Choose Destiny

Choose Destiny
Steven dan Rahasianya (4) + Curhatan author gaje


__ADS_3

1 Januari 2019


Pikiranku semakin hari, semakin kacau. Penyakitku juga semakin memakanku perlahan-lahan.


Aku ingin pergi jauh dan menenangkan diriku. Namun, apa aku bisa? Aku sudah merencanakan banyak hal dengan Karin.


Apa aku harus membatalkan semuanya?


Namun, aku sudah memutuskan untuk pergi jauh dari sini. Aku ingin sendiri, dan memikirkan semua yang sudah kulakukan dalam hidupku.


Aku pun pergi ke sebuah tempat, dimana aku bisa menenangkan pikiranku.


20 Januari 2019


Aku memutuskan untuk menemui Brianna. Aku berada di depan rumahnya dan segera meneleponnya.


Aku senang ketika dia akhirnya keluar menghampiriku.


Aku langsung memeluknya erat. Aku benar-benar merindukan gadis ini. Gadis yang selalu membuatku kehilangan akal sehat.


Setelah itu, ia mengajakku masuk ke rumahnya dan meminjamkanku pakaian. Kami mengobrol banyak hal bersama.


2 Maret 2019


Aku barusan melakukan kemo beberapa hari yang lalu.


Dan efek kemonya masih terasa sangat sakit.


Lalu, aku menelepon Brianna untuk datang menemaniku. Ia belum menjawab, apa ia mau datang atau tidak? Karena ia langsung mematikan sambungan teleponnya.


Aku memutuskan untuk tidur saja.


Aku yakin ia tak mungkin datang.


Sampai akhirnya aku mendengar bel rumahku berbunyi.


Aku segera membuka pintu, dan mendapati Brianna sudah berdiri dihadapanku.


Aku sangat khawatir ketika melihat pakaiannya basah semua. Tapi, tiba-tiba ia mengatakan kepadaku bahwa ia akan selalu berada disisiku mulai sekarang.


Aku senang, ia akhirnya mau kembali kepadaku.


•••••••••••••••••••••••••••


Hari-hari ku berjalan baik. Brianna juga selalu menjaga dan merawatku.


Meski, terkadang aku sadar bahwa Brianna sedang memikirkan tentang Nico juga.


Meskipun, ia sudah bercerai, namun perasaannya tak juga hilang.


Bri, sebenarnya kamu lebih mencintai aku atau dia?


8 Maret 2019


Aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi ku.


Dokter bilang, aku harus menjalani kemo kedua.


Tapi, ia juga bilang bahwa kemo kedua akan lebih sakit dibanding kemo pertama.

__ADS_1


Aku tak bisa membayangkan seberapa sakitnya itu, karena menurutku kemo pertama sudah sangat sakit bagiku.


Aku bilang kepada Brianna bahwa aku tak ingin kemo lagi.


Tapi, ucapanku malah membuatnya sedih.


Aku mulai berpikir lagi, dan akhirnya aku memutuskan untuk menjalani kemo kedua ini.


Asalkan Brianna senang, aku juga akan senang.


Dan benar saja, kemo kedua lebih menyakitkan dibanding yang pertama bahkan efeknya juga lebih sakit dibanding yang pertama.


Aku harus kuat, karena ini hanyalah rintangan kecil bagiku.


1 April 2019


Ayah Brianna datang menjengukku.


Ia membawakan buah-buahan untukku.


Aku senang karena ia sudah menerimaku kembali. Karena ada ayah Brianna yang menemaniku, Brianna akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar.


"Maaf, untuk semua yang pernah Om lakukan kepadamu." ujar ayah Brianna kepadaku.


Aku menghentikan aktivitas makanku dan menengok kearahnya.


"Aku merasa sudah membuat kesalahan besar, karena menjauhkanmu dari putriku." lanjutnya.


"Itu bukan salah Om, ini mungkin memang jalan kami." balasku.


"Maaf, untuk segalanya." ujar ayah Brianna lagi.


••••••••••••••••••••••••••


5 Juni 2019


Aku tak tahu, kenapa kemo ketiga ini sangat-sangat menyakitkan untukku. Dan efek sampingnya juga lebih lama dibanding kemo sebelumnya.


Aku tahu Brianna juga menjadi sangat khawatir dengan kondisi ku ini.


Disaat ini, aku malah menjadi teringat rumah nenek yang sudah jarang ku kunjungi.


Aku segera memberitahu Brianna tentang keinginanku ke rumah nenek. Meski, diawal ia menolaknya tapi akhirnya ia menyetujui nya.


12 Juni 2019


Aku dan Brianna pergi ke rumah nenek. Rumah yang sangat kurindukan, karena disini banyak kenanganku semasa kecil.


Aku berjalan menuju halaman belakang rumah.


Dulu halaman belakang adalah tempat kebun kesayangan nenek. Tapi, sekarang itu hanyalah lahan tandus.


Maaf, nek karena aku tak bisa menjaga kebun kesayangan nenek ini.


Malam harinya, aku terbangun akibat mimpiku. Aku bermimpi bahwa keluargaku datang menjemputku. Di saat itulah, aku sadar bahwa umurku tak panjang lagi. Aku akan segera pergi dari dunia ini.


Setelah itu, aku membangunkan Brianna.


Aku mengajaknya ke rumah pohon.

__ADS_1


Disana kami melihat bintang di langit yang sudah sangat gelap.


Aku merasa kepalaku semakin sakit, tapi aku harus menahannya.


Aku menceritakan banyak hal kepada Brianna. Tentang masa kecilku sampai sekarang. Aku memandanginya setiap saat aku bercerita.


Setelah itu, semuanya berakhir. Aku tertidur dalam mimpiku yang panjang.


Sekarang aku hanya dapat berdoa yang terbaik untuk Briannaku.


..."Ada hal yang tak perlu kamu ketahui. Cukup jadi rahasiaku saja."...


...~Steven Brayen~...


•••••••••••••••••••••••••••••••


Nah, mumpung masih butuh banyak kata nih.


Saya mau curhat deh.


Extra part ini cuma berisi POV dari semua tokoh yang saya pilih. Dan di extra part ini cerita mungkin bisa dibilang agak bosenin.


Tapi, kalau kalian gak baca dan gak ngikutin gak masalah kok buat saya.


Karena disini cuma menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab di cerita. Jika, kalian merasa tidak kepo. Gak masalah gak usah diikuti.


Lalu, saya juga mau membicarakan tentang plot/alur cerita ini.


Saya paham betul bahwa cerita ini mungkin aneh alurnya, atau kadang klise.


Tapi, mohon hargai cerita ini karena cerita ini benar-benar hasil pemikiran otak saya. Dan tidak memplagiat cerita manapun.


Dan buat kalian yang mungkin gak terlalu suka dengan cara saya menulis. Gak masalah kok, karena ini cerita pertama saya dan pasti lebih banyak kekurangannya. Tapi, saya akan berusaha untuk menulis lebih baik lagi di karya saya selanjutnya.


Dan untuk yang selalu bertanya tentang, kenapa Brianna kayak gini atau gitu?


Nah, saya mau menjawabnya sekarang.


Jujur saja, karakter Brianna itu gak seburuk yang kalian pikirkan.


Dan yang membuat karakter Brianna jadi gitu mah, karena authornya heehehehheehee.


Next time, saya buat cerita tentang cewek yang pendiriannya kokoh deh.


Ini hanya cerita fiksi saja, bukan dari kisah saya sendiri. Dan tentu saja ini hanya khayalan saya belaka, jadi pasti agak aneh.


But, thank you. Because kalian sudah mau membaca cerita saya yang gaje ini hehehehe..


Dan maaf jika ending cerita ini agak membingungkan atau aneh atau klise ya hmmm...


tapi, saya mau menjelaskan bahwa Brianna itu meninggal diakhir cerita.


Dan seperti kata-kata Brianna diakhir. Ia mencintai kedua pria berbeda. Dan kalian tau jawabannya bukan?


Ok, inilah curhatan atau apalah itu. Dari saya, maaf jika gaje, saya cuma lagi menyampaikan unek-unek saja.


Dan jangan lupa untuk like, komen, dan vote saya. Kalau gak mau, gapapa deh. Author gak maksa.


Sampai bertemu lagi, di extra part selanjutnya. Yuk tebak, POV siapa lagi yang saya buat?

__ADS_1


Ok, bye. See you later, author mau mojok lagi


__ADS_2