Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
21.Kakak Yuki?


__ADS_3

...-( Author Pov to Yuki )-...


"..."


"Amu...ra...kun,bera...pa.. lama.. aku... pingsan"


Yuki bertanya kepada Amura dengan suara lirih dan patah-patah.


"Jangan berbicara dulu"


"Keadaan mu masih belum membaik" balas Amura.


"..."


Yuki cuma menganggukkan kepala kepada Amura.


"Kalau kau bertanya sudah berapa lama sejak kau pingsan....mungkin 20 menitan?" balas Amura.


"...."


'Cuma 20 menit? padahal aku merasa sudah berhari-hari di tempat Iris-chan..' pikir Yuki.


"Apakah tubuhmu bisa digerakkan?" tanya Amura.


"...."


Yuki cuma menggelengkan kepala kepada Amura.


"Maafkan aku....kalau saja aku tidak ragu menggunakan skill ku, kau pasti tidak akan dalam keadaan seperti ini..." lanjut Amura.


"Hm?..." ucap Yuki sambil memiringkan kepala.


Yuki tersenyum dan mencoba mengengam tangan Amura dengan lembut.


'Tidak bisa digerakkan...paling tidak sedikit saja...' pikirnya.


Telapak tangan Yuki menyentuh telapak tangan Amura dan ia menggenggam lembut tangan Amura.


"...."


'Ini bukan salahmu...suaraku tidak keluar yah' pikir Yuki.


Amura menggenggam tangan Yuki dengan erat dan berkata.


"Untuk pertanyaan mu saat di hutan tadi..."


"Aku bersedia, aku akan bersamamu dan melindungi mu" ucapnya dengan senyuman lembut.


"...."


Yuki cuma bisa terkejut dengan perkataan Amura.


Yuki cuma bisa menundukkan kepala dan berfikir.


'Maaf, Amura... aku bukanlah Yuki...'


'Tidak....aku harus meneruskan tekat Yuki, karena itu...'


Yuki pun menatap Amura dan tersenyum lembut sambil menutup mata.


"Hm~" ucap Amura.


Amura cuma bisa tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya.


"Bisa berdiri?" tanya Amura.


Ekspresi Yuki langsung jadi datar saat ditanyai Amura.


"Ah... maaf, mau ku gendong?" ucap Amura.


*Brush...


Wajah Yuki seketika memerah dan ia berfikir.


'Wajahku memanas...kenapa ini? aku malu?'


"Ke....ma...na?" tanya Yuki.


"Rumah sakit, keadaan mu saat ini masih belum baikkan" jawab Amura.


Yuki berdiam dan melihat keadaan tubuhnya sendiri.


"..."


Tangannya mati rasa dan cuma bisa menggerakkan sedikit telapak tangannya.


Tubuhnya terasa nyeri di setiap sisinya dan kakinya tidak terasa sama sekali.


Yuki membalas dengan menganggukan kepala.


"...Maaf.." ucap Amura dan kini ia memeluk tubuh Yuki yang terlentang dikasur.


Amura mengangkat tubuh Yuki dengan perlahan dan menggendong nya dalam pelukannya.


Wajah Yuki semakin memerah dan ia terdiam cukup lama karena malu.


Amura berjalan keluar bangunan itu dan menuju keluar sekolah.


Terlihat hari sudah sore dan Amura pergi meninggalkan sekolahan.


"Maaf, ini mungkin akan mengejutkan.." ucap Amura.


"Hm?..." jawab Yuki dengan bingung.


"Persiapkan dirimu.." lanjut Amura dan kini ia memeluk Yuki lebih erat.


*Whuss...


Amura melesat dengan cepat dan menuju ke arah rumah sakit.


Yuki yang merasakan hal itu cuma bisa menutup mata dan memeluk Amura.


...[ Kakak, lebih pelan lagi ]...


'Baiklah'


Kini Amura menurunkan kecepatannya dan melompat ke atas bangunan.


Amura melompati bangunan per bangunan dan menuju Rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit Amura menyuruh perawat disitu untuk merawat Yuki.


Amura menggendong Yuki ke kamar pasien dan menurunkannya di Kasur kamar itu.


Amura cukup khawatir dan menyuruh dokter untuk memeriksa keadaan Yuki.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Amura kepada dokter perempuan yang telah memeriksa Yuki.


"Keadaan nya sangat parah..." jawab dokter itu.


"Tangan gadis ini bisa sembuh dalam beberapa hari"


"Tapi yang paling parah adalah keadaan kakinya dan tenggorokan nya"


"Untuk beberapa minggu atau bahkan bulan kedepan ia tidak akan bisa berbicara"


"Tapi bukan berarti tidak bisa sembuh...kalau diberi perawatan yang baik ia pasti bisa berbicara dalam beberapa minggu"


"Dan untuk kaki.... maaf, mungkin gadis ini tidak akan bisa menggunakan kaki miliknya untuk beberapa bulan atau beberapa tahun..."


"..."


Amura terdiam saat mendengar itu dan menatap Yuki.


Yuki yang mendengar hal itu cuma bisa terkejut dan ekspresinya jadi kosong.


Yuki menundukkan kepala miliknya dan merenungi apa yang terjadi kepadanya.


'Aku tau hal ini pasti akan terjadi...'


'Disaat terakhir Yuki mengorbankan HP miliknya untuk memperbesar jangkauan skill yang ia miliki'


'Dan inilah efek samping dari pengurangan HP yang ia miliki'


Amura memutuskan untuk menenangkan Yuki dan memegang telapak tangan Yuki.


"..."


Yuki pun memandang wajah Amura.


"Sudah kubilang kan, bahwa aku akan melindungi mu"


"Kalau kau tidak bisa menggunakan kakimu maka aku akan menjadi penggantinya" ucap Amura dengan ekspresi serius.


Risa sangat tersentuh akan perkataan Amura dan hatinya terasa hangat untuk pertama kalinya.


Kini Amura mengelus kepala Yuki perlahan dengan lembut.


Wajah Yuki menjadi memerah dan ia kini tersenyum lembut.


Sedangkan dokter wanita yang ada didekat mereka berfikir.


'Aku cuma jadi nyamuk yah...' pikirnya dengan ekspresi datar.


"Dan anda apakah baik-baik saja" tanya Dokter itu kepada Amura.


Keadaan Amura baik-baik saja tapi tubuhnya dilumuri darah serta bajunya sobek-sobek.


"Aku tidak apa-apa, ini bukan bercak darahku" jawab Amura.


"Ah, Jangan-jangan anda adalah Slayer?" tanya Dokter wanita itu.


"Begitu lah.." jawab Amura dengan singkat.


"Yah sudah, kalau begitu saya pergi dulu" lanjut Dokter itu.


"Ah, silahkan" jawab Amura.


Yuki cuma tersenyum lembut kearah dokter itu dan dokter itu meninggalkan ruangan.


"Yuki.." ucap Amura.


"Hm?.."


"Aku pergi dulu sebentar untuk ganti baju dan mengabari Kiara" lanjutnya.


"..."


Amura mengelus kepala Yuki dan berkata.


"Aku akan segera kembali, jadi tunggu aku sebentar saja" lanjutnya sambil tersenyum.


Yuki membalas perkataan Amura dengan senyuman.


Amura yang melihat senyuman itu terkejut dan tanpa sepengetahuan nya ia mengelus pipi Yuki.


Wajah Yuki memanas dan merona karena sentuhan Amura.


"Ah...maaf,aku melakukannya tanpa kusadari.." ucap Amura saat melihat wajah Yuki.


'Ia sangat imut' pikir Amura.

__ADS_1


Amura menghentikan elusan di pipi Yuki dan berkata.


"Aku pergi dulu yah.."


"Hm..." jawab Yuki dengan senyuman hangat.


Kini Amura meninggalkan Yuki di ruangan itu sendirian.


'Perasaan ku nyaman, ini pertama kalinya aku merasakan perasaan ini...' pikir Yuki.


'Ah, dan bukannya Yuki telah membunuh monster yang ada dihutan tadi yah.


'Apakah aku masih memiliki sistem?'


'Sistem'


......[ Sistem ]......


-Nama : Yuki Yuna ( Risa Yuna)


-Class : SwordMagic ( Ice )


-Gender : Female


>Status


>Skill


>Inventori


>Shop


>Quest


..._____________________...


...-[ Status ]-...


...-Level : 7...


...-Hp : 3000/5200...


...-Mana : 15.000/10.000...


..._____________________...


'Dan juga....Quest nya apa telah selesai?'


...[ Main-Quest telah terselesaikan ]...


...[ Main-Quest : Korbankan Nyawamu untuk melindungi Yuu Hinamura, telah terselesaikan ]...


...[ Mendapatkan 1.000.000 P ]...


...[ Poin Yang diperoleh dari membunuh monster akan ditambah 20% sebagai bonus oleh sistem ]...


'Bonus? kukira tidak ada hal yang seperti itu' pikir Yuki.


...[ Telah Membunuh 80 Monster rank C ]...


...[ Mendapatkan 120.000 P ]...


...[ Telah Membunuh 12 Monster rank B ]...


...[ Mendapatkan 80.000 P ]...


...[ Total Poin yang didapat adalah 1.200.000 P ]...


...[ Poin saat ini akan ditambah dengan poin yang lama ]...


...[ Jumlah Poin yang dimiliki ]...


...[ 1.250.000 Poin ]...


'Satu juta yah...'


'Itu memang nominal yang besar, tapi hal itu tidak akan berguna untuk saat ini'


'Karena batasan mana yang kumiliki, aku tidak bisa terlalu banyak menggunakan skill'


'Dan kalau bisa aku ingin membeli skill jarak jauh, karena keadaan ku saat ini'


'Dan untuk sekarang lebih baik aku mengupgrade skill ku terlebih dahulu'


...[ Panah Es telah ditingkatkan ]...


...[ Panah Es (B--) ]...


...[ Hawa Dingin telah ditingkatkan ]...


...[ Hawa Dingin (C+) ]...


...[ Kontrol Es telah ditingkatkan ]...


...[ Kontrol Es (C+) ]...


...[ Poin : 1.000.000 ]...


'Shop'


...[ Shop ]...


...[ Perisai Es (C) Aktif. ]...


...[ Menciptakan Perisai Es dengan tebal 3 meter ]...


...[ Harga : 120.000 ]...


...[ Menciptakan Rantai Es untuk mengikat atau menyerang lawan ]...


...[ Harga : 200.000 ]...


...[ Kedua Skill dibeli ]...


'Yah, untuk saat ini sudah cukup'


...[ Poin : 680.000 ]...


'Hah~, lelahnya... lebih baik aku tidur saja'


Yuki memejamkan matanya dan tertidur pulas dalam seketika.


...< Yuki >...


Seketika Yuki membuka matanya karena mendengar suara seorang gadis.


'Si-siapa?' pikir Yuki.


...< Ini aku loh >...


'Siapa?'


...< Masa kau sudah lupa >...


'Suara ini... jangan bilang Iris-chan?'


...< Tepat sekali >...


'Kenapa suara iris ada dikepala ku?'


...< Ini hadiah ku loh >...


'Hadiah? jangan bilang saat anda menyentuh dahi saya?'


...< Yah begitu lah >...


...< Aku bosan kalau selalu ada di dunia milikku terus terusan >...


...< Karena itu aku mengambil alih sistem milikmu dan menjadikannya jadi milikku >...


'Ah, begitu yah....dan apakah anda bisa melihat apa yang saya lakukan sekarang?'


...< Yah begitu lah, Aku bisa melihat dari sudut pandang ketiga kearah mu >...


'Hm~, jadi apakah ada yang berubah waktu anda menjadi sistem saya?'


...< Aku bisa memberimu bonus sesuka hatiku dan memberimu Quest sesukaku juga >...


...< Aku juga bisa memberimu Poin loh >...


...[ Anda Mendapatkan Poin ]...


...[ Poin : 999.999.999.999.999 ]...


Mata Yuki seketika melebar saat melihat notifikasi sistem yang ada didepannya.


...[ Poin Diambil kembali ]...


...[ Poin : 680.000 ]...


...< Yah, kalau aku memberimu Poin segitu pasti tidak akan menarik lagi kan >...


...< Jadi berusahalah menyelesaikan Quest yang akan kuberikan >...


...< Owh, dan juga kau bisa meminjam kekuatan yang kumiliki >...


'Kekuatan?'


...< Yah, untuk contoh pikirkanlah konsep ketiadaan >...


'Ketiadaan? akan saya coba'


Ketiadaan adalah ketidak-adaan, yang berarti tidak adanya suatu hal. Dalam pemakaian secara nonteknis, ketiadaan berarti hal-hal yang tidak memiliki kepentingan, ketertarikan, nilai, relevansi, atau kelebihan.


Angka nol sering dipakai untuk menyatakan ketiadaan. Himpunan Kosong tidak berisi elemen apa-apa.


Yuki kini membayangkan sebuah kegelapan yang tidak terdapat apapun didalamnya.


Yuki perlahan membuka matanya dan terlihat kegelapan tak berujung atau bisa juga disebut kehampaan.


...< Selamat datang didunia ku >...


"Dunia anda?" ucap Yuki.


"Suara ku....kembali?"


"Dan aku juga bisa berdiri..."


"Yo, bagaimana kabarmu" tanya Seorang gadis berambut coklat keemasan.


"Iris-chan?..." ucap Yuki.


"Apakah ini benar-benar kamu?" tanya Yuki.


"Yah begitu lah" jawab Iris.


Kini Iris mendekati Yuki.


"Apa kau tidak penasaran dengan kekuatan yang akan kau pinjam dariku" lanjutnya.


"Um...cukup penasaran sih..." jawab Yuki.

__ADS_1


"Fufufu, akan kuberi tau"


"Kekuatan yang akan ku pinjamkan kepadamu adalah....."


*Glup....


Yuki menelan air liur nya karena tegang.


"Nol Absolute" ucap Iris.


"Nol absolute?" tanya Yuki dengan bingung.


"Ah, akan ku jelaskan... elemen yang kau miliki kan es, jadi aku meminjamkan mu skill Nol Absolute atau bisa juga disebut Absolute Zero"


"Secara teori, Nol mutlak atau nol absolut (Absolute zero) adalah suhu terendah yang mungkin terjadi"


"Pada suhu nol mutlak ini, molekul tidak bergerak (relatif terhadap molekul lain secara keseluruhan)"


"Berada pada temperatur yang rendah memiliki beberapa konsekuensi termodinamika, contohnya, pada nol absolut semua gerakan molekular tidak berhenti tetapi tidak memiliki energi yang cukup untuk berpindah ke sistem lain"


"Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pada temperatur nol mutlak, energi molekular bernilai minimal."


"Tapi skill yang kuberikan padamu lebih dari pada itu"


"Absolute Zero, bisa membekukan segala hal tidak peduli apapun itu, tapi kembali lagi kepenggunanya"


"Kalau kau memaksa untuk menggunakan Absolute Zero ketitik dimana tubuhmu tidak bisa menahannya"


"Kau akan beku untuk selamanya, yah walaupun aku bisa menyelamatkan mu"


"Tapi Absolute Zero bisa membekukan keabadian, segala Konsep, hukum sebab akibat, ruang dan waktu, ketiadaan, ketidak terbatasan, dimensi... atau apapun itu"


"...."


"Panjang bener, tapi kurang lebih aku mengerti" jawab Yuki.


"Jadi aku harus belajar menggunakan nya atau aku akan langsung bisa?" lanjut Yuki.


"Kau langsung bisa kok, karena aku akan menanamkan Konsep skill ini diingatan mu" jawab Iris.


"Ini bukanlah Skill yang ada di Sistem, tapi ini adalah Skill murni" lanjut Iris.


"Dan untuk lebih lengkapnya kau pasti akan tau sendiri nanti"


"Um... baiklah, jadi apakah cuma itu alasan anda memanggil saya kemari?" ucap Yuki.


"Fufufu, kau boleh berbangga karena bisa menemui aku sangat Dewi Ketiadaan Iris"


"Oh... begitu yah..." jawab Yuki dengan singkat.


"Baiklah, jadi cuma itu saja kan?" lanjut Yuki.


"Ugh, paling tidak pujilah aku..." ucap Iris.


"Oh iya, Iris-chan... apakah waktu didunia ini sama seperti didunia luar?" tanya Yuki.


"Tidak, dari awal dunia ini berada di atas konsep ruang dan waktu, jadi waktu didunia luar atau semesta mu berhenti" jawab Iris.


"Oh, begitu... kalau begitu apa lagi yang harus ku lakukan?" lanjut Yuki sambil tersenyum hangat.


"Um~..." ucap Iris sambil berfikir keras...


"Apa yah...aku tidak tau" lanjutnya.


"Kalau tidak ada lagi, apakah saya boleh pergi?" lanjut Yuki.


"Baiklah....akan kukirim kau kembali lagi" jawab Iris dengan nada kecewa.


"Terima kasih, Iris-chan" jawab Yuki sambil tersenyum hangat disertai wajah bercahaya.


"Ah~, silau men..." ucap Iris.


"Baiklah, selamat tinggal Yuki..."


Kini tubuh Yuki perlahan menghilang dan berubah menjadi partikel cahaya.


"Oh iya Yuki, akan kukasih sedikit informasi...cari tau lah keberadaan kakakmu" ucap Iris.


"Kakak? siapa?" ucap Yuki.


"Nanti akan ku jelaskan" balas Iris.


"Ah... baiklah"


Kini tubuh Yuki telah menjadi partikel cahaya secara keseluruhan dan menghilang dari dimensi/dunia itu.


...


..


.


Yuki terbangun dari tidurnya dan mencoba berbicara.


"...."


'Sudah kembali kah?'


...< Yap, kau telah kembali >...


'Jadi apa yang anda maksud dengan mencari kakak saya?'


...< Aku menyuruhmu untuk mencari Kakak dari Yuki Yuna >...


...< Tidak perlu menemuinya, kau hanya perlu mencari informasi tentang kakakmu itu saja >...


'Kakak? Yuki punya Kakak!!!'


...< Yah, begitu lah>...


...< Aku mengintip ingatan mu dan terlihat kenangan Yuki bersama Kakaknya >...


...< Jujur, aku sudah tau sih siapa Kakak dari Yuki tapi mana mungkin aku memberi tahumu >...


'Mo~, menyebalkan'


...< Fufufu, makanya cari tau sendiri >...


'Ugh, baiklah...'


...[ Mendapatkan Main-Quest ]...


...[ Main-Quest : Mencari informasi tentang kakak Yuki Yuna. Hadiah : 1.000.000 P. ]...


'Buset, gak rugi tuh?'


...< Rugi? aku bahkan bisa memberimu Poin dengan jumlah tak terbatas >...


'Bener juga sih...'


'Yah, akan kucari nanti.. untuk sekarang saya ingin tidur... apakah boleh?'


...< Silahkan, kau boleh tidur kok >...


'Selamat Malam Iris...'


...< Sore.... >...


'Ah... selamat Sore Iris'


...< Sore, juga Yuki >...


Kini Yuki tertidur dengan pulas tanpa ada gangguan apapun.


Dan terlihat siluet gadis dengan paras menawan yang memiliki sayap malaikat berwarna hitam yang sedang duduk di sebuah bidak catur.


Yah gadis itu adalah Iris, kini Iris tersenyum lembut dan berkata kepada Yuki yang telah tertidur lelap.


"Aku tidak akan membiarkan mu Mati lagi Altair, aku akan menjaga mu saat ini"


"Walaupun kau pasti akan marah kepada ku karena aku membantumu"


"Tapi lebih baik aku kau marahi, daripada harus melihat mu mati terus-terusan"


"Di kehidupan ke tujuhmu ini, kau pasti akan ku lindungi"


"Dan sepertinya ada dewi lain yang ingin membantumu, tapi siapa yah?"


"Entahlah, dewi itu memiliki Siluet putih secara menyeluruh untuk menutupi tubuhnya"


"Bodo amatlah, asalkan kau bisa bahagia aku akan terus membantumu" ucap Iris disertai senyuman diwajahnya.


...-( Author Pov to Amura )-...


Amura keluar dari ruangan itu dan pergi ke pintu keluar.


Setelah keluar dari rumah sakit itu Amura pergi kerumah nya dengan tujuan untuk ganti baju sekaligus mandi.


*Whuss...


Amura melesat dengan kecepatan yang ia miliki dan melompat dari bangunan satu kebangunan yang lain menuju ke rumah nya.


Sesampainya dirumah Amura mandi dan ganti baju setelah itu Amura langsung menuju kesekolah dan memberitahu murid-murid lainya tentang keadaan Yuki.


Serentak setelah mendengar itu Reina langsung pergi kerumah sakit serta mengabari orang tua Yuki tentang keadaan Yuki.


Saki dan Benjamin terkejut akan berita yang disampaikan Reina dan langsung bergegas ke rumah Sakit.


Reina mengikuti Amura menuju kerumah sakit tempat Yuki singgah.


Sesampainya Amura dirumah Sakit ia menuju ke kamar Yuki.


Dan terlihat diluar pintu kamar Yuki, dijaga oleh sesosok Pria, Yah pria itu adalah Benjamin atau bisa disebut Ayah Yuki.



Aura yang dikeluarkan Benjamin membuat Amura dan Reina tertekan, bahkan membuat mereka ketakutan.


"Paman, bukankah aku baru saja memberitahu paman tentang keadaan Yuki... tapi kenapa paman bisa sampai lebih dulu?" tanya Reina.


"Ah, daripada itu bagaimana keadaan Yuki" lanjut Reina.


".....Aku tidak tau, Saki yang sedang menjenguknya" jawab Benjamin dengan tatapan Dingin.


...[ Kakak, orang ini sangat amat berbahaya ]...


'Yah, aku tau Amu... tapi....'


'....Paman? jangan bilang ayah Yuki?'


Kini tatapan Benjamin tertuju ke arah Amura dan Amura menahan intimidasi Benjamin.


"Jadi, siapa kau" tanya Benjamin ke arah Amura..


Tubuh Amura sedikit gemetar tapi gemetaran tubuhnya langsung hilang saat Amura menguatkan tekatnya.


'Apakah aku akan mati saat ini?' pikir Amura dengan keringat dingin diwajahnya.


......................


...( Thx cuy dah baca )...

__ADS_1


...( Jan lupa Like yah😆👍 )...


__ADS_2