Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #4


__ADS_3

Setelah lelah berlarian, Sella memutuskan untuk pulang sementara Reza hendak pergi kesuatu tempat.


"Gak pulang lo?"


"Lo duluan, gue mau ketemu seseorang"


"Siapa?"


"Kepo lu"


"Cih, iseng doang kali" ketus Sella yang berlalu pergi.


Beberapa jam kemudian, setibanya Reza dari luar rumah.


"Sella ada?" tanya Reza saat melihat Tinah.


"Non Sella dikamar nya!" jawab Tinah.


"Makasih, Tinah!"


Reza pun naik keatas dengan membawa baju yang baru saja dibeli nya. Saat melewati kamar Sella yang pintu nya terbuka sedikit, membuat Reza penasaran untuk melihat.


Tanpa ragu Reza membuka lebar pintu kamar hingga mata terbelalak saat melihat Sella yang sedang memakai lotion ke kaki mulusnya. Marsella menoleh kaget saat mendapati Reza sedang menatap tak berkedip.


Suara lantang, "Elo gak sopan.. Main ngintip-ngintip, mau mata lo buta hah?" Sella beranjak dan mendorong tubuh Reza keluar lalu menutup pintu dengan kencang.


"Awh.. Sakit sakit.." rintih Reza yang terdengar oleh Sella dan langsung membuka pintu lalu meraih tangannya dengan panik.


"Sorry gue gak sengaja!" ucap Sella menyesal, "Mana yang sakit?" bertanya dengan panik.


"Timun gue!" goda Reza dengan senyuman mautnya.


"Sialan lo timun busuk.." pekik Sella yang langsung menutup pintu dengan geram.


Braakk..


Reza mengukir senyum di bibir lalu mencium tangan yang telah disentuh oleh Sella dan berlalu meninggalkan tempat.


Pagi hari yang cerah, namun tak membuat Marsella senang karena dari semalem masih kesal dengan perbuatan Reza padanya.


Saat melangkahkan kaki menuruni setahap demi setahap anak tangan, bola mata meneliti sekitar memastikan sosok Reza berada di rumah atau telah pergi hingga dirinya dapat keluar dengan bebas tanpa diganggu lagi.


"Pagi non Sella! Lagi cari apa?" sapa Tinah, heran.


"Pagi!" sahut Sella, "Apa Reza ada?" tanya Sella.


"Nggak ada non, udah keluar!" jawab Tinah membuat sella tersenyum senang.


"Yess..!" Sella bersemangat dan bergegas pergi.


Lihatlah wajah berseri penuh ketenangan di diri Sella yang sudah terhindar dari ganggung saat akan menikmati liburan yang sesungguhnya.


"Akhirnya, gue bebaaaaaaasssss tanpa si timun busuk itu. Hahahaa..." teriak Sella ditepi pantai.


"Siapa bilang?!" celetuk Reza membuat Sella menoleh dan melotot kearahnya.


"Elo kok di sini?" tanya Sella ketus.


"Kenapa? Mau liburan tanpa gue? Hah.. hah.." Reza mencibirnya. Dengan lunglai Sella mendekat ke sisi Reza.


"Gimana caranya dia pergi dari gue, apa dia gak punya cewek ya? Senggaknya kalo dia punya pasti dia bakal sibuk sama ceweknya bukan nguntit gue, kan?" gumam Sella dalam hati.


"Mikir apa elo? Kalo buat hindarin diri mending jangan harap deh." bentak Reza membuyarkan lamunan Sella.


"Ah, nggak kok hee!" Seru Sella dengan cengengesan.


Marsella menghela nafas pelan, "Emm.. Reza! Gue mau tanya, apa lo udah punya cewek?" tanya Sella dengan menatap bola mata Reza.

__ADS_1


"Kenapa? Suka lo sama gue?" cetus Reza membuat Sella mengeryitkan dahi mendengarnya.


"Cih... Nggak yah.." tolak Sella dalam hati.


"Gini, kalo lo gak punya, gue mau__" ucapan Sella terhenti saat Reza langsung mengandeng tangannya.


"Kebetulan gue gak punya, kalo elo mau jadi cewek gue ya kenapa nggak!" seru Reza dengan mengedipkan mata pada Sella.


"Hah? Bukan itu maksud gue timun busuk," bentak Sella dengan langsung melepaskan gandengannya.


"Gue mau bantu elo cariin pacar, gimana?" tanya Sella menyarankan, Reza terdiam.


"Pokoknya cantik, menarik, idaman lo deh. Gimana?" desak Sella dengan harapan Reza menyetujui.


"Please.. Yah yah yah?" bujuk Sella, memohon.


"Oke! Gue tunggu elo disini, dalam waktu 1 jam lo harus bawa dia ke sini." Reza menyetujui dan memberikan waktu.


"1 jam? Nggak mungkin kali dapet secepet itu" pekik Sella.


"Nggak sanggup? Kalo lo gak sanggup lo harus jadi cewek gue, deal?" Reza menawarkan.


"Deal! Gue sanggupin tantangan lo." ucap Sella tak takut, mereka pun langsung berjabat tangan.


Dengan kebingungan Sella pergi meninggalkan Reza yang telah berbaring dengan memakan timun kesukaannya.


10 menit berlalu, Sella menatap bentangan pantai Bali yang begitu indah, namun keindahan itu tak membuat kebingungan dirinya hilang.


"Gue harus bisa cari cewek buat dia, kalo gak bukan cuma liburan gue yang ancur, tapi hidup gue juga saat harus jadi cewek timun busuk." ringis Sella menekuk wajah cantiknya.


Langkah Sella lunglai dengan terus mencari cara mendapatkan wanita untuk Reza agar dapat terlepas. Pikirannya kalut hingga tanpa sengaja dirinya menabrak seseorang.


Brukkk..


"Sorry sorry... Gue gak sengaja!" tutur Sella bersalah.


"Gue Dila!" ucap wanita itu memperkenalkan diri.


"Gue Marsella, lo cukup panggil gue Sella!" sahut Sella dengan terseyum ramah padanya.


"Elo dari Jakarta? Pasti liburan, kan?" tanya Dila yang mencoba akrab.


"Eh.. Iya! Gue liburan di sini, tapi kebetulan orang tua gue punya rumah pribadi." aku Marsella yang membalas pertanyaannya.


"Jadi liburan keluarga?" tanya Dila lagi.


"Nggak, bokap nyokap gak ikut dan akhirnya gue sama temen, tepatnya bukan temen sih tapi anak temen bokap gue yang diminta jagain gue selama liburan." jawab Sella dengan lesu.


"Lo punya masalah yah?" tanya Dila yang melihat wajah bersedih Marsella.


"Iya nih! Soal anak temen bokap gue itu__" ungkap Sella terhenti yang duduk disebelahnya ketika Dila memutuskan duduk diatas pasir.


"Kenapa, elo suka dia?" selidik Dila.


Sella menyangkal, "Nggak sama sekali. Malah gue benci sama dia."


"Karena jelek?" tanya Dila heran.


"Bukan itu! Tapi hobinya itu loh, makan timun. Terus ngeselin pula, ah pokoknya gue benci benci banget sama dia." geram Sella dengan berapi-api.


"Loh kenapa gak suka timun? Kan enak dan banyak vitaminnya. Gue juga suka, banget malah. Gak cuma bagus buat kulit dan bla bla bla bla..." jelas Dila membuat Sella menghela saat mendengar penjelasan panjang lebar kegunaan timun.


Dalam hati Sella, "Apa gue temuin Dila ke Reza aja kali ya? Kan mereka sama-sama suka timun, cocok tuh pasti." gumam Sella dengan tersenyum licik.


"Apa lo udah punya cowok?" selidik Sella.


"Belum, kenapa? Apa jangan-jangan lo suka sama cewek jadi karena itu gak mau sama cowok timun itu?" tanya Dila membuat Sella bergidik dibuatnya.

__ADS_1


"Enak aja, gue normal kali. Bukan gitu Dila, tapi karena gue lagi cari cewek buat dia. Dan gue liat, lo sama dia ada persamaan yaitu sama-sama suka timun. Pasti kalian cocok, gimana?" tawar Sella penuh harap.


"Gue?" ringis Dila, bingung.


"Mau yah?" pinta Sella dengan memohon padanya. Dila diam tak menjawab.


"Please lo bantuin gue, gimana pun juga gue mau liburan nyaman tanpa dia." rengek Sella.


"Oke gue mau bantuin lo, karena lo ini yah yang maksa" sahutnya mengalah. Sella pun berbinar dan langsung mencium pipi Dila karena bagi Sella teman barunya itu adalah seorang penyelamat liburannya.


"Makasih yah, kalo gitu lo ikut gue!" Sella bersemangat dengan langsung menarik Dila menuju Reza yang telah menunggu dengan terus melempar-lempar puntungan timun karena kesal saat terlalu lama menunggu.


Akhirnya Sella dan Dila mendekat, Reza pun beranjak melangkah menuju arah keduanya.


"Lama banget sih lo?" kata Reza bernada marah.


"Sorry, hehe" Sella hanya cengengesan dan mulai memperkenalkan Dila untuk Reza, "Kenalin ini Dila!" ucap Sella, senang.


"Reza!" dengan segera menjabat tangan Dila.


Sella melotot tajam saat melihat gigi Reza yang terselip timun, dengan kesal Sella menarik Reza menjauh dari Dila.


"Gigi tuh gak banget." gerutu Sella berbisik padanya.


"Wah parah lo, Raffi amhad marah elo ngatain tuh bininya dia!"


Sella mencubit pinggul Reza hingga sang pria tampan kesakitan.


"Awh.. Sakit tau"


"Biar otak berisi timun lo itu jalan. Maksud gue itu gigi elo Reza."


"Kenapa sama gigi gue?" heran Reza seraya menyengirkan diri dihadapan Sella yang semakin kesal padanya.


"Tuh timun nempel di gigi elo, jangan malu-maluin dong dihadapan temen baru gue" Sella kecewa.


"Mana?" tanya Reza yang mengerakan lidah agar dapat merasakan sisa timun yang menempel di giginya.


"Jorok ih"


"Owh ini!" ucap Reza saat mengambil sisa timun dari mulut dan kembali memakannya. Hingga membuat Sella mengkerutkan wajah karena geli melihat itu.


"Jijik banget sumpah, geli gue liat lo." sinis Sella sembari bergidik padanya.


Saat Reza merogoh sakunya dan meraih timun dengan sigap Sella merebut dan langsung membuang timun itu.


"Kok dibuang sih?" bentak Reza, marah


"Ini bukan waktunya buat timun, tapi kenalan sama Dila sana." ketus Sella dan kembali menarik Reza menuju Dila yang menunggu mereka.


"Sorry yah Dila" ucap Sella tak enak hati.


"Nggak apa-apa kok!" katanya dengan santai.


"Dila ini juga suka timun kayak elo, jadi gue yakin kalian bakal cocok deh!" terang Sella penuh keyakinan.


"Kalo gitu ini buat lo!" Reza menyodorkan timun untuk Dila.


"Makasih!" seru Dila dengan senyum manisnya. Sementara Sella mengerutkan muka kesal pada Reza yang masih saja membawa-bawa timun.


"Gimana kalo kita duduk di sana?" saran Sella yang langsung disetujui oleh keduanya.


Reza dan Dila saling pandang dan melontar senyum membuat Sella senang karena akhirnya ia dapat bebas dari gangguan pria penyuka timun itu.


"Kalo gitu gue tinggal dulu yah?" pamit Sella yang berlalu meninggalkan mereka.


"Dadah Sella!"

__ADS_1


Setelah jauh dari keduanya Sella berteriak, "Yesss.. Akhirnya gue bebas, sebebas keinginan gue, hahaha..." tawa penuh kebahagian.


__ADS_2