Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
41.Benang Takdir yang Terikat


__ADS_3

Tidak ada yang berbicara dan semua Iblis itu terdiam.


"Kenapa kalian cuma terdiam" ucap Zeferia.


"...."


Mereka masih terdiam karena tatapan Zeferia.


"Jangan membuatku mengulangi nya" lanjut Zeferia dengan tekanan yang lebih kuat.


*Domm....


Ledakan Aura keluar dari tubuh Zeferia dan membuat beberapa Iblis terjatuh.


"Ma-Maafkan kami semua yang mulia!!!!" teriak Mereka semua sambil bersujud.


Para Iblis yang bersujud itu bukanlah Iblis biasa, mereka adalah Iblis yang dipilih oleh skill 7 Dosa Besar.


Bisa dibilang mereka adalah keberadaan terkuat di neraka setelah Zeferia, jumlah dari mereka yang berkumpul cuma 4.


"Tch...untuk kali ini kalian kumaafkan" ucap Zeferia dengan tatapan sinis.


Mereka akhirnya sedikit lebih baikkan dan duduk kembali di tempat masing-masing.


"Ada Dimana Si Bocah Malas itu" gumam Iblis yang merupakan komandan Pride ( Kesombongan ).


"Aku tidak tau, tapi aku yakin ia pasti akan dihukum oleh Yang mulia" balas Iblis yang merupakan komandan Envy ( Iri Hati ).


"Hahaha, aku tidak sabar untuk melihat si malas itu dihukum" ucap Iblis wanita seperti manusia, yang merupakan komandan Lust ( Nafsu ).


"....." sedangkan Iblis yang merupakan komandan Greed ( Keserakahan ) cuma diam.


Pintu ruangan itu terbuka dan terlihat Lucius memasuki ruangan tersebut.


"Xixixi, ia pasti akan mati" gumam Envy.


Keempat Dosa besar yang ada disana tersenyum kejam saat melihat Lucius.


"Maaf aku terlambat" ucap Lucius dengan tenang.


"...." Zeferia cuma diam saat mendengar sapaan Lucius sedangkan wajah miliknya sedikit memerah.


"Kau kenapa kau terlambat!!!!" teriak Pride dengan sombong.


'Aku bisa melampiaskan emosiku kepada Mahluk ini' pikir Pride.


"Ha? aku cuma tertidur itu saja, dan saat ini aku masih mengantuk hoam~...." lanjut Lucius dengan acuh.


'Lucius....ia sangat manis saat menguap!!!!' pikir Zeferia dengan girang.


"Kau!!!!!" teriak Pride dengan emosi karena diacuhkan.


"Rasakan ini!!!!" teriaknya dengan sebuah pukulan yang dilancarkan.


*Crack....


"Aghhhh!!!!!!!" teriak Pride dengan kesakitan.


Tangan yang Pride miliki kini terperas dan memperlihatkan tulang-benulangnya saja.


Para Dosa Besar ketakutan serta gemetar karena hal tersebut kecuali Lucius.


"Jangan menyentuhnya..." ucap Zeferia dengan dingin, cuma bermodalkan tatapan saja ia sudah bisa menghancurkan tangan Pride.


Lucius mengabaikan hal tersebut dan ia mendekati Zeferia, Lucius menatap Zeferia dengan mata sayu.


"...[ Size Manipulation ]..." kursi Zeferia memanjang dan meluas.


"Kemarilah Lucius" ucap Zeferia dengan senyuman manis sambil menepuk paha miliknya.


"Hm...." ucap Lucius dengan lemas dan akhirnya ia tidur di paha Zeferia.


Semua Komandan Dosa Besar ketakutan karena hal tersebut tapi mereka juga terheran kenapa Lucius bisa bersifat begitu santai.


Bahkan Lucius sendiri mendapatkan senyuman manis sang raja iblis dan bisa tidur di pangkuannya.


'Apa yang sebenarnya terjadi....' pikir mereka semua.


Saat ini mereka dalam sebuah rapat komandan, sedangkan Lucius yang merupakan Sloth ( Kemalasan ) tidak pernah mengikuti rapat tersebut.


Akhirnya ia di anggap lemah dan tidak berguna, mereka tidak mengetahui bahwa Lucius itu sendiri merupakan yang terkuat bahkan setara dengan sang Raja Iblis.


Senyuman Zeferia menghilang dan ia menatap sinis Pride, "Bisa kau jelaskan apa maksud dari tindakanmu" tanyanya dengan tatapan dingin.


"Sa-Saya cuma ingin mengajarinya untuk tidak bolos rapat lagi...." jawab Pride dengan takut.


"Kumaafkan dirimu karena berfikir begitu, tapi hal tersebut cuma berlaku kepada dosa besar lainnya Lucius tidak termasuk"


"Kalau kau melakukan suatu hal kepada Lucius aku tidak akan ragu-ragu untuk membunuhmu"


"Sa-Saya mengerti....." lanjut Pride.


Pride telah kehilangan kesombongan nya disaat didepan Zeferia dan akhirnya ia kembali duduk.


Tangan Pride perlahan meregenerasi dengan cepat dan darah, otot, daging di tangan itu kembali tercipta.


"Kuakhiri sampai sini saja rapat ini" ucap Zeferia dengan acuh.


"Baiklah, kami ijin untuk pergi" ucap mereka semua dan akhirnya meninggalkan ruangan tersebut.


"...[ Teleportation ]..." tubuh Zeferia beserta Lucius lenyap dan berpindah ke kamar.


Zeferia mengelus kepala Lucius yang tertidur di pahanya dan ia tersenyum lembut.


"Tidurlah Lucius, Tidurlah yang nyenyak karena dirimu cuma bisa tertidur saat bersamaku saja....."


"Begitu juga denganku, diriku cuma bisa tenang saat bersamamu saja...."


Zeferia membenarkan posisi Lucius dan ia tertidur di samping Lucius.


"Selamat Malam Lucius..." ucap Zeferia dan kini ia tertidur.


Di Neraka tidak ada Siang dan Malam, yang ada cuma hari yang tidak diketahui hari apa itu.

__ADS_1


Langit berwarna merah, tidak ada matahari atau bahkan Bulan yang ada cuma segala hal berwarna merah darah.


Mulai dari tanah bahkan air disana juga berwarna merah darah.


Banyak Iblis berkeliaran dimana-mana dan tidak diketahui seberapa banyak jumlah Iblis disana.


Dunia tersebut berada di planet yang berbeda? Alam Semesta yang berbeda? Dikendi yang berbeda? Kelereng Spatial yang berbeda? tidak ada yang mengetahui nya.


Yang pasti dunia tersebut benar-benar mengerikan, dunia yang penuh dengan keberadaan yang disebut sebagai Iblis.


Kembali Ke Bumi, terlihat Dunia yang indah yang kalau dilihat dari angkasa akan seperti sebuah bola berwarna biru dan beberapa warna lainnya.


Bumi itu benar-benar kebalikan dari Planet tadi, tampilan bumi lebih indah dan luar biasa.


Kita kini melihat sebuah negara yang disebut jepang, yang mana waktu dari tempat tersebut masih subuh.


Matahari masih belum menyinari Negara tersebut dan malam hari masih berlalu di Negara tersebut.


Kita Zoom lagi, di atas sebuah rumah terdapat seorang pria dengan rambut berwarna Putih yang tengah melihat langit malam.


"Sialan, aku tidak bisa tertidur...." ucap Pria tersebut.


Pria tersebut memiliki paras yang tampan dan berbagai kesempurnaan terpancar dari dirinya.


Pria itu adalah Amura, Amura tidak bisa tertidur karena mimpi yang ia alami.


"Entah ini reflek atau apa tapi didalam mimpi itu aku ditampar oleh Yuki setelah melakukan hal yang bisa dibilang keterlaluan dan akhirnya terbangun tengah malam"


Amura didalam mimpi bermain Hardcore dengan Skill nya sendiri, mereka melakukan hubungan intim dengan brutal dan akhirnya Amura ditampar oleh Skill nya sendiri setelah melakukan itu.


Amura yang terbangun mencoba untuk tidur tapi hal tersebut gagal karena Gluttony melarangnya untuk tidur.


"Hoam~.....Aku ngantuk, tapi ngak bisa tidur...."


"Hah~, aku menghela nafas untuk ke sekian kalinya"


"Diriku ingin cepat-cepat menemui Yuki saat disekolah tapi aku malah tidak bisa tidur"


"Kalau seperti ini wajahku akan suram saat pagi hari...."


"Hah~........Aku lelah"


Walaupun Amura lelah ia tetap terjaga dan ia melihat langit malam yang sangat indah.


Bulan sabit terlihat didampingi oleh bintang-bintang dengan jumlah yang tak terhitung dilangit malam.


"Sejak pagi, aku selalu melihat banyak sekali hal-hal indah..."


"Apakah dulu aku pernah mempedulikan hal tersebut yah?"


Amura dari dulu tidak mempedulikan segala hal yang terjadi dan ia lebih mempedulikan dirinya sendiri.


Tapi setelah bertemu Yuki, hidup Amura lebih terasa indah dan ia menyukai dunia itu sendiri.


Dirinya yang dulu mengutuk dunia karena telah memberinya takdir yang buruk, tapi sekarang ini menyukai dunia karena telah menciptakan sesosok Yuki dihidupnya.


"Entah ini takdir atau apapun itu, aku berterima kasih kepadamu karena mempertemukan ku dengan Yuki"


Sama-sama...


Pagi tiba, Amu bingung kemana perginya kakak yang ia sayangi itu dan memutuskan untuk membuat sarapan.


Amu membasuh wajah dan ia bersiap-siap membuat makanan.


"Pagi Amu.." ucap Amura dengan lemas


"Pagi ka....Tunggu!!! ada apa dengan kakak!!! kenapa kakak lemas begitu" teriak Amu dengan panik.



"Hanya sedikit bergadang saja......"


"Yang seperti Itu sedikit!!!!!"


"Mata kakak sampai bengkak begitu.....Mo~ lain kali jangan bergadang lagi yah"


"Aku akan berusaha...."


Akhirnya Amura berbaring di sofa dan Amu memasakan Amura makanan.


Amura yang masih belum bisa tertidur akhirnya memutuskan untuk mambasuh wajah dan mandi sekalian.


Setelahnya Amura memakan masakan Amu dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.


Sesampainya disekolah keadaan Amura benar-benar lemas dan ia benar-benar bosan juga.


"Aku ingin tidur...." rintih Amura dengan lemas.


"Nanti kalau di kelas kakak bisa tidur sepuas kakak" ucap Amu dengan lembut.


"Kalau aku tidur dikelas aku pasti akan dihajar oleh Ayah mertua...." lanjut Amura.


"Ayah mertua?" tanya Amu dengan heran.


"Tidak.....lupakan saja....."


"Baiklah....."


Akhirnya mereka sampai dikelas dan Amu berkumpul bersama para Gadis sedangkan Amura berkumpul bersama Pria.


"Ada apa denganmu Amura, kau terlihat seperti mayat hidup" tanya Hisagi.


"Aku sedikit bergadang dan akhirnya berakhir seperti yang kau lihat...." balas Amura dengan lemas.


"Yang seperti itu sedikit?" ucap Hanzo.


"Maafkan aku, aku ingin tidur....."


"Baiklah, silahkan tidur" lanjut Hanzo dan akhirnya Amura tidur di bangkunya sendiri.


Beralih ke sisi Pembicaraan para Gadis...


"Amu, ada apa dengan kakakmu?" tanya Yuki dengan heran.

__ADS_1


"Ah~, ia cuma sedikit bergadang dan keadaan yang ia miliki akhirnya jadi seperti itu" jawab Amu dengan senyuman lembut.


"Eh~, yang seperti itu Sedikit....." lanjut Yuki dengan heran.


"Ah, dan juga Yuna kemana perginya Saki?" tanya Amu.


"Ma-Kakak masih berada dirumah dan akan sedikit terlambat"


"Hm~, begitu yah"


Akhirnya para Gadis di kelas tersebut berbicara satu sama lain, Yuki menjadi lebih dekat dengan semua gadis yang ada dikelas dan saat ini Yuki sendiri telah mencapai puncak incaraan para Lelaki di sekolah itu.


Beberapa menit berlalu dan akhirnya pintu kelas terbuka.....


Benjamin dan Saki memasuki kelas besama dan akhirnya kelas dimulai, pelajaran pertama berlalu dengan sedikit masalah.


Amura di ceramahi oleh Benjamin dan akhirnya pelajaran pertama berlalu.


Jam istirahat sedang berlangsung dan Yuki tengah menghadapi para Pria yang mencoba mendekatinya.


Tapi untung saja ada Reina dan Saki yang membantu Yuki, Yuki yang malas menanggapi para Pria memutuskan untuk menyerahkannya kepada Reina serta Saki dan meninggalkan mereka sendirian.


'Yukiiiiiii, jangan tinggalkan aku!!!!!!' teriak mereka berdua dalam hati.


Yuki pergi ketempat yang sepi dan ia melihat sesosok pria yang tengah tidur di sebuah bangku taman.


"Amura....." ucap Yuki dengan lirih.


Yuki mendekati Amura dan ia mencoba membangunkan Amura yang sedang tertidur.


*Plak....


Belum sempat menyentuh Amura, tangan Yuki dipegang oleh Amura dan Amura terbangun dari tidurnya dengan waspada.


"Siap-Ah, Yuki toh...." ucapnya dan kini tangan Yuki tidak dilepas.


"Anu~.....Amura, bisa tolong lepaskan tanganku" ucap Yuki dengan canggung.


"Hm, baiklah" balas Amura dengan singkat dan ia melepas genggaman nya.


"Kenapa kamu tidur disini Amura?"


"Tidak kenapa-kenapa, aku cuma ingin tidur diluar saja"


"Dan juga kenapa kau ada disini sendirian Yuki?"


"Itu......Aku dikerumuni oleh para Pria dari kelas lain dan akhirnya aku bisa bebas setelah mengorbankan Reina dan Kakak"


"Pria?...." tanya Amura dengan tatapan yang mulai mengelap.


"Ah, itu.....se-sepertinya aku benar-benar menjadi populer, aha..ha...ha" ucap Yuki dengan tawa canggung.


"Begitu yah" ucap Amura, 'apakah aku harus membunuh mereka? tidak, jangan lakukan itu lebih baik aku menyiksa mereka dulu' pikir Amura dengan senyuman lembut.


"Amura?" ucap Yuki dengan bingung.


"Ada apa?" lanjut Amura.


"Ingin tidur bersamaku?" lanjut Yuki.


"Hm~, baiklah................Eh? tidur?"


"Iya tidur, memangnya kenapa?.............."


*Brush...


Setelah delay beberapa saat akhirnya Yuki connect dengan perkataan nya sendiri dan wajah miliknya langsung memerah.


"Bu-bukan yang seperti itu, aku cuma ingin kamu tidur di pangkuanku saja!!!!" ujar Yuki dengan wajah merona.


"...." Amura tersenyum lembut dan ia menghilangkan pikiran negatif miliknya.


"Tapi kita akan terlambat untuk masuk kelas" ucap Amura.


"Tidak apa-apa, sekali-sekali bolos pelajaran tidak buruk bukan?" lanjut Yuki dengan senyuman.


"Baiklah, pegang tanganku" lanjut Amura.


"Pegang?"


"Kita akan berteleport ke atap sekolah"


"Baiklah...."


Yuki memegang tangan Amura dan akhirnya Mereka menghilang menuju ke atap sekolah.


Di atap sekolah Yuki turun dari kursi rodanya di gendong oleh Amura dan akhirnya Amura tidur di pangkuan Yuki.


Mereka tertidur di atap sekolah yang datar dan akhirnya mereka berbicara satu sama lain.


"Kenapa kau tiba-tiba ingin melakukan hal ini" tanya Amura dengan kepala yang sudah ada dipaha Yuki, 'Buset, empuk bet Anj!!!!!' pikir Amura dengan mesum.


"Aku cuma ingin balas budi kepadamu karena selalu membantuku" jawab Yuki dengan senyuman lembut.


"....." walaupun mulut Amura tidak berbicara, 'Kyaaa, imutnya istriku ini!!!!' yah seperti itulah pikiran yang ia miliki.


Yuki menutup mata Amura dengan telapak tangan miliknya dan ia berkata, "Tidurlah Amura, aku akan menjagamu" ucapnya.


Amura yang tadinya letih akhirnya menjadi lemas dan ia pun perlahan tertidur.


Mimpi Amura sekarang bukanlah mimpi buruk melainkan mimpi indah tentang kucing yang bergelut dengan domba.


Takdir mereka sama, mereka saling terikat satu sama lain, merekalah yang memiliki takdir mutlak yang tidak akan bisa diubah.


Zeferia dan juga Yuki Yuna, keberadaan yang seharusnya mustahil ada dan keberadaan mereka berkaitan satu sama lain.


Lucius dan Amura, keberadaan mereka yang menentukan takdir akhir dari dunia terburuk ini, merekalah yang akan menjadi sangkakala kiamat itu sendiri.


Mereka tidak mengerti keberadaan satu sama lain, tapi disaat mereka bertemu maka akan ada pertarungan terbesar didalam sejarah kelereng tersebut.


Pertarungan antara Sang Penyebab Akhir melawan Sang Perubah Takdir.


Pertarungan terakhir yang akan merubah kedua Kelereng Spatial itu sendiri.

__ADS_1


Takdir mereka masih lama dan akan terjadi untuk mengakhiri cerita......mungkin?


......................


__ADS_2