Change Destiny Of Worst And Cursed World

Change Destiny Of Worst And Cursed World
18.Pembunuhan


__ADS_3

...-( Pov Author )-...


Selesai Makan kami disuruh untuk menuju kelapangan latihan.


...


..


.


Sesampainya di lapangan latihan kami melihat berbagai tempat untuk latih tanding.


"Baiklah, untuk pelajaran kedua kita akan latih tanding" ucap Hiroshi.


"Untuk pasangan latih tandingnya akan diacak dan kalian bisa menentukan lawan kalian di kertas ini"


Hiroshi membawa kolom yang diisi nama-nama siswa kelas S untuk latih tanding dan menyuruh siswanya untuk mengambil satu-satu.


Setelah semua sudah mendapatkan sobekan kertas yang memiliki nama berbagai siswa mereka membuka sobekan itu dan melihat lawan yang mereka miliki.


Yuki membuka kertas sobekan itu dan melihat nama lawan yang ia miliki.


"Yuu Hinamura" ucap Yuki dengan terkejut.


"Yuki Yuna" ucap Amura dengan pelan dan kini ia memandang Yuki.


"Hm~, sepertinya aku adalah lawanmu" ucap Amura sambil menyeringai ke arah Yuki.


"Se-sepertinya begitu" jawab Yuki dengan gugup.


"Sepertinya semua orang telah mengetahui lawannya masing-masing" ucap Hiroshi.


Beberapa saat kemudian...


Yuki Yuna vs Yuu Hinamura


Aru Hisagi vs Harumi Sakura


Reina Akiara vs Anna Bell


Sirius Crownel vs Hanzo Yakuri


Mayumi Keina vs Hoshiko Rini


Shinjiki Anbu vs Shina Haru


Setelah ditentukan kami mengambil senjata tumpul yang ada disamping arena.


Ada yang mengambil Tongkat, Tombak, Pedang dua sisi, Katana, Perisai dan konyolnya ada yang mengambil Pentungan baseball.


"Akan kukatakan, tidak ada babak kedua atau bahkan pertarungan selanjutnya"


"Pertarungan akan berakhir saat ada salah satu pihak dinyatakan kalah"


"Dan yang menang akan mendapatkan nilai tambahan" ucap Hiroshi.


"Dan juga Pirang Bod*h, kenapa kau malah mengambil pentungan baseball" teriak Hiroshi.


"Ehe, bagaimana kalau kita berkencan saat aku menang" ucap Yakuri.


"Tidak mau dasar Pirang Bod*h" jawab Hiroshi dengan mengejek.


"Baiklah pertarungan dimulai dari yang paling bawah"


"Shinjiki Anbu melawan Shina Haru"


Pertarungan dimulai dan pertarungan itu dimenangkan oleh Shina Haru dengan mudah, Shinjiki Anbu bahkan tidak melancarkan serangan sama sekali kepada lawannya.


Alasannya adalah Anbu merupakan seseorang pria yang menghargai wanita dan akan selalu mengalah kepada wanita.


Walaupun Anbu sangatlah kuat ia tidak akan pernah bisa melawan wanita karena ego yang ia miliki.


"Pemenang Shina Haru"


Mayumi Keina vs Hoshiko Rini


Mayumi dan Hosiko memiliki class yang sama yaitu Mage, dan Mayumi menggunakan Perisai sedangkan Hosiko menggunakan Tongkat.


Mereka beradu sihir, sihir yang dimiliki Mayumi adalah Api dan Sihir yang dimiliki Hoshiko adalah Air.


Elemen yang sangat berkebalikan, mereka beradu sihir sampai mana mereka habis dan pemenang dari pertandingan ini adalah Mayumi karena disaat terakhir ia mendorong Hoshiko keluar dengan perisai yang ia miliki.


"Pemenang Mayumi Keina"


Sirius Crownel vs Hanzo Yakuri


Kini mereka memasuki arena dan dalam posisi bertarung.


"Ho~, sepertinya aku akan melawan om-om" ucap Yakuri.


"Siapa yang kau panggil om-om bocah" balas Crownel dengan kesal.


Kini Crownel mendekati Yakuri dan mereka dalam posisi kuda-kuda untuk menyerang.


"Om jangan om, ampun om" ucap Yakuri sambil mengejek.


"Dimulai" ucap Hiroshi.


*Whuss...


Crownel melesat kearah Yakuri dan dengan tebasan pedang angin yang ia miliki menabrak tongkat baseball besi Yakuri.


*Tong...


Terdengar suara besi Bertrabakan yang sangat nyaring.


"A-apa, pedang ini tajam loh karena kulapisi Skill milikku" ucap Crownel dengan kaget.


"Hm, begitu kah?" balas Yakuri dengan santai sambil menahan pedang Crownel.


*Toeng....


*Tuangg...


*Dongg...


Mereka beradu pedang dengan sangat hebat dan disaat terakhir Yakuri memukul kepala Crownel dengan pentungan miliknya.


*Toeng...


*Brak...


Crownel pingsan karena pukulan yang diarahkan Yakuri ke kepala miliknya.


"Pemenangnya Pirang Bod*h" ucap Hiroshi dari tepi area.


"Muhehe, bagaimana Hiroshi-chan, aku hebat kan" ucap Yakuri dengan ekspresi memelas.


"Apa-apaan ekspresi itu"


"Hah~, baiklah... kau memang sangat hebat, sudahlah cepat gotong om-om itu dari area sparing" ucap Hiroshi dengan pasrah.


Beberapa saat kemudian...


Aru Hisagi vs Harumi Sakura


Reina Akiara vs Anna Bell


Dimenangkan Hisagi dan Reina.


Hisagi jadi tertarik kepada Harumi karena pertandingan itu, dan hubungan mereka jadi lebih akrab.


Sedangkan Reina acuh-tak acuh biasa saja dengan kemenangan yang ia miliki bahkan ia tidak terkejut akan apapun.


Yuki Yuna vs Yuu Hinamura...


Kini mereka berdua telah memasuki area sparing dan mereka dalam posisi siap bertempur.


"Yuna, aku akan serius untuk melawan mu" ucap Amura dengan katana yang diangkat di pundaknya.


__ADS_1


"Baiklah, aku juga akan serius" jawab Yuki yang kini ia menggunakan kuda-kuda miliknya.


"Mulai" ucap Hiroshi.


"Teleportasi Bayangan" Amura menghilang dan berpindah ke belakang Yuki.


...[ Absolute Domain Aktif ]...


*Crankk...


Tebasan Amura ditahan oleh Yuki dan Amura terkejut dengan hal itu.


'Ia menyadari nya' pikir Amura.


"Pedang Kegelapan 2×" katana Amura terlapisi kegelapan dan kini katana milik Yuki tergeser.


"Ugh..."


'Masih mustahil yah, walaupun aku mengunakan Absolute Domain' pikir Yuki.


"Fyuh..."


Hembusan nafas Yuki memasuki telinga Amura dan Amura merasa hawa dingin membungkus tubuhnya.


"Hawa Dingin" dengan hawa dingin Amura terselimuti udara dingin yang cukup menggangu tapi tidak mempengaruhi Amura.


"Pembekuan" udara dingin yang menyelimuti Amura tiba-tiba suhunya naik drastis dan membuat gumpalan salju kecil.


*Crinkk...


Tubuh Amura membeku dan menyisahkan patung es yang membentuk postur tubuh Amura, Yah dia adalah Amura yang beku karena skill Yuki.


'Ho~, dia memanfaatkan keterbatasan ku dalam berteleport karena area sparing tidak ada bayangan sama sekali'


'Dan membekukanku, luar biasa'


...[ Kakak, apakah Kakak ingin keluar dari pembekuan ini? ]...


'Yah, lakukanlah Amu'


...[ Dimengerti Kakak ]...


...[ Mengaktifkan Aura Kegelapan ]...


'Apakah sudah selesai' pikir Yuki kepada Risa.


...[ Tidak, ini masih belum berakhir ]...


Tubuh yang telah beku tadi terselimuti oleh kegelapan dan memperlihatkan Amura yang keluar dari lelehan Es tadi.


"Ahaha, aku pasti kalah ini"


"Langkah Es" Yuki melesat kearah Amura dan mengincar tenguk Amura untuk membuatnya pingsan.


*Whuss....


Hawa dingin melesat ke arah Amura dan Amura dengan mudah menahan serangan Yuki.


*Ctankk...


Katana mereka beradu dan percikan api keluar dari bentrokan itu.


"Ho~, agresif sekali" ucap Amura sambil menatap wajah Yuki pas didepan wajahnya.


"Ekspresi serius itu aku menyukainya" ucap Amura.


"Eh...." kini wajah Yuki berubah menjadi merah merona karena dipuji Amura untuk pertama kalinya.


...[ Yuki jangan melamun ]...


"Teleportasi Bayangan" Amura berteleport ke arah belakang yuki dan memukul leher yuki dari belakang dengan tangannya.


"Ugh...." kini tubuh Yuki melemas dan ia tidak sadarkan diri, walaupun begitu sebelum Yuki terjatuh Amura menahan tubuh Yuki.


...[ Kakak, perlakuan kakak tadi sangat kasar loh ]...


"Hm~, begitu kah, tapi aku sudah mencoba untuk lebih lembut" jawab Amura.


...[ Lembut Yah... ]...


"Pertandingan berakhir, pemenangnya Yuu Hinamura" ucap Hiroshi.


Singkatnya Amura mengendong Yuki ke UKS sambil ditatap dengan tatapan membunuh oleh Reina seakan-akan tatapan itu berkata Kau Apakan Yukiku.


Beberapa siswa yang terluka juga disuruh ke UKS dan Amura menjaga Yuki sampai ia sadar bersama Reina.


Amura merasa bersalah karena telah membuatnya pingsan dan kini ia menunggu Yuki bangun di UKS bersama Reina.


Siswa lainnya yang telah sembuh kembali ke kelas dan sebenarnya beberapa orang ingin menunggu Yuki bangun tapi tidak diperbolehkan oleh Hiroshi.


Dan Amura serta Reina memaksa untuk menunggu Yuki bangun, Hiroshi menyetujui itu dan meninggalkan mereka berdua bersama Yuki sendirian di UKS.


"Kau..." ucap Reina kepada Amura dengan tatapan dingin.


"Kenapa kau masih ada disini" lanjutnya.


"Hm.. Memangnya tidak boleh?" jawab Amura.


"Sangat amat tidak boleh" ucap Reina dengan tatapan mengintimidasi.


"Karena kau lah Yuki bisa jadi seperti ini" teriak Reina.


"Yah, kuakui ini memang salahku" balas Amura dengan ekspresi datar.


"Kalau tau seperti ini aku akan memperlakukan dirinya dengan lebih lembut" lanjut Amura.


"Andai saja Yuki tidak memiliki penyakit itu, aku yakin ia pasti bisa mengalahkan mu dengan mudah" ucap Reina sambil memandang Yuki.


'Penyakit?, Yuki memiliki penyakit... jangan bilang yang kemarin?' pikir Amura.


"Penyakit? penyakit apa yang kau maksut" Tanya Amura dengan ekspresi serius.


"Eh.. Ah.. i-itu yah lu-lupakan saja" jawab Reina dengan gagap.


Disaat mereka berdua berdebat Yuki perlahan bangun karena percakapan mereka.


"Um....Ugh"


Yuki perlahan bangun tapi ia merasa pusing dikepalanya.


"Yuki" ucap Reina yang kini ia menggenggam tangan Yuki.


"Apakah ada yang sakit?" tanya Reina dengan nada Khawatir.


"Uhm..."


Yuki cuma menggeleng kan kepala secara perlahan dan memandang Amura yang sedang melihatnya.


"Amura-kun..." ucap Yuki.


"Iya, kau bisa marah kepadaku kok" ucap Amura.


"Tidak... aku tidak marah, sejujurnya aku ingin berterima kasih" lanjut Yuki sambil tersenyum.


"Yuna.... apakah kau Mas*kis?" ucap Amura dengan ekspresi serius.


"Oy, apa yang kau katakan kepada Yuki" teriak Reina dengan kesal.


"Maaf-maaf, aku cuma bercanda" ucap Amura dengan ekspresi datar.


"Candaan mu tidak lucu kalau memakai ekspresi seperti tadi" lanjut Reina dengan kesal saking kesalnya Reina bahkan muncul tanda 💢 di jidatnya.


"Kesampingkan itu, untuk apa Terima kasih tadi? " tanya Amura kepada Yuki.


"Itu karena sudah mau serius melawan ku" jawab Yuki sambil tersenyum lembut.


'Ugh... aku tidak bisa mengatakan bahwa aku tidak serius sama sekali saat melawannya' pikir Amura.


"Ya-yah, sudah tugasku untuk membuat lawanku terpana akan kekuatan ku" ucap Amura dengan ekspresi terpaksa.


"Fufufu, Amura-kun juga memiliki ekspresi seperti itu yah" gumam Yuki.

__ADS_1


Dikarenakan kondisi tubuh Yuki sudah membaik Mereka kembali ke kelas dan berkumpul bersama teman-teman sekelas.


Setelah pertempuran tadi hubungan semua di kelas S kini semakin dekat dan bahkan mereka seperti sudah lama mengenal.


Dikarenakan kami semua sudah berkumpul dan saat ini latar waktunya telah siang lebih tepatnya jam 12:20.


Kini telah sampai ke jam pelajaran ketiga, yaitu Dungeon.


"Kegiatan kita saat ini adalah membunuh monster di Dungeon" ucap Hiroshi.


"Jam ketiga akan dilaksanakan di hutan belakang sekolah"


"Tepatnya setelah kalian akan memasuki hutan itu kalian akan disuruh membunuh monster yang telah dikumpulkan disana"


"Semakin banyak monster yang kau bunuh, semakin banyak juga poin yang kau dapatkan"


"Untuk bukti pembunuhan, kalian bisa mengambil inti monster yang kalian bunuh"


"Itu saja yang bisa kujelaskan, dan santai saja kalian tidak akan mati"


"Walaupun kalian dalam bahaya saat melawan monster aku akan membantu kalian"


"Ikuti aku"


Kini mereka semua mengikuti Hiroshi dari belakang dan menuju ke hutan belakang sekolah.


Sesampainya di area luar hutan...


Area hutan sangatlah luas dan terdapat pembatas/pagar tinggi untuk menghalangi monster keluar dari area hutan.


Pagar itu dilengkapi item pelindung sihir untuk mencegah monster menghancurkan pagar tinggi itu, pagar atau pembatas itu memiliki tinggi sekitar 10 meter.


Didepan pintu masuk terdapat berbagai jenis senjata yang dijaga oleh Slayer.


"Silakan pilih senjata kalian, dan juga kalian akan terbagi menjadi 6 tim, satu tim berisi 2 orang"


"Dan orang yang menjadi tim kalian adalah lawan kalian tadi"


"Dan jangan pergi terlalu jauh kalau kalian melewati batas area aman kalian akan memasuki wilayah berbahaya yang mana diwilayah berbahaya itu terdapat berbagai jenis monster tingkat C-A"


Setelah mendengar penjelasan Hiroshi mereka semua mengambil senjata yang telah dipersiapkan dan membentuk Tim untuk bersiap untuk memasuki hutan itu.


"Kalian akan didampingi Slayer rank B, untuk berjaga-jaga kalau ada hal yang tidak diinginkan"


Ada 6 Slayer rank B yang mendatangi kami dan memperkenalkan dirinya.


"Aku adalah slayer yang akan melindungi kalian" ucap Seorang pria berbadan kekar yang mendekati Yuki dan Amura.


Slayer itu terdiam saat melihat paras cantik Yuki.


"Anu~, apakah anda baik-baik saja" tanya Yuki.


"Oh... Ah, ah iya.. perkenalkan namaku Agus" ucap slayer itu yang ternyata namanya Agus.


"Ah, salam kenal Agus-san? namaku Yuki Yuna anda bisa memanggilku Yuna" ucap Yuki sambil tersenyum lembut.


'Cantik.... kalau seperti ini...' pikir Agus dengan *****.


"Yuu Hinamura, panggil aku Amura" ucap Amura sambil menatap tajam Agus.


Agus terbangun dari imajinasi miliknya dan tertekan saat melihat aura intimidasi Amura.


'Aku... takut? dengan bocah sepertinya... tidak mana mungkin' pikir Agus.


Keringat dingin membasahi wajah Agus dan terlihat ia sedikit panik saat ditatap Amura.


'Pasti ini cuma imajinasi ku' pikir Agus.


Beberapa saat berlalu dan kini mereka semua telah memasuki hutan dan berpisah pertim.


Kini Amura dan Yuki sedang berjalan mengelilingi hutan dan Agus mengikuti dari Belakang.


Agus terfokus kearah pinggul Yuki saat berjalan dan ia melihat pinggul besar juki yang bergoyang saat berjalan.


'Tubuh sempurna itu, akan menjadi pemuas nafsuku' pikir Agus dengan niat jahat.


'Aku akan memancing banyak monster kesini dengan item yang kumiliki dan saat mereka kelelahan aku akan memperkosa Yuki'


Agus memikirkan rencana jahat terus terusan dan ia membayangkan Tubuh Yuki yang ia gunakan sebagai pemuas hasrat.


Amura merasakan ada hal yang tidak benar dan ia melirik Agus dibelakangnya.


'Sepertinya ia memiliki rencana bodoh' pikir Amura dengan tatapan dingin.


Beberapa saat berlalu dan belum ada satupun iblis yang mendatangi mereka.


Mereka telah cukup jauh memasuki kawasan hutan tapi dari tadi tidak ada monster pun yang menghampiri mereka.


*Pritt...


Agus meniup peluit dengan sangat kencang dan peluit itu adalah item untuk menarik perhatian monster.


"Teleportasi Bayangan" Amura berteleport kebelakang Agus dan membanting akus kedepan.


*Brakk...


"Ugh... aghhh" teriak Agus dengan nada kesakitan.


Tangan Agus dipatahkan Amura pada saat membanting nya dan Agus cuma bisa berteriak kesakitan.


Yuki yang melihat hal itu cuma menatap Agus dengan tatapan dingin.


"Amura-kun, sepertinya ia berniat memangil monster untuk membuat kita lelah dan membunuh kita" ucap Yuki dengan ekspresi dingin.


Bisa dibilang benar tapi juga salah.


Agus mengira mereka berdua lemah, dan saat mereka sudah kelelahan waktu membunuh iblis Agus akan memperkosa Yuki.


Itu adalah tujuan Agus tapi Yuki malah mengira bahwa Agus ingin membunuh mereka.


*Crakk...


"Aghhh..... Kaki....kakikuu.. aghh"


Agus cuma bisa menjerit kesakitan karena kakinya dipatahkan oleh Amura.


Kini Amura berdiri dan memeluk Yuki.


"Ugyaa~... A-amura-kun apa yang kamu lakukan" ucap Yuki dengan wajah memerah.


"Teleportasi Bayangan" Kini mereka berteleport ke atas pohon yang tidak jauh dari tempat itu.


*Roarr....


*Gwaaa....


Auman Monster terdengar dari berbagai sisi dan semua monster itu mendekati Agus.


"To-tolong... tolong aku...." teriak Agus...


Agus cuma bisa berteriak meminta tolong sambil menangis ketakutan.


"Agkk... berhenti jangan mendekat... "


Puluhan monster rank C mendekati Agus dan memperebutkan tubuhnya.


"Aghhhh.... sakit, sakit... tolong... berhenti..... "


kini teriakan Agus telah berhenti terdengar dan tubuh Agus telah terpisah kemana-mana dan dikonsumsi oleh para monster.


Yuki yang melihat itu sangat terkejut, karena ini pertama kalinya ia melihat manusia terbunuh oleh iblis secara langsung.


Walaupun Yuki memiliki ingatan Amura yang telah membunuh banyak sekali manusia bahkan tak terhitung, tapi ini adalah pertama kalinya ia melihat manusia mati secara mengenasakan dengan mata kepalanya sendiri untuk pertama kalinya.


Sedangkan Amura cuma memandang mayat Agus dengan santai disertai wajah datar yang ia miliki.


......................


...( Thanks Cuy dan Baca )...


...( Jan Lupa Like )...

__ADS_1


__ADS_2