
Hari berikutnya.
Sella melamun dengan menatap kearah luar jendela dalam kamarnya, dimana saat terakhir kali dirinya melihat sosok Reza untuk terakhir kali. Tampak tubuh sella sudah semakin lemas dan tak bergairah untuk melanjutkan tujuan utamanya yaitu berlibur.
"Otak gue rusak karena lo Za, seberapa pun gue usaha buat gak inget lo tapi entah kenapa selalu elo yang gue inget"
"Kenapa lo marah cuma karena ucapan gue? Mulut gue emang minta lo pergi, tapi hati gue gak bisa bohong kalo gue mau elo disini selalu Za"
"Please, lo balik lagi!" harap Sella.
Pintu kamar terbuka oleh Tinah yang bergegas masuk dan melangkah menuju kearah Sella dengan makanan di tangan.
"Spaghetti spesial buat non Sella yang cantik dan udah berhari-hari gak semangat makan!" seru Tinah dengan menyodorkan kehadapan Sella.
Sella melihat sekilas makanan itu dan berkata, "Elo cuma masak ini?" tanya Sella lirih.
"Iya non! Emang non Sella mau dimasakin apa lagi, Tinah buatin deh asal non makan ya?" tanya Tinah, antsuias.
"Nggak usah, ini cukup." ucap Sella dengan meraih piring berisi makanan itu.
Dalam benak Sella, dirinya berharap bisa mendengar masakan timun seperti biasa yang selalu Reza makan.
"Ayo non bilang, mau makan apa? Tinah buat Seenak mungkin buat non Sella deh." bujuk Tinah.
"Nggak usah Tin, makasih. Tapi boleh minta Jus?" pinta Sella, lemas.
"Tentu. Dengan senang hati non, Tinah ambilkan dulu!" kata Tinah yang senang ketika Sella mau meminta, setelah berhari-hari menolak makan.
"Reza, gue kangen liat lo makan timun lagi"
Sella hanyut dalam lamunan, dimana ia membayangkan Reza duduk manis dihadapannya dengan timun yang sedang dilahap. Bayangan sosok Reza pun tak lama menghilang dan membuat Sella sadar dengan ke gilaannya yang terus memikirkan sosok Reza yang seolah tampak nyata ada dihadapannya.
"Ini jus nya non!"
"Makasih Tin, tapi bisa gak ambil semua ini?"
"Loh non kan belum makan?"
__ADS_1
"Nanti aja.. Gue mau pergi keluar siapa tau rasa jenuh gue hilang kalo keluar rumah" kata Sella yang langsung pergi meninggalkan rumah.
Setelah sampai, ia melangkah perlahan menuju pesisir pantai lalu duduk dibawah pasir lembut dengan membiarkan air ombak yang menghantam setengah dari tubuhnya.
"Marseeeellll.."
Sella mendengar teriakkan itu, "Gue kayak kenal suara tadi" gumam Sella dengan mencari-cari arah suara yang tak asing di telinganya.
Sella beranjak berdiri dan mencari dimana sosok pemilik suara itu namun sayang tak menemukan sosok yang memanggilnya.
"Gue yakin, itu suara Reza. Tapi dimana dia?" tegas Sella yang tak sengaja melihat puntungan timun mengambang diatas air.
"Timun? Gue tambah yakin kalo Reza disini!" seru Sella dengan terus meneliti dimana sosok Reza berada.
Sella merasakan sesuatu menghantam kepalanya dan ternyata puntungan timun lah yang jatuh dari atas. Dia pun mendongakan kepala dengan senyum sumringah ketika sudah menemukan sosok yang memanggil namanya.
"Rezaaaaaaaaaa.." teriak Sella yang melihat Reza sedang bermain parasut.
Reza melambaikan tangan kearah Sella yang juga melambaikan tangan kegirangan.
Berteriak kencang, "MAAFIN GUE, GUE SALAH SAMA ELO, GUE UDAH NGUSIR LO GITU AJA . GUE LAKUIN ITU KARNA GUE____" Sella menghentikan kalimatnya dan menunduk malu saat Reza telah turun dan melepaskan diri dari tali-tali yang menempel lalu berjalan mendekat kearah Sella.
"Maafin gue! Gue nyesel karena bentak-bentak lo waktu itu. Tapi gue gak maksud ngusir elo beneran. Gue cuma emosi sama elo, karena gue__" tutur Sella yang kembali terputus.
"Karena apa?" tanya Reza heran.
"Gue cemburu sama elo, gue cemburu sama kedekatan lo sama Dila, karena gue suka sama lo Reza." ungkap Sella dengan meraih tangan Reza, terasa getaran tangan Sella yang sedang gugup atas pernyataan isi hatinya itu.
"Please maafin gue, yah?" pinta Sella memelas.
Reza diam tak berkata, ia menatap mata Sella yang begitu berharap dirinya dapat segera memaafkan.
Reza buka suara, "Gue...."
Sella menunggu dengan kecemasan menanti lanjutan kalimatnya.
...*****...
__ADS_1
Hiks ... Hiks ... Hiks...
Suara tangisan menggema didalam kamar milik Marsella yang telah kembali ke Jakarta.
"Gue benci.. Benci banget sama lo Reza.." pekik Sella.
Marsella terus menumpahkan tangisannya seraya *******-***** bantal yang menjadi tumpuan air mata atas kekecewaannya pada sosok Reza.
Krek..
Pintu kamar terbuka pelan, "Udah dong Sella sayang! Jangan nangis lagi. Mau sampai kapan sedih terus?" pinta sang ibu yang berusaha menenangkan.
Marsella memang telah pulang ke Jakarta dan meninggalkan libur panjangnya dikarena kan sesuatu yang menyakitkan telah dialamai oleh Sella. Sementara Reza masih berada di Bali dengan duduk termenung dalam penyesalan atas apa yang telah diucapkan pada Sella.
"Elo sih pake buat dia marah segala" ucap Dila, kesal.
"Gue gak sengaja Dila, waktu itu gue cuma niat bercanda sama dia, sumpah deh." sangkal Reza, menegaskan.
"Dia itu cewek dan cewek punya perasaan. Sedikit aja lo buat dia sakit pasti dia akan terluka dan terus nangis. Apa lagi elo itu udah keterlaluan sama dia." tutur Dila menjelaskan.
Sejak tadi Dila hanya memarahi Reza saja ketika dia mengakui telah membuat Sella menangis tempo hari. Dan saat ini Reza hanya diam tak berkata dengan kembali mengingat kejadian dua hari sebelumnya.
Dimana saat Marsella mengungkapkan rasa suka dan cemburu nya, "Gue cemburu sama elo, gue cemburu sama kedekatan lo sama Dila, karena gue suka sama lo Reza."
"Please maafin gue, yah?"
Dan setelah mengucapkan kata maaf, Reza mulai mulai membuka suara, "Gue.."
Reza menghentikan ucapan nya, melihat betapa tegang wajah Sella menunggu kelanjutan kalimat nya.
"Hahahahaha.. Elo, suka sama gue?" Reza tawa lantang, membuat Sella menunduk malu ketika ungkapan hati yang bersusah payah diutarakan dan ditanggapi hanya dengan tawa.
"Udah deh Sella, jangan ngomong ngaur cuma buat baikin gue karena gue gak suka itu. Dan kalo lo mau gue balik ke rumah lo, maaf gue nolak. karena gue nggak mau jadi penjaga lo lagi, sekarang gue ada Dila yang gue sayang. Gimana pun juga gue gak mau bebani lo lagi, itu kan yang elo mau?" tutur Reza bijak, namun semua itu membuat air mata Sella mengalir perlahan.
"Selama elo gak ada, gue ngerasa kehilangan dan sepi tanpa lo. Gue terus bayangin elo lagi bahagia sama Dila sementara gue disini mikirin lo, gue cemburu Reza."
"Sella, elo bercanda kan?"
__ADS_1
"Tapi gue serius suka sama lo." pekik Sella geram seraya berlalu meninggalkan Reza yang hanya diam mematung menatap kepergian Sella.