Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #18


__ADS_3

"Gue tau sulit bagi lo terima kenyataan ini, tapi lo gak boleh terus-terusan gini karena lo masih punya masa depan untuk di jalanin. Orang tua lo masih berharap sama masa depan lo, mereka yakin akan ada Dila yang lain yang akan di kirim tuhan buat lo kedepannya." terang Sella mengingatkan.


"Tapi gue gak bisa lupain Dila, dan gak akan mungkin ngegantiin dia dengan sosok lain." ringis Baim, menolak akhir kalimat Sella.


"Gue gak minta elo buat lupain dia, karena emang lo jangan pernah lupain dia, tapi elo harus tegar atas kepergian dia." terang Sella yang melepaskan pelukkan Baim. Bagai mana pun juga Sella risih bila terus di dekap olehnya.


"Makasih yah Sella! Lo udah rela luangin waktu lo buat gue selama berminggu-minggu ini" ucap Baim, yang mulai mau mendengarkan kata-kata dari Sella.


"Sesama temen harus saling membantu Im, gimana pun juga mereka menaruh harap agar gue bisa sadarin lo. Karena kalo elo gak sadar-sadar, giliran lo yang akan buat mereka semua di posisi lo sekarang." tukas Sella dengan melontar senyum anggun pada Baim.


Krukk.. Kruk..


Suara dari perut yang sudah lama jarang di isi oleh pemiliknya, siapa lagi kalau bukan Baim.


"Gue laper nih!" ringis Baim yang memegang perut kosongnya, Sella pun tersenyum geli di buatnya.


"Elo mau makan apa?" tanya Sella.


Lirih pelan, "Gue kangen masakan Dila " ucap Baim.


"Mending lo bunuh gue sekarang, biar gue ketemu Dila minta dia masakin buat lo?" kesal Sella.


"Hehe bercanda.. Tapi senggaknya lo bisa buatin, kan?"


"Demi lo yang udah janji gak nyiksa diri lagi, gue bakal bikin semur timun spesial yang sering Dila buat!" seru Sella yang mendorong Baim kedalam rumah.


Setelah bersusah payah dan di bantu oleh pembantu rumah Baim, kini Sella membawa masakannya dan berjalan mendekat pada Baim yang sudah menunggu Sella sejak tadi.


"Taraaaaa.. Semur timun datang!" seru Sella dengan meletakkan diatas meja tepat di hadapan Baim.


Dengan wajah keraguan, "Yakin nih semur timun ?" selidik Baim sebelum mencoba.


"Coba aja deh" pinta Sella dengan duduk di hadapan Baim yang mulai menyantap masakan timun pertama dari Sella.


"Gimana enak gak?" tanya Sella penasaran.

__ADS_1


"Mmmm, lumayan. Walau pun gak seenak masakkan Dila tapi makasih yah? Elo udah repot-repot bikin ini buat gue!" tutur Baim yang di balas pegangan tangan dari Sella yang membuat Baim merasakan hal janggal nan aneh sekilas meresap ke hatinya.


Akhirnya Sella pun kembali ke rumah dan mulai menghubungi Reza yang sejak tadi terabaikan olehnya.


"Maaf yah sayang, gue baru santai sekarang. Ini aja baru pulang dari rumah Baim."


"Tapi kan gak harus di abaikan gue nya" keluh Reza.


"Iya maaf, semoga kedepannya Baim gak terpuruk lagi" harap Sella, menenangkan kekasihnya.


Sella pun menceritakan segala sesuatunya tentang perkembangan Baim. Dan kejadian tadi pun baru saja selesai diadukan pada Reza.


"Kok lo gitu sih? Waktu sama gue gak mau masakin" cetus Reza marah saat Sella memberitaukan kalo dia memasak semur timun untuk Baim. Dan memang Sella belum pernah masak untuknya sebab itu Reza marah dan kecewa, saat pertama kalinya Sella masak bukan untuk dirinya melainkan orang lain.


"Ya gimana lagi, abis lo nya di Bali sih coba kalo di sini tiap hari gue masakin ampe lo bosen sama masakan gue. Hehe.." cibir Sella seraya terkekeh pada kekasihnya.


"Gue udah kehilangan sesuatu dari lo, yaitu makan masakan elo yang pertama kali elo bisa masak."


"Cuma masakan ini, gak usah lebay sedihnya"


"Makanya lo pindah ke sini aja kenapa sih?" pinta Sella, menyarankan.


"Kapan-kapan aja deh!" seru Reza yang membuat Sella kesal.


Geram, "Rezaaaaa, awas yah lo nyesel kalo akhirnya Baim sama gue" sindir Sella yang sepontan keluar dari mulut nya.


"Jadi maksud nya, elo suka sama Baim dan mau ninggalin gue?" tanya Reza lirih, Sella pun menyengir saat begitu saja mengucapkan yang tidak di pikirnya dulu.


"Nggak kok sayang, gue cuma bercanda, abis lo gak mau kunjung balik kesini" sangkal Sella.


"Males ah, udah gue cape mau tidur bye.." tutup Reza yang kecewa setelah mendengar kata-kata itu. Walau pun maksud Sella hanya bercanda, tapi entah kenapa Reza merasa takut.


"Apa dengan mereka dekat akan ada perasaan cinta di antara mereka?" gumam Reza, bertanya-tanya.


Sementara Sella sedang kesal karena begitu saja Reza menutup telponnya.

__ADS_1


"Iiihhh.. Ngeselin deh, gue kan cuma bercanda doang. Kok dia malah marah?" gerutu Sella.


Esok hari nya.


Saat keadaan Baim telah membaik, kini dia dapat berkunjung ke rumah Sella. Baim melewati Udin yang sedang asik mengobrol lewat telpon, dengan siapa lagi kalo bukan Tinah. Udin pun membiarkan nya menuju kedalam karena Baim bukan orang asing lagi yang masuk ke rumah majikannya.


"Tin! kapan yah kamu balik kesini, mas kangen sama kamu?" ringis Udin memanja.


"Yah mas Udin gimana sih, mas Reza nya aja gak mau ke Jakarta ya terpaksa Tinah tetap di sini jagain dia. Ini semua salah nya non Sella." keluh Tinah.


"Udin... Salam sama Tinah yah bilang jagain pangeran gue di sana" teriak Sella sebelum akhirnya masuk kedalam mobil Baim.


"Oke siap non!" seru Udin.


"Non Sella pergi ama mas Baim yah?" tanya Tinah yang tau kalo Baim kini selalu bersama Sella dari curhatan Reza padanya.


"Iya kok tau sih Tin?" tanya Udin heran.


"Ah mas ini gak gaul sih, makanya beli kacamata yang cangih biar bisa liat dari jauh!" canda Tinah.


"Emang ada yah Tin?" tanya Udin penasaran.


"Adalah mas! Ini buktinya Tinah punya dan karena itu tau kalo non Sella pergi sama mas Baim!" seru Tinah, meyakinkan.


Udin yang polos, mempercayai perkataannya, "Coba kalo gitu Tinah tebak mas pake baju apa?" tanya Udin.


"Pake baju putih celana biru, iya kan mas?" sahut Tinah.


"Walah, bener Tin! kamu emang hebat ternyata" seru Udin, bangga.


"Ya mas ini gimana sih, kan tiap hari juga mas Udin pake seragam itu?" tutur Tinah yang disambut tawa geli dari Udin.


"Haha.. Iya yah, mas lupa" ucap Udin tersipu.


"Mas, udahan dulu yah? Ada mas Reza soalnya, nanti Tinah kabarin rencana kita oke?" tutup Tinah yang membuat Udin heran, "Rencana apa yah maksud Tinah tadi? Perasaan tadi gak lagi ngomongin rencana apa pun, kan?" gumam Udin tak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2