Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
15.Evolusi


__ADS_3

...-( Pov Amura )-...


Beberapa saat setelah ujian pendaftaran selesai...


Kini kami diperbolehkan untuk pulang dan tanpa basa basi aku langsung pulang tanpa berpamitan ke murid lainnya.


Aku keluar ruang kelas itu dan pergi menuju pintu keluar bangunan ini, sesampainya dipintu keluar bangunan utama ini aku keluar dan berjalan menuju gerbang keluar sekolah.


Aku berangkat kesini dengan berjalan kaki dan pulangnya juga melakukan hal yang sama.


Rumahku cukup jauh dari sini, kurang lebih aku harus berjalan sejauh 1km lebih untuk bisa sampai disekolah begitu pula dengan pulangnya.


Aku pulang melewati jalan umum dengan menggunakan skill Stealth untuk menghilangkan hawa keberadaan ku agar bisa lebih tenang tanpa harus menarik perhatian.


Beberapa saat kemudian...


Kini aku telah sampai di rumah, rumahku tidak terlalu besar tapi cukup mewah untuk sebatas rumah sederhana.


Aku mengambil kunci rumah yang ada di sakuku dan membuka pintu rumah itu.


Terlihat bagian dalam rumah yang terlihat sunyi dan gelap seperti tidak ada seseorang pun yang tinggal didalamnya.


"Aku pulang...." aku memasuki rumah itu tanpa mendengar satupun jawaban didalamnya.


"Hah~ kalimat tadi untuk siapa coba" ucapku sambil menghela nafas.


Aku tinggal sendirian dirumah ini, orang tuaku tinggal dirumah yang berbeda dan aku diberikan rumah ini untuk tinggal sendirian.


Aku sendiri tau apa alasan mereka memberikan aku rumah untuk tinggal sendiri.


Disaat umurku sudah 13 tahun atau tepatnya saat aku kelas 1 SMP, mereka menyuruh ku untuk pergi dari rumah dan pindah kerumah ini.


Aku menurutinya karena dari awal keberadaan ku dirumah itu cuma sebatas udara yang tidak dianggap.


Dari pada hidup dirumah yang seperti itu lebih baik aku tinggal sendirian walaupun itu cukup sulit untuk awal-awalnya.


....


Kini aku masuk ke kamarku yang berada di lantai dua dan melepas setelan jas berwarna hitam yang kupakai dan setelah itu aku melepas kemeja yang terpasang di tubuhku.


Kini aku telanjang dada yang memperlihatkan bagian atas tubuhku tanpa tertutup kain apapun dan memperlihatkan tubuh ramping yang berotot cukup tebal tapi tidak terlalu berlebihan dan juga dilengkapi dengan perut sixpack.


Aku membuka lemari yang ada dikamar itu dan terlihat cukup banyak baju, aku mengambil salah satu baju yang ada didalamnya dengan acak dan langsung memakainya dan tidak lupa aku juga mengganti celana panjangku dengan celana training.


Setelah mengganti baju aku ke lantai satu dan menuju kedapur untuk memasak.


"Hah~ apakah aku harus memakan Mi instan lagi?"


"Aku sudah benar-benar muak"


"Andai saja aku disuruh memilih istri, maka aku akan memilih istri yang bisa memasak masakan enak"


"Yah, walaupun hal tersebut tidak akan pernah terjadi"


"Lebih baik masak Mi Instan saja"


Kini Amura mengambil Mi yang ada di rak dapur dan memasaknya.


........Info.........


Bisa dibilang hidup Amura cukup berantakan, ia tidak bisa makan makanan sehat setiap hari dan cuma memakan Mi Instan setiap saat.


Ada kalanya juga ia pergi ke restoran dan memesan makanan disana, tapi hal itu sangat jarang ia lakukan, karena ia berfikir membeli makanan diluar sangat boros.


Walaupun dia dibuang oleh orang tuanya Amura masih diberi uang bulanan sebesar 300.000 yen (sekitar 39 juta rupiah).


Amura bisa memiliki tubuh atletis seperti itu karena ia sering olahraga dan mengayun pedang besi berat setiap hari dan Perlahan-lahan tubuhnya mulai berkembang mengikuti latihannya.


...-( End Amura Pov )-...


.........balik ke cerita.........


...-( Pov Author)-...


Setelah memakan Mi Instan Amura memutuskan untuk mandi dan ia mandi menggunakan air dingin karena malas menyiapkan air hangat.


Beberapa saat setelah mandi Amura langsung kekamar dan memutuskan untuk tidur.


Amura memutuskan untuk menutup matanya tapi ia mengingat sesosok gadis yang tadi ia temui dan ia bergumam.


"Yuki....Yuna gadis itu...." gumamnya dan kini Amura membuka matanya.


"Entah kenapa saat pertama kali melihatnya aku merasa pernah bertemu dengannya.... tapi kapan?"


Amura yang dalam posisi tidur terlentang diatas kasur memutuskan untuk berdiri dan berjalan arah ke meja yang berada disamping jendela.


Kini ia duduk di kursi meja itu dan memandang ke luar jendela yang memperlihatkan langit malam penuh bintang.


"Gadis itu ia memiliki penampilan yang sangat mencolok dan ia memiliki rambut berwarna putih seputih salju yang ada di musim dingin"


"Warna rambutnya.... aku merasa seperti nostalgia saat melihatnya, apalagi dua rambut antena yang ia miliki"


"Aneh... kapan terakhir kalinya aku tertarik kepada seseorang?"


"Hah~, sepertinya aku tidak akan bisa tertidur"


Kini Amura berdiri dari kursinya dan membuka pintu kamar, ia berjalan ke arah dapur yang ada di lantai satu dan membuat sebuah kopi.


Kini Amura duduk diruang tamu dan mengaktifkan televisi untuk melihat siaran sambil meminum kopi yang ia buat.


1 setengah jam kemudian...


Amura melihat ke arah dinding dan terlihat sebuah jam dengan jarum jam yang menunjukan pukul 10:50.


"Sepertinya sudah waktunya, kopiku juga sudah habis" ucap Amura yang kini ia berdiri dan keluar dari rumahnya.


Amura mengunci pintu rumahnya dan pergi ke suatu tempat.


Beberapa saat berlalu dan kini Amura telah sampai di depan sebuah bangunan terbengkalai dengan 4 lantai dan ia masuk kedalam bangunan itu.


"Inventori>Katana[E]" Amura kini mengeluarkan Katana berwarna hitam dari inventori miliknya.


"Stealth" tercipta sebuah bayangan yang menutupi tubuh Amura dan hawa keberadaan Amura kini menghilang.


"Aku harus menjadi lebih kuat" ucap Amura dengan ekspresi dingin dan tatapan gelap.


"Aku terlalu meremehkan ujian di Akademi itu, andai saja aku tidak ditolong Yuna, aku pasti sudah mati saat ini" lanjutnya sambil menaiki tangga menuju lantai dua.


Bangunan terlantar ini adalah sarang iblis yang ditemukan Amura beberapa hari yang lalu.


Saat Amura joging dipagi hari, ia melihat sorang iblis yang menculik seorang anak dan membawanya kebangunan ini.


Amura membunuh iblis itu dengan diam-diam dan menyelamatkan anak yang diculik tadi.


Iblis yang dibunuh Amura saat itu adalah iblis kelas rendah berlevel 4 dan iblis itu merupakan iblis kedua yang yang telah Amura bunuh.


Dan juga iblis itu membuat Amura naik 1 level yang membuatnya jadi level 4 dari level 3.


Amura meneliti berbagai ruang yang ada dibangunan itu dan tidak ditemukan satu iblis pun di setiap ruangan yang ada dilantai dua dan ia lanjut menuju ke lantai 3.


Seperti yang ia duga dilantai tiga terdapat 2 iblis yang sedang berbicara.


Amura mengendap-endap perlahan mendekati kedua iblis itu sambil menyatu dengan kegelapan.


"Apa anda tidak lapar" ucap iblis berwujud goblin.


"Aku sangat lapar, Aku ingin makan daging manusia" jawab iblis berwujud beruang dengan ukuran 3 meter lebih.


"Xixixi, baiklah saya akan membunuh manusia dan membawakan nya kepada Anda" jawab Goblin itu sambil tertawa.


Amura duduk cukup jauh di belakang iblis beruang itu dan ia berada dalam posisi menyerang.


Dengan Skill pasif Kegelapan dan Bayangan yang ia miliki, kekuatannya saat malam hari meningkat pesat berbeda dengan siang hari.


..._____________________...


...[ Kegelapan[C+].Pasif Skill. ]...


...Keterangan : Semakin gelap ruangan itu semakin kuat juga sang pengguna...


...Efek : Meningkatkan kecepatan serta kekuatan pemakai....


...[ Bayangan[C-].Pasif Skill. ]...


...Keterangan : Membuat bayangan musuh sebagai berat tambahan untuknya, semakin besar bayangan musuh semakin berat juga bayangan itu....

__ADS_1


...Efek : Memperlambat gerakan musuh dengan beban tambahan yang merupakan bayangan....


..._____________________...


Goblin itu sudah cukup lama meninggalkan ruangan itu dan menyisakan iblis beruang sendirian.


Amura mengendap-endap mendekati iblis itu dari belakang.


"Pedang Kegelapan 2×" Katana yang dibawa Amura diselimuti oleh aura gelap dan Amura menusuk jantung iblis itu.


Pedang kegelapan Amura cuma akan bertahan sampai 5 Menit.


*Jleb....


Amura menusuk jantung beruang itu dari belakang.


'Keras....' Pikir Amura.


Serangan Amura tadi menusuk iblis itu tapi tidak terlalu dalam sampai mengenai jantungnya.


*Graaaa.....


Auman beruang itu terdengar sangat keras sampai sampai membuat Amura terpental beberapa meter kebelakang.


Amura memang terpental tapi ia sudah mengantisipasi Auman beruang itu, dan Amura memakai penutup telinga walaupun teriakkan beruang itu masih bisa terdengar.


"Grr... Siapa yang berani melukaiku dari belakang" teriak Iblis Beruang itu dengan raut wajah marah.


Beruang itu menoleh kebelakang dan melihat Amura yang sedang membawa katana hitam dengan bercak merah darah.


"Manusia.... Beraninya Kau..Akan Kubunuh Kau....Graaaa~"


*Whoss...


Beruang itu melompat kearah Amura dengan sangat cepat dan menyerang Amura dengan Cakarnya.


*Crinkk....


Cakar Beruang itu berhasil ditahan Amura dengan katananya tetapi ia terpental ke dinding yang ada dibelakangnya.


*Domm...


Amura terbentur dinding tembok dan itu membuatnya batuk darah.


"Uhuk-uhuk..." Darah merah segar mengalir melalui mulutnya.


...[ HP : 800/2500 ]...


...[ Kemarahan Aktif ]...


"Teleportasi Bayangan" Amura berteleport ke belakang beruang itu dan menyerang beruang itu dengan Pedang Bayangan.


*Srakk...


Amura mengincar bagian punggung bekas ia menusuk tadi dan ia menyerang Bagian itu berkali kali.


Beruang itu menyerang ke arah Amura tapi Amura menghindar kesamping.


*Whuss...


*Domm...


Terdapat retakan berukuran 5 meter di lantai bekas pukulan beruang itu tadi.


Amura menyerang lengan kanan beruang yang sedang memukul lantai itu.


*Swing...


*Sringkk...


"Grrrr...."


Beruang itu menarik tangan kanannya dan memukul arah Amura.


"Teleportasi Bayangan" dengan teleportasi bayangan Amura bisa berteleport ke setiap sisi ruangan itu karena ruangan mereka penuh dengan bayangan.


Amura berteleport ke arah belakang beruang itu dan menusuk bagian punggun yang tadi.


*Jelb...


'Bahaya' "Teleportasi Bayangan" karena merasakan bahaya Amura berteleport jauh kebelakang untuk menghindari serangan itu.


*Cst...


*Duar....


Aliran listrik keluar dari tangan beruang itu dan ia memukul lantai dengan keras yang mana pukulan itu membuat seluruh ruangan yang ada dilantai tiga hancur dan retak.


"Ugh...." Amura terkena sedikit dampak karena arus listrik yang tersebar keseluruhan lantai tiga.


...[ HP : 300/2500 ]...


"Sial!!" teriak Amura.


"Aku tidak menyangka kalau aku akan melawan Iblis sekuat ini" lanjutnya dengan kesal.


"Manusia Sialan!!! Kubunuh Kau" teriak Beruang itu.


"Cih majulah" ucap Amura dengan kuda-kuda bertarung.


*Wush....


Amura menatap tempat keberadaan Beruang tadi tetapi beruang itu sudah lenyap.


*Cst..


Suara listrik terdengar di telinganya dan ia memutuskan untuk berteleportasi "Teleportasi Bayangan" ia berteleport menjauhi tempat ia tadi berdiri.


*Domm....


*Crak..


*Crakk...


Tempat Amura tadi berdiri kini hancur lebur dan terlihat beruang berukuran 3 meter memukul tempat Amura tadi berdiri.


Kini Lantai ketiga retak secara keseluruhan dan akan runtuh.


"Cih!!"


*Kretek..


*Bruk...


Atap dari ruangan itu roboh dan mulai runtuh begitu juga dengan dinding serta lantai ruangan itu begitu juga dengan kaca jendela yang sudah hancur.


"Aku tidak ingin mati tertimpa bangunan" ucap Amura yang kini ia melompat dari jendela yang sudah pecah itu.


Amura melompat dari ketinggian 15 meter lebih tanpa bantuan apapun.


*Crakk...


*Dumm...


Kini lantai keempat dan lantai ke 3 ambruk menimpa lantai yang ada dibawanya.


Bangunan terbengkalai itu roboh dan hancur secara keseluruhan meninggalkan puing-puing dan runtuhnya bangunan itu menyebabkan sebuah debu bertebaran dan membuat bentuk seperti asap ledakan.


Amura selamat jatuh dari ketinggian itu karena sebelum menyentuh tanah ia berteleport ke bayangan pohon yang tidak jauh dari bangunan itu.


"Hah~, apakah ini sudah selesai?"


"Kalau tau akan seperti ini, aku akan memilih untuk melakukan persiapan terlebih dahulu"


Amura memegang punggungnya karena efek dari pukulan Beruang tadi.


"Oy, oy... mustahil kan? tertimpa bangunan loh... seharusnya dia sudah mati" ucap Amura dengan ekspresi dingin sambil melihat bekas puing-puing bangunan tadi.


Dibalik Puing-puing terdapat Monster dengan bentuk beruang yang sedang berjalan menuju ke arah Amura.


*Crst...


*Cst...


Tubuh beruang itu dilapisi oleh listrik yang mengalir melapisi tubuhnya.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus serius untuk melawanmu Manusia" teriak Beruang itu sambil tersenyum menyeramkan.


*Crst...


Beruang itu menghilang dan melesat ke depan Amura, reflek Amura tidak bisa merasakan serangan itu dan hal itu cuma membuat Amura terdiam melihat serangan yang diarahkan ke wajahnya.


Cuma dengan sentilan dari beruang itu Kepala Amura hancur dan bagian dalam kepala Amura Berceceran dimana mana.


3 Detik setelah kematian Amura Waktu dari dunia ataupun semesta tiba-tiba berhenti dan dunia kini terlihat berwarna hitam putih.


...[ Ding!! ]...


...[ Pengguna telah Mati ]...


...[ Dikarenakan Pengguna Memiliki Potensi ]...


...[ Sistem Diperbarui ]...


...[ Sistem sedang Diupgrade ]...


...[ Menunggu Proses ]...


...[ Untuk memulai Proses Waktu didunia akan diberhentikan ]...


...[ Waktu Dunia Dihentikan ]...


...[ Waktu yang dibutuhkan untuk Upgrade ]...


...[ 100 Tahun ]...


...[ Proses...1% ]...


...[ Proses...20% ]...


...[ Proses...50% ]...


...[ Proses... 80% ]...


...[ Proses... 99% ]...


...[ Proses... 100% ]...


...[ Proses telah selesai ]...


...[ Sistem diperbarui ]...


......[ Sistem telah berevolusi ]......


...[ Sistem berevolusi menjadi Super Sistem ]...


...[ Menghidupkan Kembali Pengguna ]...


...[ Waktu Dunia dijalankan kembali ]...


Dunia yang tadinya berwarna hitam putih kini menjadi kembali seperti semula dan waktu juga berjalan kembali.


Seluruh luka ataupun bagian tubuh Amura yang telah terlepas kini tersusun ulang dan ia kembali berdiri dengan wajah menghitam dan mata memutih.


"A-apa!!! ke-kenapa kau masih hidup, bukankah aku sudah membunuhmu" teriak beruang yang telah membunuh Amura tadi dengan ketakutan.


Beruang itu takut dengan aura yang dikeluarkan Amura.



Kini Amura memandang beruang itu dengan aura gelap dan ekspresi membunuh yang ditutupi oleh aura hitam pekat.


"Tu-tunggu..." teriak iblis Beruang itu dengan ketakutan.


"Hwaa~... " kini beruang itu lari dengan kecepatan tercepat yang ia miliki.


Beruang itu melesat dengan kecepatan 160m/detik atau setara dengan setengah kecepatan suara.


Tapi naasnya Amura melesat dengan 2× kecepatan beruang itu, bisa dibilang Amura melesat dengan kecepatan 343 m/detik.


*Wush...


*Srinkk...


Kepala beruang itu terpenggal dan kegelapan yang menyelimuti Amura lenyap seketika.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Amura karena keadaan abnormal yang ia lalui ini.


Amura merasa bahwa dirinya telah mati tapi saat ia merasa begitu ia malah terbangun dan tubuhnya secara insting bergerak sendiri memengal kepala beruang itu.


...[ Anda Telah membunuh Calon 7 Deadly Sins dengan nama kadidat Gluttony ]...


...[ Anda Mendapatkan Seri Skill 7 Dosa Besar ]...


...[ Gluttony (B+) Pasif ]...


...[ Mendapatkan skill Regenerasi (C+) Aktif ]...


...[ Mendapatkan skill Black Lighting (C) Aktif ]...


...[ Mendapatkan 50.000 poin ]...


...[ Level up!! ]...


...[ Level up!! ]...


...[ Level up!! ]...


...[ Level up!! ]...


...[ Level up!! ]...


...[ Level up!! ]...


...[ Anda telah mencapai level 10 ]...


...[ HP : 15.000/1500 ]...


...[ Mana : 10.000 ]...


"Apa!!!" Amura sangat terkejut dengan peningkatan yang ia capai.


Bahkan tingkatan yang ia miliki kini setara dengan Slayer rank B atau bahkan di atasnya.


......................


...-Author Info-...


Gw bakalan kasih info soal kenapa hal-hal yang ada di chapter ini atau bahkan chapter sebelumnya bisa terjadi.


...Tentang Iblis Gluttony...


Iblis yang dilawan Amura tadi adalah salah satu kadidat 7 dosa besar dengan level 21 dan memiliki skill Gluttony.


Walaupun cuma kadidat, Iblis itu benar-benar kuat bahkan perlu 1 Slayer rank S untuk mengalahkan Gluttony yang menggunakan mode seriusnya.


Alasan kenapa Amura bisa mendapatkan skill Gluttony karena Amura telah membunuh kadidat dari posisi skill itu dan ia menjadi kadidat selanjutnya.


...Evolusi Sistem...


Alasan Kenapa sistem bisa berevolusi karena Amura yang mati lebih cepat daripada di timeline asli, di timeline asli Amura mati karena dikroyok ratusan ribu iblis beserta 7 dosa besar dengan level yang lebih tinggi.


Yang mana karena kematian Amura membuat sistem berevolusi yang dari Sistem normal jadi Super Sistem, sayang sistem nya gak berevolusi menjadi Ultra Sistem seperti punya Yuna, karena Amura mati lebih cepat.


...Waktu Berhenti dan Mahluk Putih...


Waktu bisa berhenti karena kehendak sistem dan dibantu oleh mahluk Putih yang ada di chapter sebelumnya yang membuat waktu dunia berhenti selama 100 tahun.


Dengan berhentinya waktu, mahluk Putih yang tidak diketahui eksistensinya akhirnya bisa berbicara dengan Reina karena waktu didunia nyata telah diberhentikan jadi Reina tidak terkena dampak penuaan berlebih oleh aliran waktu yang lebih cepat.


Didunia dengan kehampaan tak berujung itu, 1 detik \= 1 tahun didunia nyata. Jadi sangat beresiko untuk memanggil Reina ke dimensi yang ia miliki.


Dan karena Aliran Waktu ditubuh Reina berhenti, mahluk putih itu bisa mengundang Reina ke dimensinya dan berbicara kepada Reina serta memberikannya pecahan Senjata(?)


......................


(Dah gitu aja cuy, maap kalau gw gak upload lama, banyak bet kerjaan gw dirumah jadi gw hiatus beberapa hari kemarin)


(Dan juga like cuy😗😗 pelissss🥺🥺)


(Dan juga pemberitahuan di arc Academy akan berfokus ke 2 karakter yaitu Yuki ama Amura dan mereka bakalan gonta ganti Pov)

__ADS_1


(Thanks Cuy dah baca ampe sini, walaupun gw banyak bet ngetik kata-katanya)


__ADS_2