Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #10


__ADS_3

Sella duduk dengan mengendus kesal, ia menatap wajahnya dicermin dengan seksama. Dan kini dirinya menyesal telah berdandan hanya untuk menyambut sosok Reza yang bahkan tak ada.


"Ngapain gue dandan cantik-cantik buat dia? Toh dia gak dateng dan mungkin gak akan pernah dateng ke sini buat gue" mirisnya.


"Elo emang jahat Reza, jahat, jahat, jahaaaatt banget." gerutu Sella kesal.


Malam hari telah tiba, namun Sella belum juga keluar dari kamarnya. Bujukkan makan siang bersama tak dihiraukan, yang mana hanya termenung dan selalu termenung memikirkan sosok Reza dan Dila.


"Gue yakin Reza lagi makan malam bareng Dila dengan menu spesial timun yang dibuat Dila buat dia. Ufh, kalo aja yang disana itu gue bukan Dila" ringis Sella berandai-andai.


Krekkk..


Suara pintu tak membuat Sella menoleh dari baringan. Suara endapan pelan pun tak di sambutnya. Sampai ia mengendus aroma masakan yang tercium oleh hidungnya.


"Tinah.. Gue gak mau makan.." tolak Sella tanpa melihat siapa yang membawa makanan itu.


"Kok non Sella tau ini Tinah?" herannya.


"Karena siapa lagi yang akan masak semur timun selain lo." sinis Sella.


"Kalo gitu non makan yah?" pinta Tinah.


"Enggak." tolak Sella, tegas.


"Dikit deh!" bujuk Tinah.


"Nggak mau Tinah." cetus Sella.


"Ayolah non, demi Tinah!" pintanya memelas.


"Enggak enggak dan enggaaakk.." bentak Sella, semakin kesal.


"Ikh.. Si non gimana sih, Tinah datang jauh-jauh dari Bali masakin buat non Sella, tapi malah gak mau makan." keluhnya kecewa, Sella pun bangkit dan melotot kearahnya.


"Gue gak nyuruh lo buat dateng, jadi bukan salah gue, kan?" kata Sella mencibir.


"Ya udah kalo non gak mau, buat Tinah aja kalo gitu!" seru Tinah yang hendak melahap makanan itu.


"Eh ehh tunggu.. Ya udah deh gue mau tapi inget, gue terpaksa makan timun karena lo ya Tinah" jelas Sella menekan, karena gengsi.


"Akh.. Non ini gengsinya ampun deh. bilang aja kali non karena kangen mas Reza, ya kan?" celetuk Tinah membuat Sella memukul kepalanya.


Pletaakkk..


"Awh, sakit non" ringis Tinah.

__ADS_1


"Lain kali kalo ngomong jangan asal, itu akibatnya." tutur Sella dengan melahap makanan diatas piring itu.


"Non boleh Tinah tanya?"


"Apa?"


"Non Sella suka sama mas Reza yah?" tanya Tinah yang langsung membuat Sella tersendak.


Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..


"Duh hati-hati dong non kalo makan tuh. Nih minun dulu non!" kata Tinah dengan menyodorkan segelas air putih kepada Marsella.


"Kalo lagi makan itu pelan-pelan gak akan Tinah minta kok, tenang aja!" serunya dengan polos.


Tuing.. Tuing.. Tuing..


Toyoran pun melayang di kepala Tinah dari tangan Sella.


"Elo tuh ya omongannya harus di jaga, jangan asal nyablak aja deh." cetus Sella yang menahan ronaan pipi merah muda.


"Maaf non, Tinah kelepasan abis kepo sih, hehehee.." akunya dengan terkekeh, "Tapi non kalo iya suka kenapa gak bilang aja? toh Tinah tau kok kalo non sebenernya suka banget sama Mas Reza." ungkap Tinah tanpa takut di siksa oleh majikannya itu.


Sella akhirnya mulai terbuka pada Tinah, "Tapi Reza gak suka sama gue" ringis Sella, sedih.


"Percuma dia udah jadi milik Dila" keluh Sella, yang mana ada penyesalan saat dirinya telah mengenalkan Dila pada Reza.


"Cinta itu harus dikejar non. Seperti kata pepatah, kejarlah sebelum janur kuning melengkung. Jadi non harus perjuangkan cinta non Sella buat mas Reza."


"Mm.. Sok bijak lo.. Coba bayangin kalo elo yang ada diposisi Dila, si Udin di rebut sama orang lain gimana perasaan lo?"


Tinah menelaah ucapan Sella yang membuatnya mengerti kalau perjuangan cinta tidaklah mudah, karena ada orang lain yang akan terluka.


Dalam hati Tinah, "Tapikan kalo kalian beda, mas Reza juga keliatan suka sama non Sella, jadi gak salah kalo mereka bersama kan?"


"Pokoknya non harus bisa dapetin hati mas Reza" sarannya, tegas.


"Ah lo ini gimana sih, tadi gue kan__"


Tinah menyela, "Dari pada seumur hidup non sedih terus?"


"Iya juga yah, jadi gimana caranya?" tanya Sella mulai terpancing.


"Ya non deketin mas Reza lagi dong"


"Jadi maksud lo, gue harus ke Bali lagi gitu? Di kira bakal ada saran lain dari lo." ringis Sella mengeryitkan dahi.

__ADS_1


"Ngapain jauh-jauh ke Bali? Di sini aja kali non!" seru Tinah yang membuat Sella bingung.


"Halooo Tinah? Reza nya aja tuh di Bali, lo lupa yah?" sungut Sella, kesal.


"Mas Reza di sini kok!" seru Tinah.


"Di Jakarta?" tanya Sella tak percaya.


"Di sini non, di rumah ini" ungkap Tinah membuat Sella terkejut.


"Serius lo?" pekik Sella tak yakin.


"Ya elah non! baru tau yah? makanya keluar kamar dong biar tau siapa yang datang dan siapa yang pergi." sindir Tinah.


"Terus dia di mana?" tanya Sella antusias, menahan bahagia bukan kepalang.


"Di kamarnya lah non, masa di saku baju Tinah?" canda Tinah. Sella mengerucutkan bibir kesalnya.


Karena ingin membuktikan kebenaran ucapan Tinah, membuat Sella beranjak ke kamar tamu. Dan karena penasaran, Sella tanpa sopan langsung membuka pintu kamar itu tetapi dia tidak melihat sosok Reza di sana.


Sella terus mencari dengan membuka pintu balkon namun tetap tak ada batang hidung Reza sekali pun di sana.


"Apa Tinah bohongin gue?" gumam Sella.


"Sialan Tinah, gue bejek-bejek tuh idung pesek lo biar makin mancung ke dalem." gerutu Sella yang berbalik arah lalu menjerit histeris.


"Aaaaaaaaaaaaahhhhhh..." teriak Sella kencang.


Teriakkan Sella membuat Reza pun tak kalah histeris ketika baru saja keluar dari kamar mandi.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaahhh.." teriak keduanya.


Reza kembali masuk kedalam kamar mandi dengan secepat mungkin, sementara Sella membalikkan badan dengan terus merancau pada dirinya sendiri.


"Kenapa sih lo Sella! Kenapa lo harus ke sini, jadikan gue liat yang seharusnya gak gue liat." gerutu Sella.


Sella tersentak saat pintu kamar mandi kembali terbuka, ia terus bergerutu dalam hatinya dengan mata terus terpejam karena takut akan kembali melihat hal belum boleh di lihat olehnya.


"Udah sana pergi, ngapain sih lo masih disitu?" cetus Reza, kesal.


"Gu.. Gue minta maaf, sumpah gak sengaja liat dan gak keliatan jelas kok." ucap Sella gugup sehingga kalimat yang keluar tanpa di sadarinya.


Reza mengusir, "Ya udah sana, lain kali jangan masuk-masuk kamar orang tanpa izin yang punya kamar, tau?" mengingatkan.


Dengan mata sedikit terbuka, Sella pun berlalu pergi meninggalkan kamar yang di tempati Reza.

__ADS_1


__ADS_2