
"Oh yah, gimana kabar Dila?" tanya Sella seraya duduk saat mereka berdua telah berada di cafe dalam kampus.
"Dia baik, dia juga tau kalo gue kuliah bareng lo, bahkan dia seneng denger kabar ini!" kata Baim yang mencari handphone untuk menghubungi kekasihnya.
"Sayang! Lagi apa?" tanya Baim ramah.
"Lagi di taman, gimana ketemu Sella gak?" tanya Dila.
"Iya! Nih gue lagi sama dia di cafe" sahut Baim.
Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..
Terdengar suara batuk-batuk Dila yang membuat Baim panik mendengar itu.
"Elo kenapa? Sakit?" tanya Baim panik.
"Nggak kok cuma kesendak aja karena minum air" sangkal Dila menenangkan, membuat Baim lega.
"Enak banget kalo jadi Dila, diperhatiin sama Baim. Sementara gue apa? Reza selalu cuek dan gak romantis pula." gerutu Sella dalam hati.
Sella tersadar, "Gitu-gitu juga cowok lo kali Sella, bersyukur mestinya" maki Sella pada dirinya sendiri.
"Oke.. Bye sayang!" pamit Baim menyudahi sambungan.
"Dila titip salam buat lo, dia bilang malam ini kita makan malam bareng di rumahnya, gimana?" tanya Baim.
"Boleh, boleh banget malah!" seru Sella dengan senang hati.
"Dia bakal masak enak, pasti lo suka deh!" ucap Baim membuat Sella tersenyum mengingat timun yang terbersit didalam pikirannya.
"Yang pasti dari timun kan? Haha.." duga Sella, Baim pun tertawa renyah dengan kebenaran dari dugaan Marsella.
"Waktu itu kan kalian janji buat jelasin soal hubungan kalian?"
"Mm.. Jadi gini Sella, sebenernya tuh si Reza udah suka dari lama sama lo cuma ya malu buat bilang. Makanya dengan ada liburan kemarin jadi kesemapatan dia buat deket sama lo, tapi ya itu balik lagi dia malu buat langsung deket. Nah kebetulan gue sama Dila lagi liburan disana juga, akhirnya Dila mau bantuin temennya itu si Reza. Saat pertama kali elo ketemu Dila, sebenernya gue kaget pas liat lo yang ternyata disukai sama temen cewek gue"
"Sumpah lo ada disana? Kok gue gak liat lo?"
"Ya lo lagi panik jadi mana liat?"
"Ehehe.. Iya juga yah? Gue gak nyangka sama takdir kita? Temen gue pacaran sama temen pacar gue, keren gak tuh?"
"Keren si keren, tapi nyatuin kalian tuh butuh perjuangan, berasa kita yang repot"
"Ya salah siapa gak bilang sejak awal? Elo juga pake ikut-ikut sandiwara sama mereka"
"Itu rencana Dila, dia mau tau kalo cinta kalian berdua itu layak diperjuangkan atau enggak. Dan liat? Sekarang lo yakinkan kalo dia lelaki yang emang pantes buat lo dan setia walaupun jarak memisahkan kalian?" tutur Baim, dimana Sella mengangguk pelan.
__ADS_1
...*****...
Acara makan malam..
Di mana Sella sudah tiba di rumah Dila yang mana Baim pun telah banyak membantu kekasih nya menyiapkan segala sesuatu diatas meja makan.
"Elo udah di sini aja?" ucap Sella ketika Baim membuka pintu untuknya.
"Dia rumah Dila lagi sepi, jadi sebagai pacar yang baik dan penuh perhatian gue harus bantuin dia dong!"
"Aish.. Buat gue iri aja!" seru Sella yang ikut tersenyum senang ketika Baim melebarkan senyuman di bibir.
Keduanya melangkah kearah meja makan, di mana Dila nyambut Sella dengan senyuman.
"Aduh sorry yah telat gue, jadi nunggu lama." ucap Sella bersalah dengan mendekat dan memeluk Dila.
"Nggak apa-apa kok, santai aja lagi!" sahut Dila yang balas memeluk Sella.
"Gimana kabar lo Dila?" tanya Sella, setelah melepaskan pelukannya.
"Baik, seperti yang lo liat!" jawab Dila.
"Elo kok keliatan pucet gitu sih?" tanya Sella, menyelidik.
"Tau tuh Dila, gue udah bilang kalo wajah dia pucet tapi dia ngeyel bilang kurang tidur" protes Baim.
"Gue beneran cuma kurang tidur kok, kan sibuk buat masak spesial buat kalian berdua!" kata Dila, menyangkal.
"Ngapain repot-repot sih Sella?"
"Masa udah repotin lo masak, malah gue gak bawa apa-apa?"
"Kan kita yang undang!" timpal Baim.
"Ayo langsung di makan nanti keburu dingin, kan gak enak" saran Dila yang mempersilakan keduanya.
"Wah...Enak nih!" seru Baim yang memuji masakan kekasihnya.
"Mmm.. Jelas dong, semur timun ala Dila emang top markotop!" sahut Dila bangga.
Melihat kebahagiaan mereka, Sella merasa iri. Tersebit rasa rindu akan sosok yang dua bulan tidak di lihat oleh matanya secara langsung.
"Kalo aja Reza di sini, pasti dia seneng makan makanan spesial ini, apa lagi terbuat dari timun" keluh Sella, sedih.
"Udah jangan sedih gitu dong, lain kali kan bisa kita makan sama-sama kek gini berempat" bujuk Baim menenangkan.
"Kenapa lo gak telpon dia dan suruh datang ke Jakarta?" tanya Dila, beranjak dari tempat dan mendekat kesamping Sella untuk menuangkan sayur ke mangkuknya namun tiba-tiba Dila menumpahkan sedikit sayur ke baju Sella.
__ADS_1
"Aduh Sella, maaf yah? Maaf banget, gue gak sengaja" ringis Dila, bersalah.
"Iya gak apa-apa kok Dil, cuma dikit doang ini, gak sampe ke kulit" sahut Sella.
"Bersihin di toilet kamar tamu aja, sebelah sana!" saran Dila yang menunjuk arah kamar yang dimaksud.
"Gue tinggal bentar ya?" Sella berdiri dan bergegas meninggalkan keduanya.
"Ufh.. Gimana ini, kotor deh baju gue? Mana warna putih, pasti berbekas" gumam Sella dengan mengelap noda di bajunya.
"Kenapa, kotor yah bajunya?" tanya seseorang yang di jawab Sella santai, "Iya, gak sengaja ketumpahan makanan tadi" Sella masih fokus dengan noda di baju, yang tak sadar akan sosok cowok di dalam kamar mandi bersamanya.
"Sini gue bantuin?" tawar pria itu yang membalikkan tubuh Sella yang terus sibuk membersihkan noda.
Sekilas Sella menoleh dan kembali fokus pada bajunya sehingga, "Makasih yah Za!" ucap Sella yang sontak sadar saat mengucapkan nama kekasihnya.
Setelah sadar, "REZA.." pekik Sella yang langsung memeluk kekasihnya itu dengan erat.
"Gue kangen sama lo tau" ungkap Sella dalam, karena memang rasa rindu Sella sudah terpendam banyak untuk sang kekasih hingga melupakan noda yang sejak tadi di pikirkannya.
"Iiikh! Jahat jahat jahat lo kok gak bilang kalo mau datang? Mana handphone gak aktif lagi seharian ini" cetus Sella dengan memukul-mukul dada bidang milik Reza.
"Sakit tau.. Maaf deh, tapi ini kan kejutan buat lo sayang!" seru Reza yang kembali memeluk Marsella, perlahan Reza melepaskan pelukkan nya dan menatap mata Sella tajam hingga wajah mereka saling mendekat dan siap untuk berciuman.
"DILaaaaaaaa.." teriakan Baim membuat Sella dan Reza yang baru saja mengatup bibir, terkejut dan langsung keluar kamar mandi.
"Kenapa Dila?" pekik Sella yang melihatnya tak berdaya di pelukkan Baim.
"Nggak tau, tiba-tiba pingsan gitu aja" panik Baim.
"Kita bawa ke rumah sakit sekarang" saran Reza.
Baim bergegas mengangkat tubuh Dila menuju mobil yang diikuti Sella juga Reza dibelakangnya.
Dalam hati Sella, "Ada apa ini?"
Sampainya di rumah sakit, ketiganya tegang saat kini Dila sedang di tangani oleh dokter. Baim berliang air mata pada kenyataan sang kekasih sedang menderita di dalam sana.
"Apa yang terjadi sama dia?" tanya Reza yang ingin Baim mengatakan sesuatu sebelum Dila tak sadarkan diri.
"Gue gak tau, tiba-tiba aja dia lunglai dan jatuh ke lantai gitu aja" jelas Baim menerangkan.
"Gue telpon orang tuanya dulu yah?" pamit Reza meninggalkan mereka.
"Yang sabar yah, Dila pasti baik-baik aja di dalem sana" bujuk Sella menenangkan.
"Gue... Gue takut terjadi sesuatu sama dia, selama 3 tahun ini dia gak pernah kayak gini sebelumnya" ringis Baim dengan terus di landa kepanikan.
__ADS_1
Dokter pun keluar dengan wajah yang mengecewakan hingga ketiganya perlahan mendekat dengan perasaan harap-harap cemas.
"Gimana dok?" tanya Baim.