Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #13


__ADS_3

"Mmmmm.. Tumben gue belum liat si timun, kemana yah? Sukurlah kalo dia gak ada gue bisa bebas jalan-jalan" gumam Sella ceria.


Langkah Sella terhenti disamping mobilnya yang telah terbuka.


"Loh kok kebuka sih?" gumam Sella heran.


Memekik, "REZA?" Sella melihat sosoknya di dalam mobil dengan tersenyum lebar.


"Biasa aja kali, kayak gue nya hantu aja pake teriak segala" heran Reza.


"Emang lo hantu, baru nyadar yah?" sindir Sella memanyunkan bibirnya.


"Ngapain lo di dalem mobil gue? Kok bisa masuk, lo bobol pintunya ya?" tanya Sella kesal.


"Yang jelas lo yang teledor gak kunci mobil lo sendiri, kalo ada maling gimana?" cibir Reza.


"Yang pasti elo malingnya" sindir Sella.


"Kalo maling lo sih gue mau!" seru Reza dengan menaik-naikan alisnya hingga membuat Sella mengeryitkan dahi dengan tingkah konyol itu.


"Udah sana turun lo" bentak Sella karena Reza duduk ditempat setirnya.


"Elo yang duduk sana gih" kata Reza


"Gue gak mau duduk di sana, lagian gue gak mau pergi sama lo" cetus Sella yang berusaha menarik keluar.


"Apaan sih lo, gak sopan tau." tepis Reza.


"Heh.. Ini mobil gue, jadi suka-suka gue tau." bentak Sella yang nenekan kalimat terakhir.


"Kalo lo gak mau kasih kuncinya, gue gak mau turun" terang Reza sembari memeletkan lidah pada Sella yang mengendus kesal dan pasrah dengan kemauannya.


"Sial, kali ini aja gue di kerjain sama lo"


Mereka pun pergi melaju dengan sangat kencang menuju tempat tujuan.


Setelah sampai, Sella semakin tak tenang saat Reza memaksa ikut bersamanya kedalam mall. Dia terus-terusan mengikuti dan selalu menilai sesuatu yang Sella suka dengan pendapat tak lebih bagus.


"Sana jauh-jauh dari gue? Emang cewek lo kemana sih, sampe harus ngurusin gue segala?" gertak Sella yang sudah tak tahan dengan sikapnya.


"Dila? Ada kok." ucap Reza santai.


"Terus kenapa lo gak temenin dia malah di sini? Dan selalu gangguin gue, udah sana pergi urusin Dila." sindir Sella.


"Oke! Sekarang gue pergi, tapi inget malam ini lo harus datang ke Resto prima jam 8 malem, gue tunggu lo di sana." ucap Reza yang berlalu pergi meninggalkan Sella.

__ADS_1


Dalam hati Sella, "Maksudnya apa coba?"


"Oh yah! Kuncinya di gue, jadi lo pulang sama si Baim, oke?" saran Reza dengan terus berlalu.


"Yak.. Sialan lo timun busuk.. Nyebelin banget jadi manusia.." teriak Sella yang tidak memperdulikan pandangan orang-orang yang memperhatikan.


Sepeninggalan Reza, Sella kembali mencari-cari barang yang di inginkannya. Setelah dapat, ia mulai menunggu kedatangan Baim untuk menjemput saat dirinya meminta di jemput.


Tak lama menunggu akhirnya Baim datang menghampiri Sella yang sedang duduk termenung.


"Sorry telat.. Lama nunggu yah?" ucap Baim, bersalah.


"Nggak apa-apa kok, santai aja lagi!" sahut Sella, santai.


Sella menghela nafas pelan saat Baim telah duduk di hadapannya. Dengan pandangan sendu akhirnya Sella mulai membuka tujuan utamanya memanggil Baim.


"Maaf yah mungkin lo keberatan buat dateng kesini, jadi ngerepotin elo mulu gue ini" lirih Sella, bersalah.


"Ah elo, nggak masalah kok, santai aja lagi!" sangkal Baim tegas.


"Reza ninggalin gue di sini, dan gue cuma bawa uang pas, jadi terpaksa ganggu lo buat datang kesini!" tutur Sella yang jelas-jelas dompetnya masih bejibun duit ratusan dan beberapa kartu atmnya. Kok tau? *maklum tadi abis ngintip sebelum ngetik ,, ckckckkk.


"Sella! Apa yang lo mau, gue pasti bantu selagi gue mampu buat nolong lo jadi gak usah ragu buat minta bantuan gue lagi, oke?" ucap Baim, menenangkan.


"Makasih yah!" seru Sella dengan memegang tangan Baim yang sontak kaget di buatnya.


"Gak apa-apa Sella" sahut Baim tak masalah.


Sesaat keduanya saling diam dalam kebisuan, sebenarnya dalam benak Sella ingin sekali banyak mengobrol dengannya, namun Sella menunggu aba-aba dari Baim yang entah kenapa sikapnya terlihat berbeda dari biasanya.


"Apa kalian saling suka?" tanya Baim yang membuat Sella mengangkat alis heran dengan siapa yang dimaksudkan.


"Siapa?" tanya Sella.


"Elo sama Reza?" sahut Baim penasaran.


Sella langsung menyangkal, "Enggak.. Gue gak suka sama dia.." tegas Sella, "Ogah gue suka sama dia, tobat deh soal itu." ringis Sella.


"Jadi maksudnya, elo pernah suka sama Reza?" selidik Baim. Dengan wajah malu Sella pun mangangguk mengiyakan, karena bagi Sella bila ingin memulai yang baru dengan siapa pun tidak boleh ada sesuatu yang tutupi atau bohongi.


"Iya... Itu dulu sebelum Reza nyakitin perasaan gue." ungkap Sella.


"Boleh ceritain kenapa lo benci sama dia?"


"Gimana gue gak benci sama dia, kalo pernyataan suka gue di acuhin dia gitu aja? Emang sih gue yang salah karena gue bilang suka sama cowok yang udah punya pacar, makanya gue sekarang udah gak suka sama dia lagi." ungkap Sella.

__ADS_1


"Tuhkan!"


"Apa?"


"Dengan elo jawab pertanyaan gue tadi, itu pertanda lo masih perduli sama dia dan menurut yang gue liat, lo masih suka sama dia!" celetuk Baim membuat Sella mengatup dua bibirnya.


"Gak gitu kok, kan lo nanya jadi ya gue jawab." sangkal Sella.


"Ya serah lo deh Sella.. Tapi sekarang Reza udah berubah dan lebih perhatian dan pastinya dia mulai punya rasa cemburu saat liat lo sama yang lain." kata Baim yang mengungkapkan apa yang di lihatnya selama ini.


"Hahaha.. Gak salah liat? Dia itu seneng kalo nindas gue, mana mungkin dia suka sama gue, toh dia punya Dila jadi gak akan mungkin.. Kan?" ringis Sella seraya melemahkan suaranya.


Sesaat keduanya tak bersuara dan beralih fokus pada makanan yang telah di pesan.


"Oh yah, malam ini Reza ngajak gue makan sama ceweknya, apa lo mau ikut?" tanya Sella berharap Baim setuju. Bagaimana pun juga dirinya tak ingin hanya melihat kemesraan Reza dan Dila.


"Mmmm.. Boleh deh, lumayan buat nemenin obat nyamuk" kata Baim dengan senang hati.


"Hahaha.."


Sepulangnya Sella dari mall, dia merasa lelah dan tubuhnya pun sudah terasa lengket hingga membuat dirinya langsung berniat mandi. Namun saat membuka kamar mandi, Sella tiba-tiba menjerit histeris.


"REZAAAAAAAAA..." teriak Sella yang mana Reza mendengar teriakan itu pun bergegas menuju ke kamarnya.


"Apaan sih lo teriak-teriak segala?" cetus Reza, kesal.


Berang, "Sini lo timun busuk"


"Dimana lo?" tanya Reza yang tidak melihat sosok Marsella di dalam kamar.


"Toilet, sini cepetan"


"Gila lo, ngapain ngajak gue mandi bareng?"


"Elo itu ngeselin banget sih? Gue kan udah bilang berapa kali sama lo, kalo buang timun jangan sembarangan. Lo pikir ini tempat sampah, pake di buang di kamar mandi segala. Kurang waras ya lo?" sungut Sella kesal. Caci maki keluar dari mulut Sella ketika Reza telah masuk kedalam kamar mandi.


"Yak.. Bisa gak sih lo gak asal? Pake nuduh-nuduh gue lagi?" sangkal Reza, menolak tuduhannya.


"Haloooo.. Kalo bukan lo siapa lagi? Kim taehyung gitu yang masuk kamar gue dan naburin puntungan-puntungan timun di kamar mandi gue ini? Kerajinan amat dia. Udah jelas-jelas elo yang salah malah ngelak lagi." sindir Sella dengan mencibir sengit pada Reza.


"Tapi beneran bukan gue, titik gak pake tanda tanya lagi." tegas Reza meyakinkan.


"Alah udahlah sana, enek gue liat lo." usir Sella dengan mendorong Reza keluar dari kamar.


"Apa coba maksud dia dengan nyampahin kamar gue pake timun, kurang kerjaan bangetkan dia?" gerutu Sella.

__ADS_1


Dalam hati, "Apa dia niat buat guna-guna gue, dengan puntungan timunnya itu? Supaya gue naksir dia lagi?"


"Hahahha.. Gak mungkinlah, gila kali gue mikir gitu" ringis Sella yang menepis dugaan itu.


__ADS_2