Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
13.Ujian Ketiga dan Sahabat Tercinta


__ADS_3

......................


"Sepertinya aku tidak perlu menyembuhkan mu" ucap rubah betina itu.


"Yah, dari awal aku tidak terluka sama sekali" jawabku sambil tersenyum lembut.


"Ara~ aku baru sadar, ternyata kau imut sekali yah" lanjut rubah betina itu yang kini ia mendekati ku dan menyentuh pipiku.


"Eh... a-anu~ apa yang anda lakukan" tanyaku yang risih saat ia menyentuh pipiku.


"Ara~ lembut sekali pipimu, aku jadi ingin memakannya" lanjutnya sambil menjilat bibir miliknya dan melihatku dengan tatapan bernafsu.


"Ti-Tidak, saya masih lurus..." jawabku dengan merinding dan mengeluarkan keringat dingin karena melihat tingkahnya.


Entah kenapa aku malah mengingat Sahabatku saat SMP dulu.


Waktu aku masih SMP banyak sekali gadis yang mengungkapkan perasaan nya kepadaku, dan tidak banyak juga gadis yang menatapku dengan hawa nafsu.


Begitu juga dengan teman-temanku.... bagaimanapun juga SMP itu adalah SMP khusus perempuan.


Dan jujur saja aku dulu hampir terhasut oleh tingkah dan godaan mereka... apalagi Sahabat Perempuan ku yang selalu menggodaku.


Dan juga ia mendaftar di Sekolah ini karena mengikuti ku.


Bagaimana yah keadaannya... yah~, aku tau kami pasti akan bertemu lagi, karena ia sangat melekat kepadaku.


"Ahahah, lucu sekali gadis ini" ucap rubah betina itu sambil tertawa ringan.


"Kumohon jangan goda aku lagi" ucapku sambil menatapnya dengan datar.


"Ha~, leganya" lanjutnya sambil menghela nafas.


"Baiklah, sepertinya kalian sudah bisa pergi untuk menjalankan ujian ketiga" ucap rubah betina itu sambil melihat Amura dan Hisagi.


"Baiklah" ucap Amura dan kini ia mendekati ku diikuti oleh Hisagi.


"Ayo kita pergi" lanjutnya.


"Umu.." balasku sambil tersenyum lembut tapi tidak dengan perasaan ku.


'Apakah enak dipeluk wanita cantik, dasar playboy' pikirku dengan kesal.


...[Tadi bilang Perjaka, sekarang malah jadi Playboy]...


...[Memang Woman sangat membingungkan]...


'Memangnya kamu bukan Wanita'


...[Eh... benar juga sih... tapi aku adalah wanita dewasa yang pengertian]...


"Hm~ yasudah lebih baik kita menuju ke tempat pelaksanaan ujian ketiga" lanjut ku.


Amura cuma mengangguk dan kini melihat wanita tadi sambil berkata berkata "Terima Kasih" dengan ekspresi datar.


Aku menundukkan kepala kepada wanita tadi untuk berpamitan begitu juga dengan Hisagi.


Kami kini keluar dari bangunan itu dan menuju ke tempat pelaksanaan ujian ketiga.


...


Didalam bangunan tadi terlihat seorang wanita yang sedang tersenyum sambil melihat kepergian tiga orang tadi.


"Ho~ gadis yang menarik" ucapnya sambil menyeringai.


...


Kami berjalan ke tempat ujian ketiga, yang mana jarak dari UKS dan tempatnya tidak terlalu jauh.


"Amura-kun, Hisagi-kun.. apakah keadaan kalian sudah membaik?" tanyaku.


"Yah, begitu lah" jawab Hisagi.


Sedangkan Amura cuma mengangguk saja.


"Syukurlah"


Hisagi cuma berjalan biasa sedangkan Amura entah kenapa melirikku.


"Ada apa Amura-kun..?" tanyaku yang kini melirik nya.


"Tidak, aku cuma sedang memikirkan sesuatu" jawabannya.


'Sesuatu...? apa itu' pikirku.


"Baiklah" lanjutku sambil tersenyum dan mengabaikan hal itu.


Amura masih terus memandang ku dan itu cukup membuatku salah tingkah dan wajahku jadi memerah.


...-( End Yuki Pov )-...


...-( Pov Amura )-...


Kami keluar dari bangunan tadi dan menuju ke tempat pelaksanaan ujian ketiga.


"Amura-kun, Hisagi-kun.. apakah keadaan kalian sudah membaik?" tanya Yuna yang mengawali percakapan.


"Yah, begitu lah" jawab Hisagi.


Sedangkan Aku cuma mengangguk sebagai balasan.


'Jujur saja tulang rusuk ku masih sedikit sakit, tapi hal ini tidak terlalu berpengaruh'


"Syukurlah" lanjut Yuna sambil tersenyum manis dan lanjut berjalan


*Twing....


*Twing...


Aku memandang rambut Yuna, yang mana terlihat 2 rambut(Ahoge) yang cukup tebal bergoyang karena Yuna sedang berjalan.


Aku benar-benar heran dengan kedua helai rambut itu.


Bahkan saat ia bertarung, rambut itu tidak terurai ataupun terlepas.


'Entah kenapa aku merasa aneh...'


'Yah, cukup imut...ku akui itu'


"Ada apa Amura-kun...?" tanya Yuna dengan ekspresi bingung dan wajah sedikit memerah.


"Tidak, aku cuma sedang memikirkan sesuatu" jawabku.


"Baiklah" jawabnya sambil tersenyum.


'.... Kenapa bisa ada mahluk seimut ini..' pikirku.


Aku memandang Yuna dengan teliti...


Rambut berwarna Putih terurai yang terlihat sangat halus.


Kulit putih cerah yang sangat indah dan terlihat kenyal serta lembut.


Pipi yang terlihat lembut seperti mochi yang membuatku ingin mengigitnya.


Bulu mata tebal dan panjang yang membuat kecantikannya semakin bertambah.


Bibir berwarna merah muda yang sangat indah.


Dan rambut Ahoge yang ia miliki menambah kesan imut... aneh, kenapa aku malah tertarik ke rambutnya.


Dan juga ini pertama kalinya aku tertarik kepada seseorang, apalagi seorang gadis.


Kini wajah Yuna memerah, entah karena apa.

__ADS_1


'Jangan-jangan...'


"Yuna apa kau sakit" tanyaku.


"Eh... a-anu, ti-tidak...aku baik baik saja" jawabnya dengan sedikit gagap dan wajah yang semakin memerah saat memandang ku dan ia berhenti berjalan.


'Jangan bilang.. ia demam?'


Aku mendekatinya dan menyentuh dahi Yuna untuk mengecek apakah ia demam.


Tanganku menyentuh dahi Yuna yang terasa hangat dan sedikit mengenai poni miliknya.


"Hya~" ucap Yuna dengan ekspresi yang semakin memerah saat kusentuh.


"A~mura ku.... a-apa yang kau lakukan" ucapnya.


'Imut..... apa yang kupikirkan'


"Ah, maaf kukira kau demam" jawabku sambil menarik perlahan tanganku yang ada di dahinya.


Hisagi cuma memandang kami dengan ekspresi datar.


"Apakah sudah selesai" ucap Hisagi sambil memandang kami.


"Yah, begitulah" balas ku sambil tersenyum tipis.


Kini kami lanjut berjalan dan wajah Yuna masih memerah.


'He~ aku suka ekspresi itu' pikirku.


Beberapa saat berlalu dan kini kami telah sampai ditempat tujuan.


Ujian ketiga dilaksanakan didalam sekolah, dan berlangsung di ruang kelas


Kini kami melihat beberapa ruangan yang dijaga oleh para guru.


"Kalian" teriak seorang guru wanita berambut pirang pendek yang kini mendekati kami.


"Kalian ikuti aku" lanjutnya dan kini ia berjalan kearah yang berbeda.


Kami mengikuti guru itu dan diantar ke sebuah ruang kelas.


"Kalian akan melaksanakan ujian ketiga disini" ucapnya sambil membuka ruangan itu.



Ruangan itu terbuka dan memperlihatkan kelas biasa yang cukup besar dan ada tiga orang didalamnya satu laki-laki dan dua perempuan.


Laki-laki itu berambut hitam dan terlihat seperti om-om.


Dan ada seorang Gadis yang sangat cantik mungkin setara dengan Yuna dengan rambut hitam keungu-unguan serta memiliki tahi lalat di bawah matanya yang membuat dirinya terlihat anggun dan cantik.


Sedangkan gadis satunya memiliki rambut berwarna pink dan memiliki paras yang tidak kalah cantik dari mereka.


Wanita tadi menunggu diluar ruangan dan menjaga pintu.


"Aru" teriak pria berambut hitam yang ada diruangan itu.


"Sirius" jawab Hisagi yang sedikit terkejut.


"Crownel-san" ucap Yuna kepada pria itu.


'Siapa dia, sepertinya mereka berdua mengenalnya'


Pria itu berdiri dan berjalan ke arah kami.


"Yo, aku tau kalian pasti bisa lulus ujian kedua" ucapnya.


"Aku tidak menyangka bahwa kau bisa menyelesaikan ujian kedua dengan cepat" ucap Hisagi.


"Yah, aku sebenarnya dibantu oleh tim ku untuk mengalahkan penguji itu" jawabnya sambil melirik kedua orang yang duduk dibelakangnya.


"Kau...." teriak gadis berambut ungu yang sedang duduk itu.


...-( End Amura Pov )-...


Wanita berambut pirang itu membuka pintu dan memperlihatkan ruangan yang cukup besar.


Ruangan itu seperti kelas biasa dan ada beberapa orang didalamnya.


Aku tidak terlalu memedulikan mereka.


"Aru" teriak seseorang yang suaranya cukup familiar.


"Sirius" jawab Hisagi yang melihat pria itu yang ternyata adalah Crownel.


"Crownel-san" ucapku sambil melihatnya.


Kini ia mendekati kami dan berkata.


"Yo, aku tau kalain pasti bisa lulus ujian kedua" ucap Crownel sambil melambaikan tangan.


"Aku tidak menyangka bahwa kau bisa menyelesaikan ujian kedua dengan cepat" ucap Hisagi.


"Yah, aku sebenarnya dibantu oleh tim ku untuk mengalahkan penguji itu" jawab Crownel sambil melirik kedua orang yang duduk dibelakangnya.


"Kau...." teriak perempuan yang sedang duduk itu.


"Reina" ucapku sambil melihat Gadis itu.


"Yuki" balasnya yang kini ia melompat dan memelukku.


"Ah~ aroma ini hmphh... ahhhh" ucapnya sambil mengendus bau tubuhku.


"Berhenti dasar mesum" lanjut ku sambil mencoba melepaskan pelukannya.


"E-eh... a-aku tidak menyangka Akiara yang pendiam akan bertingkah seperti itu" ucap gadis berambut pink yang berdiri saat melihat kami.


Yah... untuk awal-awal akan ku kenalkan siapa dulu gadis ini.


Gadis ini bernama Reina Akiara dan ia adalah sahabat ku serta pelindung ku di SMP.


Gadis ini memiliki paras cantik dan pertemuan pertama kami sebenarnya cukup absurd.... akan ku ceritakan lain kali.


"Bukankah itu sudah cukup Reina" ucapku sambil mencoba melepas pelukannya.


"Muhehehe, mana mungkin aku melepaskanmu" lanjutnya yang mana ia sekarang memelukku lebih erat.


Wajahku menjadi memerah karena melihat tingkahnya.


Amura, Hisagi, Crownel, dan gadis berambut pink itu melihat kami yang sedang berpelukan romantis.


"Reina~ berhentilah, ada yang melihat kita" ucapku dengan wajah memerah sambil memandangnya.


Kini ia melepas pelukan itu dan menatap wajahku dengan wajah yang juga memerah bukan karena malu tapi karena alasan lain.


"Akhirnya aku bisa melihatmu lagi" ucapnya dengan wajah memerah.


"Bukankah kita baru saja bertemu kemarin" lanjut ku yang juga dengan wajah memerah.


Kini ia tersenyum dan memelukku dengan lembut.


...[Apa yang kalian lakukan, genrenya berubah loh]...


'Ini juga diluar kehendakku '


"Baiklah-baiklah, untuk sekarang lepaskan dulu pelukanmu" ucapku dengan senyuman lembut.


'Pemandangan apa ini' pikir semua yang ada diruangan itu yang sedang melihat Yuki dan Reina berpelukan.


Mereka terkesan karena melihat pemandangan yang sangat indah yaitu dua gadis cantik berpelukan romantis dengan wajah yang sama-sama memerah.


Semua terkejut tapi yang paling terkejut adalah Crownel.

__ADS_1


Ia bahkan sampai mimisan karena melihat kedua gadis itu.


'Ah~, pemandangan ini, kya~ Yuri yang terbaik' pikir Crownel dengan hidung mimisan dan mengacungkan jempolan nya.


Kami memutuskan untuk duduk tapi Reina masih melekat dan memeluk pergelangan tangan kananku.


Tempat duduk Reina digeser ke sebelah tempat duduk ku dan ia melekat kepadaku.


'Hah~ aku sangat lelah' pikirku.


Aku melihat Reina dan mengelus kepala miliknya dengan perlahan dan itu membuat wajahnya memerah.


Kami dilihat Amura, Hisagi, Crownel dan Gadis berambut pink tadi yang duduk dekat dengan kami.


"Bukankah hubungan mereka sangat romantis" bisik Crownel kepada Hisagi yang duduk dibelakangnya.


"Entahlah..." balas Hisagi.


"Ah, aku masih belum tau namamu" tanya Crownel ke Amura yang duduk didepannya.


Amura melirik Crownel dan berkata.


"Yuu Hinamura, pangil saja Amura" ucap Amura dengan ekspresi datar.


"Namaku Sirius Crownel, pangil saja Crownel" balas Crownel sambil tersenyum.


"Salam kenal Amura" lanjutnya.


Kini Crownel melirik gadis berambut Pink yang ada dibelakangku dan Gadis berambut Ungu yang sedang merangkul tanganku.


"Kalian semua bukankah seharusnya memberitaukan nama kalian" lanjut Crownel walaupun ia sudah mengetahui nama mereka semua.


"Ah, namaku Harumi Sakura,panggil saja Rumi.. salam kenal" ucap gadis berambut pink itu sambil tersenyum.


"Aru Hisagi, pangil saja Hisagi" lanjut Hisagi yang juga memperkenalkan dirinya.


Kini giliranku ya...."Namaku Yuki Yuna, panggil saja Yuna" ucapku sambil tersenyum lembut.


Aku melirik Reina yang masih menempel kepadaku.


"Reina, perkenalkan dirimu juga" ucapku sambil mengelus kepalanya.


"Baiklah" kini ia melirik semua orang dan berkata dengan ekspresi dingin.


"Reina Akiara, panggil saja Kiara" ucapnya dengan ekspresi dingin sambil memeluk tanganku.


'Entah kenapa Reina sangat dingin kepada orang lain' pikirku.


'Ia benar benar berbeda yah saat didepan Yuki' pikir Amura.


Beberapa saat berlalu setelah kami berkenalan dan berbincang ringan.


Pintu ruangan itu terbuka dan ada 6 orang masuk didampingi wanita berambut pirang tadi.


Keenam orang itu masuk dan duduk ditempatnya masing masing.


Ujian pertama adalah pengecekan skill dan ujian kedua adalah tes untuk mengalahkan guru.


Tim yang bisa mengalahkan guru dan yang tidak akan dipisah.


Bisa dipastikan bahwa empat tim yang ada disini telah mengalahkan para guru.


"Kalian yang berada disini adalah tim yang bisa mengalahkan penguji dan kalian bisa dipastikan diterima di kelas S" ucap Wanita berambut pirang itu.


"Silahkan kalian mulai ujian ini" ucapnya yang kini men teleportasikan kertas ujian ke meja kami.


"Gadis berambut ungu yang sedang memeluk gadis berambut putih" teriak wanita itu sambil melihat kami.


Reina yang tadinya tersenyum kini menatap dingin wanita itu.


"Sudahlah, untuk saat ini kembalilah dulu ke tempat dudukmu" ucapku sambil memandang Reina.


"Baiklah...." kini ia berdiri dan membenarkan kursi miliknya dan duduk tidak jauh disamping ku.


Kini wanita berambut pirang itu melanjutkan kata-katanya.


"Selesaikan ujian dikertas itu dalam batas waktu 1 jam"


"Dan kalian tidak akan bisa menyontek karena kertas itu dilapisi sihir, yang mana cuma diri kalian sendiri yang bisa melihat soal kalian"


"Dimulai dari sekarang, silahkan kerjakan" lanjut wanita itu.


Aku mengisi kolom nama yang ada dan membaca soal dikertas itu.


Ada 50 soal yang mana setiap soalnya punya jenis mata pelajaran yang berbeda.


'Bukankah soalnya terlalu mudah?' pikirku.


Sebenarnya soal dari ujian ini sangat susah tapi karena Yuki itu sangat pintar jadi terasa mudah baginya.


Aku serta peserta lainya mengerjakan soal yang diberikan dan tidak terasa satu jam telah berlalu.


"Waktunya habis" ucap wanita berambut pirang yang sedang duduk di meja guru itu.


Kini kertas yang kami kerjakan hilang dan muncul didepan wanita itu.


"Akan langsung ku perlihatkan berapa nilai kalian" lanjutnya.


Kertas itu bisa secara otomatis untuk mengecek benar atau salahnya jawaban kami dan nilai kami akan otomatis ditampilkan di atas meja kami, dengan bentuk layar transparan.


Kini terlihat layar transparan didepan kami yang bertuliskan nilai nilai dari para peserta.


..._____________________...


...[Nilai]...


...[Yuki Yuna : 100]...


...[Yuu Hinamura : 100]...


...[Reina Akiara : 100]...


...[Mayumi Keina : 100]...


...[Aru Hisagi : 90]...


...[Harumi Sakura : 88]...


...[Hoshiko Rini : 88]...


...[Shina Haru : 80]...


...[Hanzo Yakuri : 78]...


...[Sirius Crownel : 74]...


...[Anna Bell : 70]...


...[Shinjiki Anbu : 20]...


..._____________________...


......................


(Sebenarnya gw bingung bikin sifat sahabat Yuki gimana, tapi gw kepikiran kenapa gak bikin sifat sahabat Yuki jadi suka ama Yuki dalam artian cinta 🗿, apalagi gw suka Yuri......😅🙏)


...REINA AKIARA



...


...HARUMI SAKURA...

__ADS_1



(Gw nanya cuy, apakah gw juga harus kasih Source dari mana gw dapet gambarnya?)


__ADS_2