Choose Destiny

Choose Destiny
Steven dan Rahasianya (3)


__ADS_3

20 Mei 2017


Hari ini adalah hari wisuda ku. Brianna menyempatkan diri untuk datang.


Ketika acara wisuda sudah selesai. Aku segera mengajaknya pulang. Ia bertanya apa aku tidak ingin berfoto dengan teman-temanku dulu? Namun, aku menjawab tidak. Karena aku sama sekali tidak memiliki teman yang ingin kuajak foto. Mereka tidak spesial untukku.


Tapi, dihari itu juga aku malah mengambil sesuatu yang berharga dari Brianna. Aku tahu aku salah, tapi saat itu aku sedang tak berpikir jernih. Dalam hatiku, aku berharap ia tak hamil. Aku takut kesalahan ini bisa mengakibatkan sesuatu yang besar.


••••••••••••••••••••••


12 Agustus 2017


Aku mendapat kabar bahwa aku diterima kerja di perusahaan xxx dan itu artinya aku bisa kembali sering bertemu dengan Brianna. Namun, hari itu ayah Brianna meneleponku.


Ia memintaku putus dari Brianna.


Ia juga menjelaskanku tentang rencana nya untuk menikahkan Brianna dengan pria lain. Disitu aku merasa benar-benar terpukul. Haruskah aku merelakan Brianna? Tapi, untuk apa aku menuruti perkataan ayahnya tersebut?


••••••••••••••••••••


"Aku diterima kerja di perusahaan xxx." ujarku kepada Karin.


Selama kuliah, aku hanya dekat dengannya. Dan selama kuliah itu juga, aku tahu bahwa ada yang selalu membuntutiku kemanapun aku pergi. Gadis gila, itulah panggilan yang tepat untuk orang tersebut.


"Benarkah?" tanya Karin tak percaya.


"Iya."


Kulihat raut wajahnya menjadi sedih. Tapi, aku tidak terlalu peduli. Karena aku sedang memikirkan Brianna saat itu.


••••••••••••••••••••••••••


13 Agustus 2017


Aku datang mengunjungi Brianna untuk membawa kabar baik. Namun, aku tak tahu kenapa aku tak bisa fokus.


Aku masih sangat memikirkan ucapan ayah Brianna. Tapi, aku bingung kenapa Brianna tak membicarakan soal perjodohan itu kepadaku. Apa ia sedang berusaha menyembunyikannya? Tapi, kenapa?


•••••••••••••••••••••••


23 April 2018


Aku sudah memikirkan matang-matang tentang hubungan ini. Aku akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Brianna, dan meninggalkannya sendiri di jalan.


Aku sadar, jika ini adalah keputusan yang salah. Dan aku benar-benar menyesalinya.


Hari-hari ku tanpa Brianna sangat-sangat suram. Apalagi penyakit kanker ku semakin parah.


Kenapa ini harus terjadi kepadaku? Apa aku memutuskan hubungan dengan Brianna, hanya karena aku tak ingin ia mempunyai suami merepotkan sepertiku?

__ADS_1


••••••••••••••••••••••••••


13 Juli 2018


Aku yang sedang belanja di supermarket, tiba-tiba terkejut mendengar suara Brianna yang memanggilku.


Ia bilang, masih ada kesempatan kita untuk bersama. Aku sangat ingin kembali padanya. Namun, aku malah menolak keinginannya kembali. Aku masih sangat mencintainya, tapi aku tak bisa apa-apa.


••••••••••••••••••••••••••


Hari ini ia memberiku undangan pernikahannya dengan pria yang bernama Nico. Aku sangat kecewa karena dia sudah bisa melepaskanku seperti ini. Bahkan sudah memiliki penggantiku.


Kenapa semua ini jadi rumit sih?


Setelah itu, aku segera menghubungi Karin untuk kuajak pergi ke pernikahan Brianna nantinya. Aku tak boleh datang sendiri, aku juga harus membawa seseorang untuk menemaniku.


2 Agustus 2018


Aku datang ke pernikahan Brianna dengan Karin. Karin membantuku agar tak sedih.


Aku buru-buru mengajak Karin pulang, setelah selesai mengucapkan selamat kepada mereka.


Sebulan kemudian, nenekku meninggal akibat strokenya. Dan Karinlah yang selalu menemaniku saat aku dalam kesedihan itu. Ia yang selalu menyemangatiku, bahkan ia juga sudah tahu tentang penyakitku ini.


Namun, setelah semua perhatian nya ini. Kenapa tidak ada rasa yang tumbuh dalam hatiku?


•••••••••••••••••••••


Aku kembali bertemu dengan Brianna. Tak kusangka kami dapat bertemu kembali di rumah sakit.


Saat itu aku sedang memeriksakan kesehatanku. Aku yang masih kepikiran dengan semua ucapan dokter, akhirnya memutuskan untuk duduk dulu di tangga. Tapi, aku merasa senang bisa kembali bertemu dengan Brianna. Gadis yang kucintai itu.


Namun, ia sekarang malah menolak untuk menerimaku kembali. Ia sudah memiliki perasaan lebih untuk suaminya itu. Tapi, apa aku harus menyerah sekarang? Tidak, aku tak boleh menyerah dulu. Aku akan berusaha lagi.


Aku kembali menemuinya saat itu, dan memintanya kembali kepadaku.


Tapi, ucapanku malah membuatnya kesal dan ia menamparku. Ini pertama kalinya ia menamparku, ia sama sekali tak pernah melakukan ini padaku. Ia langsung meninggalkanku setelahnya.


17 November 2018


Aku kembali menemui Brianna di rumahnya. Aku juga membawakannya sebuket bunga untuknya. Namun, ia tak menerimanya dan malah mengusir ku. Tanpa basa-basi ia segera menutup pintu rumahnya tersebut. Tapi, aku tak bergegas pergi. Aku tetap setia menunggunya.


Tapi, ketika menjelang malam. Sebuah mobil datang di depan rumah Brianna. Ternyata itu mobil suaminya, yaitu Nico.


"Kenapa kamu kesini?" tanya Nico kepadaku.


Aku mengatakan sesuatu yang memancing emosinya. Aku membicarakan tentang apapun yang berhubungan dengan Brianna. Ia tiba-tiba memukulku.


Ia memukulku habis-habisan, dan aku tak melawannya.

__ADS_1


Biarkan saja ia memukulku sepuasnya. Aku memang pantas mendapatkannya.


Tiba-tiba pintu rumah terbuka dan Brianna langsung terkejut ketika melihat kami sedang bertengkar.


Setelah itu terjadilah perdebatan antara Brianna dan Nico. Aku hanya ingin menonton saja, karena aku sudah lelah.


Tapi, ketika Nico akan pergi. Brianna malah mengejarnya, hal inilah yang membuatku akhirnya sadar bahwa Brianna memiliki perasaan yang besar kepada pria itu. Aku pun memutuskan meminta maaf saja, dan pergi pulang.


Sesampainya di rumah, Karin menyambutku. Tapi, ia langsung terkejut ketika melihat kondisiku yang terluka parah ini. Ia segera mengobati ku.


18 November 2018


Aku sedang berbaring di ranjang akibat sakit kemarin yang masih kurasakan.


Tiba-tiba Karin datang, dan bilang bahwa Brianna datang kesini mencariku.


Tapi, aku menyuruh Karin untuk mengusirnya. Aku sedang tak ingin bertemu dengannya. Karin mengangguk paham dan keluar dari kamarku.


Namun, aku merasa Karin tak menyuruh Brianna pergi.


Apa ia tak mendengarkan suruhan ku?


Aku pun bergegas ke lantai bawah dan malah mendapati Karin dan Brianna sedang berbincang. Aku memutuskan untuk mendengar sebentar, apa yang sedang mereka bicarakan.


Setelah aku tahu bahwa Karin juga membocorkan tentang penyakitku.


Aku segera menghampiri mereka dan memarahi Karin.


Bisa-bisanya dia membongkar penyakitku ini.


Setelah Brianna pulang, aku langsung menyuruh Karin untuk keluar dari rumahku.


Ia tidak ingin, ia langsung memohon-mohon dan meminta maaf terus kepadaku. Akhirnya, aku memaafkannya.


Namun, sebenarnya aku masih sangat kesal karena sekarang Brianna sudah mengetahui penyakitku. Apa ia akan menjauhiku?


•••••••••••••••••••••••••


15 Desember 2018


"Stev, kamu beneran akan menikahiku?" tanya Karin lagi.


Aku sampai bosan menjawab pertanyaan yang sama ini. Walau sebenarnya aku tak ingin menikah dengannya. Tapi, ya sudahlah aku tak mungkin terus-terusan merepotkan nya yang tak memiliki status apapun denganku.


"Iya, aku akan menikahimu." ujarku.


Lihatlah, ekspresi nya benar-benar sangat girang.


Dan setelah itu ia meninggalkanku dengan membawa HP nya. Mungkin ia akan menghubungi temannya atau orang tuanya, pikirku.

__ADS_1


__ADS_2