benar-benar membunuh semua iblis yang ada disana dan ia naik level dengan sangat pesat.
...[ Anda telah mencapai level 54 ]...
...[ Hp : 140.000/250.000 ]...
...[ Mana : 10.000/340.000 ]...
Benjamin tidak menyadari nya tapi dirinya saat ini sudah lebih kuat daripada Slayer rank S peringkat pertama.
Benjamin telah menceritakan kisah yang ia miliki kepada Nagi cuma sampai saat Risa diculik saja dan ia langsung pergi dari sekolah itu.
Nagi memutuskan untuk menerima Benjamin dan akhirnya Benjamin diijinkan untuk mengajar mulai besok.
Benjamin saat ini berjalan dengan menggunakan Stealth untuk kembali kerumah dan ia memikirkan masa lalu setelah ia membunuh Wrath.
"Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi...." ucap Benjamin dengan ekspresi dingin.
"Kali ini pasti....."
"Aku akan melindungi anakku...."
"Tidak peduli apapun yang akan terjadi....aku akan tetap melindunginya walaupun harus menjadi musuh dari seluruh dunia"
......................
...Author Info...
...Bakalan langsung gw jelasin kenapa Benjamin bisa dapet skill Wrath ( kemarahan )....
...Manusia yang bisa punya skill 7 dosa besar, harus memiliki persyaratan bagai berikut, buat contoh si Benjamin:...
...Benjamin bisa mendapatkan Skill Wrath karena saat itu ia marah besar dan kemarahan itulah yang membuat skill Wrath memilihnya ( begitu juga dengan skill lainnya tapi tergantung konsep dari skill tersebut )...
...Tapi walaupun begitu skill tujuh dosa besar cuma bisa dipakai ama iblis doang, dan untuk mengantisipasi hal tersebut Sistem Yang telah Diupgrade diperlukan....
...Kebetulan Sistem Benjamin telah ter upgrade dan ia bisa mendapatkan skill tersebut setelah membunuh Wrath....
...Hal tersebut juga berlaku terhadap Amura....
......................
...( Thx Cuy dah Baca, jan lupa Like!!! )...
__ADS_1