
Setelah Marsella kenyang berlayar dan Reza tak lagi bermain jetski, kini keduanya telah duduk bersampingan ditepi pantai. Sementara Dila asik berlarian mengejar ombak.
Keduanya hanya saling diam tanpa bicara, hanya deruan ombak dan suara bisingan pengunjung pantai lainnya. Namun tetap saja terasa sepi bagi Sella, ia pun bingung untuk mengajak bicara Reza terlebih dulu.
"Ngajak ngomong apa ya?"
"Kenapa ngajak Dila, gitu?"
"Gila kali, kalo gue nanya begitu. Ya jelas dia bakal ngajak Dila, kan pacarnya"
"Bego banget sih Sella, ngajak ngobrol aja susah amat sih?"
"Kenapa jadi gak ada bahan buat ngobrol gini sih?"
Begitulah gemuruh isi hati Marsella yang sejak tadi kesulitan untuk mengajak sang rival berbincang.
"Dah lah gue nyerah"
"Nyerah kenapa lo?" tanya Reza.
"Hah? Lo bisa denger gue?" Sella bingung.
"Ya kali Sella gue gak denger, emang gue budek apa?"
"Cih.."
"Mending lo jangan ngomong deh" pinta Reza.
"Hak lo apa nyuruh gue gak ngomong?" kesal Sella.
"Suasana bahagia gue liat Dila tuh buyar gegara elo ngomong, tau gak?" ungkap Reza.
Mendengar itu tentunya Marsella muak sekali, ditambah kini pandangan Sella mengarah pada Dila yang begitu riang bermain air.
Setelah puas, Dila pun mendekati mereka dengan tingkah manja yang membuat Sella geli melihatnya.
"Sayang gimana kalo kita bikin pesta?" saran Dila memelas.
"Pesta?" Reza membelai rambutnya, melihat adegan itu menambah daftar muak Sella pada mereka.
"Ya itung-itung sebagai tanda jadian kita, gimana?" tutur Dila dengan senyum menawan yang memikat Reza.
"Apa pun yang lo mau, gue pasti setuju!" seru Reza.
"Makasih ya sayang, lo emang terbaik deh. Oh yah kita bertiga yah!" kata Dila mengingatkan.
"Bertiga?" heran Reza.
"Kita berdua dan tentu nya Sella!" Dila mengingatkan.
"Sorry.. Sayangnya gue gak bisa ikut." tolak Sella.
__ADS_1
"Loh, kenapa?" tanya Dila, kecewa.
"Nggak bisa, apa emang lo pura-pura gak bisa?" sindir Reza sembari mencium tangan Dila, sontak saja Sella memanyum kesal dengan tingkah itu.
"Dasar timun busuk lo" maki Sella dalam hati.
Meradang, "Gue emang gak bisa, lagian mana mau gue kalo pesta timun" tegas Sella.
"Kita bakal pesen apa pun yang lo suka deh, mau yah Sella?" bujuk Dila penuh harap.
Biar bagaimana pun, Dila sudah menganggap Sella sebagai sahabat. Jadi ia berharap kehadiran Sella akan menambah kebahagiaan dalam pestanya.
"Gue tetap gak bisa, maaf ya Dila." tolak Sella bersikukuh sehingga membuat Dila sedih.
Lemah lembut, "Udahlah sayang, kita berdua aja, jadi bisa lebih romantis pestanya." kata Reza yang menenangkan.
"Tapi kan gue mau Sella ikut, karena dia kita jadi bisa jadian!"
"Dia gak mau, masa kita paksa?"
"Tapi," ucapan Dila terhenti ketika Reza melayangkan kecupan di pipi Dila agar sang kekasih tak lagi merengek.
Dila pun diam tak lagi bersuara, yang ada hanya senyum merekah. Lain hal dengan Sella yang membuang pandangan kecut melihat adegan romantis itu.
"Gue tau Sella berjasa atas hubungan kita, tapi mau gimana lagi kalo dia aja gak mau ikut. Jadi," menghentikan kalimat seraya mengelus pelan pipi Dila, "Cukup kita berdua aja yah?" bujuk Reza, lembut.
Dila pun menyender ke bahu Reza hingga membuat Sella makin tak betah duduk bersama mereka.
Ponsel Marsella pun berdering, ia meraih dari saku dan langsung menyapa seseorang itu.
"Hai?"
"Halo sayang! Gimana kabar kamu?" tanya papah Sella, antusias.
"Baik, lo sendiri gimana?" tanya Sella yang membuat sang ayah marah karena ketidak sopanan anaknya.
"Sella! Sopan sedikit, ini papah kamu Sella" bentaknya, Sella menoleh kearah Reza dan Dila yang sedang memperhatikan.
"Iya maaf" ringis Sella bersalah, "Kenapa telpon?" tanya Sella.
"Kita kangen sama kamu sayang!" ungkap sang ayah.
"Kangen? Gue juga kok!" seru Sella dengan senyum kecut pada keduanya.
Sella pun beranjak meninggalkan mereka yang mulai bertanda tanya akan sosok misterius diujung telpon sana.
"Kamu mulai gak sopan yah sama papah?" bentaknya.
"Aduh pah, sorry banget. Sella pikir tadi papah temen Sella loh, maafin Sella ya pah?" tutur Sella beralasan, "Nanti deh Sella telpon papah lagi ya, bye!" tutup Sella.
"Ufh.. Semoga papah gak laknat gue jadi anak durhaka" harap Sella dengan kembali diantara Dila san Reza.
__ADS_1
"Cowok lo?" selidik Reza.
"Kenapa, Cemburu?" sindir Sella sengit.
Dalam hati Sella meringis, "Sial lo Sella, ada Dila kenapa lo malah ngomong gitu?"
"Gue, cemburu? Gak mungkin, gue kan udah ada Dila, ngapain cemburu sama lo?" sangkal Reza.
Karena Reza, kini Sella tak lagi perduli dengan sosok Dila dan terus meluapkan kekesalan.
"Terus kenapa tanya-tanya segala, kalo bukan karena cemburu?" sungut Sella, kesal.
"Ya mungkin aja lo bohong, iyakan? Yakan yakan?" canda Reza membuat Sella menatap tajam dan langsung berdiri dengan wajah penuh amarah.
Lantang, "Apa maksud lo bilang gue bohong?" gertak Sella.
"Gue kan cuma bercanda, kok marah sih?" ringis Reza tak bersalah.
"Mau gue bohong atau nggak itu bukan urusan lo timun busuk." sungut Sella geram, Reza pun berdiri membalas Sella dengan tatapan tak kalah tajam.
"Gue emang suka timun, tapi nama gue bukan timun apa lagi timun busuk." Reza mengingatkan.
"Elo itu ya tetap timun, apa lagi timun nya busuk, uwek.." ejek Sella sengit.
"Terserah lo mau manggil gue apa pun suka suka lo aja, gak masalah bagi gue tuh Marsel" tutur Reza, santai.
"Cih.. Gak kreatif ngejek nya, Marsel? Gak masalah tuh, masih tetep keren dibanding timun busuk." Sella tersenyum sinis.
Dila yang sejak tadi memperhatikan hanya dapat tepuk jidat atas pertengkaran kekanakan keduanya.
"Oke kalo gitu fix gue panggil elo Marsel atau boncel, kucel gak masalah kan?!" seru Reza dengan senyum kecut.
"Haha.. Gak lucu tau.."
"Emang siapa yang ngelucu, gak ada tuh ya kan sayang?" tanya Reza yang ditimpali anggukan kepala Dila.
"Elo kok malah ikut nindas gue sih Dila?" ringis Sella.
"Bercanda Sella sayang!" Dila berusaha menenangkan.
"Udah dong say, kasian Sella kalo lo candain terus"
"Gak asik lo" ketus Reza, namun tangannya dengan manja mencubit pipi Sella.
"Biarin uwek" Sella menjulurkan lidah pada Reza.
"Hahaha.."
"Sekarang gue loh yang cemburu sama kalian" aku Dila.
"Kalo sama dia ngapain cemburu? Hati ini gak akan pernah berpaling dari lo kok sayang" kata Reza meyakinkan.
__ADS_1
Dalam hati Sella, "Sialan, Reza malah bikin gue tambah sakit. Gue benci sama lo timun busuk." gerutunya dengan menatap Reza dan Dila yang sedang tertawa terbahak-bahak.