Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
2.Ibu dan Trauma


__ADS_3

Grukkkkk!!! bunyi perut..


"Ugh, aku ingin tidur tapi aku sangat lapar" ucapku


...[Jawab]...


...[Anda kelaparan karena tubuh Anda telah tidak sadarkan diri selama 3 hari]...


"Jadi karena itu ya"


"Sistem, apa di shop jual makanan? " tanyaku


...[Ada tapi harga makanan di shop sedikit mahal]...


...[Saya rekomendasikan Anda untuk ke dapur rumah Anda]...


"Baiklah.... bisakah kau tunjukan jalanya padaku"


...[Dimengerti]...


Aku pun berdiri dan mengikuti arahan Sistem serta melihat sekitar saat berjalan.


Rumah ini cukup besar dan banyak lukisan di dinding-dinding, Aku cukup heran mengapa lukisan di rumah ini sangat banyak, apakah Orang tua Yuki merupakan kolektor seni?, Entahlah.


Beberapa saat berlalu dan kini aku harus menuruni tangga.


"Cih, ini akan menjadi musuh terbesarku saat ini" ucapku dengan cukup kesal


Aku sudah berjalan selama 5 menit dengan keadaan tubuh yang sangat lemah saja sudah melelahkan.... apalagi ini.


Setelah mengisi stamina selama 2 menit aku memutuskan untuk menuruni tangga yang cukup panjang itu.


Langkah demi langkah ku lalui demi mencapai lantai bawah.


'Berjuanglah tinggal sedikit lagi'


...[Peringatan tubuh Anda mengalami kelelahan berlebih, karena Anda lapar]...


"eh... "


Belum sempat mengucapkan kalimat aku pun terpeleset dari tangga.


Yang ku bisa cuma menutup mata dan menunggu diriku terjatuh.


aku tidak bisa mengelak karena tubuh ini yang sudah sangat kelelahan.


'Apakah ini akhirku?....'


Sebelum aku terjatuh aku ditangkap oleh seorang wanita dengan rambut putih yang mirip dengan rambutku.


Aku mendarat dipelukanya dan secara reflek aku memeluknya, dia membalas pelukanku dengan sangat rapat seakan akan tidak akan membiarkan ku pergi dari pelukannya.


"Yuki..... Akhirnya kau bangun" ucap wanita itu dengan cemas dan menangis.


"Kukira... kau tidak akan pernah bisa bangun... lagi" ucapnya dengan sedih


Setelah mendengar ucapnya, hampir semua ingatan yang dimiliki yuki memasuki pikiranku....


Ingatan tentang seorang ibu yang mendampingi anaknya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sama sekali ..... entah kenapa hatiku dari tadi sangat sakit seperti ada sesuatu yang ingin ku ungkapkan.


Tiba tiba air mata menetes dari mataku membasahi pipiku, dan perasaan terpendam yang tadi kini meluap luap seakan ingin ku keluarkan.


Aku memeluk erat ibuku dan menangis dengan kencang.


"i-ibu.. i-bu.." Aku menangis dan memanggil ibu terus terusan.


"Yosh-yosh... ibu ada disini


Perasaan ini tidak pernah kumiliki di kehidupan pertamaku, perasaan tentang kasih sayang orang tua pada anaknya.


Walaupun aku memiliki orang tua di kehidupan pertama ku, tapi mereka tidak terlalu peduli dengan ku dan aku tumbuh tanpa kasih sayang dan menjadi kesepian.


Aku dimasa lalu merasa bahwa semua hal yang ada didunia sangat lah membosankan, tapi saat dimasa depan aku paham... itu bukanlah perasaan membosankan tapi merupakan kesepian yang mendalam.


Aku mengerti perasaan itu, karena itu aku akan membuat Yuu mengerti bagaimana sesuatu yang disebut kebahagiaan itu.


Setelah cukup lama Kini aku meredahkan tangisanku dan mulai menenangkan pikiran.


"Yuki, kenapa kau pergi dari kamarmu" tanya ibu


"umm, aku lapar" ucapku dengan ekspresi anak kecil yang polos.


Ku katakan ini bukan ekspresi yang dibuat buat, tapi ini adalah ekspresi alami yuki.


"Baiklah ibu akan buatkan, tapi lain kali jangan berjalan sendirian lagi, pelayanmu dimana? "


"Pelayan? tidak ada pelayan sama sekali dikamar ku" ucapku dengan ekspresi bingung


Setelah mendengar ucapanku ibu mengeluarkan aura yang mengerikan seperti raja iblis.... entah kenapa aku takut.


"Dasar pelayan itu, aku sudah cukup banyak menoleransi tingkah lakunya tapi disaat Yuki sakit dia malah menghilang" ucap ibu dengan ekspresi kesal


Dan seolah olah tidak terjadi apa apa ibu tersenyum kepadaku dengan ekspresi tulus dan kini dia menggendongku.


"Maafkan ibu yah, ibu tidak bisa menemanimu saat kamu sakit"


"Ibu sudah menemanimu 2 hari terakhir, tapi dihari ketiga ibu mencari obat untukmu dan akhirnya ibu berhasil menemukanya, aku memberikan obat itu padamu saat belum sadar dan sepertinya obat itu benar benar mujarab" ucap ibu dengan perasaan yang sangat tulus dan kata kata yang sangat halus.


"umu, aku memaafkan ibu" ucapku dengan senyum cerah


Ughhh... secara reflek aku mengatakan itu.

__ADS_1


Kini ibu berjalan ke dapur sambil menggendongku dengan sangat nyaman dan sangat hangat.


seingatku dirumah tidak ada pelayan ataupun koki dan mungkin pelayan yang disebut ibu tadi adalah pengasuh ku saat ibu tidak ada karena ada kepentingan.


dalam beberapa langkah kini kami telah sampai di dapur, dapur kami cukup bagus tapi tidak sebagus dapur untuk orang yang super kaya.


Mungkin karena ibu tidak terlalu suka hal hal yang mewah jadi ibu memilih untuk tinggal dirumah sederhana... yah walaupun rumah ini cukup besar untuk ukuran rumah sederhana.


Ibu menaruhku di kursi dekat meja makan dan kini ibu bersiap siap untuk memasak makanan.


yahh, walaupun aku tau, aku akan di masakan bubur karena sudah tidak makan selama 3 hari... apalagi mulutku tidak ada tenaga untuk mengunyah makanan.


Aku sangat bersyukur karena punya ibu yang pengertian dan penyayang... tidak seperti ibuku yang dulu, ibu tidak pernah berbicara padaku dan dia selalu cuek padaku, bahkan saat aku melakukan hal yang luar biasa dia seakan akan tidak peduli.


Padahal aku melakukan itu cuma ingin mendapatkan pujian darinya....


"Maaf telah menunggu cukup lama, ini buburnya"


Setelah cukup lama melamun ibu menyuguhkan bubur yang terlihat sangat menggoda.


"Apakah yuki baik baik saja tidak ibu suapi"


"Umu, yuki pasti bisa karena yuki sudah dewasa"


Aku mengangkat sendok bubur dan..... ini sangat susah, apakah selemah ini diriku.


"Tuhkan, sudah ibu bilang sini ibu suapi"


Aku pasrah dan memberikan mangkuk bubur itu ke ibu.


"Ahhh" ucapku sambil membuka mulut


"Hap" ucapku sambil melahap bubur itu


"Pahit... " ucapku


Kata kataku membuat ibu khawatir dan dia mencicipi bubur itu


"Yuki, apakah kamu mau minum"


"Iya"


Aku meminum air yang diambilkan ibuku dan rasanya


"Pahit.. "


"Seperti yang kuduga indra perasa mu sepertinya berubah karena sakit, walaupun rasanya pahit dimakan yah sedikit sedikit supaya kamu lebih " ucap ibu dengan rasa bersalah


"Tidak mau, aku tidak mau memakannya"


Serentak aku berkata begitu, ini bukan perasaan atau perkataan ku tapi perkataan yuki.


Yuki punya trauma buruk dengan hal pahit karena sejak kecil dia selalu diberi obat obatan yang pahit.


"Yuki sayang, maafkan ibu tapi ibu mohon makan makanan ini ya" ucap ibu dengan khawatir


"Ibu tidak ingin kamu jadi sakit lagi"


"Jadi ibu mohon makan makanan ini walaupun sedikit"


Aku tidak tega melihat ibu mengatakan itu, kalau itu diriku dimasa depan aku akan memakan apa saja bahkan daging iblis karena dimasa depan sangat susah mencari makanan enak.


Tapi bagaimana pun aku sendiri tidak bisa melawan trauma apalagi trauma itu sudah diingat tubuh kecil ini.


...[Hahhh]...


...[Kalau anda mau memakan itu minimal 6 sendok saya akan memberikan 1000 poin]...


1000 poin iku cukup besar tapi tetap saja aku tidak ingin memakan itu


...[Kesal]...


...[Baiklah, Kalau anda mau memakan itu minimal 6 sendok anda kan mendapatkan 2000 poin]...


Walaupun begitu aku tetap tidak akan memakanya


...[Jangan banyak alasan kalau anda tidak memakanya Sistem akan lenyap.]...


Eh


Oy oy pake ancaman toh.


Paksaan Sistem dan ketulusan ibu....


Aku tidak bisa melawannya...


Baiklah-Baiklah aku akan memakannya.


"Ibu.. aku akan berjuang, ibu bisa menyuapi aku lagi"


"jangan terlalu memaksakan diri, kalau yuki tidak mau ibu akan mencari cara lain untuk mengatasi masalah ini"


"Tidak apa apa bu aku akan berjuang"


Aku tidak ingin lebih merepotkan ibu lagi jadi aku akan berusaha


"Ham, nyam-nyam" sedang mengunyah


"Ughhh, pahit"


"Ham, nyam-nyam"

__ADS_1


"Ugh, swunguh pwahit" ucapku sambil mengunyah


"Ham, nyam-nyam"


"....."


"Ham, nyam-nyam"


".........."


"Ham.... nyam.... nyam"


Sistem aku sudah tidak kuat.


...[Jangan lebay itu baru 5 suapan]...


Tap-


...[Tidak ada tapi tapian]...


Baiklah.....


"...... Ham...... nyam...... nyam"


"Ughh, rasanya luar biasa pahit"


"Ibu, sudah cukup aku sudah kenyang"


"Baiklah, maaf karena memaksa Yuki memakan padahal mulut yuki sedang sakit"


"Tidak apa apa bu" ucapku sambil tersenyum


Akhirnya penderitaan ku telah selesai


...[Mendapatkan 2000 poin]...


...[Poin 1000>3000]...


...[Kefeminiman meningkat]...


...[Kefeminiman 55%>60%]...


Akhirnya aku manjadi lebih feminim... ummm Sistem apakah tingkat kefeminiman bisa berkurang.


...[Tidak, karena kefeminiman adalah hal yang permanen]...


Ughhh, kepribadian priaku akan menghilang kalau terus seperti ini. Tapi aku akan berjuang demi masa depan yang lebih baik.


...[Pemberitahuan]...


...[Anda mendapatkan sub-Quest]...


...[Apakah anda ingin menerimanya]...


...[(Ya/Tidak)]...


Eh, sub quest disaat seoerti ini... yah bodo amatlah.


...(Ya)...


-sub-Quest : Berterima kasih kepada Ibu dengan memanggilnya Mama. Hadiah 500 poin dan item special. Batas waktu 5 menit.


Eh, quest nya cuma begini.


Inimah gampang.


"Anu.. m.. ma... ma"


"Eh apakah Yuki bilang sesuatu ke ibu"


"Anu.. Terimakasih Ma-ma" ucapku dengan wajah memerah


Ibu yang tadi ingin beranjak dari meja ke dapur untuk mencuci mangkok bubur tadi tiba tiba membeku dan..


Clark!! suara piring pecah karena jatuh


"Ma-ibu?"


"Kyaaaa, Yuki memanggilku Mama"


Tiba tiba ibu melompat dan memelukku dengan lembut.


"Yukkiiii, kenapa kamu imut sekali"


Wajah Yuki yang tadinya memerah kini Tambah memerah karena malu.


Aku kira ini mudah tapi siapa sangka ini sangat memalukan.


...[Anda mendapatkan 500 poin]...


...[Poin 3000>3500]...


...[Anda mendapatkan Buku Por*o]...


...[....]...


"...."


...[Maaf Anda harus..... tidak lupakan]...


"....."

__ADS_1


"...."


Dahlah....


__ADS_2