Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
26.Amu Hinamura


__ADS_3

Pagi tiba dan dikamar Amura terlihat perempuan yang sedang memeluk laki-laki.


Perempuan itu adalah Amu, ia tertidur nyenyak sambil memeluk Amura.


Sedangkan Amura juga tertidur nyenyak untuk pertama kalinya.


Amu perlahan bangun dan membuka matanya.


"Un.....Kakak?..." ucap Amu dengan lirih dan ia pun bangun dari kasur.


"Hoam~......untuk pertama kalinya aku tidur dengan wujud manusia dan.....enak juga sensasinya..."


Kini Amu melihat Amura yang masih tertidur dan ia tersenyum hangat.


"Syukurlah kakak bisa tertidur nyenyak"


Kini Amu keluar dari kamar Amura dan menuju kamar mandi untuk membasuh wajah dan setelah itu ia menuju ke dapur.


"Hm~....enaknya bikin apa yah..." ucap Amu sambil tersenyum hangat.


Setelah beberapa saat berfikir ia pun memutuskan untuk membuat sup Miso.


Sup miso (味噌汁 miso shiru) adalah masakan Jepang berupa sup dengan bahan dasar dashi ditambah isi sup berupa sedikit makanan laut atau sayur-sayuran, dan diberi miso sebagai perasa. Sup miso dinikmati dengan mengangkat mangkuk sup dan meminum kuahnya, sedangkan isi sup dimakan menggunakan sumpit.


Setelah beberapa saat memasak akhirnya sup miso nya jadi dan Amu menghidangkan sup itu dimeja makan.


Amu pun pergi ke lantai 2, dan memasuki kamar Amura.


"Kakak, bangun....sudah pagi loh!!"


"Apa kakak ingin bolos sekolah?..."


"Bolos sekolah itu tidak baik loh!!"


Amu bercakap panjang sambil menggoyangkan tubuh Amura.


"Um.....Amu?..." ucap Amura dan kini ia bangun.


"Ada apa?..."


"Ini sudah pagi kakak, anda seharusnya sudah bangun!!!"


"Apakah kakak ingin menjadi pemalas!!"


"....." Amura merasa terkucilkan karena nasehat Amu.


Untuk kedua kalinya ada seseorang yang peduli padanya.


"Baiklah aku akan bangun.... apakah kau telah membuat sarapan?" tanya Amura.


"Saya telah membuatkan nya Kakak, anda bisa turun dan memakannya..." jawab Amu disertai senyuman diwajahnya.


Amura kini bangun dari kasurnya dan keluar Kamar diikuti oleh Amu.


Amura pergi ke arah kamar mandi dan membasuh wajahnya sedangkan Amu pergi kemeja makan.


....


"Silahkan Dimakan...." ucap Amu.


'Hm....Sup Miso yah?...aku nostalgia........Nostalgia? apa yang kukatakan bukankah aku tidak pernah memakan sup miso?....'


'Sudahlah, mungkin aku cuma sedikit lelah karena pertarungan kemarin...'


Kini mereka pun makan sup miso yang dihidangkan Amu dan setelah itu Amura pergi mandi.


Setelah Amura selesai mandi, ganti Amu yang mandi....


Amura menggunakan kemeja putih yang kemarin ia beli dimall dan bersiap-siap menuju ke sekolah.



...( Sc : Manhwa : I have to become hero )...


...( Chara : Felix )...


"Hah~, aku malas memakai jas...mau bagaimana pun pergerakanku jadi terbatas saat memaki jas..."


"Kakak saya masuk yah..." ucap Amu yang sedang didepan pintu..."


Setelah Amura selesai ganti baju, kini pintu kamar Amura terbuka dan memperlihatkan seorang gadis cantik dengan menggunakan Dress.


Dress adalah pakaian terusan yang atasan hingga rok menyatu dari atas hingga ke bawah. Dress memiliki berbagai macam jenis mulai dari long dress, maxi dress, midi dress, knee length dress, mini dress, micro dress.


"......." Amu terdiam saat melihat penampilan Amura, Amura telah memakai Kemeja serta celana tapi....Kemeja yang dipakai Amura belum di kancing kan dan terlihat tubuh Sixpack Amura.


"Ada apa Amu?..." tanya Amura dengan ekspresi binggung.


"Ti-tidak, ha-hanya saja anda sangat tampan....." jawab Amu dengan wajah merah merona.


"Begitu kah? kalau begitu Terima kasih atas pujiannya..."


Kini mereka pun pergi ke lantai satu dan berhenti diruang tamu.


"Amu apa kau ingin sekolah?..." tanya Amura.


"Eh....tidak terlalu sih, tapi kalau kakak menyuruh saya, saya akan berusaha"


"Baiklah kalau begitu sekolahlah di Sekolah ku...."


"Eh, i-itu mustahil....dari awal saya tidak memiliki identitas"


"Aku tau itu, karena itu aku akan mengurusi hal tersebut..."


"Aku kemarin saat kau mandi aku meminta.....Ayah untuk membuat identitas palsu tentang dirimu..."


"Ia menyetujui itu karena aku bilang ini demi kelancaran misi, dan ia menyetujui itu..."


"Dan Namamu saat ini adalah Amu Hinamura, yaitu adikku..."


"....."


Amu terdiam tapi Mata yang dimiliki Amu kini menjadi berbinar-binar.


"Saya akan berusaha kak!!! saya akan menjadi lebih kuat demi membantu Kakak!!!" ucap Amu dengan semangat.


"Hm~..." Amura membalas perkataan Amu dengan senyuman tipis.


"Tapi kapan saya harus masuk? apakah besok atau lusa?" tanya Amu.


"Sepertinya besok atau mungkin lusa? entahlah tapi yang pasti hari itu akan datang...." balas Amura.


"Tergantung Pendaftaran Ulang akan dilakukan kapan" lanjut Amura.


Pendaftaran Ulang adalah pendaftaran bagi calon Slayer yang gagal di ujian penerimaan dan calon Slayer baru.


Pendaftaran Ulang diadakan beberapa bulan Sekali dan tidak pasti beberapa bulan itu.


Tujuan dari pendaftaran ulang adalah untuk menyeleksi para calon Slayer yang ingin mendaftar.


Dan untuk ujian yang diberikan akan sama seperti di pendaftaran pertama.


"Amu, aku ingin bertanya.."


"Hm? ada apa kak?"


"Apakah rambutku tidak bisa dikembalikan menjadi hitam lagi?"


"Um~, untuk hal tersebut bisa dibilang mustahil"


"Gen kakak telah sepenuhnya berubah dan hal tersebut membuat rambut kakak menjadi putih secara permanen..."


"Tapi ada hal lain kok yang bisa kakak lakukan!!"


"Apa itu?" tanya Amura dan kini ia mengambil air minum di meja ruang tamu serta meminumnya.


"Kakak tinggal mengubah jenis kelamin kakak menjadi perempuan saja!!!"


"Prufttt....." Amura serentak memuncratkan air yang ada di mulutnya.


"A-apa, ganti gender!!!"


"Memangnya hal itu biasa dilakukan!!!"


"Bisa kok kak, bukan cuma bisa lagi bahkan jiwa yang kakak miliki akan berubah menjadi 100% wanita!!!" jawab Amu dengan ekspresi serius.


"O-Oh....be-begitu yah, le-lebih baik aku pergi dalam keadaan seperti ini saja daripada menjadi perempuan...." ucap Amura dengan pasrah.


"Mo~, kakak jangan khawatir....walaupun kakak menjadi perempuan, penampilan kakak akan berubah menjadi penampilan ideal dari versi laki-laki kakak..." lanjut Amu.


"Bukankah itu malah tambah mencolok yah?"


"Ah....benar juga, kakak tidak ingin mencolok..."


"Hah~, dan juga kenapa bisa aku memiliki hal seperti berubah jenis kelamin itu?" tanya Amura.


"Oh, itu adalah fitur spesial dari sistem kakak"


"Kakak memiliki fitur Switch Gender, yang mana hak tersebut bisa dilakukan secara terus menerus tanpa batas apapun" jawab Amu.


"Walaupun terdengar konyol, tapi fitur itu sangat berguna..... aku bisa menggunakan fitur itu untuk menyamar" ucap Amura.


"Benar sekali, apalagi kakak akan memiliki 'V' seperti para wanita lainnya...." lanjut Amu dengan semangat.


"Enggak jadi lah, aku masih ingin menjadi laki-laki..."


Amura kini membayangkan dirinya yang menjadi Perempuan dan ia trauma sendiri setelah memikirkan hal tersebut.


"Hah~, Multi Gender yah.....aneh bet Anjritt!!!!"


"Yakali ada orang yang suka ama hal tersebut, pencipta Sistem pasti orang mesum yang suka genre Gender Bender!!!"


...( Hachuuu!!! entah kenapa gw bersin? )...


"Hah~, yasudahlah aku pergi dulu Amu..." ucap Amura.


"Selamat jalan kakak..." jawab Amu dengan senyuman diwajahnya.


Kini Amura keluar rumah dan menuju ke garansi untuk mengambil dan mengendarai motor yang kemari ia beli.


"Akan ku akui, motor ini memang sangat keren dan bagus...." ucap Amura dan kini ia menaiki motor miliknya.


Amura pun pergi kesekolah dengan menggunakan motor miliknya.


Sesampainya disekolah....

__ADS_1


Ia sangat mencolok mulai dari penampilan hingga kendaraan yang ia pakai.


Amura memarkirkan motor miliknya di tempat parkiran motor yang ada disekolah nya.


Kini Amura pergi ke arah kelasnya dan membuka pintu kelas.


Pintu kelas itu terbuka dan memperlihatkan Seseorang Pria dengan rambut berwarna putih secara menyeluruh.


Pria itu memiliki tampang yang sangat tampan bahkan menyaingi semua pria yang ada di bumi.


Pria itu menggunakan kemeja putih dengan lengan panjang serta celana hitam panjang.


Tubuh pria itu terlihat terlatih dan memiliki tinggi yang berada di atas rata-rata, tinggi Amura sebelum menyatu dengan Gluttony adalah 176 sedangkan tingginya sekarang adalah 184.


Para siswa yang ada di kelas itu terpana saat melihat penampilan baru Amura dan bahkan mereka semua tidak mengenali sosok Amura yang sekarang.


Bukan cuma para siswa biasa bahkan Reina Akiara serta Akane Hiroshi yang tidak terlalu memikirkan penampilan seseorang terpana saat melihat Amura.


"Maaf saya terlambat" ucap Amura dengan ekspresi datar.


"E-eh? si-siapa yah..." tanya Hiroshi yang sedang berdiri didepan papan tulis.


'Seperti yang kuduga, penampilan ku saat ini benar-benar berubah...mereka pasti tidak mengenaliku...' pikir Amura.


"Yuu Hinamura, itu nama saya" ucap Amura dengan cool.......asw iri gw anj.


"Ehhh!!!!!" teriak semua orang diruangan itu kecuali Reina, Hiroshi dan Mayumi Keina.


"Amura!!!!" teriak seorang pria dengan rambut berwarna hitam dengan wajah seperti om-om, yah pria itu adalah Crownel? iya kan....lupa gw ama namanya.


"Kenapa kau bisa berubah sedrastis ini!!!" lanjutnya.


"Ah, itu karena aku ada sedikit masalah dan masalah itu membuatku jadi seperti ini...." jawab Amura dengan apa adanya karena malas memikirkan alasan.


"Ah, jadi karena itu kau tidak masuk sekolah kemarin..." ucap Crownel.


"Begitu lah...."


'Sebenarnya bukan tidak masuk sih tapi bolos pelajaran...' pikir Amura.


"Apakah saya boleh duduk..." tanya Amura ke Hiroshi.


"Baiklah, silahkan duduk..." jawab Hiroshi.


Amura kini pergi ke mejanya dan duduk di bangku nya.


Amura melirik meja Yuki dan tidak ada seseorang pun yang duduk dimeja itu.


'Ia masih belum masuk yah.....' pikir Amura dengan khawatir.


Amura benar-benar bingung dengan perasaan yang ia miliki.


Kenapa ia sangat khawatir dengan gadis yang bahkan belum terlalu ia kenal.


Pertanyaan itu selalu saja masuk ke kepala nya.... ia selalu saja merasa nostalgia saat melihat Yuki.


Apalagi disaat terakhir Yuki waktu dirumah sakit, saat Yuki mengelus kepala Amura ia langsung merasakan perasaan hangat dan juga penuh perasaan nostalgia.


Entah kenapa ia merasa pernah dielus oleh seseorang yang sangat mirip seperti itu.


Perasaan itu adalah perasaan terdalam yang pernah Amura rasakan.....


Kini pelajaran pertama berlangsung dengan Amura yang menjadi titik perhatian.


Pelajaran pertama selesai dan kini saatnya jam istirahat.


"Ah, dan ada sedikit informasi baru" ucap Hiroshi.


"Untuk pelajaran ketiga tidak akan berlangsung, karena Gua yang menampung monster Rank A hancur...."


"Aku takut keadaan yang tidak diinginkan terjadi kembali karena itu setelah pelajaran kedua kalian bisa pulang..." lanjut Hiroshi.


Para siswa kelas S bingung dengan apa yang dikatakan Hiroshi, mereka merasa janggal karena hal tersebut tapi menurutinya.


Hiroshi kini pergi dari ruangan itu dan meninggalkan para siswa sendiri.


Amura berdiri dari bangku nya dan Crownel menuju kearah Amura dan ia bertanya kepada nya.


"Amura kenapa kau bisa berubah seperti ini?" tanya Crownel.


"Ada sedikit masalah dan masalah itu rahasia" balas Amura.


"Ah, terserah lah lagipula aku tidak ingin mengulik rahasia orang lebih dalam" lanjut Crownel.


"Dan juga kau tambah tinggi serta tampan sekali kau saat ini!!!!"


"Hal apa yang kau lakukan sampai bisa berubah seperti ini? aku iri banget sialan!!!!"


"Hm~, begitu kah? aku tidak terlalu peduli dengan hal itu sih..." ucap Amura dengan acuh tak acuh.


"Hah~, lupakan saja..... apa kau ingin ke kantin?" ajak Crownel.


"Baiklah..." balas Amura dengan singkat.


Kini Crownel mengajak semua siswa untuk ke kantin bersama dan mereka semua menyetujui hal tersebut.


Sesampainya dikantin mereka duduk dimeja panjang dan ke12 orang duduk di masing-masing bangku meja itu.


Mereka kini memesan suatu menu makanan dan Amura tetap saja menjadi sosok yang mencolok.


Selesainya memesan makanan mereka semua berbincang-bincang.


"Hah~...."


Amura cuma bisa menghela nafas saat merasakan tatapan dari berbagai sisi kantin.


"Ada apa Amura?" tanya Hisagi yang duduk di kanan Amura.


"Tidak, hanya saja diriku benar-benar mencolok....."


"Aku merasa sangat lelah saat dipandang seperti itu...." ucap Amura.


Sebenarnya bukan cuma Amura saja yang mencolok tapi para pria dan gadis di kelas S memiliki visual yang sangat tampan serta cantik.


Walaupun begitu tetap Amura lah yang paling mencolok dari berbagai sisi.


"Begitu kah? memang benar sih, penampilan mu saat ini sangat mencolok..." balas Hisagi.


Beberapa saat berlalu dan kini pesanan Amura telah tiba dan ia memutuskan untuk menyantap hidangan nya.


Begitu juga dengan siswa yang lain....


Kini mereka telah kembali ke kelas dan tidak ada pengajaran dikelas itu.


Mereka semua mulai duduk ditempatnya masing-masing dan Amura duduk paling terakhir.


Amura mendekati Reina dan bertanya kepada nya.


"Kiara, apakah keadaan Yuna baik-baik saja?"


"Eh...ah, i-iya....Yuki telah lebih baik dan bahkan ia telah bisa bicara dan menggerakkan tangannya kembali" jawab Reina dengan wajah yang sedikit memerah.


Yuki bilek : Gw kan main heroine nya anj, napa keberadaan gw ke npc gini!!!!


Author Bilek : Kan main heroine nya Risa bego!!!!


Lanjut Yuki : Lah terus ngapain juga gw dapet ingatan Amura!!!!


Author : Karena......entahlah gw juga kagak tau, seingat gw dulu mau bikin cerita romance biasa tapi kek terlalu mainstream jadi gw ganti plotnya🗿


Yuki : 😐


Kembali ke cerita....


Amura berbincang ringan dengan kadidat Heroine ketiga yang ia miliki dan setelah itu ia pun duduk di bangku nya kembali.


'Entah kenapa aku merasa nyaman saat berbincang dengan Amura.....sejak saat itu perasaan ku kepadanya jadi bagaimana yah?'


'Entahlah, tapi yang sesungguhnya terjadi.....aku sangat senang saat berbincang dengan Amura....'


Reina memikirkan alasan dari perasaan yang ia miliki, karena perasaan seperti ini untuk pertama kalinya ia rasakan.


Beberapa saat berlalu dan kini Hiroshi masuk keruangan kelas.


"Baiklah, saatnya pelajaran kedua...."


"Kalian akan sparing dengan sesama untuk melatih kekuatan kalian..."


"Pergilah kalian ke tempat latihan" ucap Hiroshi.


Kini mereka semua pergi ketempat latihan dan sesampainya disana mereka disuruh latih tanding.


Seperti yang sebelumnya, lawan yang dimiliki siswa akan diacak melewati undian.


Di undian itu terdapat beberapa nomer, dan yang memiliki nomer sama akan menjadi lawan sparing.


Singkatnya mereka mendapat musuhnya masing-masing dan lawan Amura adalah Mayumi Keina.


Mereka memiliki urutan terakhir dan setelah menunggu beberapa saat, kini giliran mereka.


Para siswa lainnya telah selesai bertanding dengan lawannya.


Pertandingan itu tidak memiliki nilai, jadi menang atau kalah sama saja.


Sebelum memulai sparing mereka memiliki beberapa menit untuk persiapan.


Terlihat sesosok gadis loli? dengan rambut berwarna biru pudar yang di ujung rambutnya ada warna merah muda dan wajah yang ia miliki sangat imut, gadis itu membawa pedang di pinggul bagian kanannya.



...( Sc : Pinterest )...


Yah gadis itu adalah Mayumi Keina, atau bisa dibilang kadidat Heroine Amura yang ke 4🗿, gak cuy canda....tapi kalau kalian mau gw bakalan jadiin gitu kok....


"Amura-kun kan?..." tanya Gadis imut itu dengan suara lembut yang sangat indah.


"Iya, ada apa?" jawab Amura.


"Tidak, hanya saja saya cukup binggung kenapa penampilan anda bisa berubah seperti itu...."


"Hm~, itu sih rahasia.." lanjut Amura disertai senyuman tipis diwajahnya.


"Ah...begitu yah, maaf saya menanyakan itu"


"Dan juga saya ingin anda melawan saya dengan segenap kekuatan yang anda miliki" lanjut Mayumi.

__ADS_1


"Hm baiklah, tapi sebelum itu siapa namamu?" tanya Amura.


"Nama saya Mayumi..... Keina, anda bisa memangil saya Kei...." ucap Mayumi.


'Entah kenapa ia terlihat sedih saat mengucapkan nama Keina....' pikir Amura.


'Dan juga, entah kenapa aku merasa pernah mendengar nama Keina....jangan bilang?'


'Dia adik dari Slayer peringkat kedua didunia? tidak-tidak....setahuku sang peringkat kedua tidak memiliki adik dan ia tinggal di Inggris'


"Ah begitu yah, namaku adalah Yuu Hinamura.... kau bisa memanggilku Amura"


"Saya sudah tau kok"


"Hm~, begitu yah....apakah aku sepopuler itu?" tanya Amura.


"Bukan terkenal lagi, anda adalah seseorang yang bisa membunuh ratusan monster di dungeon"


"Karena itu saya merasa terhormat saat berhadapan dengan anda" lanjut Mayumi.


"Hm, begitu yah....baiklah aku tidak akan menahan diri" ucap Amura.


'Aku akan tetap menahan diri sih, kalau aku menggunakan mode Gluttony aku tidak yakin bisa menahan kekuatan ku'


'Amu berkata bahwa kekuatan yang kumiliki saat ini sudah setara dengan Slayer rank S'


Setelah beberapa saat akhirnya sparing mereka dimulai.


Amura menggunakan katana dan katana yang ia bawa terasa sangat amat ringan, ia bahkan bingung apakah ia memegang katana?


"Pertandingan dimulai" teriak Hiroshi di luar arena.


"Peluru Air" muncul beberapa amunisi pistol yang berwujud air melesat kearah Amura.


Lesatan atau kecepatan Peluru itu sama persis seperti pistol biasa.


'Lambat' pikir Amura.


Walaupun lesatan peluru itu sangat cepat, dimata Amura lesatan itu sangat lambat.


*Swing...


*Crank...


Amura menebas 10 peluru yang dilesatkan oleh Mayumi dengan cepat dan ia melesat ke arah Mayumi.


*Whusss....


Amura melesat dengan pelan, tapi dipandangan Mayumi lesatan Amura sangat cepat.


"Tebasan Air" tebasan Mayumi berubah menjadi sebuah tebasan air yang melesat ke arah Amura.


Amura menghindari semua tebasan itu dan menuju ke arah Mayumi.


Dan yang paling gilanya adalah hal yang mereka berdua lakukan tadi tidak kurang dari 7 detik.


Pertarungan mereka sangat hebat, dan Amura cukup terkejut karena pemikiran Mayumi.


Kekuatan Mayumi memang lemah, tapi kombo serangan yang ia miliki sangat hebat.


'Gadis yang menarik' pikir Amura sambil menyeringai.


*Sring....


Amura menancapkan Pedang yang ia miliki di tanah.


"Manipulasi Bayangan" Amura mengubah bayangan yang ia miliki menjadi sebuah pedang kegelapan dan melempar pedang itu keluar arena.


"Teleportasi Bayangan" Amura menghilang dari tempat awalnya dan ia berpindah ke belakang Mayumi.


"A-apa?...." ucap Mayumi dengan kaget.


Amura memeluk, ehem.... mengendong Mayumi dan ia ber teleportasi ke arah pedang bayangan yang ia lempar tadi.


"Teleportasi Bayangan" dalam sekejap ia berpindah ke arah pedang itu dan melepas Mayumi dari gendongannya.


"Teleportasi Bayangan" Amura kini menghilang dan berpindah ke arah pedang yang ia tancapkan di arena tadi.


*Bugh....


Keina terjatuh diluar arena dan ia dinyatakan kalah.


"Pemenangnya Yuu Hinamura" ucap Hiroshi.


Selesainya itu Amura mendekati Mayumi yang telah ia lempar tadi.


"Maaf, apakah kau tidak apa-apa?" tanya Amura.


"Kenapa anda tidak serius.....apakah saya terlalu lemah?" ucap Mayumi dengan ekspresi sedih.


"Eh, bukan begitu....kau sangat hebat kok, apalagi kombo skill yang kau gunakan tadi" lanjut Amura dan tanpa sadar ia mengelus kepala Mayumi.


"Ah, maaf....ke-kebiasaan ku...." ucap Amura.


'Serentak aku berfikir ia mirip dengan Amu dan serentak juga aku mengelus kepalanya...' pikir Amura.


Wajah Mayumi memerah dan Amura berfikir Mayumi marah.


Tapi sebenarnya bukan itu, Mayumi entah kenapa merasa senang saat dielus oleh Amura.


Ini adalah pertama kalinya ia diperlakukan seperti itu oleh seseorang.


Apalagi orang itu adalah laki-laki, ia tidak pernah memiliki hubungan romantis dengan seorang laki-laki jadi ia sangat malu.


"Maaf, kau boleh marah kepadaku kok" lanjut Amura dengan pasrah.


"Ti-tidak apa-apa..... saya tidak terlalu memikirkan nya...." balas Mayumi dengan wajah yang masih memerah.


Kini Amura mengulurkan tangannya dan Mayumi memegang telapak tangan Amura.


Setelah itu mereka kembali ke kelas dan akhirnya kelas selesai tanpa ada pelajaran ketiga.


Amura memutuskan untuk langsung pulang karena khawatir Amu akan kesepian.


Sesampainya dirumah.....


Amu terlihat sedang menonton televisi sambil ngemil buah-buahan yang kemarin mereka beli.


"Ah,Selamat datang Kak" ucap Amu sambil tersenyum hangat.


"Iya, aku pulang Amu..." balas Amura.


"Aku ke kamar dulu" lanjut Amura.


"Baiklah Kak"


Kini Amura menuju ke kamar yang ia miliki dan mengganti baju yang ia pakai, Kini Amura memakai kaos berwarna Hitam dengan lengan pendek disertai celana hitam panjang.


Amura memutuskan untuk turun ke lantai satu untuk menemani Amu menonton TV.


"Ah, Kakak sini duduk disampingku" ucap Amu sambil menepuk bagian sofa disamping nya.


Amura langsung duduk di samping Amu dan kini mereka menonton TV bersama.


"Kakak, Ahh~...." ucap Amu sambil memberikan potongan Apel untuk disuapkan ke Amura.


"......."


"Aku bisa makan sendiri..."


"Tidak, kakak harus memakan melewati suapanku....."


"......"


"Hah~, baiklah...."


"Ah~...." ucap Amura sambil membuka mulut miliknya.


Amu menyuapi Amura dan kini Amura mengunyah apel yang disuapkan Amu.


Mereka mengulangi hal tersebut berkali-kali sambil menonton TV.


Amu benar-benar bahagia akan apa yang ia alami ini dan tersenyum hangat.


'Aku menyayangi Kakak....' pikir Amu sambil tersenyum menghadap Amura.


"Ada apa?..." tanya Amura kepada Amu karena ia menyadari pandangan Amu.


"Bukan apa-apa kok..." jawab Amu dengan singkat disertai Senyuman.


"Hm? Baiklah...."


Kini Mereka melanjutkan kegiatan itu.


Kini terlihat seseorang gadis berambut putih dengan 2 rambut Ahoge yang ia miliki.


Gadis itu sedang menaikki kursi roda dan Yah, gadis itu adalah Main Heroine kita!!!!


Siapa lagi kalau bukan Risa Yuna yang sedang menggunakan tubuh Yuki.


Risa saat ini sedang disuapi buah-buahan oleh Saki sambil menonton Tv.


"Mama.....sudah cukup, aku kenyang" ucap Yuki kepada Saki.


"Hm? begitu kah? baiklah kalau begitu, tapi ini adalah suapan terakhir..." jawab Saki sambil menyuapkan Yuki sebuah anggur.


"Ahm..." Yuki menuruti hal tersebut dan memakan Buah anggur itu.


"Mama, besok aku sekolah yah?"


"Tidak, keadaan mu masih belum baikkan!!!"


"Mama akan mengizinkanmu untuk masuk sekolah beberapa hari lagi...."


"Hah~, baiklah....." lanjut Yuki dengan ekspresi tertekan.


Beberapa hari ini Risa benar-benar dimanjakan okeh Saki dan itu membuatnya tidak nyaman.


'Hah~, Aku ingin pergi kesekolah.....' pikir Risa.


......................


...( Yo coy!!!!!! gimana absurd betul kan!!!! ) ...


...( Yah nikmati wae lah cerita absurd ini🗿, enggak cuy canda doang kok ) ...

__ADS_1


...( Thx dah baca, jan lupa Like!!! ) ...


__ADS_2