Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
4.Mandi


__ADS_3

......................


"hmm, aku medapatkan skill yang cukup bagus"


"Info Skill" ucapku


...•Perkuat Senjata[E+]•...


-Bisa memperkuat senjata. bisa ditingkatkan dengan [1000 poin] untuk mencapai [D-].


...-[Konsumsi 100 Mana]-...


"..... Benar benar simpel ya keterangan skill ini"


"Bagaimana kalau aku mencobanya, sekaligus mencoba pisau yang kudapatkan kemarin"


"Inventori>Pisau Es[E+]"


Seketika didepanku keluar pisau yang dilapisi es.



Aku memegang pisau itu tapi anehnya aku tidak merasakan dingin.


Akupun mencoba mengayunkan pisau itu dengan sekuat tenaga.


...*Swing...


...*Srack...


...[HP berkurang]...


...[40>38]...


"Ack.... aku malah mengores tanganku sendiri karena gagang pisau ini yang cukup tajam, untung goresannya tidak dalam"


...[Lebih baik anda Mandi terlebih dahulu mumpung ini masih pagi]...


Aku mengabaikan Sistem dan lebih berfokus ke urusanku.


"humm" ucapku sambil membulatkan pipiku.


"selemah apa sih tubuh ini.. cuma mengayunkan pisau saja sudah terluka"


"Yah, walaupun tampilannya lumayan keren tapi dampak serangannya seperti pisau biasa"


Bagaimana kalau aku menambahkan [Perkuat Senjata]...?


"Yah, tidak ada salahnya untuk mencoba.. tapi kali ini aku akan lebih berhati hati"


...[Saya peringatkan anda dengan sangat keras]...


...[Kalau anda menggunakan mana anda lebih dari 100 maka anda akan pingsan]...


"Ugh, aku melupakan batasan Manaku" ucapku dengan sedih.


"Nee, Sistem-san apakah kau bisa melepaskan batasan Mana yang kumiliki" ucapku dengan ekspresi memelas.


...[Tidak bisa]...


...[Kalau anda ingin bebas dari batasan itu, anda cuma harus mengikuti Quest]...


"Hahh, apakah memang cuma itu satu satunya cara agar aku bisa terbebas dari batasan ini"


...[Tidak, ada cara lain untuk bebas dari batasan itu]...


"Apaa!!! bagaimana caranya" teriaku


...[Carilah item bernama •Limit Breakers• di shop]...


Serentak aku membuka Shop dan mencari item itu, tanpa memikirkan apapun.


"Ketemu" ucapku sambil tersenyum tapi senyuman itu langsung pudar saat aku tau harganya.


..._______________...


...-Shop-...


...[Limit Breakers(S)]...


...-Bisa menghilangkan Batasan Mana-...


...[Harga 50.000.000 poin]...


..._______________...


"......... Anuu, bukanya terlalu mahal ya harga item ini"


...[Namanya juga item Tier S]...


"Haahhh" yang bisa kulakukan cuma menghela nafas dengan pasrah


......(Berbicara dengan sistem)......


Setelah panjang lebar berbicara dengan Sistem, aku cukup penasaran dengan skill-skill yang bisa kudapatkan dengan 2500 poin ku saat ini.


..._______________...


...-Shop-...


...----...


...[Hawa Dingin[E]...


[Mengeluarkan hawa dingin yang ada ditubuh]


...[2500 P]...


...[Regenerasi Stamina[E]...


...[Mempercepat Regenerasi Stamina 10%]...


...[2500 P]...


"Cuma itu skill yang ada di harga 2500"

__ADS_1


"Yahh, untuk sekarang lebih baik aku memilih stamina tambahan saja"


...[Mendapatkan skill]...


...[Regenerasi Stamina[E]...


...[Poin 2500>0]...


Ohh iya, aku lupa menjelaskan bahwa ada skill tipe Pasif dan Aktif.


Skill Aktif adalah skill yang menggunakan mana untuk mengaktifkanya.


Sedangkan skill pasif adalah skill yang tidak memerlukan mana untuk mengaktifkanya, dan skill ini selalu aktif.


Untuk contoh aku punya 2 skill Pasif yaitu Regenerasi Stamina dan Teknik Tedang.


Dan alasan kenapa harga skill tingkat E yang kudapatkan diawal harganya murah, itu karena Diskon pembelian pertama.


Dan saat aku tadi berbicara dengan sistem dia mengatakan bahwa harga skill Teknik Pedang itu memiliki harga 5000 poin, untuk Skill rank E itu harga yang sangat luar biasa.


"Yah, untuk sekarang sudah lebih baik"


"Tapi aneh entah kenapa aku seperti melupakan sesuatu,...... apa itu"


...[Pisau Es anda]...


"Ahh, iya aku lupa tentang pisau itu"


Setelah mencari sebentar.


"Hmm, aneh sekali bukanya aku tadi menaruhnya di kasur?"


"Tapi kok tidak ada dan malah ada genangan air yang membasahi kasur ku"


"Air apa ini?" tanyaku


...[Itu adalah Pisau Es yang telah meleleh]...


"...... Eh"


"Apaaaa, kenapa kok bisa meleleh... bukanya ini pisau yang cukup kuat ya"


...[Itu cuma Es biasa yang berbentuk Pisau]...


Setelah mendengar itu akupun serentak berdiri dia atas kasur dan berkata.


"Kau menipuku ya sistem" teriaku sambil berdiri di atas kasur.


...[Ha]...


...[Apa yang anda bicarakan]...


"Kau masih nanya, Kenapa kau memberiku item sampah seperti itu"


...[💢]...


...[Gak usah banyak protes]...


...[Itu adalah item rank E]...


"Umm.... entahlah"


...[💢💢💢]...


...[*#:+$#&]...


...(Kata kata berbahaya)...


Setelah mendengar umpatan sistem yang sangat berbahaya, aku pun kena mental dan terjatuh karena kaget.


"Eh, basah?"


Entah kenapa aku merasa bagian bawah ku basah.


Aku pun menoleh ke bawah dan melihat bahwa aku menduduki tempat yang basah tadi.


Tiba tiba pintu terbuka, dan yah itu adalah Mama.... eh... beneran kalau mama melihatku seperti ini bukanya nanti malah salah paham.


"Yuki, air hangatnya telah siap..."


"I-ini bukan seperti kelihatanya, aku tidak mengompol" ucapku dengan tergesa-gesa dengan wajah memerah.


"Ara-ara, Mama tidak menyangka bahwa yuki masih mengompol" ucapnya dengan tersenyum.


"Ini.... bukan ompol ku" ucapku.... ngomong apa aku.


"Eh, kalau begitu ompol siapa" ucap mama


"Ini ompol, Mama" ucapku sambil tersenyum cerah dengan muka memerah.


Hahhh, kenapa aku malah ngomong begitu...


"Pftt, Yuki kalau panik sangat imut ya"


"Moo, sudah kubilang ini bukan ompol ku" ucapku sambil membusungkan pipi.


"Baik-baik" ucap mama


Tiba tiba aku digendong dan dibawah..... kemana?


"A-anu Mama, aku mau dibawah kemana" ucapku dengan muka memerah karena malu.


"Hmm, kemana lagi kita mau mandi-kan?"


"Eh.... jangan jangan karena aku mengompol"


"Pftt, jadi kamu beneran ngompol"


"S-Sudah kubilang b-bukan aku yang mengompol"


"Yuki saat panik sangat imut" ucap mama dengan ekspresi emm.... seperti orang mesum?


Beberapa saat berlalu dan kini kami sudah didepan kamar mandi.


Ibu menurunkan ku dan melepas bajuku, setelah melepas bajuku kini ibu melepas bajunya.

__ADS_1


Em... entah kenapa aku biasa saja walaupun melihat tubuh telanjangnya.


Apa karena jiwaku yang sekarang dominan wanita yah.. Sistem berapa kefeminiman yang kumiliki?


...[...]...


Anu, Sistem-san.


...[...]...


Jangan jangan masih ngambek...


...[Siapa yang ngambek]...


Owh, jadi tidak ya?


...[Cuma sedikit...]...


Eh... Sistem bisa ngambek juga ya, padahal dikehidupan pertamaku sistem tidak bisa menunjukan emosinya, dan kata kata yang dia ucapkan terlalu baku dan sopan.


Yahh, sekarang bahaya sih kalau aku membuatnya marah.


'Anu, sungguh maafkan aku.... aku akan lebih berhati-hati dalam berbicara padamu.. ' batinku.


...[Haa, baiklah... lagi pula saya tidak marah]...


'Ahaha' batinku dengan tawa canggung


'Kalau begitu sistem berapa tingkat kefeminiman ku'


...[Tingkat kefeminiman meningkat]...


...[70>75]...


...[Tingkat kefeminiman 75%]...


Ohh, meningkat 5%.


"Yuki ayo masuk"


"Umu"


Kini kami berdua telah masuk ke kamar mandi.



Kamar mandi ini cukup besar, mungkin muat untuk 1-3 orang mandi.


"Yuki, sini Mama basuh tubuh kamu"


"Umu"


Aku pun berjalan ke shower tempat Mama duduk.


Kini Ibu membasuh tubuhku dengan shower yang cukup dingin.


Dan kini ibu menggosok tubuhku dengan kain lembut yang diberi sabun cair. Dan kini tubuhku dibilas dengan Air hangat.


"Ahh, enaknya" ucapku sambil menutup mata dan tersenyum.


"Yosh, sudah selesai" ucap Mama


"Umu, kini giliranku untuk membasuh tubuh Mama" ucapku.


"Mohon bantuannya yah yuki" ucap Mama sambil tersenyum.


"Haik" balasku sambil tersenyum balik.


Kini aku membasuh punggung Mama dengan lembut.


Time skip..


Setelah selesai membasuh tubuh mama, kamipun berendam ke bak mandi itu.


"Ahh, Kimochi-naaa" ucapku sambil menutup mata dan mengeluarkan ekspresi lega.


Tapi dari tadi aku cukup penasaran sesuatu, apakah tubuhku bisa menjadi seperti punya Mama.


Mungkin dada yang dimiliki Mama tidak terlalu besar, tapi tidak terlalu kecil juga.


Sedangkan pinggangnya sangat ramping dan dipaduhkan dengan pinggulnya yang cukup besar.


Yah kalau soal kulit, kulit yang Mama miliki dan yang kumiliki sama. Kulit berwarna Putih cerah dan sangat lembut saat disentuh.


Aku sudah dianugerahi Kulit yang sangat cantik dan wajah yang imut.


Dijamin diriku dimasa depan pasti terpana, dan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Tapi... tubuhku apakah bisa jadi seperti punya Mama.... tidak apakah tubuhku bisa jadi lebih baik dari milik Mama.


Setelah beberapa saat berendam kini kamipun keluar dari kamar mandi dan kini aku di kamar Mama.


Mama mengeringkan rambutku dan memasangi ku piyama berwarna putih.


Mama juga menggunakan piyama yang mirip dengan ku tapi lebih terbuka.


Mama kini menata rambutku.


"Haahh" aku yang sedang menguap karena ngantuk.


Hah, padahal baru siang hari tapi aku sudah mengantuk.


"Apakah, Yuki ngantuk"


"Iya" ucapku sambil mengucek mata.


Mama menidurkan ku di pangkuanya dan menceritakan ku dongeng anak kecilini sambil mengusap kepalaku.


Memangnya aku anak kecil yang perlu didongengi untuk tidur.... tapi anehnya aku malah bahagia saat ini.



"Selamat tidur Yuki"


"Selamat tidur Mama" ucapku sambil tersenyum.

__ADS_1


......................


__ADS_2