Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #14


__ADS_3

Sella yang telah rapih langsung bergegas turun saat Baim sudah siap di dalam mobil. Langkah Sella begitu cepat hingga seketika kakinya terkilir yang membuat ia hendak terjatuh namun takdir berkata lain saat Reza dengan sigap menangkap tubuhnya hingga kedua mata mereka saling bertemu dan saling menatap dalam dan tanpa keduanya sadari telah saling melontar senyum satu sama lain.


Tapi sesaat saja Sella langsung tersadar dan meronta melepaskan diri dari Reza.


"Jangan sentuh-setuh gue yah." bentak Sella yang kembali melangkah turun menuju Baim.


"Yeh di tolong bukannya makasih malah marah." dumal Reza.


Baim siap melajukan mobilnya, sementara Reza menatap kepergian mereka dengan terus mengepalkan tangan geram.


Sampai retoran yang di mana terlihat Dila sudah duduk di sana, Sella dan Baim pun berjalan mendekat.


"Hay Dila, apa kabar? Kenalain ini Baim!" ucap Sella, ramah.


"Dila!"


"Baim!"


Keduanya saling berjabat tangan.


"Loh Reza mana?" tanya Dila saat tak melihat sosok Reza bersama keduanya.


"Ada, gak usah takut" sahut Sella dengan nada datar.


"Ya gimana gak takut, jam segini dia belum dateng loh Sella." kata Dila, panik.


"Gak usah lebay deh, dia masih di jalan pastinya." sinis Sella, yang mulai muak mendengar kepanikannya.


Dan Baim pun menyadari akan perubahan sikap Sella yang berubah sinis pada Dila saat terus membahas soal Reza.


"Hey.. Sorry yah gue telat!" sapa Reza dengan mencium pipi Dila, Sella yang melihat itu merasakan api panas akan kecemburuan.


"Udah pesen?" tanya Reza dengan duduk di sebalah Dila.


"Belum, nunggu lo tau." jawab Dila.


"Kalo gitu kalian mau pesen apa?" tanya Reza lagi.


"Nggak.. Gue sama Baim mau pergi, iyakan?" kata Sella yang bukan hanya mengejutkan Reza dan Dila, bahkan Baim pun tak kalah terkejut mendengar ucapan Sella sementara dirinya tak tau apa pun akan hal tadi.


"Loh kenapa?" tanya Baim.


"Please anterin gue pulang, gue mendadak pusing nih." pinta Sella dengan meraih tangan Baim dengan berlalu meninggalkan keduanya.

__ADS_1


"Pasti deh, Sella cuma mau berduaan sama Baim" dengus Reza kesal.


"Makanya kalo suka bilang dong, jangan cuma jadi pengagum gak jelas gitu" sindir Dila.


"Diem lo, ngomong sih enak tapi kenyataannya sulit tau." cetus Reza.


"Ah dasar cemen lo" sindir Dila lagi hingga membuat Reza geram di buatnya.


"Elo cemburu yah?" tanya Baim di tengah langkah Sella yang hanya diam seribu bahasa.


"Nggak mungkin." sangkal Sella.


"Terus kenapa?" selidik Baim.


"Nggak kenapa-napa." jawab Sella.


"Kenapa sih lo harus bohongin perasaan lo ke Reza?" tanya Baim yang menghentikan langkah Sella.


"Lo gak tau gimana rasa sakitnya gue waktu Reza cuma anggap guyon ungkapan isi hati gue, gue sakit banget sampe gue gak mau lagi untuk mikirin dia." jelas Sella, lirih.


"Tapi hati lo lain, hati lo masih sayang sama Reza dan lo masih punya kesempatan buat sama dia, sebelum akhirnya lo gak akan bisa memiliki dia sama sekali." ungkap Baim, mengingatkan.


"Percuma, toh Dila udah sama dia." keluh Sella, lirih. Di mana genangan air siap menetes dari bola matanya.


"Siapa bilang, mereka gak pacaran kok!" celetuk Baim membuat Sella mengeryitkan dahi, dan genangan air mata itu tertahan untuk jatuh.


"Karena emang gue sama Reza cuma sandiwara doang!" timpal Dila yang mendekat bersamaan dengan Reza.


Kebingungan, "Sandiwara?" tanya Sella.


"Gue sama Dila itu sejak awal cuma pura-pura dan sengaja ngebuat lo cemburu dan buat nyadarin elo kalo gue di butuhin di hidup lo." tambah Reza yang semakin tak membuat Sella paham.


"Gue... Gue gak ngerti, sumpah." ringis Sella yang butuh penjelasan lainnya.


"Sella! Lo inget gak waktu lo cari pacar buat gue? Itu gue sengaja telpon Dila yang sebenernya dia adalah sahabat gue, yang gue minta buat tolongin gue jadi pacar temuan lo. Akhirnya dia mau dan dari situ sandiwara gue berjalan sama dia buat bikin lo panas." jelas Reza, singkatnya.


"Tapi kenapa lo lakuin itu?" tanya Sella.


"Karena gue cinta sama lo, gue gak mau lo cariin cewek yang nanti akhirnya bisa buat gue lupain lo." tutur Reza yang membuat Sella haru mendengarnya.


"Tapi lo kan nolak gue waktu itu" cetus Sella kesal saat mengingat kembali kejadian di Bali.


"Itu karena gue___" ucap Reza tertahan.

__ADS_1


Lantang, "Karena apa?" bentak Sella.


"Karena gue gak mau lo nembak duluan, sementara gue mampu buat bilang kata cinta itu buat lo." Reza mengakui.


Masih tak percaya, "Bohong" pekik Sella.


"Sella! Serius lo percaya sama Reza, kalo dia bohong ngapin kita jauh-jauh dari Bali kesini ngejar elo." terang Dila.


"Terus lo?" ucap Sella dengan mengarahkan pandangan pada Baim.


"Tenang, gue gak apa-apa kok! Karena gue udah punya Dila." sahut Baim dengan menggandeng tangan Dila hingga membuat Reza dan Sella membulatkan bola mata.


"Udah jangan bengong gitu, biasa aja kali natapnya. Gue sama Baim udah 3 tahun pacaran, jadi kalian gak usah kaget." ungkap Dila mengakui hubungannya dengan Baim.


"What?"


"3 tahun?" pekik keduanya.


"Sorry yah! Kita sengaja ngerencarain semuanya cuma buat nyatuin kalian berdua, abis kalian gengsinya gak ketulungan sih" ejek Dila mencibir keduanya yang membuat Sella dan Reza tersipu malu.


"Tuhkan, saling diem lagi! Bukannya saling ungkapin cinta, gimana sih kalian?" cetus Baim membuat Sella dan Reza saling menatap, dan berbalas senyum.


Perlahan Reza meraih tangan Sella dan mencoba menghela napas untuk dapat mengumpulkan kekuatan diri mengungkapkan isi hatinya pada Sella.


"Marsella! Mau gak lo jadi bidadari hidup gue?" tanya Reza yang di sambut anggukan dari Sella.


"Alah, bidadari" goda Dila yang ditanggapi tawa kecil Baim.


"Btw.. Kok kalian bisa pacaran, 3 tahun lagi?" Sella mulai bertanya dengan kebetulan diantara hubungan keduanya.


"Nanti deh kita cerita, tapi sekarang kita makan dulu yah?" ajak Baim yang di setujui mereka.


"Tapi__" tahan Sella membuat mereka bertiga heran.


"Tapi apa?" Reza cemas.


"Jangan jadiin kamar gue tempat sampah puntungan timun lo itu dong" keluh Sella.


"Sumpah Sella, bukan gue" sangkal Reza, tegas.


"Tuh kan bohong lagi, baru jadian udah bohong" cetus Sella seraya memayunkan bibir.


"Ya ampun, gimana gue harus buktiin coba sama lo?" gumam Reza, yang menggaruk kepala tak gatalnya.

__ADS_1


"Kalian bahas apaan sih?" Baim heran.


"Mending kita makan dulu, soal itu kalian bahas nanti aja. Karena kita berdua pun gak paham sama yang kalian bahas." kata Dila, menyarankan.


__ADS_2