Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #19


__ADS_3

"Pagi mas boss?" sapa Tinah dengan segelas Jus Timun kesukaan Reza.


"Makasih Tinah!" ucap Reza dengan meneguk minuman itu.


"Non Sella titip salam buat mas Reza tadi" ungkap Tinah namun Reza tak menghiraukan ucapan itu.


"Lagi berantem yah mas?" selidik Tinah.


"Udah deh jangan banyak tanya, lagi males bahas soal Marsella tau?" cetus Reza kesal.


"Tau gak sih mas, non Sella tuh selalu pulang pergi sama mas Baim loh" pancing Tinah.


"Tau kali" cibir Reza sengit.


"Terus tau gak kalo non Sella mesra banget sama dia?" Tinah tak mau kalah, dan terus memancing.


"Serius lo?" pekik Reza yang akhirnya terpancing dengan ucapan Tinah.


"Kalo gak percaya, nanti Tinah buktiin sama mas Reza" kata Tinah seraya berlalu meninggalkan Reza yang terdiam kaku.


"Apa yang gue takutin itu bakal jadi nyata, kah?" gumam Reza dan langsung mentelpon Sella yang terdengar suara Baim sedang tawa yang membuat Reza geram.


Bernada ketus, "Ngapain lo sama dia?" tanya Reza membuat Sella mengeryitkan wajah karena pertanyaan yang di lontarkan Reza tanpa menyapa terlebih dahulu.


"Kita lagi bercanda ya gak Im?" jawab Sella yang masih tertawa kecil karena Baim masih menggelitiki Sella.


"Iya Za!"


"Udah dong Im, geli tau" pinta Sella yang membuat Reza geram dan menutup telpon begitu saja.


"Akh sial" pekik Reza yang kesal dengan kedekatan keduanya.


"Gimana mas, percayakan? Kalo mas Reza belum percaya nanti Tinah yang cari tau, atau lebih baik lagi kita pindah ke Jakarta aja mas? Kan lebih baik lagi." saran Tinah, yang memang mengharapkan kembali ke sisi Udin kekasihnya.


"Itu maunya elo yang bisa liat Udin tiap hari kan?" sindir Reza.


"Bukan cuma itu mas, tapi buat kepentingan mas juga kali. Inget mas, mencegah lebih baik dari pada kehilangan." ucap Tinah mewanti-wanti.

__ADS_1


"Udah deh sana, gue males bahas ini sama lo." cetus Reza yang berlalu meninggalkan Tinah.


"Sebentar lagi permainan di mulai, dan gak lama kita kembali ke Jakarta!" seru Tinah riang.


...*****...


Hari berikutnya..


Tinah memegang selembar foto yang langsung di letakkan di atas meja yang sudah siap dengan sarapan milik Reza, ia langsung pergi meninggalkan meja makan saat melihat Reza sedang menuruni anak tangga.


"Tinah! Sarapan gue udah siap belum?" teriak Reza yang mendekat ke meja dengan mata menuju sebuah foto yang ternyata Sella yang bersama Baim. Bukan hanya karena mereka foto berdua yang membuat Reza mulai meremas foto itu, yang menambah kesal adalah saat dalam foto itu Baim sedang menyuapi Sella yang terlihat begitu mesra di matanya.


"Tinaaaaaaahhhhh.." teriak Reza hingga dengan cepat Tinah mendekat pada Reza.


"Sekarang juga lo siapin baju-baju lo, gak pake lama, cepet!" suruh Reza lantang.


"Kita ke Jakarta mas?" tanya Tinah senang bukan kepalang, karena akhirnya usaha dirinya untuk kembali ke Jakarta berhasil.


"Bukan, tapi lo keluar dari rumah ini.. Ya iyalah kita ke Jakarta, dan jangan lupa besok semua harus udah beres" celetuk Reza yang langsung meninggalkan meja makan menuju kamarnya.


"Asiiiiikkk!" seru Tinah karena akhirnya ia akan kembali pada kekasihnya Udin, lain hal nya dengan Reza yang kesal dan geram di atas kasur karena mengingat foto yang membuatnya murka bukan kepalang.


"Apa dia punya yang baru?" gumam Sella yang berbaring di kasur. Yah, itu lah yang terus di pikirkan Sella terhadap kekasihnya.


Ketakutan Sella bila Reza memiliki kekasih lain dan membuatnya akan kehilangan sosok Reza. Sama hal nya dengan Reza yang sedang takut kehilangan Sella bila membiarkan Baim terus bersamanya.


"Gue gak bakal biarin Biam ngerebut Sella dari tangan gue." gerutu Reza geram dengan menatap foto Sella yang terpajang diatas mejanya.


"Semua akan kembali normal lagi kayak dulu karena besok gue bakal berada di sisi lo Sella." gumam Reza dengan senyum menyungging sinis.


...*****...


Marsella berada dalam pelukkan Baim yang tiba-tiba saja memeluk tanpa Sella dapat hindari. Baim begitu terbuai dan merasakan getaran cinta yang menusuk sukma nya yang entah kenapa perasaan aneh itu terus ada bila didekat Sella. Karena itu lah, ia mencoba memeluk Sella untuk memastikan perasaan janggal tersebut.


"Hay Non Sella?" sapa seseorang yang sangat cempreng dan Sella tau pemilik suara itu.


"Tinah?!" pekik Sella kaget saat melihat sosok Tinah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Iya non, ini Tinah!" seru Tinah dengan senyum kecut melihat sosok Baim di samping sang majikan.


"Elo kok di sini? terus Reza sama siapa dong?" tanya Sella dengan melotot tajam.


"Gue gak mesti di jagain karena yang harus di jaga itu elo, bukan gue deh." protes Reza seraya menyindir halus.


"Reza... Lo datang!" seru Sella dengan berlari kearahnya namun dengan cepat Reza menahan Sella yang hendak memeluk.


"Sayang?" ringis Sella, sedih.


Ketus, "Gue mau istirahat." tolak Reza yang berlalu pergi dengan melemparkan puntungan timun ke kepala Sella yang langsung menggeram kesal di buatnya.


"Bye bye non Sella?" pamit Tinah yang mendelik sengit pada Baim yang mendekati Sella.


"Maaf yah mungkin gue udah buat kacau kalian!" sesal Baim, bersalah.


"Elo gak salah kok, Reza cuma kecapean aja kali, makannya dia bersikap gitu" sangkal Sella yang menenangkan, "Santai aja Im!" lanjutnya.


"Kalo gitu gue balik yah?" pamit Baim dengan meninggalkan Sella.


Kini Marsella langsung bergegas menuju kamar Reza.


Krekkk..


Begitu pelan Sella membuka pintu kamar dan masuk dengan sangat hati-hati ketika melihat Reza telah berbaring di atas kasur dengan mata tertutup.


"Lo kok kesini gak kasih tau gue? Kasih kabar dulu gitu." tanya Sella pelan.


"Kenapa? Nggak boleh gue kesini, atau emang lo gak mau gue di sini?" sindir Reza yang membuat Sella geram atas ucapan itu.


Kesal, "Kok elo ngomong gitu sih?" cetus Sella.


"Gue ngomong apa adanya, kalo emang kedatangan gue ganggu lo, besok gue balik lagi ke Bali tapi sekarang ijinin gue buat tidur karena gue capek baru nyampe." usir Reza, yang membuat Sella sedih.


"Kok dia yang marah sih? Padahal dia yang cuekin gue, gak beres ini" gumam Sella dalam hati.


"Ya udah gue biarin lo istirahat sekarang, tapi nanti kita ngobrol dari hati ke hati"

__ADS_1


"Mmm.." hanya itu yang keluar dari mulut Reza.


Dalam hati, "Kenapa sih dia jadi jutek gitu?" gerutu Sella yang berlalu pergi meninggalkan kamarnya.


__ADS_2